PARTAI AMANAT NASIONAL Kepada Yth.· Permohonan keberatan dan pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan

download PARTAI AMANAT NASIONAL Kepada Yth.· Permohonan keberatan dan pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan

of 208

  • date post

    03-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PARTAI AMANAT NASIONAL Kepada Yth.· Permohonan keberatan dan pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan

Halaman 1 dari 208

TIM ADVOKASI

PARTAI AMANAT NASIONAL

Jakarta, 12 Mei 2009

Kepada Yth.

Mahkamah Konstitusi RI.

Di Gedung Mahkamah Konstitusi RI

Jalan Medan Merdeka Barat Nomor 6

Jakarta 10110

Melalui Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI

Perihal :

Permohonan keberatan dan pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan

Umum Nomor 255/Kpts/KPU/Tahun 2009 tanggal 9 Mei 2009 tentang

Penetapan dan Pengumuman Hasil Pemilihan Umum Anggota DPR RI, DPD

dan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2009 secara nasional yang

diumumkan pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2009.

Dengan hormat

Yang bertandatangan di bawah ini, kami ; Patrialis Akbar, S.H., Herman

Kadir, S.H., M.Hum., Surya Wedia Ranasti, S.H., Dendy Kadir Amudi, S.H.,

Suhandono, S.H., Bazarin Amal, S.H., Bambang Purwanto, S.H., Munirodin,

S.H., Jurizal Dwi, S.H., Hastuti Sulistyorini, S.H., Muhajir Soruddin, S.H.,

Sulistyowati, S.H., Jurizal Dwi, S.H., Muhammad Zulkarnain, SH Judju

Purwantoro, S.H., Herrizal, S.H., Abd. Hayy Nasution, S.H., M.H., Sutito,

S.H., Nugraha Abdul Kadir, S.H., dalam hal ini adalah Tim Advokasi Partai

Amanat Nasional yang bertindak berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal

9 Mei 2009 yang bertindak untuk

Halaman 2 dari 208

dan atas nama Soetrisno Bachir dan Zulkifli Hasan, masing-masing selaku

Ketua Umum dan Sekretaris Jendral DPP PARTAI AMANAT NASIONAL, dari

dan oleh karena itu bertindak untuk dan atas nama PARTAI AMANAT

NASIONAL yang beralamat di Rumah PAN, jalan Warung Buncit Raya Nomor

17 Jakarta Selatan, Indonesia. Bahwa berdasarkan Penetapan Komisi

Pemilihan Umum (KPU) tentang Pemberitahuan Partai Amanat Nasional

telah memenuhi syarat sebagai Partai Politik peserta Pemilihan Umum

Tahun 2009, untuk selanjutnya disebut sebagai PEMOHON ;

Bahwa PEMOHON sangat keberatan dengan Keputusan Komisi Pemilihan

Umum (KPU) Nomor 255 tanggal 9 Mei 2009 tentang Penetapan dan

Pengumuman Hasil Pemilihan Umum Anggota DPR RI, DPD dan DPRD

Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2009 secara nasional yang diumumkan pada

hari Sabtu tanggal 9 Mei 2009 karena Keputusan Komisi Pemilihan Umum a

quo telah merugikan PEMOHON karena tidak diperolehnya kursi legislatif

yang semestinya menjadi HAK PEMOHON pada Daerah pemilihan (DAPIL)

yang tersebut sebagaimana di bawah ini.

Bahwa dapat pula Kami jelaskan selain perkara sengketa dengan partai lain,

PEMOHON juga mempunyai kasus-kasus sengketa internal. PEMOHON

mengalami kesulitan dalam menyelesaikan secara internal mengingat waktu

yang sangat singkat dan sementara sebagian kader mendesak untuk

mendapatkan keadilan melalui Mahkamah Konstitusi.

Meskipun PEMOHON itu mengajukan permononan penyelesaian internal

dalam Permohonan yang tertuang dalam posita a quo, namun di sisi lain

selama pemeriksaan perkara a quo berjalan PEMOHON tetap berusaha untuk

melakukan perdamaian-perdamaian atas pihak terkait Pemohon sendiri,

yang hasilnya akan Kami sampaikan sesegera mungkin kepada Mahkamah

Konstitusi dengan cara mencabut sengketa spesifik sengketa internal

tersebut.

Halaman 3 dari 208

Bahwa agar PEMOHON bisa berlaku adil atas sengketa internal calegnya,

maka Pemohon juga akan menyampaikan jawaban/tanggapan dari Caleg

yang berstatus sebagai Pihak terkait .

Bahwa selanjutnya permohonan sengketa eksternal dan internal yang terjadi

dapat Kami uraikan sebagaimana di bawah ini :

1. Provinsi DKI Jakarta ; Dapil 1 DKI Jakarta (DPR RI) ;

2. Provinsi Banten, Dapil Banten 2 (DPR RI) ;

3. Provinsi Kalimantan Selatan ; Dapil I (DPR RI) ;

4. Provinsi Nusa Tenggara Timur; Dapil NTT 1 (DPR RI);

5. Provinsi Kalimantan Timur ; Dapil Kaltim (DPR RI) ;

6. Provinsi Riau; Dapil 2 (DPR RI);

7. Provinsi Bengkulu; Dapil Bengkulu (DPR RI);

8. Provinsi Sulawesi Tengah (DPR RI)

9. Provinsi Sulawesi Selatan; Internal

10.Provinsi Jawa Barat; Dapil 6 (DPR-RI) Internal;

11.Provinsi Jawa Barat; Dapil 7 (DPR-RI)

12.Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ; Dapil 6 (DPRD Provinsi)

13.Provinsi Maluku ; Dapil 6 (DPRD Provinsi) ;

14.Provinsi Kalimantan Timur ; Dapil 2 (DPRD Provinsi) ;

15.Provinsi Jawa Barat (Dapil Kab. Kuningan, Kab. Ciamis, Kota Banjar)

(DPRD Provinsi) ;

16.Provinsi Sulawesi Selatan ; Dapil 6 (DPRD Provinsi) ; - Internal

17.Provinsi Sulawesi Selatan ; Dapil 4 (DPRD Provinsi) ; - Internal

18.Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan 2 (DPRD Provinsi) - Internal

19.Propinsi Sumatera Barat Daerah Pemilihan II (DPRD Provinsi); - Internal

20. PROVINSI SUMATERA UTARA (DPRD Provinsi) DAERAH PEMILIHAN 1 KOTA

MEDAN

21. Provinsi Sumatera Selatan; Dapil VII (DPRD Provinsi)

22.Kabupaten Mamuju ; Dapil 4/Sulbar (DPRD Kabupaten) ;

23.Kabupaten Indragiri Hulu ; Dapil 1/Riau (DPRD Kabupaten) ;

24.Kabupaten Sumenep, Madura ; Dapil 7/Jatim (DPRD Kabupaten) ;

Halaman 4 dari 208

25.Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ; Sumatera Selatan (DPRD

Kabupaten) Daerah Pemilihan 4 ;

26.Kabupaten Mamasa, Dapil 3 Mamasa ; Sulawesi Barat (DPRD

Kabupaten) ; - Internal

27.Kabupaten Lampung Tengah ; (Lampung) ( DPRD Kabupaten)

Daerah Pemilihan 4 ;

28.Kabupaten Pidie ; Dapil 2/NAD (DPRD Kabupaten) ;

29.Kabupaten Ogan ilir; Dapil 6/Sumsel (DPRD Kabupaten) ;

30.Kabupaten Purbalingga, Dapil/Jateng (DPRD Kabupaten) ;

31.Kota Serang ; Dapil 2/Banten (DPRD Kota) ;

32.Kabupaten Kampar ; Dapil 1/Riau (DPRD Kabupaten) ;

33.Kabupaten Grobogan, Dapil 1/Jateng (DPRD Kabupaten) ;

34.Kabupaten Bombana, Dapil 1 Bombana Sulawesi Tenggara (DPRD

Kabupaten);

35.Kabupaten Sanggau, DAPIL 1 Sanggau Kalimantan Barat (DPRD

Kabupaten) ;

36.Kabupaten Banjar, Dapil 2 Kalimantan Selatan (DPRD Kabupaten)

37. Kabupaten Kerinci jambi Daerah Pemilihan 4 ; (Kursi DPRD Kabupaten); -

Internal

38. Kota Cirebon, Jawa Barat, Daerah Pemilihan 2 (DPRD Kota); - Internal

39. Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu, Dapil 1 (DPRD Kabupaten); - Internal

40. Kabupaten Semarang, Jawa Tengah) Daerah Pemilihan 3I(DPRD Kabupaten); -

Internal

41. Kabupaten Madiun-Jawa Timur, Daerah Pemilihan V (DPRD Kabupaten);42. Kabupaten Sumedang; Dapil 2 (DPRD Kabupaten) ;

43.Kabupaten Kapuas-Kalimantan Tengah, Dapil 1(DPRD kabupaten) ;

44.Kota Tanjung Pinang Kep. Riau (DPRD Kota) Internal

45. Kabupaten Bengkalis, Dapil II, Provinsi Riau (Fauzi Hasan Caleg PAN No

2); Internal

46. Dapil 2 Kota Solok Sumatera Barat (DPRD Kota) ; Internal

47. Dapil IV DPRD Kabupaten Batu Bara, Tanjung Tiram Talawi ;

48. Daerah Pemilihan Tingkat Kabupaten/Kota Jeneponto (Dapil 1) ; Internal

49. Dapil III DPRD Kabupaten Simalungun ;

50. Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (DPRD Kabupaten) Dapil 2 5;

Halaman 5 dari 208

Bahwa secara berurutan berikut ini Kami uraikan duduk perkara masing-

masing Daerah Pemilihan yang sudah tersebut diatas :

1. PROVINSI DKI JAKARTA 1 (DPR RI)

DAPIL 1

a. Bahwa PEMOHON sangat berkeberatan dengan SK KPU Pusat hasil

rapat Pleno KPU No. 255/Kpts/KPU/TAHUN 2009 tanggal 9 Mei 2009

tentang Penetapan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi

dan DPRD Kabupaten/Kota dalam PEMILU Tahun 2009 serta Berita

Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara (Bukti P-1a) Jo. Berita

Acara Rekapitulasi Provinsi DKI Jakarta dan Sertifikat Rekapitulasi,

pada tanggal 2 Mei 2009 (Bukti P-1b);

b. Bahwa PEMOHON adalah Caleg PAN untuk DPR RI Nomor urut 1

Daerah Pemilihan (DAPIL) I DKI Jakarta (meliputi wilayah Jakarta

Timur) atas nama H. Andi Anzhar Cakra Wijaya;

c. Bahwa Keputusan KPU No. 255/Kpts/KPU/TAHUN 2009 Tanggal 9 Mei

2009 telah menetapkan sisa suara DAPIL 1 DKI Jakarta (Jakarta

Timur) sebanyak 2 kursi dibagikan atau diberikan kepada Partai

Demokrat dan Partai Golkar, masing-masing dapat 1 kursi;

d. Bahwa Pasal 24 angka 8 Peraturan KPU No.15 Tahun 2009, tanggal

15 Maret 2009 tentang Pedoman Teknis Penetapan dan

Pengumuman Hasil Pemilihan Umum, Tata Cara Penetapan

Perolehan Kursi, Penetapan Calon Terpilih dan Penggantian Calon

Terpilih dalam Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,

Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, secara tegas

mengatur:

Halaman 6 dari 208

Apabila masih terdapat sisa kursi yang belum terbagi atau

sisa suara masing-masing Partai Politik peserta Pemilu

Anggota DPR tidak mencapai angka BPP DPR yang baru,

maka penetapan perolehan kursi Partai Politik peserta

Pemilu Anggota DPR dilakukan dengan cara membagikan

sisa kursi kepada Partai Politik peserta Pemilu Anggota DPR

di provinsi satu demi satu berturut-turut sampai semua sisa

kursi habis terbagi berdasarkan sisa suara terbanyak yang

dimiliki oleh tiap Partai Politik secara berurutan.

e. Bahwa Hasil Rapat Pleno KPUD DKI Jakarta pada penghitungan

Tahap Ketiga terdapat sisa 2 (dua) kursi yang belum habis terbagi,

dimana rincian perolehan suara partai politik yang memenuhi

ketentuan ambang batas perolehan suara Pemilu DPR

(Parliamentary Threshold) adalah sebagai berikut (Bukti P-2):