Paradigma penelitian

download Paradigma penelitian

of 20

  • date post

    09-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    123
  • download

    5

Embed Size (px)

description

cara menyusun penelitian

Transcript of Paradigma penelitian

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Pemilihan JudulDi dalam penelitian terdapat 2 jenis penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Keduanya berbeda, jika kualitatif tujuannya mencari makna, menyusun teori, dan mendeskripsikan realitas yang kompleks, biasanya teknik penelitian berupa observasi secara mendalam. Sedangkan kuantitatif tujuannya menjelaskan hubungan antar variable, menguji sebuah teori, dan mencari generalisasi yang bernilai prediktif dan control, biasanya teknik penelitian berupa eksperimen, survey, dan wawancara terstruktur. Dan dalam makalah ini kami akan membahas tentang paradigma penelitian kualitatif dan penyusunan mendalam. teori serta generalisasi dalam metode kualitatif secara

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang ada dan untuk mengetahui gambaran yang lebih jelas, maka penulis mencoba mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian paradigm penelitian kualitatif ? 2. Bagaimana menyusun teori dan persoalan generalisasi ?

1.3 TujuanTujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang paradigma penelitian kualitatif dan penyusunan teori serta generalisasi dalam metode kualitatif dan agar dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Page 1

BAB II PEMBAHASAN

A. Paradigma penelitian. Paradigma adalah kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seseorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga akan membentuk citra subyektif seseorangmengenai realitadan akhirnya akan menentukan bagaimana seseorang menanggapi realita itu. Paradigma merupakan istilah yang dipopulerkan Thomas Khun dalam karyanya The Structure of Scientific Revolution (Chicago: The Univesity of Chicago Prerss, 1970). Paradigma di sini diartikan Khun sebagai kerangka referensi atau pandangan dunia yang menjadi dasar keyakinan atau pijakan suatu teori. Pemikir lain seperti Patton (1975) mendefinisikan pengertian paradigma hampir sama dengan Khun, yaitu sebagai a world view, a general perspective, a way of breaking down of the complexity of the real world [suatu pandangan dunia, suatu cara pandang umum, atau suatu cara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata]. Kemudian Robert Friedrichs (1970) mempertegas definisi tersebut sebagai suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari. Pengertian lain dikemukakan oleh George Ritzer (1980), Paradigma penelitian adalah suatu pola pikir yang menunjukan antara variabel yang akan di teliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu di jawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan di gunakan.

Page 2

1. Paradigma sederhana Suatu pradigma yang terdiri atas satu variabel independen dan dipenden. Hal ini di gambarkan sebagai berikut

Berdasarkan paradigma kita dapat menentukan : a. Jumlah rumusan masalah deskriptif dan asosiatif. a. Rumusan masalah deskriptif Bagaimana X? ( menjelaskan kualitas suatu alat yang di gunakan. Bagaimana Y? ( menjelaskan kualitas barang yang dihasilkan b. Rumusan masalah asosiatif/hubungan. Bagaimana hubungan atau pengaruh suatu kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan oleh alat tersebut. b. Teori ang digunakan ada 2, teori tentang alat-alat kerja dan tentang kualitas barang c. Hipotesis yang digunakan terdiri dari 2 yaitu hepotisis deskriptif dengan hipotesis asosiatif. a. Hipotesis deskriptif Suatu hipotesis yang menjelaskan suatu tingkatan yang diharapkan dari hasilnya Contoh: kualitas barang yang dihasilkan telah mencapai 99% dari yang diharapkan. Page 3

b. Hipotesis asosiatif Suatu hubungan yang positif dan signifikan antara suatu

kualitas alat dengan kualitas barang yang dihasilkan sehingga kita dapat mengetahui akibat dari suatu perubahan. Contoh: apabila suatu kualitas alat yang digunakan untuk membuat suatu barang itu di tingkatkan maka barang yang dihasilkanpun meningkat pula. d. Teknik analisis data Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut,maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis 1.Untuk dua hipotesis deskriptif, ditanya terbentuk interval dan rasio,maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sampel 2.Untuk hipotesis asosiatif,bila data kedua variabel terbentuk interval atau rasio, maka menggunakan teknik statistik korelasi product moment.

2. Pradigma sederhana berurutan Dalam paragdigma ini terdapat lebih dari sederhana. variable tetapi masih

X1 = Kualitas input. X2 = kualitas proses

X3 = kualitas output Y = kualitas outcome

Page 4

3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen. Dalam paradigm ini terdapat 2 variabel independen dan 1 variabel dipenden.

X1 = lingkuungan keluarga. X2 = demografi.

Y = keberasilah usaha.

Page 5

4. Paradigma ganda dengan tiga veriabel independen. Dalam paradigm ini terdapat 3 variabel independen ( X1, X2, X3 ) dan 1 variabel dipenden ( Y )

X1 = kualitas mesin. X2 = gaya kepemimpinan manager

X3 = system karir Y = produktivitas kerja.

5. Paradigma ganda dengan dua variabel dependen.

X = tingkat pendidikan Y2 = disiplin kerja

Y1 = gaya kepemimpinan.

6. Pradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen. Dalam paradigm ini terdapat 2 variabel independen ( X1, X2 ) dan 2 variabel dipenden ( Y1, Y2 )

Page 6

X1 = kebersihan kereta X2 = pelayanan kereta

Y1 = jumlah tiket yang terjual Y2 = kepuasan penumpang

7. Pradigma jalur.

X1 = status sosial. X2 = IQ

X3 = motivasi berprestasi Y = prestasi belajar

Gambar di atas dapat di sebutkan sebagai paradigma jalur dikarenakan terdapat variable yang berfungsi sebagai jalur. Dengan adanya variable jalur ini maka dapat di tentukan apakah untuk mencapai sasaran akhir harus melewati variable jalur atau tidak.

Perbedaan Paradigma Positivisme dan AlamiahLincoln pengetahuan dan secara Guba (1985) membedakan dua paradigma yaitu dalam ilmu

umum

dalam

kelompok,

paradigma

positivisme(positivist) dan alamiah (naturalist). Pengertian paradigma menurut Patton, 1978 (dalam Lincoln dan Guba ,1985) ini adalah : Page 7

A paradigm is a world view, a general perspective , a way of breaking down the complexity of the real world. As such, paradigms are deeply embedded in the socialization of adherents and practitioners: paradigms tell them what is important, legitimate, and reasonable. Paradigms are also normative, telling the practitioner what to do without the necessity of long existential or epistemological consideration. But it is this aspect of paradigms that constitutes both their strength and their weakness-their strength in that it makes action possible, their weakness in that the very reason for action is hidden in the unquestioned assumptions of the paradigm.

Bogdan dan Biklen (1982 dalam Lexy J. Moleong, 1989) menyebut paradigma sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Deddy Mulyana (2003) menyebut paradigma sebagai suatu ideologi dan praktik suatu komunitas ilmuwan yang menganut suatu pandangan yang sama atas realitas, memiliki seperangkat kriteria yang sama untuk menilai aktivitas penelitian, dan menggunakan metode serupa.

B. Pengertian Teori. Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian(kuantitatif) adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasigeneralisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian (sumadi suryabrata, 1990). Setiap penilitian selalu menggunakan teori seperti Wiliam Wiersma

(1986)menyatakan bahwa: A theory is a generalization or series of generalization by which we attempt to explain some phenomena in as systematic manner.Teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik.

Page 8

Cooper and schindler (2003),mengemukakan bahwa,teori adalah seperangkat konsep,definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Mark 1963,dalam (Sitirahayu Haditon ,1999)membedakan adanya tiga macam teori.ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris.Yaitu : 1.Teori yang deduktif : member keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatifntertentu kea rah data yang diterangkan. 2.Teori yang induktif :cara menerangkan adalah dari data ke arah teori.Dalam bentuk ekstrim titik pandang yang positifistik ini dijumpai kaum behaviorist 3.Teori yang fungsional:di sini tampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis,yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data Berdasar tiga pandangan ini teori dapat juga disimpulkan sebagai berikut : 1.Teori menunjuk pada sekelompok hukum yang tersusun secara logis.Hukum-hukum ini biasanya sifat hubungan yang deduktif. Suatu hokum menunjukkan suatu hubungan antara variable-variabel empiris yang bersifat ajeg dan dapat diramal sebelumnya. 2.suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengenai suatu kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. Di sini orang mulai dari data yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu juga dating suatu konsep yang teroritis (induktif). 3.Suatu teori juga dapat menunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi.Di sini biasanya terdapat hubungan yang fungsional antara data dan pendapat yang teoritis. Teori adalah alur logika atau penalaran,yang merupakan seperangkat

konsep,definisi,dan proposisi yang disusun secara sistematis.Seacara umum teori

Page 9