Paradigma Kesehatan Menuju Masyarakat Yang Sehat

download Paradigma Kesehatan Menuju Masyarakat Yang Sehat

of 22

  • date post

    05-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    0

Embed Size (px)

description

..............................................................

Transcript of Paradigma Kesehatan Menuju Masyarakat Yang Sehat

Paradigma Kesehatan Menuju Masyarakat yang Sehat

Michelle Linardi

102012021

F5

michelle.linardi@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak

Hidup sehat merupakan hak asasi setiap manusia. Sehat secara fisik, mental serta sosial agar memiliki kehidupan yang produktif. Status kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan faktor genetik. Apabila keseimbangan antara empat faktor itu terganggu maka manusia akan sakit. Penyakit terbagi menjadi penyakit tidak menular seperti jantung koroner, stroke, kanker dan penyakit menular seperti TBC, penyakit kulit dan kelamin, dipteri dan sebagainya. Terdapat 5 cara promotif dan preventif menurut Leavel dan Clark yaitu Health promotion, spesific protection, early diagnosis and prompt treatment, disability limitation, dan rehabilitation. Imunisasi merupakan salah satu kegiatan spesific protection yang terbukti efektif untuk men cegah penyakit kepada kelompok-kelompok yang rentan.

Kata Kunci : Status kesehatan, Promotif dan preventif, Imunisasi

Abstract

Living healthy is a right of every human being. Healthy physically, mentally and socially in order to have a productive life. The health status is affected by four factors: environment, behavior, health services and genetic factors. If the balance between the four factors that disturbed so people will sick. The disease is divided into non-communicable diseases such as coronary heart disease, stroke, cancer and communicable diseases such as tuberculosis, skin and venereal diseases, diphtheria, and so on. There are 5 ways of promotion and prevention according to the Leavel and Clark , Health promotion, the specific protection, early diagnosis and prompt treatment, disability Limitation, and rehabilitation. Immunization is one of the specific activities that are proven as effective protection to prevent disease to vulnerable groups.

Keywords: health status, promotion and prevention, immunization

2.1. Pendahuluan

Paradigma sehat mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik secara makro maupun mikro. Secara makro, berarti bahwa pembangunan semua sektor harus memperhatikan dampaknya dibidang kesehatan, minimal memberi sumbangan dalam pengembangan lingkungan dan perilaku sehat. Secara makro, berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada upaya meningkatkan kualitas kesehatan (promotif), perlindungan kesehatan (preventif) tanpa mengesampingkan penyembuhan orang sakit (kuratif), pemulihan kesehatan setelah sembuh (rehabilitatif). Tingginya angka penderita penyakit baik menular maupun tidak menular menunjukkan bahwa Indonesia harus menggalakkan adanya kegiatan promosi dan preventif kesehatan. Terdapat 5 cara promotif dan preventif menurut Leavel dan Clark yaitu Health promotion, spesific protection, early diagnosis and prompt treatment, disability limitation, dan rehabilitation. Imunisasi merupakan salah satu kegiatan spesific protection yang terbukti efektif untuk men cegah penyakit kepada kelompok-kelompok yang rentan. Dengan begitu diharapkan setiap individu memiliki pengetahuan tentang konsep sehat sehingga dapat memulai pola hidup sehat seperti tidak merokok, olahraga teratur, pola makan sehat sehingga terbentuk juga masyarakat yang sehat.

2.2. Identifikasi Istilah yang tidak diketahui

1. Sehat: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

1 baik seluruh badan serta bagian-bagiannya (bebas dr sakit); waras: sampai tua ia tetap -- krn rajin berolahraga;

2 (yg) mendatangkan kebaikan pd badan: makanan dan lingkungan yg -- diperlukan bagi pertumbuhan anak-anak; 3 sembuh dr sakit

Menurut WHO (1947)

Health is a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity.

Menurut WHO (1957)

sehat merupakan keadaan dan kualitas organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki.

2. Sakit: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

Berasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh krn menderita sesuatu (demam, sakit perut, dsb):

Menurut WHO

Suatu kondisi cacat atau kelainan yang disebabkan oleh gangguan penyakit, emosional, intelektual, dan sosial.

2.3. Rumusan Masalah

Beberapa anak sekolah Harapan Jaya tidak masuk sekolah karena mengalami batuk-batuk dan bintik-bintik merah disekujur tubuhnya.

Ada anak yang tertular ada beberapa anak yang tidak tertular penyakit tersebut

2.4. Analisis Masalah

Lingkungan

Perilaku

Pelayanan Kesehatan

Faktor

Menular

Keturunan

Ekonomi

Status Kesehatan

Sakit

= Menular

Langsung

Sehat

Promosi & Preventif

= Langsung

2.5. Hipotesis

Penyakit yang diderita oleh sebagian anak SD Harapan Jaya merupakan penyakit menular.

2.6. Sasaran Pembelajaran

1. Mahasiswa dapat memahami mengenai konsep sehat dan sakit

2. Mahasiswa dapat melakukan promosi kesehatan

2.7. Pembahasan Masalah

2.7.1. Status Kesehatan

Sehat atau sakit merupakan pilihan. Pilihan tentang bagaimana kita merawat dan menjuaga diri kita dengan baik agar secara fisik mental dan sosial menjadi sehat. Hendrik L. Blum mengatakan bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat, yaitu: 1

Lingkungan terbagi menjadi lingkungan fisik misalnya sampah, air, udara, tanah, iklim, perumahan dan sebagainya. Lingkungan biologi seperti mikroorganisme, tumbuh-tumbuhan serta hewan. Sedangkan lingkungan sosial merupakan hasil interaksi antara manusia dengan manusia lainnya seperti pendidikan, kebudayaan, ekonomi dan sebagainya. Dalam bidang sosial, pendidikan mempengaruhi cara pandang masyarakat mengenai kesehatan. Apabila seseorang berpendidikan rendah maka ia tidak memiliki pengetahuan yang banyak mengenai kesehatan maka baik pola makan, pola perilaku sehat pun rendah. Contohnya, orang tua yang berpendidikan SD berpikir bahwa makan yang penting kenyang tanpa mempedulikan gizi dari anaknya, sebaliknya orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi akan memperhatikan gizi yang terkandung dalam makanan, bahkan tidak jarang memberikan makanan tambahan seperti susu, yoghurt, vitamin untuk meningkatkan gizi dari anaknya. Dalam bidang ekonomi, seseorang yang memiliki ekonomi yang rendah maka akan memiliki tingkat kesejahteraan yang rendah pula. Mereka yang memiliki ekonomi yang rendah mungkin akan tinggal di lingkungan yang kumuh, makanan yang tidak tergizi dan tidak mampu untuk berobat saat sakit. Oleh karena itu, ekonomi sangat berpengaruh besar terhadap kesehatan masyarakat. Apabila negara yang memiliki ekonomi yang rendah maka jumlah kesakitan akan tinggi , hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia dalam negara tersebut kurang berkualitas sehingga negara pun terhambat untuk mencapai kesejahteraan.

Perilaku merupakan faktor ke dua yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat, karena sehat atau tidak sehatnya lingkungan kesehatan individu, keluraga dan masyarakat sangat tergantung pada perilaku manusia itu sendiri, disamping itu juga dipengaruhi oleh kebiasaan , adat isitiadat, kepercayaan, pendidikan, sosial ekonomi, dan perilaku-perilaku lainnya yang melekat pada diri manusia.

Pelayanan kesehatan merupakan faktor ketiga yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat, karena dengan keberadaan pelayanan kesehatan sangat menentukan dalam pelayanan pemulihan kesehatan, pencegahan terhadap penyakit , pengobatan dan keperawatan bagi kelompok masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan. Ketersediaan fasilitas sangat dipengaruhi oleh lokasi, apakah dapat terjangkau oleh masyarakat atau tidak , tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan , informasi dan motivasi masyarakat untuk mendatangi fasilitas dalam memperoleh pelayanan , serta program pelayanan kesehatan itu sendiri apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Faktor genetik (keturunan) faktor yang telah ada dalam diri manusia yang dibawa sejak lahir, misalnya diabetes melitus, astma bronkial dan sebagainya. Keempat faktor tersebut merupakan faktor yang saling menunjang dan berpengaruh satu dengan yang lainnya.

2.7.2. Sehat

Menurut WHO (1947) , definisi kesehatan secara luas tidak hanya meliputi aspek medis tetapi juga aspek mental dan sosial dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Sedangkan pada tahun 1957, sehat merupakan keadaan dan kualitas organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki.

Dalam UU kesehatan no. 23 tahun 1992, kesehatan didefinsikan secara lebih kompleks sebagai keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Tidak hanya terbebas dari gangguan secara fisik, mental, dan sosial , tetapi kesehatan dipandang sebagai alat atau sarana untuk hidup secara produktif

Kesehatan individu dilihat dari dimensi fisik, emosional, intelektual dan spiritual: 2

a. Dimensi fisik

Secara umum, manusia dalam dimensi ini mampu mempraktikan gaya hidup yang positif. Kemampuan fisik adalh kemampuan menyelesaikan tugasnya sehari-hari, pencapaian kebugaran, menjaga nutrisi tetap adekuat, dan ketepatan proporsi tubuh dari timbunan lemak dan bebas pengunaan obat-obatan, alkohol dan rokok.

b. Dimensi sosial

Kemampuan sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi secara baik dengan sesama dan lingkungan , dapat menjaga dan mengembangkan keakraban individu dan dapat menghargai serta toleran terhadap setiap pendapat dan kepercayaan yang berbeda.

c. Dimensi emosional

Kemampuan emosional adalah kemampuan mengelola stres dan mengekspresikan emosinya yang dapat diterima oleh orang lain. Kesehatan emosi mencakup kemampuan