Paper Insider Trading

download Paper Insider Trading

of 26

  • date post

    19-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    352
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Paper Insider Trading

TINDAK PIDANA DALAM PASAR MODAL: PERDAGANGAN ORANG DALAM (INSIDER TRADING)

1. Tinjauan Umum Pasar Modal di Indonesia Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan nasional khususnya di bidang ekonomi maka diperlukan berbagai sarana penunjang, antara lain berupa tatanan hukum yang mendorong, menggerakkan dan mengendalikan berbagai kegiatan pembangunan di bidang ekonomi1. Salah satu tatanan hukum yang diperlukan dalam menunjang pembangunan ekonomi adalah ketentuan di bidang Pasar Modal yang pada saat ini masih didasarkan pada UU No. 15 Tahun 1952 tentang Penetapan Undang-undang Darurat tentang Bursa sebagai Undang-undang2. Pasar Modal bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas ekonomi nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat3. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Pasar Modal mempunyai peran strategis sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha, termasuk usaha menengah dan kecil untuk pembangunan usahanya, sedangkan di sisi lain Pasar Modal juga merupakan wahana investasi bagi masyarakat, termasuk pemodal kecil dan menengah4.

Drs. C.S.T. Kansil, S.H. dan Christine S.T. Kansil, S.H., Pokok-pokok Hukum Pasar Modal, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta 2002, hal. 38.2

1

Ibid., hal. 38. Ibid. Ibid., hal. 39.

3

4

1

Dasar pertimbangan dikeluarkannya UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (untuk selanjutnya disingkat UUPM) pada tanggal 10 November 1995 sebagai penganti UU No. 15 Tahun 1952 adalah sebagai berikut5:

a. Tujuan pembangunan nasional adalah terciptanya suatu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;

b. Pasar Modal mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan nasional sebagai salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha dan wahana investasi bagi masyarakat;

c. Agar Pasar Modal dapat berkembang dibutuhkan adanya landasan hukum yang kukuh untuk lebih menjamin kepastian hukum pihak-pihak yang melakukan kegiatan di Pasar Modal serta melindungi kepentingan masyarakat pemodal dari praktik yang merugikan;

d. Sejalan dengan hasil-hasil yang dicapai pembangunan nasional serta dalam rangka antisipasi atas globalisasi ekonomi, UU No. 15 Tahun 1952 tentang Penetapan Undang-undang Darurat tentang Bursa sebagai Undang-undang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan;

5

Ibid., hal. 41-42.

2

e. Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, dipandang perlu membentuk Undang-undang tentang Pasar Modal.

UUPM ditetapkan berlandaskan dasar-dasar hukum6 berikut ini:

a. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1) dan Pasal 33 UUD 1945, dan

b. UU No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.

Pengertian Pasar Modal berdasarkan UUPM dapat dilihat pada pasal 1 butir 13 yaitu pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Efek yang dilakukan oleh Emiten untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM dan peraturan pelaksanaannya7.

Perusahaan Publik adalah Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurangkurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-

6

Ibid,, hal. 42-43. UUPM, pasal 1 butir 15.

7

3

kurangnya Rp. 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah8.

Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek9.

Berikut adalah peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pasar Modal di Indonesia:

1. UU No. 8 Tahun 1995 (UUPM) tentang Pasar Modal.

2. PP No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di bidang Pasar Modal10.

3. PP No. 46 Tahun 1996 tentang Tata Cara Pemeriksaan di bidang Pasar Modal11.

4. PP No. 12 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di bidang Pasar Modal12.

8 9

Ibid., pasal 1 butir 22.

10

Ibid., pasal 1 butir 5. http://www.bapepam.go.id/hukum/pp/index.htm Ibid. Ibid.

11

12

4

5. Kepmenkeu. No. 645/KMK.01/1995 tentang Pencabutan Kepmenkeu. No. 1548/KMK.013/1990 tentang Pasar Modal sebagaimana telah diubah terakhir dengan Kepmenkeu. No. 248/KMK.01/199513.

6. Kepmenkeu No. 646/KMK.01/1995 tentang Pemilikan Saham atau Unit Penyertaan Reksa Dana oleh Pemodal Asing14.

7. Kepmenkeu No. 647/KMK.010/1995 tentang Pemilikan Saham Efek oleh Pemodal Asing (maksimal 85% dari modal disetor)15.

8. Kepmenkeu No. 455/KMK.01/1997 tentang Pembelian Saham oleh Pemodal Asing melalui Pasar Modal16.

9. Kepmenkeu

No.

179/KMK.010/2003

tentang

Kepemilikan

Saham

dan

Permodalan Perusahaan Efek17.

13

http://www.bapepam.go.id/hukum/kepmenkeu/index.htm Ibid.

14

M. Irsan Nasarudin, SH dan Indra Surya, SH., LL.M, Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia, Kontributor: Ivan Yustiavandana, SH., LL.M., Arman Nefi, SH., dan Adiwarman, SH. S.Sos., Prenada Media, Jakarta 2004, hal. 43.16

15

Op.cit. Ibid.

17

5

10. Seperangkat peraturan pelaksana yang dikeluarkan Ketua Bapepam sejak tanggal 17 Januari 199618. 2. BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal) Bapepam merupakan badan yang multifungsi, yaitu sebagai regulator, pengelola bursa efek, pengawas pihak-pihak yang terlibat dan pelaksana kegiatan di bidang pasar modal, melakukan pemeriksaan, penyidikan dan menjatuhkan sanksi19.

Perkembangan selanjutnya Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menetapkan Bapepam sebagai regulator dan penegak hukum pasar modal demi peningkatan kualitas penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang sesuai dengan standar internasional20.

Pasal 3, 4 dan 5 UUPM mengatur mengenai Bapepam yang berturut-turut adalah sebagai berikut:

1. Pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan Pasar Modal dilakukan oleh Bapepam yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan;

M. Irsan Nasarudin, SH dan Indra Surya, SH., LL.M, Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia, Kontributor: Ivan Yustiavandana, SH., LL.M., Arman Nefi, SH., dan Adiwarman, SH. S.Sos., Prenada Media, Jakarta 2004, hal. 43. 19 Ibid., hal. 2.20

18

Ibid., hal. 2-3.

6

2. Pelaksanaan tersebut di atas bertujuan mewujudkan terciptanya kegiatan Pasar Modal yang teratur, wajar, dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat;

3. Bapepam berwenang untuk:

a. -

memberikan izin: usaha kepada Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan,

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Reksa Dana, Perusahaan Efek, Penasihat Investasi, dan Biro Administrasi Efek; orang perseorangan bagi Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil

Perantara Pedagang Efek, dan Wakil Manajer Investasi; dan persetujuan bagi Bank Kustodian.

b.

mewajibkan pendaftaran Profesi Penunjang Pasar Modal dan Wali

Amanat;

c.

menetapkan persyaratan dan tata cara pencalonan dan memberhentikan

untuk sementara waktu komisaris dan atau direktur serta menunjuk manajemen sementara Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, serta Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sampai dengan dipilihnay komisaris dan atau direktur yang baru;

7

d.

menetapkan persyaratan dan tata cara Pernyataan Pendaftaran serta

menyatakan, menunda, atau membatalkan efektifnya Pernyataan Pendaftaran;

e.

mengadakan pemeriksaan dan penyidikan terhadap setiap Pihak dalam hal

terjadi peristiwa yang diduga merupakan pelanggaran terhadap undang-undang ini dan/atau peraturan pelaksanaannya;

f.

mewajibkan setiap Pihak untuk:

-

menghentikan atau memperbaiki iklan atau promosi yang berhubungan dengan kegiatan di Pasar Modal; atau

-

mengambil

langkah-langkah

yang

diperlukan

untuk

mengatasi akibat yang timbul dari iklan atau promosi dimaksud;

g.

melakukan pemeriksaan terhadap:

-

setiap Emiten atau Perusahaan Publik yang telah atau diwajibkan

menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Bapepam; atau pihak yang dipersyaratkan memiliki izin usaha, izin orang

perseorangan, persetujuan, atau pendaftaran profesi berdasarkan undangundang ini;

8

h.

menunjuk Pihak lain untuk melakukan pemeriksaan tertentu dalam rangka

pelaksanaan wewenang Bapepam sebagaimana dimaksud dalam huruf g;

i.

mengumumkan hasil pemeriksaan ;

j.

membekukan atau membatalkan pencatatan suatu Efek pada Bursa Efek

atau menghentikan Transaksi Bursa atas Efek tertentu untuk jangka waktu tertentu guan melindungi kepentingan pemodal;

k.

menghentikan kegiatan perdagangan Bursa Efek untuk jangka waktu

tertentu dalam hal keadaan darurat;

l.

memeriksa keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan sanksi

oleh Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, atau Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian serta memberikan keputusan membatalkan atau menguatkan pengenaan sanksi dimaksud;

m.

menetapkan biaya perizinan, persetujuan, pendaftaran, pemeriksaan, dan

penelitian serta biaya lain dalam rangka kegiatan Pasar Modal;

n.

melakukan

tindakan

yang

diperlukan