Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

download Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

of 28

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    1/28

    i

    PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

    JUDUL PROGRAM

    Pengaruh Pemukiman Terhadap Kualitas Air: Studi Kasus di Bantaran Sungai

    Ciromban Tasikmalaya

    BIDANG KEGIATAN:

    PKM PENELITIAN

    Diusulkan oleh:

    Aditya Pratama 12011065 2011

    Gusti Putra Tulak 12011088 2011

    Muhamad Indra Nugraha 12011004 2011Naufal Abdulbari 12011070 2011

    Yoga Prasetio 12011045 2011

    INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

    BANDUNG

    2014

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    2/28

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    3/28

    iii

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    4/28

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    5/28

    v

    Daftar Gambar

    Gambar 1. Hasil ujibakteriologis sampel air minum...4

    Gambar 2. Potongan Peta Geologi Lembar Tasikmalaya5Gambar 3. Berbagai Relasi antara Airtanah dan Air Sungai5

    Gambar 4. Penurunan muka air tanah..6

    Gambar 5. Diagram alir metoda penelitian..7

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    6/28

    vi

    Daftar Tabel

    Tabel 1. Jumlah warga miskin di Kota Tasikmalaya3

    Tabel 2. Data kependudukan Kota Tasikmalaya tahun 2011-2012. 3Tabel 3. Format Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P...9

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    7/28

    vii

    RINGKASAN

    Penelitian dilakukan untuk menyelesaikan masalah pencemaran air tanah di

    daerah Sukalaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, yang berada di

    bantaran Sungai Ciromban. Melalui penelitian ini diharapkan peneliti dapatmendeteksi penyebab pencemaran air sumur warga, unsur pencemar yang

    terkandung, mekanisme terjadinya pencemaran, menganalisis pengaruh dari

    padatnya pemukiman warga terhadap pencemaran tersebut, dan memberikan

    solusi yang relevan didasarkan pada kondisi geologi daerah pengamatan, jenis

    polutan, dan sosial-ekonomi masyarakat sekitar untuk mengurangi, meniadakan,

    serta mencegah terjadinya pencemaran di kemudian hari. Solusi ini nantinya

    dapat diusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk kemudian diterapkan di daerah

    penelitian. Sehingga, masalah pencemaran air tanah dapat diselesaikan dan warga

    dapat menikmati air bersih.

    Solusi yang nantinya muncul diharapkan dapat diterapkan pula di daerah lain

    yang memiliki masalah yang sama. Sehingga hasil penelitian ini akan lebih baik

    apabila disusun menjadi suatu karya ilmiah yang dapat diakses, dipelajari, dan

    dijadikan referensi dalam menyelesaikan masalah yang serupa.

    Penelitian dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pra lapangan (kegiatan

    sebelum berangkat ke lapangan), kegiatan di lapangan, dan pasca lapangan

    (kegiatan yang dilakukan setelah seluruh kegiatan lapangan selesai). Data-data

    yang diperoleh dari ketiga tahapan ini diintegrasikan dan dianalisis untuk

    kemudian dijadikan dasar dalam penarikan suatu keputusan atau kesimulan.

    Kata kunci: pencemaran, air bersih, air tanah.

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    8/28

    1

    BAB 1PENDAHULUAN

    1.1Latar Belakang Masalah

    Didalam Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tahun 2001 disebutkan bahwa air

    merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi

    kehidupan dan perikehidupan manusia, serta untuk memajukan kesejahteraan

    umum, sehingga merupakan modal dasar dan faktor utama pembangunan.

    Pentingnya air tentunya tidak hanya sebatas dalam tulisan saja, tetapi juga

    pasti telah dirasakan oleh semua orang. Air adalah sumber kehidupan yang dapat

    menunjang segala aktivitas, seperti memasak, mencuci, dan bercocok tanam. Oleh

    sebab itu, penyediaan air bersih sudah seharusnya untuk selalu diusahakan.

    Namun, tidak semua orang bisa merasakan kenikmatan air bersih, seperti yang

    terjadi pada pemukiman di bantaran Sungai Ciromban Tasikmalaya. Air yangberasal dari sumur warga selalu keruh dan menimbulkan warna kuning pada

    pakaian apabila air tersebut digunakan untuk mencuci. Bahkan ketika air telah

    dimasak untuk dijadikan air minum pun masih tetap keruh. Kondisi ini semakin

    parah ketika musim kemarau datang. Air sumur warga pun menjadi semakin

    keruh dan bau lumpur. Padahal daerah ini merupakan daerah yang padat

    penduduk dengan kondisi ekonomi yang rata-rata menengah kebawah. Sehingga,

    untuk mendapatkan sumber air dari PDAM pun masih dirasakan begitu sulit.

    Akibatnya segala macam aktivitas warga masih ditunjang dengan sumber air yang

    kemungkinan telah tercemar.

    Sumur-sumur warga yang letaknya cukup dekat dengan sungai

    memungkinkan terpengaruhi kondisinya akibat interaksi air sungai dan air sumur.

    Sehingga apabila air sungai tercemar maka air sumur pun ikut. Oleh sebab itu,

    jenis interaksi antara air tanah dan air sungai harus diketahui untuk memastikan

    apakah sumber pencemarnya dari sungai atau bukan. Begitupun dengan batuan

    penyusun daerah tersebut, batuan yang bersifat permeabel akan cenderung

    menyebabkan trasportasi air menjadi lebih mudah, sehingga air sungai dapat

    dengan mudah masuk dan memengaruhi air tanah. Padatnya pemukiman warga

    yang sumber airnya berasal dari sumur gali pun dapat mengakibatkan penurunan

    muka air tanah. Selain itu, kandungan kimia air pun harus diketahui untukmemastikan bahan pencemarnya, sehingga metoda yang tepat dalam penyelesaian

    masalah pencemaran air sumur warga pun dapat ditentukan dengan baik dan bijak.

    Hipotesis yang telah dinyatakan diatas harus dicari jawaban dan

    kebenarannya, melalui suatu penelitian yang sistematis, terstruktur, teliti, dan

    didasarkan pada kebenaran ilmu pengetahuan. Sehingga permasalahan air bersih,

    yang meliputi sumber pencemar, unsur pencemar, mekanisme terjadinya

    pencemaran, dan metoda penanggulangan serta pencegahan pencemaran air tanah

    yang tepat dapat diketahui.

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    9/28

    2

    Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat diterapkan di daerah lain dengan

    kondisi yang sama seperti kondisi di daerah Sukalaya, Kecamatan Cihideung,

    Kota Tasikmalaya.

    1.2Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang dari penelitian ini, rumusan masalah yang diajukan

    antara lain:

    Dari mana sumber pencemar air sumur warga?

    Apa saja unsur pencemar yang terkandung dalam air sumur warga?

    Batuan apa yang menyusun daerah penelitian dan bagaimana

    karakteristiknya?

    Bagaimana sistem interaksi air tanah dan air sungai?

    Bagaimana hubungan antara pertumbuhan penduduk, penurunan muka airtanah, dan kuantitas limbah rumah tangga di sungai?

    Bagaimana mekanisme terjadinya pencemaran air tanah?

    Metode seperti apa yang harus diterapkan agar dapat menanggulangi dan

    mencegah pencemaran air tanah di daerah penelitian?

    1.3 Tujuan Penelitian

    Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi penyebab pencemaran dari sumber

    air warga, unsur pencemar yang terkandung, mekanisme terjadinya pencemaran,

    menganalisis pengaruh dari padatnya pemukiman warga terhadap pencemaran

    tersebut, dan memberikan solusi yang relevan untuk mengurangi, meniadakan,

    serta mencegah terjadinya pencemaran di kemudian hari.

    1.5Luaran Yang Diharapkan

    Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu luaran berupa metoda

    penyelesaian masalah pencemaran air tanah di daerah Sukalaya, Tasikmalaya

    yang tepat dan relevan didasarkan pada kondisi geologi daerah pengamatan, jenis

    polutan, dan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu, hasil dari penelitian ini

    juga diharapkan dapat disusun menjadi suatu karya ilmiah. Kesadaran masyarakat

    sekitar untuk menjaga lingkungan sungai pun diharapkan menjadi luaran daripenelitian ini.

    1.5 Manfaat Penelitian

    Metoda penyelesaian masalah pencemaran air yang tepat yang merupakan

    hasil dari penelitian dapat diusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk kemudian

    diterapkan di daerah penelitian. Sehingga, masalah pencemaran air tanah dapat

    diselesaikan dan warga dapat menikmati air bersih. Selain itu, karya ilmiah yang

    dihasilkan pun dapat menjadi referensi bagi banyak orang dalam menyelesaikan

    masalah yang sama di tempat yang berbeda.

  • 8/10/2019 Paper Hidrogeologi Aditya Pratama

    10/28

    3

    BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Data Kependudukan Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya

    Berdasarkan data BPS Kota Tasikmalaya (2010), jumlah penduduk

    Kecamatan Cihideung pada pendataan tanggal sebanyak 68.514 jiwa dengan mata

    pencaharian penduduk yang dominan sebagai buruh.

    Sementara itu, berdasarkan data dari BPS Kota Tasikmalaya (2011), pada

    2011 Kecamatan Cihideung menjadi kecamatan dengan kepadatan penduduk

    tertinggi di Kota Tasikmalaya dengan penambahan penduduk sebanyak 4.130 jiwa

    dari tahun 2010. Pada 2012 pun, jumlah penduduk di Kecamatan ini mengalami

    penambahan sebesar 239 jiwa dari tahun 2011.Tingginya kepadatan penduduk di

    daerah ini berbanding lurus dengan kepadatan pemukiman.

    Selain tingginya kepadatan penduduk, kecamatan ini juga menjadi salah satukecamatan dengan jumlah warga miskin terbanyak di Kota Tasikmalaya.

    Tingginya tingkat kemiskinan menyebabkan mayoritas warga yang

    pemukimannya berada di sekitar Sungai Ciromban tersebut menggunakan sumur

    gali sebagai sumber air utama, dibandingkan menggunakan PDAM.

    Tabel 1. Jumlah warga miskin di Kota Tasikmalaya (BPS Kota Tasikmalaya, 2009)

    No Kecamatan Jumlah Jiwa Jumlah Keluarga Jumlah Sasaran % Sasaran

    1 Kawalu 84