PANDUAN TEKNIS FORM-FORM APLIKASI UNTUK .FORM-FORM APLIKASI ... Masyarakat Untuk Jabatan...

download PANDUAN TEKNIS FORM-FORM APLIKASI UNTUK  .FORM-FORM APLIKASI ... Masyarakat Untuk Jabatan Fasilitator Pemberdayaan masyarakat; ... Analisa porthofolio

of 27

  • date post

    03-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of PANDUAN TEKNIS FORM-FORM APLIKASI UNTUK .FORM-FORM APLIKASI ... Masyarakat Untuk Jabatan...

  • 1111

    PANDUAN TEKNIS

    FORM-FORM APLIKASI

    UNTUK PROSES ASESMEN

    /SERTIFIKASI

    FASILITATOR PEMBERDAYAAN

    MASYARAKAT

    PEGANGAN CALON ASESI /

    PESERTA ASESMEN KOMPETENSI

    Untuk :

    FORM CURICULLUM VITAE

    FORM APL-01. PERMOHONAN SERTIFIKASI

    FORM APL-02. ASESMEN MANDIRI

    FORM BUKTI PORTHOFOLIO ASEI

    Disusun oleh : LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

    FASILITATOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    ( LSP FPM )

    2 0 1 3

  • Asesmen Kompetensi Fasilitator Pe

    MEMASTIKAN,KOMPETENSI KERJA

    SEKTOR JASA KEMASYARA

    Melalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji Kompetensi

    A. Pengantar

    Sejak digulirkannya SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 Nasional Indonesia Sektor Jasa Kemasyarakatan BMasyarakat Untuk Jabatan Fasilitator Pemberdayaan masyarakat; fasilitator pemberdayaan masyarakat bukan lagi sekedar sebuah peran yang dimainkan dalam prosessudah menjadi profesi baru dalam dun

    Dengan perubahan kondisi ini, secara para penggiat dan pemeran fasilitator pemberdayaan masyarakat untuk merefleksikan kompetensi diri dari kerjakompetensi profesi kerja nasional yang telah ditetapkan melalui SK Menakertrans tersebut.

    Untuk mengembangkan profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat beserta sistem penjaminan kualitas terhadap kinerjanya, maka keberadaan sertifikasi profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat mutlak diperlukan. Pentingnya sertifikasi profesi, akan memberikan implikasi kepada banyak pihak yaitu:

    Bagi masyarakatlayanan pemberdayaan masyarakat yangmasih dijumpai Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang sebenarnya tidak atau belum memiliki kompetensi dan atau pengalaman kerja sesuai kebutuhan masyarakat.

    Bagi institusi penggunaFasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang dipekerjakan benarmemiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan biaya yang telah dikeluarkan.

    Bagi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakatmerupakan pengakuan terhadap profesinya. Pengakuan ini akan diikuti oleh adanya penghargaan (gaji, upah, dan insentif lain) yang memadai, sesuai dengan standar gaji atau remunerasi yang berlaku bagi seorang tenaga professional dan tingkat pengalaman yang dimiliki. Dengan demikian, masa depan dan keberlanjutan profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat akan semakin terjamin.

    LSP FPM sebagai lembaga sertifikasi profesi fasilitator pemberdayaan masyarakat telah diberikan kewenangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui SK dari Ketua BNSP No KEP.778/BNSP/XItanggal 28 Desember 2012sebagai Sertifikator pemberdayaan masyarakat sesuai SKKNI yang telah ditetapkan.

    Asesmen Kompetensi Fasilitator Pemberdayaan L S P F P M

    MEMASTIKAN, MENGEMBANGKAN serta MEMELIHARAKOMPETENSI KERJA FASILITATOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    SEKTOR JASA KEMASYARAKATAN di INDONESIA

    Melalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji Kompetensi

    Sejak digulirkannya SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 mengenai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Jasa Kemasyarakatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Untuk Jabatan Fasilitator Pemberdayaan masyarakat; fasilitator pemberdayaan masyarakat bukan lagi sekedar sebuah peran yang dimainkan dalam proses-proses pemberdayaan masyarakat namun sudah menjadi profesi baru dalam dunia kerja di Indonesia.

    Dengan perubahan kondisi ini, secara tidak langsung telah mengingatkan para penggiat dan pemeran fasilitator pemberdayaan masyarakat untuk merefleksikan kompetensi diri dari kerja-kerja peran selama ini menjadi

    yang berbasis pada kompetensi kerja sesuai standar kerja nasional yang telah ditetapkan melalui SK Menakertrans tersebut.

    mengembangkan profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat beserta sistem penjaminan kualitas terhadap kinerjanya, maka

    ertifikasi profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat mutlak diperlukan. Pentingnya sertifikasi profesi, akan memberikan implikasi kepada banyak pihak yaitu:

    Bagi masyarakat, sertifikasi akan menjamin terselenggaranya layanan pemberdayaan masyarakat yang berkualitas. Dewasa ini masih dijumpai Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang sebenarnya tidak atau belum memiliki kompetensi dan atau pengalaman kerja sesuai kebutuhan masyarakat.

    Bagi institusi pengguna, sertifikasi akan menjamin bahwa tenaga ator Pemberdayaan Masyarakat yang dipekerjakan benar

    memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan biaya yang telah

    Bagi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat, merupakan pengakuan terhadap profesinya. Pengakuan ini akan

    oleh adanya penghargaan (gaji, upah, dan insentif lain) yang memadai, sesuai dengan standar gaji atau remunerasi yang berlaku bagi seorang tenaga professional dan tingkat pengalaman yang dimiliki. Dengan demikian, masa depan dan keberlanjutan profesi

    litator Pemberdayaan Masyarakat akan semakin terjamin.

    sebagai lembaga sertifikasi profesi fasilitator pemberdayaan masyarakat telah diberikan kewenangan dari Badan Nasional Sertifikasi

    melalui SK dari Ketua BNSP No KEP.778/BNSP/XItanggal 28 Desember 2012; untuk melaksanakan peran dan fungsi

    dan Developer standar kompetensi kerja fasilitator pemberdayaan masyarakat sesuai SKKNI yang telah ditetapkan.

    2222

    mberdayaan Masyarakat

    serta MEMELIHARA FASILITATOR PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

    Melalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji KompetensiMelalui Proses Sertifikasi / Uji Kompetensi

    Sejak digulirkannya SK Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Standar Kompetensi Kerja

    idang Pemberdayaan Masyarakat Untuk Jabatan Fasilitator Pemberdayaan masyarakat; maka fasilitator pemberdayaan masyarakat bukan lagi sekedar sebuah peran

    proses pemberdayaan masyarakat namun ia kerja di Indonesia.

    langsung telah mengingatkan para penggiat dan pemeran fasilitator pemberdayaan masyarakat untuk

    kerja peran selama ini menjadi g berbasis pada kompetensi kerja sesuai standar

    kerja nasional yang telah ditetapkan melalui SK Menakertrans tersebut.

    mengembangkan profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat beserta sistem penjaminan kualitas terhadap kinerjanya, maka

    ertifikasi profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat mutlak diperlukan. Pentingnya sertifikasi profesi, akan memberikan

    , sertifikasi akan menjamin terselenggaranya berkualitas. Dewasa ini

    masih dijumpai Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang sebenarnya tidak atau belum memiliki kompetensi dan atau

    , sertifikasi akan menjamin bahwa tenaga ator Pemberdayaan Masyarakat yang dipekerjakan benar-benar

    memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dan biaya yang telah

    sertifikasi ini merupakan pengakuan terhadap profesinya. Pengakuan ini akan

    oleh adanya penghargaan (gaji, upah, dan insentif lain) yang memadai, sesuai dengan standar gaji atau remunerasi yang berlaku bagi seorang tenaga professional dan tingkat pengalaman yang dimiliki. Dengan demikian, masa depan dan keberlanjutan profesi

    litator Pemberdayaan Masyarakat akan semakin terjamin.

    sebagai lembaga sertifikasi profesi fasilitator pemberdayaan masyarakat telah diberikan kewenangan dari Badan Nasional Sertifikasi

    melalui SK dari Ketua BNSP No KEP.778/BNSP/XII/2012 ; untuk melaksanakan peran dan fungsi

    standar kompetensi kerja fasilitator pemberdayaan masyarakat sesuai SKKNI yang telah ditetapkan.

  • Asesmen Kompetensi Fasilitator Pe

    Sebagai sertifikator, LSP FPM telah mengembangkan SkemFasilitator Pemberdayaan Masyarakat serta standar operasional dan prosedur (SOP) untuk proseskerja fasilitator pemberdayaan masyarakat; dengan mengacu kepada pedoman-pedoman yang telah ditetapkan ole

    Skema sertifikasi dan SOP yang adamemastikan, mengembangkanfasilitator pemberdayaan masyarakatvalid dan tertelusur.

    Memastikanpenilaian diri proses asesmen / penilaian kompetensi kerjakompetensi (TUK) oleh asesor kompetensi/ penilaian kompetensi tidaklah dikenal hasilnyLulus dan ; namun hanya

    Mengembangkanumpan balik dan rekomendasi dari asesor kompetensi asesi/peserta asesmen kompetensikompetensi yang menggunakan beberapa metoda penilaian kompetensi. asesi / peserta asesmen kompetensikompetensi kerja sesua/ Kriteria Unjuk Kerja (KUK) saat asesmen/penilaian kompetensi serta memaksimalkan kompetensi kerja yang sudah terpenuhi.

    Memeliharasurveilen minimal sekali dalam setahun setelah kompetensi mendapatkan sertifikat kompetensi yang menjadi pengakuan terhadap kompetensi kerja yang dimiliki oleh fasilitator pemberdayaan masyarakat.

    B. Proses Yang Harus Dijalani

    Secara umum, proses dan tahapan yang harus dijalani oleh Calon Asesi /peserta asesmen kompetensi sesuai Skema Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat yang ditetapkan oleh LSP FPM; meliputi :

    b.1. Proses pendaftaran

    Dalam tahap dan proses ini, calon asesi / pmelakukan proses pendaftaran kepada LSP FPMpendaftaran dilakukan dengan mengakses ke website LSP FPM : www.lsp-fpm.or.idpendaftaran sekaligus mengdowndibutuhkan untuk proses pendaftaran.

    Isilah dan lengkapi formkelengkapan diemailkan kelengkapan dokumen tersebut ke LSP FPM ( penjelasan kelengkap

    Asesmen Kompetensi Fasilitator Pemberdayaan L S P F P M

    Sebagai sertifikator, LSP FPM telah mengembangkan SkemFasilitator Pemberdayaan Masyarakat serta standar operasional dan

    untuk proses-proses sertifikasi / penilaian kompetensikerja fasilitator pemberdayaan masyarakat; dengan mengacu kepada

    pedoman yang