Panduan Layanan Keprotokolan

download Panduan Layanan Keprotokolan

of 40

Embed Size (px)

description

Ruang lingkup keprotokolan terdiri dari (1) Tata Tempat; (2) Tata Upacara; dan (3) Tata Penghormatan. Seiring dengan makin meningkatnya hubungan antar bangsa maka lambat laun mereka mencari suatu aturan yang dapat diterima oleh semua pihak. Berdasarkan Pedoman Keprotokolan Negara (2005:3) dan Petunjuk Pelaksanaan Protokol (1983:2) dapat disimpulkan bahwa pengertian protokol dapat diartikan sebagai tata cara untuk menyelenggarakan suatu acara agar berjalan tertib, hikmat, rapi, lancar dan teratur serta memperhatikan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku baik secara nasional maupun internasional. HIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA 2014 ● HIMPAUDI PROVINSI JAWA BARAT

Transcript of Panduan Layanan Keprotokolan

  • 1. PANDUAN LAYANANKEPROTOKOLANDibagikan melalui:http://himpaudijabar.wordpress.comhttps://twitter.com/himpaudijabarhttps://facebook.com/himpaudijabarhttps://facebook.com/groups/himpaudijabarHIMPUNAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ANAK USIA DINI INDONESIA2014 HIMPAUDI PROVINSI JAWA BARAT

2. ii |P r o t o s & K o l l aDAFTAR ISISejarah dan Perkembangan Protokol....................................Ruang Lingkup Keprotokolan....................................................A. Tata Tempat.............................................................................B. Tata Upacara............................................................................1. Tata Upacara Bendera...................................................2. Tata Upacara Bukan Bendera.....................................Layanan Keprotokolan..................................................................A. Penerima Tamu........................................................................B. Pemandu Tempat Duduk (Liaison Officer)..................C. Pembawa Acara atau Master of Ceremony...................Lambang-Lambang Kehormatan Negara..............................A. Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia........B. Bendera Negara.......................................................................C. Foto Resmi Presiden dan Wakil Presiden....................D. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya...................................1668912151519233232343536 3. Dalam sejarahnya, protokol berawal dari tata krama kerajaan padajaman dahulu. Peranan protokol kerajaan tersebut adalah untuk mengaturhirarki yang merupakan sebuah kebiasaan yang akhirnya berkembangmenjadi hukum kebiasaan yang harus dipatuhi karena hirarki tersebutmenyangkut harga diri kerajaan tersebut. Peranan protokol juga untukmenjaga hubungan antar kerajaan, dimana kebiasaan antara satu kerajaandengan kerajaan lainnya berbeda, sehingga apabila suatu kerajaan hendakberkunjung ke kerajaan lain maka harus mengikuti aturan dan tata kramayang ada di kerajaan yang dikunjunginya tersebut.Hal tersebut dirundingkan hingga akhirnya membuat kedua pihakmerasa nyaman. Karena masalah protokol dianggap penting dalamhubungan antar negara, maka pada tahun 1815, hal mengenaikeprotokolan tersebut diundangkan melalui Vienna Convention dan terusberkembang hingga melahirkan Vienna Convention of Diplomatic Relationyang berisikan tentang pengaturan apabila kita berkunjung ke suatunegara, walaupun mempunyai kekebalan diplomatik, tetapi kita tidakdapat dengan bebas dalam bertindak di Negara tersebut, karena haltersebut telah diatur, dimana kita dituntut untuk menghargai hukumsetempat dan orang yang mengatur semua itu adalah protokol.Secara etimologis, kata protokol diambil dari bahasa PerancisProtocole, kata ini diadopsi dari bahasa Latin Protokollum yang aslinya1 |Sejarah dan Perkembangan ProtokolP r o t o s & K o l l a 4. berakar dari bahasa Yunani Protos yang berarti pertama dan Kolla yangberarti lem atau perekat. Mula- mula hal ini diartikan sebagai lembaranpertama dari kertas tebal atau gulungan papyrus yang dilekatkan(Pedoman Keprotokolan Negara: 2). Namun sebagaimana yang tercantumpada Petunjuk Pelaksanaan Protokol (1983), pada perkembangannyapengertian ini berkembang menjadi 2 katagori besar yaitu:a. Pengertian protokol yang dikaitkan dengan masalah perjanjian2 |P r o t o s & K o l l ahubungan internasional, danb. Pengertian protokol yang dikaitkan dengan persoalan pengaturandalam pelaksanaan suatu upacara atau tata cara pergaulaninternasional.Berdasarkan Pedoman Keprotokolan Negara (2005:3) danPetunjuk Pelaksanaan Protokol (1983:2) dapat disimpulkan bahwapengertian protokol dapat diartikan sebagai tata cara untukmenyelenggarakan suatu acara agar berjalan tertib, hikmat, rapi, lancardan teratur serta memperhatikan ketentuan dan kebiasaan yang berlakubaik secara nasional maupun internasional. Seiring dengan makinmeningkatnya hubungan antar bangsa maka lambat laun mereka mencarisuatu aturan yang dapat diterima oleh semua pihak, esensi dari aturan ituadalah unsur pokok yang tercakup dalam protokol upacara yaitu:a. Tata cara yang menentukan tindakan yang harus dilakukan dalamsuatu acara tertentu, tata cara ini haru ditaati oleh peserta upacara, 5. tindakan ini merujuk pada aturan dan adat kebiasaan yang sudahtetap.b. Tata krama yang menentukan pemilihan kata, ucapan dan perbuatanc. Rumus- rumus dan aturan aturan tradisi/ kebiasaan yang telahditentukan secara universal ataupun di dalam suatu bangsa itu sendiri.Dengan kata lain, berdasarkan dari beberapa pengertian yang telahdijabarkan di atas, dapat disimpulkan bahwa protokol adalah:a. Pada awal mula kata protokol digunakan untuk lembaran pertama darisuatu gulungan papyrus atau kertas tebal yang ditempelkan ataudilekatkan. Kemudian kata protokol digunakan untuk seluruh gulunganitu dimana dicatat semua dokumen negara yang bersifat nasional daninternasional. Dokumen tersebut memuat persetujuan antar negarakota (city states) dan kemanusiaan antar bangsa-bangsa;b. Kata protokol juga digunakan pada suatu notulen (proces verbal) ataucatatan resmi (official minutes) yang mencatat jalannya perundingan,dan pada akhir sidang ditanda tangani oleh semua peserta;c. Tiap persetujuan atau agreement yang akan menjadi perjanjian atautreaty juga disebut protokol, misalnya protokol Paris sampai saat inipengertian protokol tersebut masih berlaku;d. Kata protokol juga digunakan untuk dokumen yang mencantumkanhak-hak, kewajiban, kelonggaran dan kekebalan para diplomat dan3 |sesuai dengan tinggi rendahnya jabatan seseorang.P r o t o s & K o l l a 6. akhirnya protokol digunakan bagi hak-hak, kewajiban, kelonggarandan kekebalan para diplomat itu sendiri;e. Kata protokol dalam perkembangannya menunjuk kepada kata sifat,artinya yang bersifat resmi tertentu, tertentu disini menurut protokoladalah sudah diatur dalam prosedur serta tata cara kedinasan ataukenegaraannya. Terkadang kata protokol oleh sebagian masyarakatdiartikan sebagai suatu fungsi tertentu, misalnya jalan protokol,artinya jalan yang biasanya sering dilalui oleh pejabat negara ataulazimnya jalan-jalan raya atau jalan utama.f. Protokol, menurut 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010tentang keprotokolan diartikan sebagai :serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acarakenegaraan atau acara resmi yang meliputi Tata Tempat, TataUpacara, dan Tata Penghormatan sebagai bentuk penghormatankepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannyadalam negara, pemerintahan, atau masyarakat.Dalam perkembangan selanjutnya, kata protokol seolah-olahmenunjuk kepada seseorang yang diserahi tugas untuk mengurus acara-acarakenegaraan atau kepada suatu lembaga tertentu, sehingga padasaat yang lain, kata tersebut dapat diartikan sebagai tata cara untukmenyelenggarakan suatu acara agar berjalan tertib, khidmat, rapi, lancar,dan teratur serta memperhatikan ketentuan dan kebiasaan yang berlaku,baik secara nasional, maupun internasional. Dengan demikian dapat4 |P r o t o s & K o l l a 7. disimpulkan bahwa definisi atau pengertian berbagai terminologi dalamkeprotokolan, protokoler adalah:a. Suatu julukan yang bersifat filosofi terhadap terhadap seseorang yangmenerima hak protokoler serta melaksanakan ketentuankeprotokolan sebagaimana mestinya; danb. Julukan terhadap suatu kegiatan yang mengaplikasikan ketentuan-ketentuankeprotokolan yang meliputi aturan mengenai tata tempat,5 |P r o t o s & K o l l atata upacara dan tata penghormatan. 8. Dalam undang-undang nomor 9 tahun 2010 disebutkan bahwa ruanglingkup keprotokolan terdiri dari (1) Tata Tempat; (2) Tata Upacara; dan(3) Tata Penghormatan. Namun dalam undang-undang tersebut memangdikhususkan pada acara-acara yang bersifat kenegaraan (state/govermentprotocol). Oleh karena itu dalam buku ini akan membahas ruang lingkupkeprotokolan yang terjadi dimasyarakat dan dapat disesuaikan denganbudaya/adat istiadat setempat (general protocol), terutama mengenaiTata Tempat dan Tata Upacara.6 |Ruang Lingkup KeprotokolanP r o t o s & K o l l aA. Tata TempatDalam bahasa prancis tata tempat disebut preseance yang berartididahulukan, secara etimologis tata tempat dapat diartikan sebagaipenataan atau pengaturan bagi orang-orang yang layak didahulukan.Dalam Undang-undang no 9 tahun 2010 tentang keprotokolan sendiri, tatatempat diartikan sebagai pengaturan tempat bagi pejabat negara, pejabatpemerintahan, perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasionalserta tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acararesmi.Dalam lingkup kenegaraan sudah dijelaskan dalam undang-undangtersebut orang-orang yang harus didahulukan. Namun dalam buku ini akanlebih menfokuskan pada lingkup yang terjadi didalam masyarakat padaumumnya dengan ketentuan-ketentuan sebagai standar kepatutan.Sebagaimana telah disebutkan bahwa pada hakekatnya Tata tempatmengandung unsur (1) siapa yang berhak yang lebih didahulukan; (2)atau siapa yang memperoleh hak menerima prioritas dalam urutan; dan(3) Orang yang berhak memperoleh urutan tempat untuk didahulukanadalah seseorang dikarenakan jabatan, pangkat dan status sertakedudukannya di dalam negara, pemerintah atau masyarakat sertainstitusi tertentu. 9. Berdasarkan unsur-unsur tersebut, berikut merupakan aturan-aturanmengenai tata tempat secara umum:a. Orang yang berhak mendapat tata urutan pertama/ paling tinggiadalah mereka yang mempunyai urutan paling depan/ palingmendahului.b. Jika mereka berjajar, maka yang berada di sebelah kanan dari orangyang mendapat urutan tata tempat paling utama, diangap lebihtinggi/ mendahului orang yang ada di sebelah kirinya.c. Jika menghadap meja, maka tempat utama adalah yang menghadapke pintu keluar dan tempat terakhir adalah tenpat yang paling dekatdengan pintu keluar.7 |P r o t o s & K o l l ad. Jika berjajar pada garis yang sama adalah :1) Tempat sebelah kanan luar, atau2) Tempat paling tengahRumusnya :3) Genap = 2 14) Ganjil = 3 2 1e. Naik kendaraan :Bagi