PANCASILA PARADIGMA REFORMASI

download PANCASILA PARADIGMA REFORMASI

of 23

  • date post

    10-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of PANCASILA PARADIGMA REFORMASI

PANCASILA PARADIGMA REFORMASI

REFORMASI Secara etimologis berasal dari kata reformation

dengan akar kata reform yang bermakna: Suatu gerakan untuk memformat ulang,menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicitacitakan rakyat

Gerakan

reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan Gerakan reformasi dilakukan harus dengan cita-cita yang jelas Gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu kerangka acuhan Reformasi dilakukan kearah suatu perubahan kearah kondisi keadaan yang lebih baik Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etik

REFORMASI DALAM PERSPEKTIF PANCASILA Reformasi yang berketuhanan yang maha esa, yang berarti bahwa suatu gerakan harus mengarah pada kondisi yang lebih baik bagi kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya, gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan yang luhur dan sebagai upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia. Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan. Artinya, gerakan reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. Gerakan reformasi yang menghindarkan diri dari praktik dan perilaku yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. Artinya, seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan. Gerakan reformasi bertujuan menuju terciptanya pemerintahan yang demokratis, yaitu rakyat sebagai pemegang kedaulatan. Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya, gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas, yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Perlu disadari bahwa ketidakadilanlah penyeban kehancuran suatu bangsa.

Pancasila Dalam Pelaksanaan Di Era Reformasi Dalam berpraktek politik kenegaraan, yang menonjol kini adalah aktualisasi ideologi-ideologi-aliran/ideologi-ideologipartisan yang ditunjukan oleh pribadi- pribadi, partai-partai politik, ormas-ormas, daerah-daerah, dan lain sebagainya. Adanya kecenderungan mendahulukan kepentingan pribadi, kelompok, golongan, atau daerah daripada kepentingan bangsa dan negara untuk bersama-sama mengatasi krisis bangsa yang multidimensional. Dalam berpraktek ekonomi nasional, yang menonjol kini adalah aktualisasi jual- beli uang, lobi bisnis politik-uang, perebutan jabatan publik ekonomis, dan lain sebagainya yang ditunjukan oleh para konglomerat, para pialang saham (baik pemain domestik maupun internasional) Para politisi/partisan partai politik, atau yang lainnya yang seringkali mengabaikan kepentingan yang lebih luas, lebih besar, dan lebih jauh ke depan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Hukum Dalam melakukan reformasi tidak mungkin dilakukan secara spekulatif saja melainkan harus memiliki dasar, landasan serta sumber nilai yang jelas, dan dalam masalah ini nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yang merupakan dasar cita-cita reformasi. Hukum di Indonesia harus bersumber pada nilai-nilai hukum Tuhan ( sila I), nilai yang terkandung pada harkat, martabat, dan kemanusiaan seperti jaminan hak dasar/hak asasi manusia (sila II), nilai nasionalisme Indonesia (sila III), nilai demokrasi yang bertumpu pada rakyat sebagai asal mula kekuasaan negara (sila IV), dan nilai keadilan dalm kehidupan kenegaraan dan kemasyarakatan (sila V).

Pancasila sebagai sumber nilai perubahan hukum Sumber hukum meliputi dua macam pengertian yaitu (1) sumber formal hukum adalah sumber hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunan, yang mengikat terhadap komunitasnya, misalnya undang-undang, permen perda. (2) sumber material hukum adalah suatu sumber hukum yang menentukan materi atau isi suatu norma hukum. Selain sumber nilai yang terkandung dalam pancasila reformasi dan pembaharuan hukum juga harus bersumber pada kenyataan empiris yang ada dalam masyarakat terutama dalam wujud aspirasi-aspirasi yang dikehendakinya. Dengan demikian maka upaya untuk reformasi hukum akan benarbenar mampu mengantarkan manusia ketingkatan harkat dan martabat yang lebih tinggi sebagai makhluk yang berbudaya dan beradab.

Dalam negara terdapat suatu dasar fundamental atau pokok kaidah yang merupakan sumber hukum positif yang dalam ilmu hukum tata negara disebut staatsfundamental. Sumber hukum positif di Indonesia tidak lain adalah Pancasila. Hukum berfungsi sebagai pelayanan kebutuhan masyarakat, maka hukum harus selalu diperbarui agar aktual atau sesuai dengan keadaan serta kebutuhan masyarakat. Sebagai cita-cita hukum, Pancasila dapat memenuhi fungsi konstitutif maupun fungsi regulatif.

Dengan fungsi regulatif Pancasila menentukan dasar suatu tata hukum yang memberi arti dan makna bagi hukum itu sendiri sehingga tanpa dasar yang diberikan oleh Pancasila maka hukum akan kehilangan arti dan maknanya sebagai hukum itu sendiri. Fungsi regulatif Pancasila menentukan apakah suatu hukum positif sebagai produk yang adil ataukah tidak adil.

Sebagai staatfundamentalnorm, Pancasila merupakan pangkal tolak derivasi (sumber penjabaran) dari tertib hukum di Indonesia termasuk UUD 1945. Dalam pengertian inilah menurut istilah ilmu hukum disebut sebagai sumber dari segala peraturan perundang-undangan di Indonesia. Sumber hukum meliputi dua macam pengertian, sumber hukum formal yaitu sumber hukum ditinjau dari bentuk dan tata cara penyusunan hukum, yang mengikat terhadap komunitasnya, misalnya UU, Peraturan Menteri, Peraturan Daerah

Pancasila sebagai paradigma reformasi pelaksanaan hukum

Dalam era reformasi pelaksaan hukum harus didasarkan pada suatu nilai sebagai landasan operasionalnya. Pelaksanaan hukum pada masa reformasi ini harus benar-benar dapat mewujudkan negara demokratis dengan suatu supremasi hukum. Jaminan atas terwujudnya keadilan bagi setiap warga negara dalam hidup bersama dalam suatu negara yang meliputi seluruh unsur keadilan baik keadilan distributif, keadilan komutatif , serta keadilan legal.

Dasar Yuridis Reformasi Hukum Reformasi total sering disalah artikan sebagai dapat melakukan perubahan dalam bidang apapun dengan jalan apapun Selain itu dasar yuridis Pancasila sebagai paradigma reformasi hukum adalah Tap MPRS No.XX/MPRS/1966 yang menyatakan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia, yang berarti sebagai sumber produk serta proses penegakan hukum yang harus senantiasa bersumber pada nilai-nilai Pancasila dan secara eksplisit dirinci tata urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang bersumber pada nilai- nilai Pancasila

Pancasila sebagai Paradigma Reformasi Politik Landasan aksiologis (sumber nilai) sistem politik Indonesia adalah dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV Reformasi kehidupan politik harus benar-benar demokratis dilakukan dengan jalan revitalisasi ideoligi pancasila, yaitu dengan mengembalikan pancasila pada kedudukan serta fungsi yang sebenarnya, sebagaimana dikehendaki oleh para pendiri negara yang tertuang dalam UUD 1945. Reformasi kehidupan politik juga dilakukan dengan meletakkan cita-cita kehidupan kenegaraan dan kebangsaan dalam satu kesatuaan waktu yaitu nilai masa lalu, masa kini, dan kehidupan masa yang akan datang. Jadi, dengan sendirinya kesemuanya ini harus diletakkan dalam kerangka nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri sebagai filsafat hidupnya yaitu nilai-nilai pancasila.

Aktualisasi Pancasila Aktualisasi Pancasila Objektif yaitu aktualisasi pancasila dalam berbagai bidang kehidupan kenegaraan yang meliputi kelembagaan negara antara lain legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Selain itu meliputi bidang aktualisasi lainnya seperti politik, ekonomi, hukum, terutama penjabaran ke dalam undang-undang, GarisGaris Besar Haluan Negara, hankam, pendidikan maupun bidang kenegaraan lainnya.

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA DI LINGKUNGAN KAMPUS

Tri Dharma Perguruan Tinggi1. 2. 3.

Pendidikan Penelitian Pengabdian kepada masyarakat

Kritis, yang berarti setiap insan akademik harus mengembangkan sikap rasa ingin tahu segala sesuatu untuk selanjutnya diupayakan jawaban dan pemecahannya melalui suatu kegiatan ilmiah penelitian. Kreatif, yang berarti setiap insan akademik harus sennatiasa mengembangkan sikap inovatif, berupaya untuk menemukan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat. Objektif, yang berarti kegiatan ilmiah yang dilakukan haruslah benarbenar berdasarkan pada suatu kebenaran ilmiah, bukan karena kekuasaan, uang, atau ambisi pribadi. Analitis, yang berarti suatu kegaitan ilmiah harus dilakukan dengan metode ilmiah yang merupakan suatu parasat untuk mencapai suatu kebenaran ilmiah. Konstruktif, yang berarti suatu kegaitan ilmiah yang merupakan budaya akademik harus benar-benar mampu mewujudkan suatu karya baru yang memberikan asas kemanfaatan bagi masyarakat.

Dinamis, berarti ciri ilmiah sebagai budaya akademik tersebut harus senantiasa dikembangkan terus-menerus. Dialogis, artinya dalam proses transformasi ilmu pengetahuan dalam masyarakat akademik harus memberi ruang pada peserta didik untuk mengembangkan diri, melakukan kritik serta mendiskusikannya. Menerima kritik, ciri ini sebagai konsekuensi dari dialogis, yaitu setiap insan akademik senantiasa bersifat terbuka terhadap kritik. Menghargai prestasi ilmiah/akademik, masyarakat intelektual harus menghargai prestasi akademik, yaitu perestasi dalam suatu kegiatan ilmiah. Bebas dari prasangka, yang berarti budaya akademik harus mengembangakan moralitas ilmiah yaitu harus mendasarkan kebenaran pada suatu kebenaran ilmiah.

Menghargai waktu, berarti masyarakat intelektual harus senantiasa memanfaatkan waktu seefektif da