Outline Tyo Kesling

download Outline Tyo Kesling

If you can't read please download the document

  • date post

    05-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    93
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Outline Tyo Kesling

USUL PENELITIAN STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN UDARA PADA RUANG BERSALIN DAN RUANG PERAWATAN BAYI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KEBUMEN TAHUN 2013

Oleh : PRASETYO SARWO P G1B009012

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT PURWOKERTO 2013

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan vital setiap manusia. Manusia selalu berupaya menjaga dirinya agar tetap sehat baik jasmani maupun rohani untuk melakukan segala aktivitasnya. Menurut WHO dalam Budioro (1997), sehat adalah kondisi fisik, mental dan sosial yang sempurna dan bukan sekedar tidak sakit atau tidak cacat. Kesehatan adalah hak dasar yang harus dipenuhi dimana dalam upaya pemenuhannya memerlukan berbagai langkah terpadu dan menyeluruh agar derajat kesehatan dapat dicapai seoptimal mungkin. Tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang optimal menunjukkan berhasilnya sistem pembangunan kesehatan yang dilakukan oleh suatu Negara (Notoatmodjo, 2003). Upaya untuk mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan menuju target pencapaian Milleium Development Goals (MDGs), yaitu komitmen global untuk mengupayakan pencapaian delapan tujuan bersama pada tahun 2015 antara lain adalah (1) menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; (2) mencapai pendidikan dasar untuk semua; (3) mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; (4) menurunkan angka kematian anak; (5) meningkatkan kesehatan ibu; (6) memerangi hiv/aids, malaria dan penyakit menular lainnya; (7) memastikan kelestarian lingkungan hidup; (8) membangun kemitraan global untuk pembangunan. Dalam tujuannya yang keenam yaitu menangani berbagai penyakit menular paling berbahaya seperti

memerangi HIV dan AIDS, Malaria serta penyakit lainnya,

salah satu

parameter dari penanganan penyakit menular lainnya adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman. Penyakit tersebut antara lain seperti penyakit influenza, pneumonia dan TB Paru (MDGs, 2008). Kenyataan saat ini berdasarkan laporan pencapaian tujuan pembangunan millennium di Indonesia (2010) menyatakan bahwa kasus penyakit menular (malaria, TB dan penyakit lainnya) masih sangat tinggi misalnya kasus TB di indonesia menduduki peringkat ketiga terbanyak setelah india dengan jumlah kasus baru pertahunnya 500ribu dan 140ribu dengan kasus lama. Sedangkan dalam tujuannya yang keempat dan kelima yaitu menurunkan angka kematian anak (termasuk bayi) serta meningkatkan kesehatan ibu, hal tersebut sangat erat kaitannya dengan infeksi penyakit menular. Penyakit menular dapat ditularkan melalui berbagai perantara seperti air, tanah, udara dan benda mati lainnya. Permasalahan yang dihadapi saat ini berdasarkan data laporan pencapaian tujuan pembangunan Milenium di Indonesia (2010) adalah masih tingginya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi (AKB) yaitu dengan nilai angka kematian ibu melahirkan (228 per 100.000 kelahiran hidup) dan AKB (34 per 1000 kelahiran hidup). Salah satu penyebab tingginya nilai tersebut ialah akibat dari adanya infeksi nosokomial pasca melahirkan dan saat perawatan di Rumah Sakit. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang bersumber dari rumah sakit atau infeksi yang terdapat pada sarana kesehatan (Sabarguna 2007). Prosentase infeksi nosokomial di rumah sakit dunia mencapai 9% (variasi 3 21%) atau lebih 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit seluruh dunia

mendapatkan infeksi nosokomial. Suatu penelitian yang dilakukan oleh WHO menunjukkan bahwa sekitar 8,7% dari 55 rumah sakit dari 14 negara yang berasal dari Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Pasifik menunjukkan adanya infeksi nosokomial dan untuk Asia Tenggara sebanyak 10,0% (WHO, 2002). Selain itu, dari hasil studi yang dilakukan oleh Suwarni tentang angka prevalensi infeksi nosokomial luka operasi pasien pasca bedah yang dioperasi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik selama bulan April sampai September 2010, menunjukkan bahwa proporsi kejadian infeksi nosokomial berkisar antara 0,0% hingga 12,06%, dengan rata-rata keseluruhan 4,26%. Melihat dari hasil penelitian tersebut, infeksi nosokomial merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan oleh pemerintah terutama disetiap Rumah Sakit. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Rumah sakit merupakan sumber dari berbagai penyakit atau yang disebut dengan infeksi nosokomial. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi nosokomial ialah karena interaksi langsung atau tidak langsung antara penderita (host) yang rentan, mikroorganisme infeksius dan lingkungan sekitarnya (environment). Interaksi tidak langsung dalam hal ini salah satunya yaitu infeksi melalui udara dimana kuman terbang bersama dengan debu atau angin dari sumber yang jauh. Disisi lain, udara sangat berkaitan erat dengan manusia untuk kelangsungan hidupnya sehingga infeksi nosokomial akan mudah terjadi apabila sanitasi lingkungan Rumah

Sakit tidak dikelola dengan baik. Depkes RI dalam Nasrul (2008), juga menyebutkan bahwa sepuluh sampai dengan duapuluh persen infeksi nosokomial disebabkan oleh penularan melalui udara. Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen merupakan salah satu Rumah Sakit Tipe C milik Pemerintah yang ada di Kebumen. Fenomena yang ditemukan saat ini berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat di kebumen adalah sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mendapatkan pelayanan kesehatan RS Swasta dibandingkan dengan RSUD Kebumen. Alasan yang dikemukakan oleh informan tersebut antara lain yaitu masih kurangnya pelayanan yang diberikan, kurangnya kelengkapan sarana dan prasarana serta sanitasi lingkungan yang kurang memadai. Dengan kata lain, masih terdapat banyak masalah di RSUD Kebumen sehingga masyarakat lebih memilih RS swasta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Melihat adanya permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di RSUD Kebumen. Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen terdiri dari beberapa ruanganruangan antara lain ialah ruang bangsal, ruang operasi, ruang bersalin, ruang perawatan bayi dll. Menurut Permenkes No 1204 Tahun 2004 tentang persyaratan kesehatan lingkungan Rumah Sakit, ruang bersalin dan ruang perawatan bayi adalah ruang dengan resiko tinggi terjadi infeksi nosokomial dengan dampak langsung yaitu kematian. Ruang bersalin dan ruang perawatan bayi sangat berpotensial dalam menularkan berbagai macam penyakit. Kuman yang terdapat pada lingkungan rumah sakit termasuk kuman di udara pada ruang bersalin dan ruang perawatan bayi dapat menyebabkan terjadinya

infeksi nosokomial yang dapat berimbas pada kematian ibu maupun bayi. Depkes Provinsi Jawa Tengah (2013) menjelaskan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Kebumen pada tahun 2012 menduduki peringkat keempat dari bawah dengan 42,58 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi masih relatif tinggi dengan peringkat 20 yaitu 10,44 per 1000 kelahiran hidup. Nilai tersebut relatif tinggi dan perlu perhatian lebih dibandingkan dengan kota lainnya di provinsi Jawa Tengah. Salah satu penyebab tingginya AKI dan AKB di Kabupaten Kebuman ialah adanya infeksi kuman pasca melahirkan dan saat perawatan. Setiap tahun infeksi nosokomial masih sering terjadi di RSUD Kebumen termasuk pada ibu pasca melahirkan serta bayi dalam perawatan (RSUD Kebumen 2011). Hal tersebut dibuktikan dengan hasil wawancara kepada petugas kesehatan RSUD Kebumen yang menjelaskan bahwa masih terdapat kasus kematian ibu pasca melahirkan dan bayi dalam perawatan. Salah satu upaya untuk menurunkan jumlah infeksi nosokomial di RSUD Kebumen ialah dengan menjaga kebersihan lingkungan termasuk kebersihan di udara. Salah satu indikator yang digunakan sebagai pencapaian tingkat kebersihan di udara adalah jumlah angka hitung kuman. Peneliti terdahulu oleh Nasrul (2008) telah memberikan kerangka teoritis untuk meniliti angka kuman di RSUD Undata Palu yang berkaitan dengan subjek penelitian lantai dan objek penelitian di beberapa ruangan Rumah Sakit (ruang perawatan penyakit dalam dan ruang isolasi penyakit menular) menjelaskan bahwa angka kuman yang terdapat pada lantai ruang perawatan penyakit dalam melebihi nilai standar yaitu >10 koloni/cm2,

sedangkan angka kuman di ruang perawatan penyakit menular melebihi nilai standar yaitu >5 koloni/cm2. Ningrum (2009) juga menjelaskan mengenai angka kuman pada peralatan makan (piring, gelas dan sendok) di RSUD Kebumen melebihi standar Permenkes RI No. 416 tahun 1990 dengan nilai angka kuman >100 koloni/cm2. Hal menarik selanjutnya yang perlu dikaji adalah mengenai angka kuman yang ada di berbagai objek dengan subjek penelitian yang berbeda. Nasrul (2008), mengemukakan bahwa masih perlu dilakukan penelitian tentang angka kuman dibeberapa variabel dengan tempat berbeda yang berpengaruh terhadap infeksi nosokomial. Variabel tersebut meliputi air, tanah, udara, lantai, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan lainnya serta dilakukan dibeberapa tempat lain (Rumah Sakit) dengan kemungkinan terjadinya infeksi nosokomial. Hal tersebut sangat menarik untuk dikaji dan memiliki manfaat yang besar bagi pembangunan kesehatan di Indonesia. Pada penelitian ini, subjek yang diteliti ialah udara di beberapa ruang dengan resiko tinggi (ruang bersalin dan ruang partus) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kebumen. Berdasarkan uraian diatas peneliti akan melanjutkan penelitian sebelumnya dengan mengambil variabel yang berbeda yaitu angka kuman di udara. Angka kuman yang akan diteliti yaitu angka kuman udara di ruang bersalin dan ruang perawatan bayi sebagai salah satu upaya pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya serta pencapaian tujuan pembangunan milenium indonesia dengan melakukan Studi Komparasi

Angka Kuman Udara Pada Ruang Bersalin dan Ruang Perawatan Bayi Di