OUR TRIP :) JEPARA-DEMAK

download OUR TRIP :) JEPARA-DEMAK

of 34

  • date post

    22-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    221
  • download

    4

Embed Size (px)

description

My Trip My Adventure 4 mahasiswi tangguh yang suka jalan-jalan Perjalanan selama 7-8 jam untuk menuju TKP. Penuh Petualangan, kesan, makna, dan cerita yang tertinggal di dalammya. (Oya, Sumi, Bigi, Anis)

Transcript of OUR TRIP :) JEPARA-DEMAK

  • Sri Sumariyanti

    Sri Oya Yubi

    Annisaa Nur Wiidyastuti

    Bigi Pangestuti

    M Y T R I P M Y A D V E N T U R E

  • Alhamdulillah, sungguh luar biasa.....

    Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada:

    1. Tuhan YME

    2. Orang Tua

    3. Dosen Aplikasi Komputer Lanjut

    4. Dosen Jurusan PLS

    5. Teman - teman PLS A 2013

    6. Ketua FEDEP

    7. Ketua PKBM Karangmelati

    8. Ketua PKBM Surya Alam

    9. Serta berbagai pihak.

    Yang telah membantu melancarkan perjalanan kami untuk

    melaksanakan tugas paktek lapangan ini

  • welcome

    TO OUR ADVENTURES BOOK

  • SEKOLAH UKIR FEDEP JEPARA, PKBM KARANGMLATI DAN

    PKBM SURYA ALAM KABUPATEN DEMAK

    Nama Anggota :

    Sri Sumaryanti (13102241013)

    Sri Oya Yubi (13102241028)

    Annisaa Nur Widyastuti (13102244010)

    Bigi Pangestuti (13102244011)

    Kelas : PLS 4 A

    Sebuah kehormatan bagi kami kelompok 3 yang terdiri dari empat orang yaitu Sri

    Sumaryanti, Sri Oya Yubi, Annisaa Nur Widyastuti dan Bigi Pangestuti, kami berasal dari

    kabupaten yang sama yaitu Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Misi kami adalah untuk

    mengunjungi dan ikut belajar di beberapa lembaga nonformal yang ada di Indonesia. Maka

    diputuskanlah bahwa kami memilih untuk berkunjung dan belajar ke daerah Kabupaten Jepara

    dan Demak. Kami diberi waktu selama satu minggu untuk berkunjung ke lembaga nonformal

    tersebut. Dan dari kelompok kami, memutuskan untuk berangkat pada hari Senin, tanggal 13

    April 2015 sampai dengan hari Jumat, tanggal 17 April 2015. Selama lima hari tersebut

    kelompok kami mengunjungi dua kota dan mendatangi lembaga nonformal yang ada di sana.

    Untuk tujuan kota pertama adalah Jepara dan yang selanjutnya ke Demak. Karena kami adalah

    wanita-wanita tangguh dan kuat untuk pergi mengunjungi kota-kota tersebut hanya kami hanya

    bermodalkan dengan mengendarai sepeda motor, itulah kami.

    Alasan kami memilih dua kota tersebut adalah yang pertama untuk kota Jepara, kami

    ingin melihat bagaimana pendidikan nonformal yang berkembang di Kota Kartini tersebut

    dengan kita mendatangi salah satu sekolah ukir yang berada di Jepara, karena Jepara terkenal

    dengan ukiran yang menakjubkan. Untuk tujuan kedua yaitu Kabupaten Demak, alasan kami

    memilih untuk berkunjung ke lembaga nonformal yang berada di Demak adalah, karena

    terdapat salah satu lembaga nonformal yang ada di Demak yaitu PKBM Surya Alam, yang

    salah satu programnya adalah mengenai perikanan, yang mana untuk di lembaga-lembaga

    nonformal lain (PKBM di daerah lain) belum ada program mengenai perikanan tersebut, kami

    sangat tertarik akan program perikanan tersebut karena beda dari yang lainnya.

    1

  • Perjalanan kami dimulai hari Senin, 13 April 2015. Semula kami berkumpul di rumah

    Oya, setelah cukup persiapannya, kami bersiap memulai perjalanan dengan menggunakan dua

    sepeda motor yang mana Oya berboncengan dengan Sumi dan satu motor lagi Bigi

    berboncengan dengan Annisa. Pukul 10.00 WIB kami mulai berangkat meninggalkan rumah

    Oya. Selama dalam perjalanan menuju kota Jepara banyak keseruan yang ditemui. Jujur saja

    dari kami, empat perempuan ini, belum pernah berkunjung ke kota tersebut. Kami berempat

    hanya dengan modal nekat pergi ke sana. Awalnya kami tidak mengetahui rute perjalanan

    untuk menuju kota tersebut, walaupun kami hanya tahu sampai kota Semarang saja. Dan kami

    diberi petunjuk jalan dari pengelola sekolah ukir di Jepara untuk melewati Tol Ungaran.

    Mungkin beliau mengira kami datang dengan mengendarai mobil, namun pada kenyataannya

    kami hanya menggunakan sepeda motor saja. Dua jam setelah meninggalkan Kota Yogyakarta

    kami beristirahat dan beribadah di sebuah SPBU di daerah Bawen. Sambil melepas penat

    setelah berkendara cukup jauh, kami sempatkan juga untuk menikmati bekal makanan yang

    dibawa. Setelah kami istirahat kurang lebih 45 menit, lalu kami melanjutkan perjalanan kami.

    Pada saat itu cuaca kurang mendukung, karena mendung dan terlihat akan tanda-tanda turunnya

    hujan, kabut pegunungan sekitar pun mulai turun dan menutupi jalan yang akan kami lalui,

    tetapi karena tekad kami yang kuat maka kami pun tetap melanjutkan perjalanan. Di dalam

    perjalanan, kami perpapasan dan juga beriringan dengan truk besar seperti truk tronton karena

    jalan yang kita lewati adalah jalur provinsi. Selain itu kami juga disuguhi dengan pemandangan

    yang menurut kami lumayan menarik karena kami melihat banyak pabrik-pabrik di jalan raya

    Ungaran-Semarang. Karena cukup padatnya lalu lintas di jalan tersebut, membuat kami

    terpisah. Tetapi kami sama-sama memiliki felling untuk tetap mengikuti jalan sesuai petunjuk

    arah yang ada agar mencapai jalan untuk ke arah Tol Ungaran.

    Saat terpisah ada sebuah kejadian menarik yang dialami oleh Oya dan Sumi. Mereka

    dengan polosnya mengarahkan lampu sein ke arah jalan tol, tetapi saat itu ada dua orang bapak-

    bapak yang menjaga jalan masuk ke arah tol dan dengan gamblangnya, salah satu bapak

    tersebut berteriak kepada Oya dan Sumi,

    2

  • Tol Ungaran, Mbak?!!, kata bapak itu sembari tetap mengatur lalu lintas.

    Iyaaa Pak! Ungaran!, polosnya Oya menjawab dengan tetap menjalankan motor

    untuk masuk ke arah tol.

    Yaaaa....motor gak boleh masuk laah!, kata bapak itu dan kemudian mereka

    diberhentikan olehnya.

    Hal lucu itulah yang kami dapatkan di awal perjalanan kami menuju kota Jepara. Tidak

    cukup sampai di situ keseruan lainnya yang kami lalui. Setelah sampai di Semarang pun kami

    mengalami insiden yang cukup menegangkan yakni memutari jalanan yang sama alias nyasar.

    Tetapi karena kita anak PLS yang cerdas maka kami bertanya kepada orang-orang sekitar dan

    kami pun mendapati jawaban yang berbeda-beda, padahal pertanyaanya sama, Arah ke Jepara

    ke mana yaa??. Hampir putus asa, karena tak menemui jalan yang kami tuju maka kami

    putuskan untuk terus melaju dan membiarkan roda motor terus menggelinding agar kami tak

    memiliki rasa putus asa tersebut. Dan pada akhirnya kami bertemu dengan seorang bapak yang

    baik sekali karena mau mengantar menuju jalan yang seharusnya kami lalui. Bapak tersebut

    berpesan untuk mengikuti jalan ke arah Surabaya. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih

    kepada beliau. Waktu sudah mulai sore, kami sudah meninggalkan kota Semarang dan

    perjalanan kami masih setengahnya. Selepas dari Semarang kemudian kami beristirahat dan

    beribadah di sebuah SPBU di pinggir jalan Semarang-Demak. Lepas 20 menit kami shalat

    Ashar dan beristirahat, selanjutnya kami tancap gas agar tidak kemalaman sampai di tujuan.

    Waktu itu kami sudah merasa sangat capek dan lelah sekali. Tapi perjalanan yang kita tempuh

    masih lama. Lalu kami gugah semangat yang ada di dalam diri kami dan melanjutkan

    perjalanan lagi, terasa semangat jiwa muda kami terbakar dan berapi-api. Bahkan di setiap kali

    kesempatan kami diperhatikan banyak orang karena plat motor kami AB. Tetapi pandangan

    mata mereka tidak terlihat meremehkan dan merendahkan tetapi kami dianggap tangguh, gila,

    super, dan mungkin hebat. Mata mereka menunjukan akan hal kekaguman pada kami dan inilah

    yang membuat kami terus bisa melajukan sepeda motor kami menuju tempat tujuan kami. Dan

    lagi-lagi kegigihan kami diuji kekuatannya, yakni jalan satu-satunya menuju Jepara ternyata

    sedang diperbaiki. Jalan yang ditempuh tidak semulus jalan dari saat kami berangkat. Jalannya

    sangat tidak nyaman untuk dipakai pejalan jauh seperti kami.

    3

  • Dari motor yang awalnya bersih dan kinclong setelah kami melewati jalanan tersebut

    motor yang kami tumpangi berubah wujud menjadi coklat berlumpur karena jalan di sana

    masih sebagian tanah sama seperti di daerah pegunungan ditambah lagi bercampur dengan air

    hujan semakin becek pula jalanan yang kami lalui. Jalan yang rusak tersebut cukup panjang

    yakni sekitar 20 kilometer. Sekitar sehabis adzan Maghrib kami berempat sampai di kota tujuan

    pertama yaitu kota Jepara. Kami beristirahat di depan gapura selamat datang sambil menunggu

    jemputan. Kami merasakan kesenangan yang luar biasa dan seakan kelelahan yang melanda

    sirna begitu saja karena kami telah berhasil sampai di tempat tujuan pertama, dan untuk

    menghilangkan kejenuhan menunggu kami sempatkan untuk berfoto dan makan apa aja yang

    tersisa hari itu di ransel kami. Sekitar pukul 18.24 WIB, kakak sepupu Sumi datang menjemput

    kami. Pada waktu Isya kami sudah sampai di rumah saudara Sumi yang akan menjadi tempat

    singgah pertama kami selama di Jepara. Di rumah tersebut tinggal kakak sepupu Sumi, istri

    dan kedua putrinya.

    Kebetulan rumah kakak sepupu Sumi tersebut berada tepat di depan masjid, jadi kami

    langsung sholat di sana. Saat shalat Isya selesai, sang imam memimpin dzikir atau doa seusai

    sholat. Nah, di sini saat kami merasakan kekhusyukan yang luar biasa dalam doa kami

    dikejutkan oleh kalimat dzikir yang terlontar dari sang imam yang membuat kami tidak tahan

    untuk tidak tertawa. Padahal kami masih duduk di antara jamaah putri lainnya yang merupakan

    masyarakat sekitar. Mereka pun menyadari bahwa kami menertawakan sang imam. Sang imam

    memimpin dzikirnya aneh sekali, dalam melafalkan kalimat Laailahailallah terdengar hanya

    melafalkan ilallah saja. Sehingga terdengar ilallah.. ilallah begitu dan seterusnya dengan

    irama dzikir. Menurut kami, hal itu kedengarannya masih asing