Organ Dan Sitem Pencernaan Manusia

download Organ Dan Sitem Pencernaan Manusia

of 42

  • date post

    14-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    69
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Organ Dan Sitem Pencernaan Manusia

Organ dan Sitem Pencernaan ManusiaAndreino Adythia Pause NIM : 10.2010.020 Kelompok : A4 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta Barat Alamat Korespondensi : Jalan Terusan Arjuna Utara No. 6, Jakarta Barat 11470 adythiapause@ymail.com

PendahuluanSetiap orang di dunia, bahkan setiap harinya, kadang tidak pernah melewati kegiatan ini, yaitu makan dan minum. Tidak ada orang yang tidak makan ataupun minum dalam kegiatan sehari-harinya,kecuali orang yang sedang diet, dan itupun dia pasti melakukan kegiatan ini,walaupun porsinya lebih sedikit dari yang seharusnya. Dengan kegiatan ini juga, kita bisa mendapatkan energi untuk setiap harinya. Tapi bagaimanakah makisme kerja dari sitem pencernaan kita,dan bagaimanakah makanan yang kita makan bisa di serap oleh tubuh kita? Di ulasan berikut akan kita bahas bagaimana kerja dari sistem pencernaan tubuh manusia

Page | 1

Rongga MulutRongga mulut merupakan pintu masuk yang mengawali sistem pencernaan. Secara makroskopik rongga mulut disusun oleh bibir, langit-langit atau palatum yang menjadi atap lengkung rongga mulut, lidah, serta gigi (lihat gambar 1). Rongga mulut dilapisi epitel berlapis gepeng, dengan lapisan tanduk atau tanpa lapisan tanduk, bergantung pada daerahnya.2,3Gambar 1. Rongga Mulut.4

Untuk daerah bibir, secara mikroskopik di bagi menjadi tiga area yaitu area cutanea yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan kulit pada permukaan tubuh, kemudian berlanjut pada area intermedia atau area merah bibir yang mengandung banyak kapiler darah. Area dalam bibir atau area mukosa bibir merupakan area terdalam dari bibir yang mengandung kelenjar dan otot lurik yang dapat membantu pergerakan dari bibir tersebut. Bagian langit-langit rongga mulut terdiri dari bagian yang keras terdiri dari tulang atau yang dikenal sebagai palatum durum. Serta bagian langit-langit yang lunak yang dikenal sebagai palatum mole. Lidah yang menjadi dasar rongga mulut merupakan suatu struktur berotot yang ditutupi oleh tonjolan-tonjolan yang dikenal sebagai papila. Pada lidah terdapat 4 jenis papila, yaitu papila filiformis yang berbentuk kerucut lancip, papila fungiformis yang ukurannya lebih besar, papila sirkumvalata yang jauh lebih besar daripada kedua papila sebelumnya dan terletak pada satu alur yaitu sulcus terminalis berjumlah sekitar 8 - 12 buah. Jenis terakhir adalah papila foliata yang kurang berkembang pada manusia (lihat gambar 2).

Page | 2

Gambar 2. Lidah.

4

Struktur terakhir yang menyusun rongga mulut adalah gigi, fungsi gigi adalah untuk memotong, merobek, dan menggerus makanan yang masuk kedalam tubuh agar menjadi substansi yang lebih halus sebelum dilanjutkan ke saluran pencernaan berikutnya. 2,5 Selain terjadi proses penghalusan makanan, pada rongga mulut makanan yang masuk ke dalam rongga mulut akan di lumasi oleh liur yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar liur pada rongga mulut yaitu kelenjar parotis, kelenjar

submandibularis, dan kelenjar sublingualis (lihat gambar 3). Masing-masing kelenjar ini menghasilkan sekret yang berfungsi untuk melumasi makanan serta berfungsi untuk proteksi.2Gambar 3. Kelenjar Air Liur4

OesophagusMakanan yang telah melewati rongga mulut selanjutnya akan diteruskan kedalam saluran pencernaan untuk dicerna lebih lanjut agar dapat diserap oleh tubuh sebagai nutrisi dan sumber energi tubuh. Bagian saluran pencernaan yang pertama dilalui makanan yang telah melewati rongga mulut adalah oesophagus. Oesophagus ini merupakan saluran berotot yang berfungsi meneruskan makanan dari rongga mulut ke lambung.2 Oesophagus masuk ke rongga abdomen melalui lubang yang terdapat pada diaphragma kemudian masuk ke gaster. Nervus vagus sinistra dan dextra masing-masing terletak pada permukaan anterior dan posterior oesophagus. Organ ini dipendarahi oleh cabang-cabang dari arteri gastrica sinistra. Sedangkan pembuluh baliknya di alirkan ke vena gastrica sinistra, cabang dari vena porta dan dipersarafi oleh nervus vagus pada bagian anterior maupun posteriornya serta cabang-cabang simpatis pars thoracalis truncus symphaticus.1Page | 3

Oesophagus dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Pada lapisan submukosa terdapat kelompok-kelompok kecil kelenjar pensekresi mukus, yaitu kelenjar esofagus dengan sekret yang memudahkan transport makanan dan melindungi mukosa oesophagus (lihat gambar 4).

Kelenjar Oesophageal

Gambar 4. Oesophagus.4 Lapisan otot oesophagus pada terdiri dari sel-sel otot polos; di bagian tengah terdapat campuran otot polos dan otot rangka dan di ujung proksimal, hanya terdapat sel-sel otot rangka. Secara anatomi tidak terdapat sphincter pada ujung bawah oesophagus. Namun lapisan sirkular otot polos pada daerah ini berperan secara fisiologis sebagai sebuah sphincter.

GasterMerupakan perluasan organ berongga yang terletak di antara oesophagus dan usus halus. Gaster (lambung) merupakan bagian saluran pencernaan yang melebar dan mempunyai tuga fungsi : (a) menyimpan makanan, (b) mencampur makanan dengan getah lambung untuk membentuk chymus yang setengah cair; dan (c) mengatur kecepatan pengiriman chymus ke usus halus sehingga pencernaan dan absorpsi yang efisien dapat berlangsung.

Page | 4

Gaster terletak di bagian atas abdomen, terbentang dari permukaan bawah arcus costalis sinistra sampai regio epigastrica dan umbilicalis. Secara kasar gaster berbentuk huruf J dan mempunyai dua lubang, ostium cardiacum pyloricum; dan dua ostium curvatura,

curvatura major dan curvatura minor; dan dua dinding, facies anterior dan facies posterior (lihat gambar 6).Gambar 5. Gaster http://rasyaogi.blogspot.com/2011/05/ anatomi-dan-fisologi-lambung.html

Curvatura minor membentuk pinggir kanan gaster dan terbetang dari ostium cardiacum sampai pylorus. Curvatura minor digantung pada hepar oleh omentum minus. Curvatura major jauh lebih panjang dibandingkan dengan curvatura minor dan terbentang dari sisi kiri ostium cardiacum, melalui kubah fundus, dan sepanjang pinggir kiri gaster sampai ke pylorus. Omentum majus membentang dari bagian bawah curvatura major hingga ke colon transversum. Ostium cardiacum merupakan tempat oesophagus masuk ke gaster. Walaupun secara anatomis tidak ada sphincter, tetapi terdapat mekanisme fisiologis yang mencegha regurgitasi isi lambung ke dalam oesophagus. Ostium pyloricum dibentuk oleh canalis pyloricus yang panjangnya sekitar 1 inchi. M. Sphinter pyloricum mengatur kecepatan pengeluaran isi gaster ke duodenum.1 Lambung merupakan organ campuran eksokrin-endokrin, yang mencerna makanan dan mensekresikan hormon. Secara umum, lambung memperlihatkan 4 daerah yaitu kardia, fundus, korpus dan pilorus. Karena struktur bagian fundus dan korpus identik secara

Page | 5

mikroskopik, hanya 3 daerah yang dapat dikenali secara histologis. Mukosa dan submukosa lambung yang kosong memperlihatkan lipatan-lipatan memanjang yang dikenal sebagai rugae. Mukosa lambung terdiri atas epitel permukaan yang berlekuk ke dalam lamina propia dengan kedalaman yang bervariasi, dan membentuk sumur-sumur lambung (foveola gastrika). Epitel yang menutupi permukaan dan melapisi lekukan-lekukan tersebut adalah epitel selapis silindris, dan semua selnya menyekresikan mukus alkalis. Bila mukus dilepaskan dari sel-sel ini, mukus akan membentuk lapisan gel tebal yang melindungi sel-sel tersebut dari pengaruh asam yang disekresi oleh lambung. Ke dalam sumur ini, dicurahkan isi kelenjar tubular bercabang (kardiak, korpus, dan pilorus) yang khas untuk setiap bagian lambung. Lamina propia lambung terdiri atas jaringan ikat longgar yang disusupi oleh sel otot polos dan sel limfoid. Yang memisahkan mukosa dari submukosa di bawahnya adalah selapis sel otot polos, yaitu muskularis mukosa. Kardia lambung adalah suatu pita melingkar yang sempit dengan lebar 1,5-3 cm, pada batas antara esofagus dan lambung. Mukosanya mengandung kelenjar kardia tubular simpleks atau bercabang. Bagian terminal kelenjar-kelenjar ini sering bergelung, dengan lumen yang besar. Kebanyakan sel sekresinya menghasilkan mukus dan lisozim (suatu enzim yang menyerang dinding bakteri), namun beberapa sel penghasil HCl juga dapat dijumpai. Fundus dan korpus lambung padaLamina propia fundus dan korpus dipenuhi kelenjar gaster (fundus) tubular bercabang, dan 3 sampai 7 buah kelenjar tersebut mencurahkan isinya kedalam dasar foveola gastrika. Distribusi sel-sel epitel dalam kelenjar gastrik tidak merata. Bagian leher kelenjar mengandung sel-sel induk (stem cell), sel mukus leher (mucous neck cell), dan sel parietal (oxyntic cell); dasar kelenjar mengandung sel parietal, sel zimogen (chief cell), dan sel enteroendokrin. Sel-sel induk (stem cell) memperlihatkan banyak gambaran mitosis, dan sebagian sel bergerak ke atas menggantikan sel-sel foveola dan sel mukosa permukaan, yang mempunyai waktu pergantian 4-7 hari. Sel anak lainnya bermigrasi lebih dalam ke kelenjar dan berdiferensiasi menjadi sel mukosa leher, sel parietal, sel zimogen dan sel enteroendokrin.

Page | 6

Kecepatan pergantian sel ini jauh lebih lambat daripada kecepatan pergantian sel mukosa permukaan. Sel mukosa leher (mucous neck cell) terdapat berkelompk atau sendiri-sendiri di antara sel-sel parietal di bagian leher kelenjar gaster. Sekresi mukusnya agak berbeda dari sekresi mukus yang berasal dari sekresi mukus yang berasal dari sel mukosa permukaan. Bentuknya tidak teratur, dengan inti di dasar sel dan granul sekresi di dekat permukaan apikal. Sel parietal (oxyntic cell) terutama berada di separuh atas kelenjar gaster, sel ini sedikit sekali dijumpai di bagian dasar sel. Bentuknya bulat atau berbentuk piramid, dengan satu inti bulat di tengah dan sitoplasma yang sangat eosinofilik. Sel parietal menyekresikan HCl (sebenarnya berupa H+ dan Cl-, sedikit elektrolit lain dan faktor-faktor intrinsik gaster. Ion H+ berasal dari pemecahan H2CO3, yang dihasilkan oleh kerja