Obat Pengatur Haid

download Obat Pengatur Haid

of 30

  • date post

    07-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    40
  • download

    5

Embed Size (px)

description

ok

Transcript of Obat Pengatur Haid

27

I. PENDAHULUANHaid merupakan proses alamiah yang dialami setiap wanita dewasa yang sehat dan normal. Namun terdapat beberapa keadaan yang memungkinkan seorang wanita untuk menunda haid atau memajukan haidnya karena berbagai alasan, salah satunya adalah karena kepentingan ibadah haji dan umrah. Pengaturan haid dilakukan karena ada beberapa ibadah yang tidak boleh dilakukan saat wanita sedang mengalami haid. Ibadah tersebut antara lain: thawaf, sholat, membaca Al Quran, puasa dan berdiam diri di masjid. Oleh karena itu, ibadah haji yang memerlukan waktu sekitar 40 hari, haji menjadi permasalahan bagi wanita muslim karena haid yang memiliki rata-rata siklus 21-35 hari tidak dapat dihindari oleh setiap wanita normal yang sehat. Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan cara mengatur sikus haid, yaitu memajukan atau memundurkan (menunda) haid dengan menggunakan preparat hormonal. 1-4 Mekanisme pengaturan haid dengan preparat hormonal adalah dengan menekan produksi hormon estrogen dan progesteron endogen (ovarium) melalui pemberian kombinasi hormon eksogen agar ovulasi tidak terjadi. Beberapa rejimen yang dapat diberikan untuk mengatur siklus haid meliputi pemberian progestin (turunan progesteron ataupun testosteron), penggunaan kontrasepsi oral kombinasi hormon estrogen dan progestin, serta pemberian agonis gonadotropin releasing hormone (GnRH). Pemberian preparat tersebut tidak mengakibatkan infertilitas permanen dan haid dapat kembali terjadi setelah rejimen pengaturan siklus haid dihentikan. 1-4 Pengaturan haid saat haji dan umrah akan memberikan hasil lebih baik apabila dilakukan pengaturan siklus haid minimal 3 (tiga) bulan sebelumnya. Pengaturan siklus haid, baik memajukan maupun menunda haid, dilakukan dengan harapan haid terjadi beberapa saat sebelum ibadah haji dimulai. Pemilihan preparat untuk pengaturan haid tetap perpegang pada prinsip mudah, rasional, efektif, efisien, dan murah. Noretisteron sebagai salahsatu jenis progestin dipilih karena mudah didapat dan aman serta efektivitas yang tinggi dalam pengaturan haid.5-6 Telah menjadi tanggung jawab para dokter ahli kebidanan dan kandungan untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan reproduksi terutama mengenai pengaturan haid bagi para calon jemaah haji wanita agar haid tidak menjadi halangan beribadah haji. Pada referat ini akan dibahas lebih lanjut mengenai penggunaan noretisteron dalam pengaturan haid pada saat haji dan umrah.

II. PENGATURAN HAID MENURUT PANDANGAN ISLAM DAN KAITANNYA DENGAN IBADAH HAJI DAN UMRAHA. Perbedaan darah Haid dan Istihadah Menurut IslamDarah haid adalah perdarahan yang terjadi akibat keluarnya endometrium yaitu sel-sel yang membentuk lapisan dalam uterus. Haid normal akan terjadi pada setiap wanita sehat, siklusnya sekitar 21-35 hari sekali, lamanya 3-6 hari, jumlahnya sekitar 2-6 pembalut perhari dan tidak disertai rasa nyeri. Sedangkan darah istihadah adalah perdarahan dari saluran reproduksi wanita akibat penyakit seperti mioma, polip dan kelainan pembekuan darah. Perdarahan akibat pemberian rejimen penundaan haid yang benar digolongkan dalam darah istihadah. Oleh karena itu wanita yang mengalami perdarahan ini dapat mengerjakan semua ibadah dengan tetap menjaga dan memelihara kebersihannya.1,3,7 Dari Aisyah ra berkata, Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadah, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya : Darah haid itu berwarna hitam dan dikenali. Bila yang keluar seperti itu, janganlah sholat. Bila sudah selesai, maka berwudhulah dan lakukan sholat.7,8,9

Gambar 1: Sumber Perdarahan Pervaginam (Istihadah) Dikutip dari Netter 10

B. Hukum Tawaf Wanita HaidHaid dapat terjadi kapan saja dalam rangkaian ibadah haji. Pada saat menjelang ihram di miqat, ketika di Makkah ketika akan tawaf umrah bagi haji tammatu, tawaf qudum bagi haji ifrad, atau haji qiran. Juga sangat mungkin terjadi haid menjelang tawaf ifadhah, sedang tawaf ifadhah, sesudah tawaf ifadhah, menjelang tawaf wada, dan bahkan ketika sedang thawaf wada. Di antara tawaf tersebut yang merupakan rukun haji adalah tawaf ifadhah, maka kalau hal ini bersamaan dengan datangnya haid dan jemaah haji/umrah wanita tersebut segera pulang ke tanah air, akan menimbulkan kecemasan, maka untuk menjawabnya perlu dasar hukum tawaf bagi wanita haid ini. Jika haid terjadi sesudah tawaf ifadhah, menjelang atau di saat melakukan tawaf wada maka yang bersangkutan boleh tidak melakukan tawaf, tetapi haid yang terjadi menjelang dan atau pada saat mengerjakan tawaf ifadhah, tidak boleh meneruskan tawafnya sehingga suci atau berakhir haidnya. Ia harus menunggu sampai suci baru melakukan tawaf ifadhah. Sampai berapa lama, ia menunggu di Makkah sehingga ia dapat tawaf, para ulama berbeda pendapat, sebagaimana telah diterangkan sebelumnya tentang batas waktu awal dan yang akhir bagai tawaf ifadhah. Jika menunggu berakhirnya haid itu harus sampai 15 hari, maka hal ini bisa menimbulkan banyak masalah, seperti habisnya bekal nafaqah atau habisnya masa berlakunya paspor dan lain-lain, ia boleh pulang ke tanah air dengan status tahallul awal, sesudah memungkinkan ia kembali ke Makkah untuk tawaf.9,11,12 Dalil-dalil yang berkaitan mengenai ibadah haji dan umrah bagi wanita haid dan upaya untuk mengatur datangnya haid antara lain: Dari Aisyah ra : berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Bila kamu mendapat haid, lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf disekililing kabah hingga kamu suci. 9,11,12 Wanita yang sedang haid tidak dilarang melakukan kegiatan manasik haji, seperti wukuf di Arafah, mabit di Mudzalifah, melontar jumrah, kecuali tawaf di sekitar Baitullah. Dari segi hukum syari wanita yang sedang haid itu dilarang salat, puasa dan tawaf. Tentang ihram dan tawaf haji ini sebenarnya sudah ada petunjuk teoritis dan praktis dari Nabi Muhammad SAW. Masalahnya kalau haid itu terjadi pada saat yang bersangkutan akan melakukan tawaf ifadhah atau tawaf umrah bagi haji tamattu, sampai hari tarwiyah belum tawaf karena terhalang haid yang baru dialami, padahal masa haid itu antara orang yang satu dengan yang lain tidak sama. Kalau hal ini menimpa pada wanita dari Indonesia, misalnya, yang terikat dengan rombongan transportasi pemulangan jamaah padahal yang bersangkutan biasanya masa haidnya minimal 7 hari tentu hal ini menimbulkan masalah bagi dirinya dan mungkin penyelenggara perjalanan haji. 9,11,12C. Hukum Penundaan Haid dengan Obat Menurut Pandangan IslamSolusi agar seluruh jemaah haji wanita usia reproduksi dapat menjalankan seluruh ibadah haji adalah melalui pengaturan haid, yaitu dengan cara memajukan dan memundurkan haid sesuai dengan jadwal dan kebutuhan selama menunaikan ibadah haji. Cara tersebut dapat tercapai dengan memberikan beberapa obat hormonal yang menekan haid. 1-6 Hingga saat ini masih terdapat perbedaan pendapat mengenai hukum minum obat penunda haid atau pencegah haid, namun sebagian besar ulama memperbolehkan obat tersebut dengan syarat bahannya terbuat dari zat yang halal dan tidak berbahaya bagi yang mengkonsumsi obat tersebut. 9,11 Penggunaan obat memang disyariatkan dalam Islam, maka timbul pertanyaan apakah haid itu penyakit sehingga diperlukan obat untuk menundanya, padahal haid itu merupakan sunatullah atas diri wanita. Apakah hal itu tidak berarti mengubah sunatullah? Apakah penundaan haid itu tidak bertentangan dengan syariah? Kalau tidak bagaimana caranya? sebab kalau bertentangan dengan syariat tentu dilarang, lalu apa obatnya? Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuwan meneliti penunda haid dengan menggunakan obat-obatan. Dan, ini sudah berjalan lama. Pada masa Nabi sampai pada masa Imam-Imam Mujtahidin, belum ada obat penunda haid, supaya dapat melaksanakan semua amalan-amalan haji, termasuk dalam tawaf. 9,11 Jadi tidak ada nash yang menunjukkan boleh dan tidaknya menunda kedatangan haid, maka penundaan haid ini merupakan masalah ijtihadiyah, yang pemecahannya dengan ijtihad. Ijtihad ini mengenal manhaj atau metode yang bermacam-macam. Masalah sementara yang bisa ditarik dari penundaan haid adalah dapat melaksanakan amalan haji tanpa kendala, udzur syari yang berupa haid. 9,11 Pengaturan haid dapat dilakukan dengan cara menunda atau memajukan haid tersebut. Haid dapat ditunda dengan pemberian sediaan yang mengandung hormon seks wanita. Salah satu di antaranya adalah dengan menggunakan hormon progesteron. Penundaan haid dengan cara ini secara tidak langsung mempengaruhi sistem endokrinologi reproduksi manusia, sehingga pada penggunaan yang tidak rasional dapat mengganggu siklus haid. Penundaan itu hendaknya hanya dilakukan bila benar-benar dianggap perlu, seperti pada saat menunaikan ibadah haji. Penggunaan terapi hormonal diperbolehkan karena ada fatwa Majelis Ulama Indonesia tanggal 12 Januari 1979 menyebutkan bahwa penggunaan obat anti haid untuk kesempurnaan ibadah haji hukumnya adalah mubah. 1-9,11

III. FARMAKOLOGI NORETISTERONA. Nama KimiaNoretisteron atau noretindron 17 -Ethynyl-17 -hydroxy-4-estren-3-oneFormula: C20H26O2Berat molekul : 298.419 g/mol

(17)-17-ethynyl-17-hydroxy-4-estren-3-one;(8R,9S,10R,13S,14S,17S)-17-ethynyl-17-hydroxy-13-methyl-1,2,6,7,8,9,10,11,12,14,15,16-dodecahydrocyclopenta[a]phenanthren-3-one

Gambar 2: Struktur dan nama kimia Noretisteron Dikutip dari: Katzung 14Nama dagang: Primolut NTM, RegumenTM, NorelutTM,AnoreTM,

B. Sejarah Penemuan NoretisteronKemajuan Penting di bidang kimia organik sintetik salah satunya adalah sintesis senyawa 19-nor, merupakan progestin yang pertama kalinya aktif secara oral pada awal tahun 1950-an oleh Carl Djerassi, yang mensintesis noretisteron di Syntex. Penemuan inilah yang akhirnya mengarahkan pada perkembangan kontrasepsi oral yang efektif. 14 Golongan 19-nortestosteron lebih bersifat progestasional daripada androgenik. Analog 19-nortestosteron seperti noretisteron, noret