Nyeri Jaras

download Nyeri Jaras

of 26

  • date post

    02-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    54
  • download

    6

Embed Size (px)

description

nyeri

Transcript of Nyeri Jaras

  • NyeriMentari 1010211018

  • DefinisiSuatu pengalaman sensorik & emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang sudah/ berpotensi terjadi. (International Association for the Study of Pain)*Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Rangsangan nyeri dimulai dari reseptor nyeri (nociseptor) yang bereaksi terhadap rangsangan:Mekanik: pukulan, trauma, cubitan, dll.Termal: tersiram air panas, es, hawa dingin.Kimiawi: zat-zat iritan (asam, bahan-bahan kimia) ataupun yang berasal dari tubuh sendiri.

  • Proses FisiologikCedera jarTranduksi nyeriTransmisi nyeriModulasi nyeriPersepsi nyeriProses rangsangan yang menganggu Aktivitas listrik di Reseptor nyeriProses penyaluran impuls nyeri dari tempt transduksi saraf perifer Terminal di Medulla Spinalis & jar neuron pemancar yg naik dari Medulla Spinalis OtakAktivitas saraf mel jalur saraf desendens dari otak yg dapat mempengaruhi transmisi nyeri setinggi Medulla SpinalisFaktor kimiawi/ aktivitas di nyeri aferen primerPengalaman subjektif nyeri yang bagaimanapun juga dihasilkan o/ aktivitas transmisi nyeri oleh saraf**

  • HeatColdIntenseForceMechanicalHeatColdPainAutonomic ResponseWitdrawal Reflex

    Nociceptor sensory neuronNOCICEPTIVE PAINNoxius Pheripheral StimuliSpinal cordBrain

  • *Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005*

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • *Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005*

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • *Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005*

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • *Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005*

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Teori NyeriTeori spesifitasTeori, pola,/ penjumlahanTeori kontrol gerbangTeori Endorfin-Enkefalin**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Teori spesifitasDescartesBerjalan dari Reseptor nyeri spesifik mel alui jalur neuroanatomi tertentu ke pusat nyeri di otak Hubungan antara stimulus dan respon nyeri bersifat langsung & invariabelPrinsip1. Reseptor somatosensorik2. Tujuan perjalanan neuron aferen primer & jalur asenden**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Teori, pola,/ penjumlahan**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005GoldscheiderPenjumlahan input sensorik kulit di sel tanduk dorsal Pola khusus impuls saraf yg memicu nyeriLivingstoneKonsep penjumlahan sentralTerbentuk sirkuit serat saraf dlm kelompok interneuron spinal setelah suatu cedera Nyeri dapat berlanjut tanpa suatu stimulasi

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Teori kontrol gerbang**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005Variasi perspesi nyeri terhadap stimulasi yg identikKontrol (-) Kontrol (+)Serat A- & A- Serat A- & C Sel di Substansia GelatinosaKornu dorsalis MD OtakPerasaan & respons NyeriSistem modulasi nyeri desendensSistem aksi

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Teori Endorfin-Enkefalin**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005Ditemukannya Reseptor opiat terutama di daerah PAG, nukleus rafe medial & kornu dorsalis MSGol enkefalin-endorfin DinorfinAntagonis narkotik (Nalokson)Narkotik eksogen (morfin)

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • **Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Nyeri akut VS kronik**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    KarakteristikNyeri AkutNyeri KronikAwitan & durasiAwitan mendadakDurasi singkat < 6 blnAwitan bertahap; menetapDurasi > 6 blnIntensitasSedang-parahSedang-parahKausaSpesifik; Dapat diidentifikasi secara biologisMungkin jelas, mungkin tidak

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Nyeri akut VS kronik**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    KarakteristikNyeri AkutNyeri KronikRespons fisiologikHiperaktivitas autonom yg dapat diperkirakan: TD, Nadi, & NapasDilatasi pupilKepucatanPerspirasiMual &/ muntahAktivitas autonom NormalRespons emosi/ perilakuCemas; tidak mampu berkonsentrasi; gelisah; mengalami distress tetapi optimis bahw anyeri akan hilangDepresi dari kelelahan; imobilitas/ inaktivasi fisik; Menarik diri dari lingkungan sosial, tidak melihat harapan akan kesembuhan, Memperkirakan nyeri akan berlangsung lamaRespons Trhdp analgesikMeredakan nyeri secara efektifSering kurang dpt meredakan nyeri

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Nyeri Somatik Superfisial (Kulit) Nyeri yg berasal dr struktur superfisial kulit & jaringan subkutisEtiologi: Rangsangan mekanis, suhu, kimiawi/ listrikSifat nyeri berdenyut (Pembuluh Darah terlibat) Kulit memiliki banyak saraf sensorik**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Nyeri Somatik DalamNyeri yg berasal dr otot, tendon, ligamen, tulang, sendi, & arteriStruktur nya memiliki kurang Reseptor nyeri Lokalisasi nyeri sering tidak jelas.Nyeri dirasakan difus dari pada nyeri kulit & cenderung menyebar ke daerah sekitarnya.

    **Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • **Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Jenis nyeri berdasarkan etiologiKarakteristikNyeri akibat cedera akut pada sendiLokalisasi nyeri jelas, rasa tertusuk, terbakar, berdenyut Nyeri akibat peradangan kronik sendi (artritis)Nyeri pegal-tumpul yang disertai seperti tertusuk apabila sendi bergerakNyeri tulang- Asal dari stimulasi nyeri di periosteum - Lokasi relatif kurang jelas- Rasa pegal-tumpul/ linuNyeri otot rangka Lokalisasi < jelas Rasa pegal-tumpul/ kram Menghebat saat otot berkontraksi dlm keadaan iskemia

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Nyeri viseraNyeri yang berasal dari organ tubuh.Reseptor nyeri visera jarang dibanding nyeri somatik & terletak di otot polos organ berongga (Lambung, kandung empedu, sal empedu, ureter, VU) & di kapsul organ padat (Hati, pankreas, ginjal)**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Nyeri AlihNyeri yang berasal dari salah satu daerah di tubuh tetap dirasakan terletak di daerah lain.**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Pola Umum Nyeri alih**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Tempat patologi visera/ rangsangan yang mengganguDaerah permukaan nyeri alihDiafragmaDermatom C3-C5: Nyeri di daerah bahu/ leher ipsilateralJantungDermatom C3-t5: Nyeri substernum yang menyebar ke punggung, ke bawah ke bagian dalam lengan (biasanya kiri) & kadang leher & rahangHati-kandung empeduDermatom T5-T9: Nyeri di batas costae kanan yg menyebar ke punggung/ bahu kananLambungDermatom T5-T9: Nyeri epigastriumApendiks-usus halusDermatom T9-T11: Nyeri periumbilikus

    Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

  • Pola Umum Nyeri alih**Patofisiologi vol 2.Konsep klinis proses-proses penyakit.Sylvia A.price,Lorraine M wilson.ed6.Jakarta:EGC.2005

    Tempat patologi viser