Nutrisi Fix

download Nutrisi Fix

of 35

  • date post

    15-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    124
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Nutrisi Fix

PEMICU Sally berumur 18 bulan. Saat lahir, dia tidak bisa mentolerir formula susu sapi. Setiap minum susu menyebabkan diare dan muntah. Dokter anak merekomendasikan ibunya untuk beralih ke formula hidrosilat kasein yang ditoleri oleh Sally dengan baik. Dalam waktu 2 bulan dia menderita eczema yang telah diobati dengan krim steroid. Susu sapi diperkenalkan ketika Sally berumur 12 bulan. Gejala pada kulit sangat meningkat. Ketika telur dan selai kacang diperkenalkan, dia bersin, edema pada mata, urtikaria, gatal-gatal pada kulit dan diare. Orang tua Sally tidak menyadari bagaimana mencari sumber telur dan kacang, sehingga Sally dilarikan ke unit gawat darurat. Reaksi terakhir jauh lebih intens. Dokter keluarganya mendiagnosis bahwa dia alergi terhadap telur dan kacang, dan telah mengirimnya ke ahli alergi yang tersertifikasi dan seorang ahli gizi.

I.

Klarifikasia.

Intoleransi susu: Intoleransi susu adalah gangguan penyerapan laktosa yang disebabkan oleh karena defisiensi laktose dalam usus halus.

b. Casein hyrosilate: Protein yang terdiri dari molekul-molekul peptide rantai pendek

mulai dari peptide sampai dengan oktapeptida dan asam amino yang dapat dicerna dan di serap usus halus. c. d.e.

Eczema: inflamasi pada kulit yang biasanya diakibatkan oleh alergi Urtikaria: suatu kelainan yang terbatas pada superficial kulit berupa bintilan (wheal) yang berbatas jelas dikelilingi daerah eritematosus. Alergi: Sebuah reaksi yang dilakukan tubuh terhadap masuknya sebuah "benda asing"

I.

Keyword a. b. c. d. e. Intoleransi susu Diare Eczema Urtikaria Alergi telur dan kacang

I.

Rumusan masalah Apa pengaruh intoleransi dan alergi makanan terhadap sistem imun Sally?

II. Analisis Masalah1

Ditoleri Diagnosis: : Riwayatdengan bulan: : PemeriksaanUtama: Sally,Saat 12bulan: Penatalaksanaan Keluhan Dalam 2 Umur lahir: Diagnosa: 18 Pengganti Etiologi: terdahulu Penukarterhadaphidrosilat baikIntoleransisusu sapisusu Bersin-bersin ekzema dan Diperkenalkan dengan Alergi formula telur Telur dan selai kacang Susu makanan bulan diberiTimbul laktosa formula Edukasi dalam muntah Edema gejala pada kulit selai mata kasein sapi pada kacang diare dan melihat label makanan Urtikaria meningkat Gatal-gatal pada kulit Diare

2

I.

Hipotesis Intoleransi dan alergi makanan dapat menyebabkan malnutrisi yang dapat mensupresi sistem imunnya.

VI. Learning Issue VI.1Jenis-jenis Susu, Kandungan dan Manfaatnya VI.1.1 Air Susu Ibu A. Definisi Air susu ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan garamgaram anorganik yang disekresi oleh kelenjar air susu ibu. Penelitian telah membuktikan bahwa ASI merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi sampai usia 6 bulan. WHO menganjurkan pemberian ASI eksklusif, yakni bayi diberi ASI selama 6 bulan pertama tanpa mendapat tambahan apapun. Selama ASI eksklusif pemantauan tumbu kembang bayi harus dilakukan rutin tiap bulan baik posyandu atau di rumah sakit. ASI adalah standar utama banyak susu formula bayi. Makanan utama dan pertama bagi bayi adalah ASI, khususnya ASI eksklusif tidak dapat digantikan oleh susu manapun mengingat komposisi ASI yang sangat ideal dan sesuai kebutuhan bayi disetiap saat serta mengandung zat kekebalan yang penting mencegah timbulnya penyakit. Air susu ibu unik, spesifik, dan merupakan cairan nutrisi yang kompleks yang terdiri dari kandungan imunologis dan faktor pertumbuhan. Keunikan kandungan ASI sesuai perubahan kebutuhan bayi selama pertumbuhan dan perkembangan. Berdasarkan waktu diproduksi, ASI dapat dibagi menjadi 3 yaitu: 1) Kolostrum Kolostrum merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar mama yang mengandung jaringan debris dan sisa - sisa material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar mamaria sebelum dan segera sesudah melahirkan anak. Kolostrum3

disekresi oleh kelenjar mamaria dari hari pertama sampai hari ketiga atau keempat, dari masa laktasi. Komposisi kolostrum dari hari ke hari berubah dan merupakan cairan kental yang ideal yang berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan ASI matur. Kolostrum juga merupakan suatu laxatif yang ideal untuk membersihkan mekoneum usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi untuk menerima makanan selanjutnya. Kandungan protein kolostrum lebih tinggi dibandingkan ASI matur, tetapi berbeda dengan ASI matur dimana protein yang utama adalah kasein, pada kolostrum protein yang utama adalah globulin, sehingga dapat memberikan daya perlindungan tubuh terhadap infeksi. Kolostrum juga lebih banyak mengandung antibodi dibandingkan ASI matur yang dapat memberikan perlindungan bagi bayi sampai 6 bulan pertama. Kadar karbohidrat dan lemaknya jika dibandingkan lebih rendah dibandingkan dengan ASI matur. Total energi lebih rendah dibandingkan ASI matur yaitu 58 kalori/100 ml kolostrum. Dan mengandung vitamin larut lemak lebih tinggi, namun vitamin larut dalam air dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari pada ASI matur . 2) Air Susu Masa Peralihan (Masa Transisi) ASI ini merupakan ASI peralihan dari kolostrum menjadi ASI matur. Disekresi dari hari ke-4 hingga hari ke-10 dari masa laktasi, tetapi ada pula yang berpendapat bahwa ASI matur baru akan terjadi pada minggu ke-3 hingga ke-5. ASI transisi ini memiliki kadar protein semakin rendah, sedangkan kadar lemak dan karbohidrat semakin tinggi, dan volumenya semakin meningkat. 3) ASI matur adalah ASI yang disekresi pada hari ke-10 dan seterusnya, yang memiliki komposisi relatif konstan, tetapi sebagian peneliti berpendapat bahwa baru pada minggu ke-3 sampai ke-5 ASI komposisinya baru konstan. ASI matur merupakan makanan yang dianggap aman bagi bayi, bahkan ada yang mengatakan pada ibu yang sehat ASI merupakan makanan satu-satunya yang diberikan selama 6 bulan pertama bagi bayi.

4

A. Kandungan

B. Manfaat 1) ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. 2) Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan. 3) Laktoferin yaitu sejenis protein yang merupakan komponen zat kekebalan yang mengikat zat besi di saluran pencernaan. 4) Lisosim, enzim yang melindungi bayi terhadap bakteri (E. coli dan salmonella) dan virus. Jumlah lisosim dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.5) Sel darah putih pada ASI pada 2 minggu pertama lebih dari 4000 sel

per mil. Terdiri dari 3 macam yaitu: Brochus-Asociated Lympocyte Tissue (BALT) antibodi pernafasan, Gut Asociated Lympocyte Tissue (GALT) antibodi saluran pernafasan, dan Mammary Asociated Lympocyte Tissue (MALT) antibodi jaringan payudara ibu.6) Faktor bifidus, sejenis karbohidrat yang mengandung nitrogen,

menunjang pertumbuhan bakteri lactobacillus bifidus. Bakteri ini menjaga keasaman flora usus bayi dan berguna untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan.(1) VI.1.1 Susu Sapi A. Definisi

5

Air susu sapi adalah suatu hasil sekresi mamalia sebagai nutrisi anaknya. Air susu merupakan produk alam yang memiliki gizi yang lengkap. Air susu mengandung protein, lemak, karbohidrat, air, garam anorganik dan vitamin. Secara fisik, air susu sapi terdiri dari tiga fase yang berlainan: pertama larutan berair yang berkesinambungan (serum susu) dan terdispersi di dalamnya, kedua bola-bola lemak yang amat kecil dan ketiga adalah partikel-partikel padat yang mempunyai ukuran lebih keci1 (misel) disebut kasein. Kasein merupakan golongan yang penting dari protein-protein susu, hampir lebih dari tiga perempat nitrogen dalam susu. B. Kandungan

C. Manfaat1) Protein susu sapi terdiri dari kasein sebanyak 78%. Kasein

merupakan protein utama dalam susu yang terpengaruh oleh perubahan pH. Jika pH susu menjadi sekitar 4,6 atau lebih rendah maka kasein akan menjadi tidak stabil atau terdenaturasi sehingga akan terkoagulasi (menggumpal) dan membentuk gel. Kasein penting dikonsumsi karena mengandung komposisi asam amino yang dibutuhkan tubuh.6

2) Vitamin B1 atau yang sering disebut tianin sangat berperan dalam

reaksi-reaksi dalam tubuh yang menghasilkan energi.3) Vitamin B2, merupakan pigmen yang banyak terdapat pada susu,

baik pada susu sapi susu manusia, maupun susu kedelai. Fungsinya untuk mencegah beri-beri dan glosittis.4) Vitamin A membantu kelancaran fungsi organ penglihatan dan

pertumbuhan tulang.5) Besi, berfungsi membawa oksigen dan karbonmonoksida di tubuh.(2)

VI.1.1 Susu Kedelai A. Definisi Kedelai adalah minuman berkrim seperti susu yang dibuat dengan cara merendam dan menghaluskan kedelai dengan air. Susu kedelai ini juga dibuat dengan cara menambah air pada tepung kedelai. Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut. Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai.Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya. Selaitu susu kedelai juga mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. B. Kandungan

7

C. Manfaat1) Protein, berguna untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan yang rusak,

penambah imunitas tubuh. Protein pada susu kedelai te