Newsletter Maret 09

download Newsletter Maret  09

of 34

  • date post

    24-May-2015
  • Category

    Education

  • view

    712
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Newsletter Maret 09

  • 1. 2009 Edisi : 03 /Maret 2009 Lembaga Penelitian, Pendidikan

2. Edisi; 03/Maret 2009PengantarHari Perempuan Sedunia dan Pemilu Legislatif D i tengah hingar bingarHariPerempuanSeduniadirayakanuntuk kehidupan politik menjelangmengarahkan perhatian dunia terhadap berbagai masalah Pemilu Legislatif tanggal 9yang dihadapi perempuan. Masih banyak hal yang perludiperjuangkan.Diperlukan dukungan terhadap upaya April,boleh dikata gaungHaribersama demi tercapainya persamaan hak bagi perempuan, Perempuan Sedunia tahun ini hampir tak menghilangkan diskriminasi, mengatasi persoalan terdengar. Tidak banyak suratkabar kesehatan,pendidikan,kemiskinan,meningkatkan memberitakannya. Tidak juga adaketerwakilan di parlemen, dan sebagainya. laporan khusus sebagaimana lazim Dalam konteks Pemilu Legislatif, merujuk kepada dipraktekkan suratkabar menjelang hari penjelasan mengapa Hari Perempuan Sedunia dirayakan, penting tertentu.salah satu isu yang relevan disoroti adalah keterwakilanperempuan di parlemen. Dengan kata lain, keterwakilan Tapi, apakah ada kaitan antara perempuan di parlemen penting dijadikan wacana publik. Hari Perempuan Sedunia dan PemiluSebagaimana dikemukakan Dr Dewi H Susilastuti Legislatif, sehingga atas dasar itu jurnalis(Kedaulatan Rakyat, 18/02/09), meski tidak ada jaminan bisa merancang suatu laporan bermaknabahwa perempuan anggota parlemen akan memperjuangkan untuk pengembangan wacana publik?hak-hak perempuan, namun kehadiran mereka secaraberangsur-angsur akan mempengaruhi budaya parlemen.Mengutip hasil penelitian UNIFEM (New York Times,18/9/08), ditemukan ada korelasi yang tinggi antara jumlah wakil Wacana Keterwakilanrakyat perempuan di parlemen dan banyaknya kebijakan yang pro perempuan. 2Edisi : 03/Maret 2009 3. Edisi; 03/Maret 2009Meningkatnyajumlah pemilu mendatang jumlah perempuan yang menjadi anggotaperempuan menjadi caleg dalam Pemilu parlemen akan meningkat? Berapa yang sudah, berapa yangLegislatif sekarang ini membersitkanharapan bahwa apa yang dikemukakan belum?Dr. Dewi H Susilastuti tersebut akanmenjadi kenyataan. Persoalannya, tidak Pemilih Perempuanada jaminan bahwa melalui Pemilu Persoalan lain yang juga tak kalah menarik untukLegislatif mendatang jumlah perempuandikembangkan menjadi wacana adalah preferensi pemilihyang terpilih menjadi anggota parlemen perempuan. Dengan keputusan MK yang menetapkan hanyaakan meningkat.caleg peraih suara terbanyak yang berhak memperoleh kursi di parlemen, berarti caleg perempuan harus bekerja keras Memang, dalam UU No.agar mereka dikenal pemilih dan agar sebanyak-banyaknya10/2008 tentang Pemilu Legislatifpemilih memberi suara kepada mereka.terdapat ketentuan tentang perlakuan Sehubungan dengan itu, beberapa pertanyaan berikutkhusus (affirmative action) sebagaimanabisa diajukan: Apakah caleg perempuan bisa berharap akandiatur dalam Pasal 5 (d) yangmendapat dukungan dari pemilih perempuan? Seperti apamensyaratkan, partai politik (parpol)persepsi pemilih perempuan terhadap caleg perempuan?dapat mendaftar sebagai peserta pemilu Apakahpemilih perempuan sadar bahwa upayabila menyertakan surat keterangan dari meningkatkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatifpenguruspusat parpoltentangharus didukung dengan memberi suara kepada calegpenyertaan keterwakilan perempuanperempuan?sekurang-kurangnya30persen.Persepsi pemilih perempuan terhadap calegSelanjutnya juga disebutkan daftar calon perempuan ditentukan oleh sejauh mana pengenalan merekayang diajukan parpol memuat paling terhadap sang caleg. Dengan asusmsi pemilih perempuansedikit 30persen keterwakilanakan memilih caleg perempuan jika yang disebut belakanganperempuan. ini akan memperjuangkan hak perempuan, muncul pertanyaan seberapa banyak caleg perempuan secara Akan tetapi, ketentuan itu hanya ekplisit menyatakan akan memperjuangkan hak perempuanmengatur kuota untuk daftar calon. Jelastidak ada sangkut pautnya dengan kuota kalau terpilih menjadi anggota parlemen?kursi di parlemen. Dari sini jurnalis bisaAda tidaknya kesadaran pemilih perempuan untuk mendukungmengajukan pertanyaan kritis: Apakah upaya peningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen denganketentuan afirmatif itu bagi partai hanyauntuk memenuhi persyaratan menjadi memberi suara kepada caleg perempuan, merupakan hasil pendidikanpeserta pemilu? Apakah partai pesertapolitik terhadap pemilih perempuan. Apakah ada partai politik yangpemilu sudah menjadikan ketentuanmenyelenggarakan pendidikan politik bagi pemilih perempuan? Sepertiafirmatif sebagai kebijakan partai,apa pendidikan politik tersebut? Seberapa banyak caleg perempuan ikutsehingga bisa diharapkan melalui hasil dalam upaya pendidikan politik bagi pemilih perempuan?3Edisi : 03/Maret 2009 4. Edisi; 03/Maret 2009KepedulianDengan news tip itu, Hari Perempuan Sedunia tidakKebijakan afirmatif dalam upaya lagi disikapi jurnalis semata-mata sebagai peristiwapeningkatan keterwakilan perempuan di perayaan, melainkan dijadikan sebagai news peg (cantelan)parlemen adalah ujud keberpihakan yangdalam merancang suatu laporan bermakna untuktumbuh dari kepedulian. Hari Perempuanpengembangan wacana publik mengenai keterwakilanSedunia dirayakan untuk menumbuhkan perempuan di parlemen melalui Pemilu Legislatif.kepedulian tersebut. Salah satu topik tulisan edisi newsletter kali iniKepedulian yang sama juga memaparkan bagaimana suratkabar memberitakan calegdiharapkan dimiliki pers, yang kemudian perempuan pada Pemilu Legislatif mendatang.terinternalisasi menjadi kepedulianjurnalis. Berbekal kepedulian itu, jurnalis Selain itu, ada laporan tentang Kantor Berita Suaraakan mampu melihat bahwa dalamNusa, yang didirikan oleh PKBI Yogyakarta. Kantor berita inikonteks Pemilu Legislatif mendatang,akan memasok berita tentang keluarga berencana,masalah keterwakilan perempuan di kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, kesetaraan gender, danparlemen adalah news tip yangmasalah lain yang dihadapi kaum perempuan. Pendiriandisodorkan Hari Perempuan Sedunia.Kalau jurnalis cukup jeli, newstipkantor berita ini dilatarbelakangi keprihatian bahwa selamaitu juga bisa ditemukan lewat kejadianini seringkali berita tentang masalah terkait yang ditulis olehmedia massa masih penuh dengan bias atau kekeliruan.lain. Sebagai misal, diberitakan bahwaDengan memanfaatkan berita yang dipasok kantor berita ini,United Nations Development Programmeinformasi yang disampaikan media masa kepada khalayak(UNDP) memberikan US$2 juta khususakan terhindar dari bias maupun kekeliruan.untuk mendukung keterwakilan paracalonanggotalegislatif(caleg) Tulisan tentang berita suratkabar dan kebencanaanperempuan. Dantersebut akan juga bisa disimak dalam edisi ini. Tulisan lain yang patutdigunakan untuk mendukung upaya disimak adalah ulasan buku berjudul Media, Jurnalisme, danpendidikan politik pemilih perempuanBudaya Populer. Selamat membaca. (rondang pasaribu)dalam upaya meningkatkan keterwakilanperempuan di parlemen. (BisnisIndonesia, 3/03/09) 4Edisi : 03/Maret 2009 5. Edisi; 03/Maret 2009Sekilas InfoTalk Show Kesehatan Reproduksi Rifka Annisa Pada 8 Maret lalu Redaksi Newsletter mengikuti talk show Kesehatan ReproduksiPerempuan yang diselenggarakan oleh Rifka Annisa Womens Center di Jogja ExpoCenter, Yogyakarta. Talk show yang bertema I Love My Body, Rawatlah Tubuhmu ini, dilatari olehkesehatan reproduksi yang sering terabaikan karena perempuan lebih memikirkan bagaimanamenjadi cantik dengan melangsingkan tubuh atau membuat kulit lebih putih. Acara inimenghadirkan Inggrid Wijanarko sebagai moderator dan narasumber Iga Mawarni, RiekeRoeslan, dr. Hasto Wardoyo, Sp Og dan Nur Hasyim dari Rifka. Cantik, yang menurut Nur Hasyim adalah persoalan kekuasaan atau siapa yangberkuasa. Konsep cantik sengaja dibuat oleh laki-laki bahwa kemudian perempuan cantik ituberkulit putih, tinggi langsing dan sebagainya.Lain halnya dengan Dr, Hasto yang mengatakan bahwa cantik tidak abadi. Kontrakkecantikan perempuan biasanya hanya sampai berusia 51 tahun. Setelah itu, akibatberkurangnya hormon estrogen dan terjadinya osteoporosis pada perempuan, lambat launsecara fisik perempuan tidak lagi cantik. Sedangkan Iga Mawarni melihat bahwa konsep kecantikan sebaiknya dengan ukuransendiri. Paradigma cantik harus melaui ukuran diri sendiri dan bukan dari ukuran orang lain.Begitu juga dengan Rieke Roeslan yang melihat kecantikan bukan dari fisik tetapi darisemangatnya, karena tidak semua orang cantik menurut orang lain.Acara dihadiri sekitar 300-an peserta yang terdiri dari sebagian besar perempuanYogyakarta. Namun beberapa media juga ikut hadir pada acara tersebut. Antusias para pesertaterlihat ketika akan memasuki ruang acara. Dengan sedikit berdesakan kala mengisi daftar5Edisi : 03/Maret 2009 6. Edisi; 03/Maret 2009hadir dapat disebabkan karena dua sisi, dapat karena tema talk show atau juga karenanarasumber artis yang menjadi daya pikat peserta.Pertanyaan peserta yang tidak hanya seputar tema yang ditawarkan tetapi jugamerembet ke info kawin cerai artis yang lagi ngetren. Beruntung Inggrid sang moderator mampumenyeleksi pertanyaan-pertanyaan, sehingga acara tersebut tetap berada di koridornya. (ismayprihastuti)Diskusi Pemilu di LP3YSiang menjelang sore sekitar pukul 14.30 di gedung LP3Y lantai dua berlangsungdiskusi dengan tema Rubrik Pemilu dan Kritisme bagi Calon Pemilih. Sebagai pembicaraadalah staf profesional LP3Y, Agoes Widhartono dengan moderator Ismay Prihastuti. Meski diskusi dihadiri oleh beberapa LSM dan media cetak, namun diskusi sangatefektif. Terlihat ketika pemaparan hasil penelitian kecil-kecilan yang dilakukan pembicaraterhadap beberapa suratkabar yang punya rubrik pemilu. Dalam paparannya Agus mengemukakan bahwa realitas yang terjadi pembaca tidakmendapatkan apa-apa dari rubrik tersebut. Pada rubrik pemilu yang di dalam sub rubrik yangdiberi nama Kontestan pada harian Kedaulatan Rakyat misalnya, hanya berisi nama-nama danfoto caleg. Kecenderungan suratkabar tersebut isinya lebih pada advetorial ketimbang beritatentang parpol tersebut.Menu