New Seven Tools

of 36/36
BAB II TUGAS AKADEMIK 2.1. Judul Penggunaan seven tools dalam Pengendalian Kualitas Produk pada Pabrik Gula Sei Semayang PT. Perkebunan Nusantara II. 2.2. Latar Belakang Permasalahan Suatu perusahaan tidak akan pernah lepas dari adanya konsumen dan produk yang dihasilkan. Konsumen tentu berharap agar produk yang dibelinya memiliki kualitas yang terjamin. Pengendalian kualitas pada perusahaan manufaktur ataupun jasa sangatlah diperlukan. Oleh sebab itu, perusahaan harus dapat menjaga kualitas produk yang dihasilkannya agar dapat diterima oleh kosumen. Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan proses produksi yang terjaga dengan baik agar tidak II-1
  • date post

    29-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    50
  • download

    2

Embed Size (px)

description

New Seven Tools

Transcript of New Seven Tools

II-2

BAB II

TUGAS AKADEMIK2.1. Judul

Penggunaan seven tools dalam Pengendalian Kualitas Produk pada Pabrik Gula Sei Semayang PT. Perkebunan Nusantara II.2.2. Latar Belakang Permasalahan

Suatu perusahaan tidak akan pernah lepas dari adanya konsumen dan produk yang dihasilkan. Konsumen tentu berharap agar produk yang dibelinya memiliki kualitas yang terjamin. Pengendalian kualitas pada perusahaan manufaktur ataupun jasa sangatlah diperlukan. Oleh sebab itu, perusahaan harus dapat menjaga kualitas produk yang dihasilkannya agar dapat diterima oleh kosumen.Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan proses produksi yang terjaga dengan baik agar tidak menghasilkan produk yang rusak. Walaupun proses-proses produksi telah dilaksanakan dengan baik, namun pada kenyataannya masih ditemukan terjadinya kesalahan-kesalahan dimana kualitas produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar atau produk mengalami kerusakan. Untuk itulah pengendalian kualitas dibutuhkan untuk meminimalisir adanya produk yang rusak agar perusahaan tidak mengalami kerugian, baik dari segi waktu yang terbuang untuk proses produksi ataupun dari segi keuangan.Pabrik gula sei semayang merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan gula pasir dan hingga saat ini merupakan salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Pabrik gula sei semayang selalu menjaga kualitas produk yang dihasilkannya, namun masih saja terdapat produk yang rusak. Oleh sebab itu, peneliti akan menganalisa faktor tersebut untuk mengurangi produk cacat di masa yang akan datang.2.3. Rumusan PermasalahanBerdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan permasalahan yang diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Jenis kerusakan apa saja yang terjadi pada produk yang dihasilkan oleh pabrik gula sei semayang2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan pada produk yang dihasilkan oleh pabrik gula sei semayang.3. Apakah pelaksanaan pengendalian kualitas pada pabrik gula sei semayang berada dalam batas kendali.2.4. Tujuan Pemecahan MasalahTujuan penelitian ini adalah:1. Menganalisis jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada produk yang dihasilkan oleh pabrik gula sei semayang.2. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kerusakan/ kecacatan pada produk yang dihasilkan oleh pabrik gula sei semayang.

3. Untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas di pabrik gula sei semayang dalam upaya meminimalkan tingkat kerusakan produk.2.5. Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah yang dilakukan meliputi:1. Metode yang digunakan dalam pengukuran adalah metode Seven Tools.2. Produk yang menjadi objek penelitian adalah gula pasir.2.6.Asumsi-asumsi yang DigunakanAsumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Proses produksi yang berlangsung pada perusahaan dianggap berjalan dengan lancar sesuai prosedur yang tetap.2. Tidak ada perubahan kebijakan yang mendasar di dalam organisasi.2.7.Metodologi Pemecahan MasalahMetodologi pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah:

2.8. Landasan Teori

2.8.1. Pengertian Kualitas

Karakteristik lingkungan usaha saat ini ditandai oleh perkembangan yang cepat dari segala bidang yang menuntut kepiawaian manajemen dalam mengantisipasi segala perubahan yang terjadi dalam aktivitas ekonomi dunia. Ada tiga ciri gambaran perubahan yang banyak didengungkan untuk menghadapi lingkungan tersebut, yaitu kesementaraan, keanekaragaman, dan kebaruan.Ada banyak sekali defenisi dan pengertian kualitas, yang sebenarnya defenisi atau pengertian yang satu hampir sama dengan defenisi atau pengertian yang lain. Pengertian kualitas menurut beberapa ahli antara lain:

Juran (1962): Kualitas adalah kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya.

Crosby (1979): Kualitas adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability, delivery, reliability, maintainability, dan cost effectiveness.

Deming (1982): Kualitas harus bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan sekarang dan di masa mendatang.

Feigenbaum (1991): Kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance, dimana produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Perbendaharaan istilah ISO 8402 dan dari Standar Nasional Indonesia (SNI 19-8402-1991): Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakteristik produk atau jasa yang kemampuannya dapat memuaskan kebutuhan, baik yang dinyatakan secara tegas maupun tersamar.

Istilah kualitas memang tidak terlepas dari manajemen kualitas yang mempelajari setiap area dari manajemen operasi, dari perencanaan lini produk dan fasilitas sampai penjadwalan dan memonitor hasil. Kualitas merupakan bagian dari semua fungsi usaha yang lain (pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, gudang, dan lain-lain). Dalam kenyataannya, penyelidikan kualitas adalah suatu penyebab umum yang alamiah untuk mempersatukan fungsi-fungsi usaha.2.8.2. Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas merupakan suatu sistem verifikasi dan penjagaan/perawatan dari suatu tingkat/derajat kualitas produk atau proses yang dikehendaki dengan perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus menerus serta tindakan korektif bilamana diperlukan. Jadi pengendalian kualitas tidak hanya kegiatan inspeksi ataupun menentukan apakah produk itu baik (accept) atau jelek (reject).Pengendalian kualitas dilakukan mulai dari proses input informasi/bahan baku dari pihak marketing dan purchasing hingga bahan baku tersebut masuk ke pabrik dan bahan baku itu diolah di pabrik (fase transformasi) yang akhirnya dikirim ke pelanggan.

Menurut Dr. Juran, pendekatan terhadap pengendalian kualitas melibatkan beberapa aktivitas berikut:

1. Mengevaluasi performansi aktual.

2. Membandingkan yang aktual dengan sasaran.3. Mengambil tindakan atas perbedaan antara yang aktual dan sasaran.

2.8.3. Tujuan Pengendalian Kualitas

Tujuan dari pengendalian kualitas menurut Sofjan Assauri adalah :

1. Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar kualitas yang telah ditetapkan.2. Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.

3. Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakan kualitas produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin.

4. Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin.

Tujuan utama pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan jaminan bahwa kualitas produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dengan mengeluarkan biaya yang ekonomis atau serendah mungkin.2.8.4. Perkembangan Ruang Lingkup Mutu

Sejak globalisasi menjadi pembicaraan hangat dan merebut perhatian banyak kalangan tidak terbatas hanya para pebisnis tetapi juga para akademisi, semua meyakini bahwa mutu adalah kunci penyelesaian atas sebagian besar masalah yang ditimbulkan oleh perubahaan global tersebut. Defenisi mutu kemudian bermunculan masing-masing mengacu pada perkiraan intensitas persaingan yang dipandang sangat menguntungkan para pelanggan. Salah satu pendapat tentang mutu yang hampir semua pihak tidak berbeda pandangan ialah peningkatan mutu pada setiap organisasi bukanlah kegiatan terpisah atau program yang berdiri sendiri tetapi harus terintegrasi secara baik dengan seluruh kegiatan lain.Perjalanan sejarah manajemen mutu pada perusahaan juga mengajarkan bahwa perkembangan selera konsumen dari waktu ke waktu telah membuat konsep dan metode perbaikan mutu menjadi usang, walaupun pada kelahirannya sangat dikagumi. Hal ini terlihat dari sejarah perkembangan manajemen mutu (mulai dari awal produsen menyadari pentingnya unsur mutu diperhatikan dalam membuat dan menyerahkan produk kepada pelanggan) hingga masa kini.

2.8.5. Pengendalian Mutu Terpadu

Pengendalian terpadu terhadap mutu (total control of quality) seperti dijelaskan oleh namanya ialah keterpaduan kegiatan dalam pengendalian mutu. Pengendalian terpadu berkenaan dengan keterpaduan semua kegiatan yang mempengaruhi tingkat mutu yang diinginkan, sedangkan mutu terpadu adalah keterpaduan semua faktor yang masuk dalam dimensi mutu misalnya faktor ukuran, warna, berat, daya tahan, kelenturan, dan lain-lain dalam proses pengendalian (control of total quality).Seperti telah dijelaskan sebelumnya, yang dimaksud dengan mutu terpadu ialah semua keinginan dan harapan pelanggan terhadap kinerja produk yang diterimanya tercermin dalam keempat indikator di atas. Pada prinsipnya tidak ada perbedaan mendasar tentang implementasi pengendalian mutu terpadu pada sektor manufaktur dan jasa karena walaupun tidak identik tetapi langkah-langkahnya tidak berbeda (Kelada, J.N, 1997). Sistem pengendalian mutu terpadu sebagai bagian dari proses manajemen pada dasarnya memberikan jawaban yang akurat terhadap what, who, how, where, when, dan how many.2.8.6. Manajemen Mutu Terpadu

Pengelolaan mutu yang dimaksud meliputi serangkaian kegiatan-kegiatan dengan tujuan-tujuan yang diperoleh melalui penggunaan sumber daya yang ada secara optimum. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan penjaminan bahwa para manajer harus melakukan fungsi-fungsi tersebut untuk menghasilkan produk atau jasa, memenuhi persyaratan mutu yang ditentukan, tepat waktu dan biaya yang wajar (reasonable/ the best possible cost).

1. Perencanaan meliputi penetapan komponen-komponen mutu dan alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukannya. Kegiatan perencanaan mencakup identifikasi mitra internal sepanjang aliran proses produksi, pengguna akhir produk, menemukenali kebutuhan dan harapan mereka serta merumuskan apa yang harus dilakukan untuk memenuhi harapan tersebut.

2. Pengorganisasian meliputi penetapan struktur administrasi dan alokasi sumber daya untuk setiap produk dan jasa yang akan dihasilkan serta penyusunan sistem dan metode yang dibutuhkan untuk mendapatkan mutu yang telah ditetapkan pada fase perencanaan.

3. Pengarahan berkaitan dengan semua aspek manusia dalam manajemen, yaitu memotivasi dan memobilisasi personil, memberikan dukungan, membangun leadership, menggunakan gaya manajemen yang kondusif (management style) untuk mencapai tujuan mutu, mengatasi konflik yang timbul di tempat kerja dan lain-lain.

4. Pengendalian berkenaan dengan pendeteksian penyimpangan serta melakukan tindakan perbaikan.

5. Penjaminan mutu meliputi semua langkah dan kegiatan pencegahan untuk menjamin bahwa mutu yang diinginkan dapat dihasilkan.2.8.7. Tanggung Jawab pada Kualitas

Setiap industri produksi dan banyak industri jasa mempunyai fungsi jaminan kualitas yang resmi. Tanggung jawab organisasi ini membantu manajemen umum dan manajemen produksi dalam memberikan jaminan kualitas untuk produksi perusahaan itu. Khususnya, fungsi jaminan kualitas adalah gudang teknologi yang berisi keterampilan dan sumber daya yang diperlukan untuk membuat produk dengan kualitas yang dapat diterima pasar.

Beberapa tanggung jawab fungsional tertentu adalah:1.Perencanaan, pemasaran, dan penjualan produk.

2.Teknik perkembangan. Bertanggung jawab untuk rancangan produk yang asli.

3.Teknik produksi. Bertanggung jawab untuk memilih proses produksi.

4.Pembelian. Bertanggung jawab untuk pemilihan penjual.

5.Pengujian dan pemeriksaan. Bertanggung jawab untuk pengukuran kualitas bahan dan suku cadang yang masuk.

Sebagai akibat dari tuntutan konsumen yang meningkat akan kualitas, dan pengembangan produk baru, banyak teknik dan praktik jaminan kualitas yang ada perlu diubah seperlunya. Akhirnya, biaya kualitas menjadi sangat tinggi. Secara singkat, tantangan kualitas yang dihadapi industri adalah untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, memodernkan praktik kualitas modern, dan melakukan pengurangan yang cukup besar dalam biaya kualitas.

2.8.8. Delapan Langkah Pemecahan Masalah

Dalam pemecahan ataupun penyelesaian suatu masalah ada delapan langkah yang dapat ditempuh yang merupakan penjabaran dari siklus Plan, Do, Check, dan Action yang disebut dengan Delapan Langkah Penyelesaian Masalah, seperti terlihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Siklus Delapan Langkah Pemecahan MasalahSiklus di atas digunakan untuk membantu dalam memecahkan masalah. Penjelasan dari Gambar 2.1. akan diuraikan sebagai berikut:1. Tentukan tema

Tema diambil sesuai dengan prioritas masalah problema yang ada diperusahaan dan yang akan diselesaikan. Pengajuan usul ataupun saran tema dapat berasal dari atas unit kerja lain dari unit kerja atau kelompok kerja itu sendiri. Kemudian tentukan tema yang sudah terarah sehingga penyelesaian dapat dilakukan dengan baik, jelas, dan tidak terlalu luas.

2. Tentukan problemnya

Dilakukan beberapa analisa:

a. Ukuran apa yang dapat dilakukan untuk menunjukan adanya problema dan kumpulkan data yang diperlukan.b. Stratifikasi data yang ada dari berbagai segi dan buat diagram, grafik sehingga dapat memberi gambaran yang jelas.c. Tentukan problema pada data yang sudah distratifikasi.d. Kelompokan problema yang ada.3. Cari penyebabnya

Daftarkan semua penyebab yang mungkin dan teliti, pastikan sebab yang paling mungkin dan paling berpengaruh.

4. Rencanakan penanggulangannya

Pelajari dan pilih cara penanggulangan yang efektif terhadap penyebab utama dengan mengajukan pertanyaaan dengan 5W.

5. Laksanakan

Pelaksanaan penanggulangan harus sesuai dengan rencana penanggulangan.6. Teliti hasilnya

Teliti hasil yang diperoleh, apakah ada akibat lain, dan jika ada, maka kembali ke langkah ketiga.

7. Standarisasi

Digunakan unutk mencegah timbulnya persoalan yang sama. Setelah hasil dicapai harus dibuat standar masing-masing.

8. Masalah yang masih ada

Bila masih terdapat masalah kembali ke langkah yang pertama untuk menyelesaikan masalah tersebut.2.8.9. Pengendalian Kualitas dengan Seven ToolsFungsi tujuh alat pengendalian kualitas adalah untuk meningkatkan kemampuan perbaikan proses, sehingga akan diperoleh:

1. Peningkatan kemampuan berkompetisi.

2. Penurunan cost of quality dan peningkatan fleksibilitas harga.

3. Meningkatkan produktivitas sumber daya.

Adapun maksud dan tujuan penggunaan seven tools adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui masalah.

2. Mempersempit ruang lingkup masalah.

3. Mencari faktor yang diperkirakan merupakan penyebab.

4. Memastikan faktor yang diperkirakan menjadi penyebab.

5. Mencegah kesalahan akibat kurang hati-hati.

6. Melihat akibat perbaikan.

7. Mengetahui hasil yang menyimpang atau terpisah dari hasil lainnya.

Proses penyelesaian masalah dan perbaikan kualitas dengan menggunakan seven tools dapat membuat proses penyelesaian masalah menjadi lebih cepat dan sistematis. Seven tools dapat digunakan dengan profesional untuk memudahkan proses perbaikan kualitas.

Konsep seven tools berasal dari Kaoru Ishikawa, ahli kualitas ternama dari Jepang. Menurut Ishikawa, 95% permasalahan kualitas dapat diselesaikan dengan seven tools. Kunci sukses untuk memecahkan masalah ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, menggunakan pendekatan seven tools berdasarkan masalah dasar, mengkomunikasikan solusi secara tepat kepada yang lain. Untuk memecahkan masalah sebaiknya dimulai dengan menggunakan pareto diagram dan cause-effect diagram sebelum mencoba menggunakan alat yang lain. Dua alat ini digunakan secara luas oleh team perbaikan kualitas.

Adapun ketujuh alat pengendalian kualitas tersebut adalah:

1. Pareto DiagramPareto Diagram dibuat untuk menemukan atau mengetahui masalah atau penyebab yang merupakan kunci dalam penyelesaian masalah dan perbandingan terhadap keseluruhan. Dengan mengetahui penyebab-penyebab yang dominan maka kita akan bisa menetapkan prioritas perbaikan. Perbaikan pada faktor penyebab yang dominan ini akan membawa pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan penyelesaian penyebab yang tidak berarti.Langkah-langkah pembuatan Pareto Diagram adalah sebagai berikut:

a. Kumpulkan data dan susun data berdasarkan jumlah yang paling besar ke yang paling kecil/ tentukan jumlah kumulatifnya.

b. Gambar grafik dengan sumbu-Y sebagai jumlah data dan sumbu-X sebagai kategori data dan digambar dengan skala tepat.

c. Gambarkan diagram batang pada sumbu-X sesuai kategori data dan jumlahkan mulai dari jumlah data terbesar hingga yang terkecil.

d. Dengan menggunakan tabel kumulatif gambar grafik kumulatifnya.

Setelah didapat diagram pareto maka dapat kita simpulkan kategori yang paling dominan dari tiap kategori. Skala presentase kumulatif pada saat digunakan harus sesuai dengan dolar atau skala frekuensi seperti 100% harus disamakan nilainya sebagai dolar atau frekuensi total. Penggunaan dari diagram pareto adalah proses yang tidak pernah berakhir. Diagram pareto adalah suatu alat untuk peningkatan kualitas yang kuat. Ini dapat diaplikasikan untuk mengidentifikasikan masalah dan pengukuran dari suatu tingkat kemajuan.

Gambar 2.2. Pareto Diagram2. Cause and Effect Diagram (Diagram Sebab Akibat)

Diagram ini dikenal dengan istilah diagram tulang ikan (fish bone diagram) yang diperkenalkan pertama kalinya oleh Prof. Kaoru Ishikawa (Tokyo University) pada tahun 1943. Diagram ini berguna untuk menganalisis dan menemukan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan di dalam menentukan karakteristik kualitas output kerja. Di samping itu juga diagram ini berguna untuk mencari penyebab-penyebab yang sesungguhnya dari suatu masalah. Dalam hal ini metode sumbang saran (brainstorming method) akan cukup efektif digunakan untuk mencari faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan kerja secara detail.

Untuk mencari faktor-faktor penyebab terjadinya penyimpangan kualitas hasil kerja, maka orang akan selalu mendapatkan bahwa ada 5 faktor penyebab utama yang signifikan yang perlu diperhatikan, yaitu:

a. Manusia (Man)

b. Metode Kerja (Work method)

c. Mesin atau peralatan kerja lainnya (Machine/Equipment)

d. Bahan-bahan baku (Raw material)

e. Lingkungan kerja (Work environment)

Diagram ini berguna dalam:

1. Menganalisis kondisi aktual untuk tujuan suatu produk atau peningkatan kualitas pelayanan, mengefisiensikan penggunaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), dan pengurangan biaya-biaya yang tidak perlu.

2. Mengeliminasi kondisi-kondisi yang menyebabkan ketidakseragaman produk atau pelayanan, dan keluhan pelanggan.

3. Standarisasi dari keberadaan dan usul-usul terhadap operasi.

4. Pendidikan dan pelatihan personel-personel yang ada di dalam pengambilan keputusan.

Gambar 2.3. Cause and Effect Diagram3. Stratification (Stratifikasi/ Pengelompokan Data)

Stratification merupakan usaha pengelompokkan data ke dalam kelompok-kelompok yang mempunyai karakteristik yang sama. Kegunaan stratification adalah:

a. Mencari faktor-faktor penyebab utama kualitas secara mudah.

b. Membantu pembuatan Scatter Diagram.c. Mempelajari secara menyeluruh masalah yang dihadapi.

Memperbaiki kerusakan adalah pekerjaan yang sulit jika tidak ada stratification data. Kriteria stratification yang efektif adalah:

a. Jenis kerusakanb. Sebab kerusakanc. Lokasi kerusakand. Materiale. Produkf. Tanggal membuatnyag. Kelompok kerjah. Operator perorangani. Supplier bahanj. Supplier suku cadang4. Check Sheet (Lembar Pemeriksaan)Check Sheet merupakan alat praktis yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelompokkan, dan menganalisis data secara sederhana dan mudah. Tujuan utama dari check sheet adalah untuk memastikan bahwa data dikumpulkan dengan hati-hati dan teliti dengan mengoperasikan pegawai untuk pengendalian proses dan pemecahan masalah. Data seharusnya disajikan agar dapat digunakan dengan mudah dan cepat dan dianalisis. Format dari check berbeda-beda untuk setiap situasi dan desain oleh tim proyek. Pemeriksaan dibuat berdasarkan harian dan mingguan dan beberapa pemeriksaan seperti temperatur juga diukur. Terdapat 2 jenis check sheet yang dikenal dan umum dipergunakan untuk keperluan pengumpulan data, yaitu:a. Production process distribution check sheetCheck sheet ini dipergunakan untuk mengumpulkan data yang berasal dari proses produksi atau proses kerja lainnya. Output kerja sesuai dengan klasifikasi yang telah ditetapkan dimasukkan dalam lembar kerja, sehingga akhirnya secara langsung akan dapat diperoleh pola distribusi yang terjadi.

Gambar 2.4. Check Sheet Distribusi Proses Produksi

b. Defective check sheetUntuk mengurangi jumlah kesalahan atau cacat yang ada dalam suatu proses kerja maka terlebih dahulu kita harus mampu mengidentifikasikan jenis kesalahan yang ada dan presentasenya. Setiap kesalahan biasanya akan diperoleh dari faktor-faktor penyebab yang berbeda sehingga tindakan korektif yang tepat harus diambil sesuai dengan jenis kesalahan dan penyebabnya tersebut.Tabel 2.1. Check Sheet untuk Defective ItemKecacatanJumlah KecacatanTotal

SompelIIII4

RetakIII3

WarnaII2

5. Histogram (Diagram Batang)

Histogram adalah salah satu metode statistik untuk mengatur data sehingga dapat dianalisis dan diketahui distribusinya. Histogram merupakan tipe grafik batang dimana sejumlah data dikelompokkan ke dalam beberapa kelas dengan interval tertentu. Setelah jumlah data dalam setiap kelas (frekuensi) diketahui, maka dapat dibuat histogram dari data tersebut. Dari Histogram ini dapat terlihat gambaran penyebaran data apakah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

Gambar 2.5. Histogram Kecacatan Produk Batako6. Scatter Diagram (Diagram Pencar)

Scatter Diagram digunakan untuk melihat korelasi (hubungan) dari suatu faktor penyebab yang berkesinambungan terhadap suatu karakteristik kualitas hasil. Pada umumnya apabila kita membicarakan tentang hubungan antara dua jenis data, kita sesungguhnya berbicara tentang:

a. Hubungan sebab akibat.

b. Suatu hubungan antara satu dan lain sebab.

c. Hubungan antara satu sebab dengan dua sebab lainnya.

Gambar 2.6. Scatter Diagram7. Chart (Peta Kontrol/ Bagan Kendali)

Control Chart merupakan suatu grafik yang digunakan untuk menentukan suatu proses berada dalam keadaan stabil atau tidak. Apabila suatu proses berada dalam batas kontrol, maka porses dikatakan dalam batas kendali (stabil). Bagan ini menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu tapi tidak menunjukkan penyebab penyimpangan, walaupun adanya penyimpangan akan terlihat pada bagan pengendalian tersebut. Bagan ini merupakan grafik garis dengan mencantumkan batas-batas daerah pengendalian.Control Chart yang paling lazim digunakan adalah:a. Control Chart untuk variabel

Control Chart untuk variabel digunakan untuk pengukuran data variabel. Data yang bersifat variabel diperoleh dari hasil pengukuran dimensi, seperti berat, panjang, tebal, dan sebagainya. Control Chart untuk variabel ini terdiri dari:a. X ChartPeta ini menggambarkan variasi harga rata-rata (mean) dari suatu sampel lot data (data yang diklasifikasikan dalam kelompok-kelompok) yang ditarik dari suatu proses kerja.

b. R ChartPeta ini menggambarkan variasi dari range sample lot data yang ditarik dari suatu proses kerja.c. S ChartPeta ini menggambarkan variasi standar deviasi dari suatu sampel lot data yang ditarik dari suatu proses kerja.

b. Control Chart untuk atribut

Control Chart untuk atribut digunakan untuk karakteristik kualitas yang tidak mudah dinyatakan dalam bentuk numerik. Biasanya tiap objek yang diperiksa diklasifikasikan sebagai sesuai atfau tidak sesuai dengan spesifikasi. Control chart untuk atribut ini terdiri dari:a. p ChartPeta ini menggambarkan bagian yang ditolak karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Untuk membuat peta p ini dapat digunakan rumus-rumus sebagai berikut:

dan

b. np ChartPeta ini menggambarkan banyaknya unit yang ditolak dalam sampel yang berukuran konstan. Untuk membuat peta np ini dapat digunakan rumus-rumus sebagai berikut:

dan

c. c ChartPeta ini menggambarkan banyaknya ketidaksesuaian atau kecacatan dalam sampel berukuran konstan. Satu benda yang cacat memuat paling sedikit satu ketidaksesuaian, tetapi sangat mungkin satu unit sampel memiliki beberapa ketidaksesuaian, tergantung sifat dasar keandalannya. Untuk membuat peta c ini dapat digunakan rumus sebagai berikut:

dan

d. u ChartPeta ini menggambarkan banyaknya ketidaksesuaian dalam satu unit sampel dan dapat dipergunakan untuk ukuran sampel tidak konstan. Untuk membuat peta u ini dapat digunakan rumus-rumus sebagai berikut:

dan

Identifikasi masalah dan perumusan masalah

Studi Lapangan

Pengumpulan Data

Konsultasi Pembimbing

Pengadaan Studi Kepustakaan

Pengolahaan Data

Kesimpulan dan Saran

Analisa dan Evaluasi Data

Selesai

Mulai

Studi Literatur

Observasi

Indranata, Iskandar. 2008. Pendekatan Kualitatif Untuk Pengendalian Kualitas. Jakarta: UI Press. h. 33-36

Besterfield, Dale H. 1998. Quality Control. Edisi Kelima. New Jersey: Prentice-Hall International, Inc. h. 1-12.

Assauri, Sofjan. 1998. Manajemen Operasi dan Produksi. Jakarta: LP FE UI. h. 210

Sinulingga, Sukaria. 2008. Pengantar Teknik Industri. Cetakan Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu. h. 128-129

Ibid. h. 158-163

Montgomery, Douglas C. 1990. Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. h. 20-26

Ginting, Rosnani. 2007. Sistem Produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu. h. 302-320

II-1

_1379404472.unknown

_1379404476.unknown

_1412594276.vsdManusia

Kurang keahlian

Peralatan tidak Memadai

Peralatan

Bahan Baku

Metode Kerja

Lingkungan Kerja

Suasana bising

Sirkulasi Udara kurang

WC IV

Ruangan panas

Kurang teliti

Pelubang kertas yang kurang tajam

Kurang sistematis

Tidak ada perencanaan

Susah memasukkan kertas

Jarak lubang kertas yang berdekatan

Cover binder yang tidak tahan terhadap air

_1446614887.vsd1. Tentukan objektif / tema

2. Tentukan masalahnya

3. Cari penyebabnya

4. Rencanakan penanggulangannya

5. Laksanakan penanggulangannya

8. Masalah yang ada

7. Standarisasi

6. Teliti hasilnya

_1379404478.unknown

_1379404479.unknown

_1379404480.unknown

_1379404477.unknown

_1379404474.unknown

_1379404475.unknown

_1379404473.unknown

_1379404470.unknown

_1379404471.unknown

_1379404469.unknown