New Microsoft Word Document

Click here to load reader

  • date post

    09-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    133
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of New Microsoft Word Document

BAB I PENDAHULUAN1.1.Latar BelakangPraktikum Biologi ini dilaksanaka hari jumat pada pukul :14.30 WIB . di laboratorium biologi fakultas kedokteran hewan .Kegiaran praktikum ini dilakukan supaya ,mahasiswa dapat mengetahui ,memahami dan dapat membuktikan berbagai macam pengamatan sifat fisik sel tumbuhan,sel hewaan,sel mati maupun sel hidup baik prosesnya serta pengamatan fotosintesis dan respirasi Laporan praktikum ini saya susun sebagai pertanggung jawaban sekaligus untuk mengevaluasi kelemahan dan kekurangan saya selama melaksanakan praktikum sebagai bahan rujukan pengamatan selanjutnya

1.2.TujuanTujuan laporan ini dibuat adalah sebagai bahan untuk menjelaskan proses dari plaksanaan,hasil yang telah di capai dalam pelaksanaan praktikum biologi di fakultas kedokteran hewan universitas syiah kuala.Adapun praktikum yang di lakukan bertujuan supaya mahasiswa dapat memehami dan membedakan antara proses dipusi,osmosis,tekanan turgol dan plasmolisis.Serta dapat mengidentifikasi berbagai pengamatan serta mahasiswa juga dapat membuktikan bahwa pada fotosintesis menghasilkan oksigen dan prses respirasi membutuhkan oksigen.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1.DifusiDifusi dapat terjadi karena gerakan acak kontinu yang menjadi cirri khas semua molekul yang tidak terikat dalam suatu zat padat. (JOHN W. KIMBALL.1772) Difusi merupakan proses pemindahan zat dari tempat bertekanan atau berkonsentrasi tinggi ke tempat yang konsentrasinya rendah. Pada tumbuhan proses ini sering dilakukan pada penyerapan gas baik melalui stomata maupun akar. (PRAWIRIHARTONO.S.1988) Difusi merupakan perpindahan molekul-molekul suatu zat dari tempat yang konsentrasi zat tinggi ke tempat konsentrasi zat rendah. Baik melalui membrane atau tidak. Jadi molekul yang keluar dari sel akibat konsentrasi didalam sel yang lebih tinggi dari pada keluar sel juga merupakan peristiwa difusi. (ARMS.KAREN.1988) Dalam larutan kita kenal adanya zat terlarut dan pelarut oleh sebab itu kita kenal pula adanya dua potensial kimia, yakni potensial zat kimia terlarut dan potensial pelarut (porensial air atau porensial air) nilai porensial kimia air dan nilai potensial kimia dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu: Konsentrasi zat terlarut Suhu Tekanan Bahan-bahan yang mudah ditepati air.(MOH.AMIEN.1977)

Difusi adalah perpindahan zat (gas, padat atau cair)dari larutan yang konsentrasinya tinggi(hipertonis) ke larutan yang konsentrasinya rendah (hipotonis) Sehingga konsentrasi larutan menjadi sama (isotonis) Peristiwa difusi sangat penting dalam proses pengangkutan pada mahluk hidup.

Laju difusi tergantung dari: Perbedaan konsentrasi Ukuran molekul Suhu Muatan dan daya larutan molekul tersebut dalam lemak.

Contoh difusiJika sedikit gula ditaruh dalam segelas air, gula itu akan larut dan molekul gula berdifusi dan tersebar merata di dalam cairan. Contoh lain adalah hewan bersel satu,O2 diambil dari lingkungannya cukup dengan difusi. Pada sel hidup terjadi difusi karena membrane sel permeabel yang bersifat selektif..(http//id.wilkepedia Drs(wiki/osmosis).

2.2 OsmosisPerpindahan air melalui membrane permeable selektif dari dari baian yang lebih encer kebagian yang lebihpekat.Merupakan suatu fenomena alami.Tapi dapat menghambat secara bantuan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi lebih encer. Pada dasarnya osmosis masih termasuk peristiwa difusi. Dalam peristiwa osmosis yang bergerak melalui membran semi permeabel, ialah air dari larutan yang konsentrasinya rendah (hipotonis) ke larutan yang konsentrasinya tinggi (hipertonis). Larutan misalnya glukosa mempunyai tekanan osmotis. Tekanan osmotis dapat di ukur dengan osmometer. Naiknya air pada pipa osmometer dapat dipakai untuk menentukan tekanan osmotis. Jadi tekanan osmotis dapat dikatakan tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut (air) melalui membrane semi permeabel. Larutan gula, garam, dan larutannya, jika dimasukkan ke dalam asmometer menunjukkan adanya tekanan osmotis. Tekanan osmotis yang terkandung pada suatu larutan dinamakan potensial osmotis. Percobaan pada sel darah memperlihatkan bahwa jika sel darah merah dimasukkan ke dalam larutan yang hipotonis sel darah merah akan menggembung. Sebaliknya jika

dimasukkan ke dalam larutan hipertonis sel darah merah akan mengerut (krenasi). Makhluk hidup berusaha mempetahankan tekanan selnya yang normal. Protozoa (paramecium) meskipun cairan tubuhnya hipertonis dibandingkan dengan air tempat hidupnya,bentuk selnya tetap. Hal ini disebabkan karena mekanisme khusus yang mengatur keseimbangan air di dalam selnya. .(http//id.wilkepedia Drs(wiki/osmosis). Osmosis adalah perpindahan zat pelarut dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah. Melalui selaput semipermeabel yaitu membrane yang dapat ditembus air dan molekul zat tertentu yang terlarut di dalamnya. Contoh membrane semi permeable antara lain kertas kaca atau kertas selopan yang dapat ditembus molekul garam dapur tetapi tidak dapat di tembus oleh molekul gula. Pada sel tumbuhan disebelah dalam dinding sel terdapat selaput plasma, atau selaput sel yang terdiri dari lipid dan protein, sehingga sering disebut lidoprotein. ( YAYASAN STUDI KURIKULUM BIOLOGI.1982) Omosis adalah difusi air melalui selaput yang permeable secara diferensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat konsentrasi rendah. Perlu ditekankan bahwakonsentrasi disini adalah konsentrasi pelarutnya yaitu air dan bukan konsentrasi dari zat yang larut. (JOHN W. KIMBALL.1772) Omosis merupakan proses perpindahan air dari larutan hipotonik menuju larutan hipertonik melalui selaput semi permeable.

2.3.Tekanan turgorBagi organisme yang hidup dalam air tawar, disini jelas bahwa konsentrasi air di dalam sitoplasmanya beebeda jauh dengan konsentrasi air di dalam air murni disekelilingnya. Pada sel tanaman air, air masuk ke dalam sel dengan jalan osmosis. Dengan meningkatnya jumlah molekul air di dalam sel maka isi sel menekan dinding sel, tekanan ini disebut tekanan turgor. Hal ini menyebabkan dinding sel menjadi kaku. Tekanan turgor inilah yang menyebabkan kekakuan pad bagian dari tanaman yang tidak berkayu(daun,bunga dan sebagainya). Jika tanaman darat tidak mampu mendapatkan air tanah yang cukup, maka sel-selnya akan kehilangan tekanan turgor dan tanaman menjadi layu.

Bagi hewan tanaman air tawar dan protozoa yang tidak mempunyai dinding sel dari selulosa bagaimana penyesuaiannya dengan lingkungan yang yang hipertonik, dapat diatasi dengan menggunakan energi dan suatu sruktur kontraktil untuk memompa kelebihan air keluar sel. Amuba misalnya ada vakuola kontraktil. ,(Dari Wilkipedia bahas Indonesia,ensiklopedia bebas). ( William H. Mason . 1995 : 26).

2.4.PlasmolisisPlasmolisi adalah keadaan dimana pada saat berlangsungnya osmosis(difusi air kedalam sel) cairan didalam sel lebih encer dari pada cairan di dalam sel. Air akan masuk ke dalam sel lalu kondisi ini tetap berlangsung sehingga sel akan menggelembung san mungkin akan pecah. Plasmolisis merupakan keadaan dimana setelah terjadinya osmosis dan sel berada pada larutan hipertonik, jika keadaan ini tetap berlangsung dalam waktu yang lama, maka sek tersebut akan mengalami plasmolisis. Plasmolisis adalah peristiwa lepasnya selaput plasma dari dinding sel , karena terjadinya penurunan tekanan turgor secara berkepanjangan, jika plasmolisis berlangsung dalam waktu lama maka sel akan mati. (BROKERS.A.PHD. 1979) Jika sebatang tanaman air tawar atau air darat diletakkan ke dalam air laut sel-selnya cepat kehilangan turgor dan tanaman menjadi layu. Ini disebabkan karena air laut hipertonik terhadap sitoplasma selnya, dengan demikian air berdifusi dari sitoplasma ke air laut sehingga sel-sel mengerut. Keadaan ini disebut plasmolisis yaitu isi sel terlepas dari dinding sel. (Dari Wikipedia bahasa indonesi, ensiklopedia bebas)

2.5 FotosintesisFotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis

(photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.

Fotosintesis pada tumbuhanTumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna h