New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9

download New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9

of 15

  • date post

    04-Jul-2015
  • Category

    Science

  • view

    2.901
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Sikap dalam Psikologi Sosial Pengertian Sikap, Komponen Sikap, Perbedaan sikap dengan konsep lainnya, perubahan sikap,fungsi sikap, pengukuran sikap.

Transcript of New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9

  • 1. SIKAP PSIKOLOGI SOSIAL Dosen pengampu : Laila Meiliyandrie Indah Wardani, Ph.D Di buat oleh : Novya Indri Astuti (46112120034) Aunike Stefani (46112120040) Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Menteng 2014

2. KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah dan karunia dariNya, kami dapat menyelesaikan makalah SIKAP untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Sosial I. Dalam penyusunan makalah ini kami memperoleh banyak sumber dari beberapa buku referensi tentang Psikologi Sosial dan dari media elektronik. Kami berusaha mengambil pokok- pokok penting dari isi buku tersebut. Dengan harapan, semoga isi dari makalah kami sesuai dengan pembahasan dalam psikologi sosial tentang SIKAP. Kami harap semoga makalah ini bermanfaat dan dapat dipelajari dengan baik. Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata senpurna. Untuk itu kami mohon kritik dan saran dari para pembaca. Jakarta, 19 April 2014 Penyusun 3. BAB I PENDAHULUAN Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat lepas dari perilaku dan sikap. Terkadang sikap menunjukkan perilaku kita. Sikap sangat penting dalam kehidupan kita, karena orang lain akan menilai kita dari sikap dan tingkah laku kita. Apakah mereka akan menilai positif atau negatif tentang diri kita. Dalam kehidupan sosial, baik di lingkungan keluarga atau masyarakat, sikap sangatlah dilihat oleh orang lain untuk menerima keberadaan kita. Sikap adalah bagaimana kita membawa diri kita dengan perasaan, perilaku dan pikiran. Sikap sangat erat kaitannya dengan psikologi sosial. Psikologi sosial adalah cabang ilmu psikologi yang mempelajari hubungan antara individu dengan kelompok serta lingkungannya. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu bersikap, yang kadang kita tidak menyadarinya. Sikap merupakan sesuatu yang dipelajari. Untuk itu, dalam pembelajarannya sikap membahas tentang pengertian sikap, proses terbentuknya sikap, perubahan sikap dan pengukurannya. Menurut (Zanna dan Rempel dalam Voughn & Hoog, 2002) sikap adalah reaksi evaluatif yang disukai atau tidak disukai terhadap sesuatu atau seseorang, menunjukkan kepercayaan, perasaan, atau kecenderungan perilaku seseorang (Sarwono, 2009). 4. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Sikap Definisi Sikap Sikap merupakan salah satu pokok bahasan yang penting dalam psikologi sosial. Para pakar mengemukakan definisi sikap secara berbeda-beda. Sikap (attitude) merupakan evaluasi terhadap objek, isu atau orang. Attitude is a favourable or unfavourable evaluative reaction to ward something or someone, exhibited in ones belief, feelings or intended behavior. (Myers, 1996) An attitude is a disposition to respond favourably or unfavourably to an object, person, institution or event. (Azjen, 1988) Attitude is a psychological tendency that is expressed by evaluating a particular entity with some degree of favor or disfavor. (Eagly & Chaiken, 1992) Dalam sikap ini, pengertian sikap menurut beberapa sumber diantaranya, menurut Allport, sikap merupakan suatu proses yang berlangsung dalam diri seseorang yang didalamnya terdapat pengalaman individu yang akan mengarahkan dan menentukan respon terhadap beberapa objek dan situasi (Sarwono, 2009). Dari semua definisi sikap tersebut, sependapat bahwa ciri khas dari sikap adalah mempunyai objek tertentu (orang, perilaku, konsep, situasi, benda dsb) dan mengandung penilaian (setuju-tidak setuju, suka-tidak suka). (Bem, 1970; Edwards, 1957; Fishbein & Azjen, 1975; Osgood, Suci & Tannenbaum, 1957; Oskamp, 1977). Sikap adalah sesuatu yang dipelajari, bukan bawaan, oleh karena itu sikap lebih dapat dibentuk, dikembangkan, dipengaruhi dan diubah. Sikap diikuti dengan perilaku dan menghasilkan nilai terhadap suatu objek baik itu positif ataupun negatif. Sikap dinyatakan dalam tiga domain yang saling berkaitan. Pertama, perasaan (Affect) yang timbul (suka atau tidak suka). Kedua, perilaku (Behaviour) yang mengikuti perasaan itu (mendekati, atau menghindar). Ketiga, pemikiran (Cognitive) atau penilaian terhadap objek sikap (bagus atau tidak bagus) (Sarwono, 1997). Dalam kehidupannya, manusia mempunyai berbagai macam sikap terhadap berbagai macam objek. 5. Contohnya adalah, bagi Umat Hindu mereka tidak memakan daging sapi. Karena, bagi mereka sapi adalah binatang yang suci, maka bisa jadi akan timbul perasaan mual (perasaan/affect) dan makanan itu akan muntah (perilaku/behavior), karena dia pikir makanan itu tidak layak untuk dimakan (pemikiran/kognitif). Ketiga domain tersebut saling terkait erat, maka timbul teori bahwa jika kita dapat mengetahui kognisi dan perasaan seseorang terhadap suatu objek tertentu, kita akan tahu pula kecenderungan perilakunya. Dengan demikian, kita dapat meramalkan perilaku dari sikap yang dampaknya besar sekali dalam psikologi, karena dapat dimanfaatkan baik dalam hubungan antar individu, dalam konseling maupun hubungan antar kelompok. Teori-teori Sikap a. Theory of Reaction Action Dikembangkan oleh Fishbein dan Ajzen pada tahun 1975. (Sarlito W. Sarwono, 2002). Dinamakan reasoned action karena berusaha mengungkapkan latar belakang atau alasan (reason) dari suatu tindakan (action). Teori ini mengembangkan suatu teori dan metode untuk memprakirakan perilaku dari pengukuran sikap. Teori tindakan beralasan menjelaskan tentang integrasi komponen perilaku dalam struktur yang telah didesain untuk memprediksi perilaku yang lebih baik. Teori tindakan beralasan merupakan teori psikologi sosial yang telah terbukti dengan baik dengan menyatakan bahwa suatu keyakinan tertentu dapat mempengaruhi persepsi perilaku dan perilaku sebenarnya. Variabel-variabel yang terdapat dalam teori tindakan beralasan adalah variabel sikap, norma subyektif, niat dan perilaku (Ajzen, 1988). Niat berperilaku dapat dijadikan sebagai alat ukur perilaku nyata yang terbaik, dan menyatakan bahwa perilaku tersebut disengaja sehingga cukup rumit ditentukan oleh keinginan seseorang untuk menyatakan perilaku tersebut. Teori tindakan beralasan dijelaskan tentang adanya sikap dan norma subyektif yang dapat membentuk niat seseorang. b. Theory Planned Behavior Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh segala sesuatu yang berada di sekelilingnya seperti, orang tua, teman, pengalaman, serta pengetahuan yang telah dimiliki dalam proses pengambilan keputusan. Teori ini adalah pengembangan dari teori reaction action dengan adanya penambahan satu variabel, yaitu kontrol keperilakuan yang dirasakan. Kontrol keperilakuan secara langsung dapat mempengaruhi niat untuk melaksanakan suatu perilaku dan juga mempengaruhi perilaku dalam di mana situasi pengguna berniat untuk melaksanakan suatu perilaku namun dihalangi dalam melakukan tindakan tersebut. Kontrol keperilakuan yang dirasakan ditunjukkan dengan tanggapan 6. seseorang terhadap halangan dari dalam atau halangan dari luar sewaktu melakukan perilaku. Kontrol keperilakuan dapat mengukur kemampuan seseorang dalam mendapatkan sesuatu dalam mengambil suatu kegiatan. B. Definisi Sikap Dengan Konsep Sifat dan Perilaku Sikap adalah sesuatu yang dipelajari, bukan bawaan, oleh karena itu sikap lebih dapat dibentuk, dikembangkan, dipengaruhi dan diubah. Sifat Sikap berbeda dengan sifat (trait) yang lebih merupakan bawaan dan sulit diubah. Sebagian pakar lain mengatakan bahwa, dapat saja sikap timbul karena bawaan, hal ini terbukti dari kenyataan bahwa sikap dapat timbul tanpa ada pengalaman sebelumnya. Misalnya, orang yang sejak bayi tidak suka sayur (Eagly & Chaiken, 1992). Sifat merupakan faktor peramal terhadap perilaku dan keduanya tidak tampak dari luar, hanya dapat diperkirakan dari isyarat-isyarat yang tampak dari luar. Perilaku Perilaku adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi atau genetika. Nilai mempengaruhi sikap dan perilaku. Misalnya, Randi tidak menyukai Handi yang angkuh, maka Randi menjauhi Handi. Perilaku akan menunjukkan sikap seseorang terhadap suatu objek yang diterimanya. C. Komponen Sikap Sikap mempunyai tiga komponen yang saling berkaitan. Ketiga komponen tersebut melahirkan bagaimana sikap seseorang yang akhirnya menimpulkan perilaku karena adanya pemikiran terhadap suatu objek atau stimulus yang diterima. a. Komponen Affective Komponen Affective adalah komponen sikap yang terdiri dari emosi dan perasaan seseorang terhadap suatu stimulus, khususnya evaluasi positif atau negatif. Misalnya, ketika melihat ular Tika merasa jijik dan takut. b. Komponen Behavioral Komponen Behavioral adalah komponen yang terdiri dari bagaimana cara orang bertindak dalam merespons stimulus. Misalnya, karena takut dengan ular, ketika Tika melihat ular dia akan lari dan menghindar dari ular tersebut. c. Komponen Cognitive Komponen Cognitive adalah pemikiran seseorang terhadap objek tertentu seperti fakta, keyakinan, pengetahuan, pengalaman. Misalnya, Tika takut dan lari 7. ketika melihat ular karena menurut dia, ular adalah binatang yang menjijikan dan berbahaya. D. Fungsi Sikap Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sangatlah diperlukan, terlebih untuk kehidupan sosial. Sikap kita, akan menunjukkan seperti apa kepribadian kita. Sikap sangat bermanfaat penerapannya baik dalam hubungan antar individu, dalam keluarga, maupun antar kelompok. Fungsi sikap diantaranya : 1. Fungsi Instrumental Fungsi sikap ini dikaitkan dengan alasan praktis atau manfaat dan menggambarkan keadaan keinginan. Untuk mencapai suatu tujuan, sangat diperlukan sarana yaitu sikap. Apabila tujuan tercapai, maka individu akan bersikap positif. Contoh, seorang siswa yang ingin lulus ujian, ia akan berusaha dengan belajar giat daripada mencontek pada saat ujian berlangsung. Disebut juga sebagai fungsi manfaat (utility) yaitu sejauh mana manfaat objek sikap dalam pencapaian tujuan. Misalnya, sikap sangat setuju karyawan terhadap kenaikan gaji karena bermanfaat untuk kehidupan ekonomi dan keluarga. 2. Fungsi Pertahanan Ego Sikap ini diambil individu dalam ran