neuroma akustik

download neuroma akustik

of 20

  • date post

    09-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    7

Embed Size (px)

description

hdytd

Transcript of neuroma akustik

KATA PENGANTARDengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat tuhan yang maha esa karena rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan penulisan paper ini untuk melengkapi persyaratan kepanitraan klinik senior bagian ilmu penyakit telinga hidung tenggorokan kepala leher di RSUD dr. Pirngadi Medan yang berjudul Neuroma AkustikDisini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Olina Hulu Sp. THT-KL, serta supervisor lainnya yang telah banyak memberikan bimbingan selama di poliklinik THT-KL :1. dr. Zulkifli Sp. THT-KL2. dr. Fauziyah Henny Sp.THT-KL3. dr. Ali Syahbana Siregar Sp.THT-KL4. dr. Hj. Nety Harnita Sp.THT-KL5. dr. Rehulina Surbakti Sp.THT-KL6. dr. Baresman Sianipar. Sp.THT-KL7. dr. Linda SAmosir Sp.THT-KL8. dr. Magdalena Hutagalung Sp.THT-KL9. dr. Zalfina Cora Sp.THT-KL10. dr. Seri Ulina Sp.THT-KL11. dr. M. TAufiq Sp.THT-KL12. dr. Ita L. Roderthani Sp.THT-KL13. Seluruh paramedic dan pegawai SMF THT-KLPenulis menyadari bahwa paper ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari kelengkapan teori maupun penuturan bahasa. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak yang membaca paper ini. Semoga paper ini dapat memberikan manfaat dan menambahn pengetahuan kita semua.

Medan. 8 Februari 2016PenulisDAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I :PENDAHULUANBAB II : TINJAUAN PUSTAKA2.1 Anatomi Telinga2.2 Fisiologi Telinga2.3 Neuroma Akustik2.3.2 Epidemiologi2.3.3 Patogenesis2.3.4 Gejala Klinis2.3.5 Diagnosis2.3.6 Penatalaksanaan2.3.7 Ukuran Tumor2.3.8 Diagnosa Banding2.3.9.Komplikasi2.3.10 PrognosisBAB III : KESIMPULANDAFTAR PUSTAKA

BAB IPENDAHULUAN

Neuroma akustik adalah tumor jinak sudut serebelopontin yang paling banyak dijumpai yang berasal dari sel-sel schawan n.VIII, terutama n.Vestibularis, oleh karena itu tumor ini juga disebut vestibular schwanoma, neurinoma atau neurilemoma. Sekitar 10% dari semua tumor otak dan sekitar 80% dari semua lesi pengisi ruang sudut serebelopontin merupakan neuroma akustik.Di Amerika Serikat terjadi insiden neuroma akustik adalah 10 penderita per 1 juta penduduk setiap tahunnya. Artinya terdapat sebanyak 1000-2000 orang penderita didiagnosa neuroma akustik sretiap tahunnya di Amerika Serikat. Tidak terdapat perbedaan jumlah penderita pada laki-laki dan perempuan. Biasanya penderita berusia 40-60 tahun.Gejala klinis berupa penurunan pendengaran yang lambat dan progresif pada satu sisi telinga dimana pada sebagian besar kasus dimulai dengan tuli frekuensi tinggi. Selain itu, penderita juga mengeluhkan telinga berdenging (tinitus), sakit kepala dan adanya gangguan keseimbangan (vertigo).Diagnosa neuroma akustik termasuk sulit untuk ditegakan karena gejala sering berkembang secara bertahap dan melibatkan telinga dalam. Disamping gejala klinis yang ada pada penderita, pemeriksaan yang dapat digunakan adalah tes pendengaran dan pemeriksaan penunjang Compurized Tomography (CT) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).Penanganan neuroma akustik terdiri dari beberapa pilihan penanganan yakni tindakan pembedahan, radioterapi dan observasi tergantung dari ukuran tumor, usia dan keadaaan umur penderita.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Anatomi TelingaTelinga merupakan organ pendengaran sekaligus juga organ keseimbangan. Telinga terdiri atas 3 bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam

a. Telinga luarTelinga luar terdiri atas auricular dan meatus akustikus eksternus. Aurikula disusun oleh tulang rawan elastin yang ditutupi oleh kulit tipis yang melekat erat pada tulang rawan. Lekuk daun telinga yang utama ialah helix dan antehelix, tragus, anti tragus dan konka.

Meatus akustikus eksternus berbentuk huruf S, dengan panjangnya kira-kira 2.5-3 cm, diameternya bervariasi yaitu lateral biasanya lebih lebar dari medial. Meatus akustikus eksternus terdiri dari dua bagian yaitu bagian lateral dan medial. Bagian lateral adalah pars kartilagebus 1/3 luar melupakan lanjutan dari aurikulum, mempunyai rambut, kelenjer sebasea dan kelenjem serumenalis serta kulit melekat erat dengan perikondrium. Bagian medial adalah pars osseous yaitu 2/3 medial merupakan bagian dari os temporalis, tidak berambut, adda penyempitan di isthmus yaitu kira-kira 5mm dari membrane tympani. Pada 2.3 bagian dalam hanya sedikit dijumpai kelenjer serumen.

b. Telinga TengahTelinga tengah adalah suau ruang yang terisi udara yang terletak di bagian petrosum tulang pendengaran. Telinga tengah berbentuk seperti kubah dengan enam sisi. Ruang ini disebelah posterior berbatasan dengan ruang-ruang udara mastoid dan disebelah anterior dengan faring melalui tuba eustachius. Epitel yang melapisi rongga timpani dan setiap bangunan didalamnya merupakan epitel selapis gepeng atau kuboid rendah, tetapi dibagian anterior pada celah tuba eustachius epitelnya selapis silindris bersilia.Telinga tengah mempunyai atap, lantai, dinding anterior, dinding posteror, dinding latelar dan dinding medial. Atap dibentuk oleh lempeng tipis tulang, yang disebut dengan segmen tympani, yang merupakan bagian dari pars petrosa os temporalis. Lantai bawah dibentuk oleh lempeng tipis tulang yang mungkin tidak lengkap dan mungkin sebagian diganti oleh jaringan fibrosa. Lempeng ini memisahkan cavum tympani dari bulbus superior vena jugularis interna. Pada dinding anterior terdapat tuba eustachius. Didinding bagian posteriorterdapat sebuah lubang besaryang tidak beraturan yaitu aditus ad antrum. Dinding lateal dibentuk oleh membrane timpani. Batas dalam beruturut-turut dari atas kebawah kanalis semi sirkularis horizontal, kanalis fasialis, tingkap lonjong (oval window), tingkap window (round window) dan promontorium.Dibagian dalam rongga ini terdapat tiga jenis tulang pendengaran yaitu tulang maleus, icus dan stapes. Ketiga tulang ini merupakan tulang kompak tanpa rongga sumsung tulang. Tulang maleus melekat pada membrane tympani. Tulang maleus dan inkus tergantung pada ligament tipis di atap ruang tympani. Lempeng dasar stapes melekat pada tingkap celah oval (fenestra ovalis) pada dinding dalam.Ada dua otot kecil yang berhubungan dengan ketiga tulang pendengaran. Otot tensor tympani terletak dalam saluran di atas tuba auditiva, tendonnya berjalan mula-mula kea rah posterior kemudian mengait sekeliling sebuah tonjol tulang kecil untuk melintasi rongga tympani dari dinding medial ke lateral untuk berisersi ke dalam gagang maleus. Tendon otot stapedius berjalan dari tonjolan tulang berbentuk pyramid dalam dinding posterior dan berjalan anterior untuk berinsersi kedalam leher stapes. Otot-otot ini berfungsi protektif dengan cara meredam getaran berfrekuensi tinggi.

Membrane tympani memisahkan meatus akusticus eksternus dengan telinga tengah. Membran tympani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang telinga dengan diameter kira-kira 1 cm. bagian atas disebut pars flaksida dan bagian bawahn disebut dengan pars tensa.Pars flaksida hanya berlapis dua, yaitu bagian luar adalah lanjutan epitel kulit liang telinga dan bagian dalam dilapisi oleh sel kubus bersilia. Pada pars flaksida terdapat daerah yang disebut atik. Ditempat ini terdapat aditus ad antrum, yaitu lubang yang menghubungkan telinga tengah dengan antrum mastoid. Pars tensa mempunyai satu lapis lagi ditengah yaitu lapisan yang terdiri dari serat kolagen dan sedikit serat elastin yang berjalan secara radier dibagian luar dan sirkuler dibagian dalam. Serat inilah yang menyebabkan reflex cahaya. Reflex cahaya terletak dikuadran anterior inferior. Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membrane tympani disebut umbo. Dari umbo bermula suatu refleks cahaya (cone of light) kea rah bawah yaitu pada pukul 7 untuk membrane tympani kiri dan pukul 5 untuk membrane tympani kanan.Membrane tympani dibagi dalam 4 kuadran, dengan menarik garis searah dengan prosesus longus maleus dan garis yang tegak lurus pada garis di umbo, sehingga didapatkan bagian superior-anterior, superior-posterior, inferior-anterior dan inferior-posterior, untuk menyatakan letak perforasi membrane tympani.

Rongga mastoid berbentuk seperti pyramid berisi tiga dengan puncak mengarah ke kaudal. Atap mastoid adalah fossa kranii media. Dinding medial adalah dinding lateral kranii posterior. Pada dinding anterior mastoid terdapat aditus ad antrum. Tonjolan kanalis semisiikularis lateralis menonjol ke dalam antrum. Dibawah kedua patokan ini berjalan saraf fasialis dalam kanalis tulangnya untuk keluar dari tulang temporal melalui foramen stilomastoideus di ujung anterior Krista yang dibentuk otot digastrikus. Dinding lateral mastoid adalah tulang subkutan yang dengan mudah dipalpasi di posterior aurikula.

c. Telinga DalamTelinga dalam adalah suatu sistem saluran dan rongga didalam pars petrosum tulang temporalis. Telinga dalam terdiri dari koklea yang berupa dua setengah lingkaran dan vestibular yang terdiri dari 3 buah kanalis semisirkularis. Puncak koklea disebut dengan helikotrema, menghubungkan perilimfe skala tympani dengan skala vestibuli.Kanalis semisirkularis saling berhubungan secara tidak lengkap dan membentuk lingkaran yang tidak lengkap. Pada irisan melingtang koklea tampak skala vestibuli sebelah atas, skala tympani disebelah bawah dan skala media diantaranya. Skala tympani dan skala vestibuli berisi cairan perilimfe, sedangkan skala media berisi endolimfe. Hal ini penting untuk pendengaran. Dasar skala vestibuli disebut sebagai membrane vestibuli (membrane reisner) sedangkan dasar skala media adalah membrane basilaris. Pada membrane ini terdapat organ corti.Pada skala media terdapat bagian yang berbentuk lidah yang disebut membrane tektoria, dan pada membrane basal melekat sel rambut yang terdiri dari sel rambut dalam, sel rambut luar dan kanalis corti, yang membentuk organ corti.

2.2 Fisiologi Telingaa. Pendengaranmendengar adalah kemampuan untuk mendeteksi tekanan vibrasu udara tertentu dan menginterpretasikannya sebagai bunyi. Telinga mengkonversi energy