Neraca Massa Dan Energi Copy

Click here to load reader

  • date post

    18-Dec-2014
  • Category

    Travel

  • view

    5.410
  • download

    18

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Neraca Massa Dan Energi Copy

  • 1. 1.1 Latar Belakang Sistem kiln merupakan jantung dari pabrik semen. Banyaknya parameter input dan output dalam proses di sistem kiln. 1.2 Tujuan Memahami proses pengolahan semen di PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk plant 12 Tarjun. Menghitung neraca massa dan neraca energi pada sistem kiln. 1
  • 2. April 1992 izin dari BKPM 1 Maret 1994 penandatanganan MoU 29 Mei 1995 design capacity oleh BKPM 8 Februari 1996 peletakan batu pertama 8 April 1998 pemasangan tiang pancang 23 Juni 1998 Firing pertama 30 Juni 1999 selesainya pembangunan fisik 2
  • 3. ? Semen Cementum (bahan perekat) Dari bahan baku limestone, clay, silica sand dan laterite Komponen produk C3S, C2S, C3A dan C4AF 3
  • 4. Persiapan bahan baku Penggillingan awal Tahapan pembuatan semen Pembakaran dan pendinginan Penggilingan akhir 4
  • 5. Persiapan Bahan Baku 5
  • 6. Penggilingan awal 6
  • 7. Pembakaran dan pendinginan klinker 7
  • 8. Penggilingan akhir 8
  • 9. 3.1 Neraca Massa Merupakan dasar perhitungan suatu proses. Mengacu pada Hukum Kekekalan Massa. Massa Input Massa Output 9
  • 10. Massa Massa T T Massa Gas buang T Dust Massa Return Kiln Feed Massa T T Massa Massa T Primary Fan T Massafan EP SP Massa Coal Coal T Massa T Coal T Blower Blower Cangkang Blower KILN Clinker COOLER Tertier Air Massa T AQC (Air Quenching Cooling) Gambar 1 Model aliran neraca massa pada sistem kiln 10
  • 11. Tabel 1 Neraca massa pada sistem kiln INPUT (kg/h) OUTPUT(kg/h) Kiln feed 453840 Dust Return 34160 Coal LOI 160160,136 - Kiln 17750 Clinker 276731,7073 - ILC 4020 Gas buang : - SLC 18300 1. SLC 40070 - N2 90658,9111 Cangkang 3000 - H2O 8863,8511 Udara masuk : - CO2 85305,8633 1. Cooler - CO 253,4096 - O2 146607,7446 - SO2 112,08384 - N2 551524,5605 - O2 5454,5345 - H2O 12001,25806 190648,6534 710133,5632 2. ILC 2. Primer - N2 38142,1179 - O2 11184,68300 - H2O 5235,6916 - N2 42075,71137 - CO2 87142,97974 - H2O 915,5739 - CO 163,2592 54175,96827 - SO2 31,8208 3. Blower di kiln - O2 3354,7858 O2 1640,610355 134070,6550 - N2 6171,819908 3. Kiln - H2O 134,299737 - N2 95467,3348 - 7946,7300 - H2O 9788,1594 4. Blower di ILC - CO2 51458,8629 O2 356,6544251 - SO2 108,7168 - N2 1341,69998 156823,0739 - H2O 29,195595 EP Fan 486687,1253 - 1727,5500 5. Blower di SLC O2 1640,610355 - N2 6171,819908 - H2O 134,299737 - 7946,7300 11 False Air 160440,8090 Total Input 1439281,3510 Total Output 1439281,3510
  • 12. 3.2 Neraca Energi Merupakan perhitungan energi yang masuk dan yang Neraca dihasilkan dalam suatu proses. Energi Mengacu pada Hukum Termodinamika I Energi Input Energi Output 12
  • 13. Tabel 2 Neraca energi pada sistem kiln INPUT (KKAL) OUTPUT (KKAL) 1. Panas pembakaran coal 204397070 1. Panas sensibel 7443335,7510 2. Panas sensibel coal 1007274,3960 clinker 3. Panas pembakaran 12537000 2. Panas sensibel dust 2511060,6080 cangkang return 4. Panas sensibel 106210,2955 3. Panas sensibel gas 28783007,4100 cangkang buang 5. Panas sensibel kiln feed 5853820,3170 4. Panas sensibel H2O 2420692,9140 6. Panas sensibel udara 395354,5441 5. Panas pembentukan 25791505,8100 primer clinker 7. Panas sensibel blower 128591,5205 6. Panas kalsinsi 97903985,6500 8. Panas sensibel AQC 5182271,0560 7. Panas sensibel EP 33174151,8600 9. Panas sensibel false air 1170832,8480 fan 8. Heat loss 32750684,974