Naskah Status Pasien JIWA Skizofrenia Afektif Episode Depresif

download Naskah Status Pasien JIWA Skizofrenia Afektif Episode Depresif

of 25

  • date post

    21-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    13
  • download

    2

Embed Size (px)

description

skizoafektif tipe depresif

Transcript of Naskah Status Pasien JIWA Skizofrenia Afektif Episode Depresif

I. IDENTITAS PASIENNama

: Ny. SKUsia

: 60 Tahun

Jenis Kelamin: perempuanAgama

: IslamPendidikan

: SMPStatus

: Sudah Menikah

Pekerjaan

: Ibu rumah tanggaAlamat

: Jakarta TimurII. RIWAYAT PSIKIATRI

Anamnesa dilakukan secara autoanamnesis tanggal 26 Maret 2015 pukul 11.30 WIB di poliklinik RSUP Persahabatan.

a. Keluhan UtamaPasien datang ke Poliklinik Psikiatri untuk kontrol rutin dan karena obat habis sejak 1 minggu yang lalu.b. Riwayat Gangguan SekarangPasien datang ke Poliklinik Psikiatri RSUP Persahabatan untuk kontrol rutin dan obat sudah habis sejak 1 minggu yang lalu. Pasien mengatakan bahwa keluhan sudah berkurang, namun pasien masih membutuhkan obat. Pasien memiliki kebiasaan perilaku ketika berwudhu pasien dapat mengulang membaca bismillah hingga 15 kali. Tidak hanya saat berwudhu, pada saat pasien mandi hadas besar, pasien juga dapat mengulang membaca niat hingga kurang lebih 15 kali. Pasien juga mengaku bahwa dirinya mengulang kegiatan-kegiatan seperti itu karena pasien takut tidak bersih atau takut tidak sah. Selain berwudhu dan mandi hadas besar, pasien juga mengaku bahwa dirinya jika ingin sholat selalu membaca niat lebih dari 10 kali. Akan tetapi, apabila pasien minum obat, pasien merasa perilaku tersebut dapat berkurang namun belum banyak.

Pasien mengatakan bahwa perilaku nya seperti ini sudah dialaminya sejak lebih kurang 15 tahun. Namun pasien saat ditanyakan apa yang membuat pasien mengulang perbuatannya tersebut, pasien hanya mengatakan bahwa dirinya merasa takut tidak sah kalau hanya sekali melakukannya dan merasa belum nyaman. Sejak 15 tahun yang lalu, pasien mengatakan dapat melakukan perbuatan tersebut hingga 20 kali. Pasien menyadari bahwa telah mencuci tangan jika masih ada najis yang menempel sehingga ada dorongan kuat yang membuat pasien melakukannya berulang-ulang. Pasien merasa adanya penyimpangan terhadap perilakunya yang dilakukan berulang-ulang tetap ada seperti mencuci tangan merasa sulit tidur sejak empat hari yang lalu. Pasien bercerita bahwa dirinya tidak bisa tidur karena dirinya sering mendengarkan radio di malam hari. Pasien mengatakan bahwa dirinya untuk rileks didapat dari mendengarkan lagu-lagu kesukaannya di radio dan dapat berbincang-bincang dengan penyiar maupun penyanyi di radio tersebut.

Pasien juga mengatakan bahwa dirinya merasa cemas dan tidak tahu apa yang di cemaskan. Pasien mengatakan bahwa dirinya merasa lelah walau tidak bekerja apapun. Pasien juga mengatakan bahwa dirinya kurang bersemangat dan tidak bergairah. Pasien merasa dirinya susah tertawa semenjak mendapatkan masalah.

Pasien bercerita bahwa dirinya dilanda masalah saat masih bekerja. Pasien mengatakan orang tuanya bercerai saat pasien bekerja dikapal pesiar dan sedang berlayar diluar negri sehingga pasien tidak dapat pulang. Di kapal pesiar tersebut pasien sering membuat masalah dengan tujuan untuk dipulangkan, namun atasannya tidak memperbolehkan untuk pulang ke Indonesia. Pasien merasa dirinya tidak dapat berbuat apa-apa disaat ada masalah keluarga. Pasien merupakan anak pertama, sehingga pasien merasa bertanggung jawab atas masalah keluarga. Pada saat dikapal pasien merasa sangat sensitive. Pasien jadi sering bertengkar dengan teman sekamarnya semenjak mendegar masalah keluarga tersebut.

Saat pasien medical check up, pasien dinyatakan bahwa pasien menderita gangguan pada jiwanya. Kemudian pasien dipulangkan ke Indonesia. Namun pasien tidak betah dan ingin bekerja kembali. Pada saat pasien melayangkan surat lamaran kembali ke kapal pasiar tersebut, kemudian pasien mendapatkan balasan kalau pasien tidak diterima kembali bekerja karena hasil medical check up menyatakan bahwa dirinya masih sakit. Pasien merasa sangat kecewa, pasien juga merasa bahwa dirinya hancur lebur.

Pasien mengatakan bahwa dirinya sering mencium bau wangi melati dikamarnya semenjak ibunya meninggal dan tidak ada bunga melati dikamarnya. Pasien semakin terpuruk semenjak ibunya meninggal.

Pasien juga mengatakan bahwa pasien sering merasakan mulutnya terasa pahit padahal pasien sedang tidak makan-makanan yang pahit.

Pasien juga mengatakan bahwa dirinya sering merasa gatal-gatal dibadannya. Pasien mengira bahwa ada hewan di badannya namun setelah dilihat pasien tidak menemukan hewan tersebut.

Pasien merasa bahwa dirinya seperti di intai atau diikuti oleh seseorang namun tidak ada orangnya.

Pasien menyatakan dirinya pernah terasa kosong pikirannya, seperti tersedot oleh sesuatu.

Pasien menyangkal bahwa saat pasien bercermin pasien merasa bukan dirinya di cermin tersebut. Pasien juga menyangkal bahwa isi pikirannya dapat diketahui orang lain. Pasien menyangkal bahwa dirinya mendengar suara-suara yang tidak ada sumber suaranya. Pasien juga menyangkal pada saat menonton televisi, isi televisi tersebut sedang membicarakan tentang dirinya.

Pasien bercerita bahwa dirinya dilahirkan dalam keadaan normal di bidan namun pasien tidak ingat berapa berat badan saat ia lahir. Pasien juga bercerita bahwa dirinya tidak ada masalah tumbuh kembang dirinya, namun pasien merasa saat ini pasien memiliki berat badan berlebih.Pasien bersekolah dari SD hingga STM. Pasien mengatakan bahwa dirinya banyak teman saat bersekolah. Namun pasien juga berkata bahwa dirinya tidak suka pada saat STM, karena masuk STM tersebut bukan keinginannya. Tapi pasien dapat menyelesaikan STMnya. Pasien mengatakan bahwa dirinya tertarik pada bidang perhotelan karena pengaruh pergaulan di lingkungan sekitar rumahnya. Setelah pasien lulus STM pasien berkumpul dengan teman-teman disekitar kompleknya yang bekerja di bidang perhotelan dan kapal dan akhirnya pasien dapat bekerja di kapal pesiar sebagai bartender. Pasien menyangkal bahwa dirinya menggunakan NAPZA.

Pasien merasa masih bisa bersosialisasi dengan lingkungannya. Pasien masih sering berkumpul dengan teman-teman band nya sewaktu sekolah dulu. Pasien tidak mengalami kesulitan dalam mengurus dirinya sendiri. Pasien merupakan seorang muslim.

Saat ini pasien tidak bekerja dan tinggal dirumah adik iparnya dan bergantung kehidupan dengan adik iparnya dan adiknya, namun pasien ingin memiliki pekerjaan tetap. Pasien berobat dengan biaya pribadi.

Kemampuan kognitif pasien masih baik, ini terbukti pada saat pasien diberikan pertanyaan tentang pengurangan 100-7=93 dan 93-7=86. Pengetahuan umum pasien baik karena pasien dapat menjawab siapa presiden Indonesia data ini dan siapa gubernur DKI Jakarta saat ini.Daya ingat jangka panjang pasien masih baik karena pasien dapat menjelaskan awal mula terjadinya gangguan yang dideritanya. Daya ingat jangka pendek pasien juga masih baik karena pasien masih ingat datang kerumah sakit dengan apa. daya ingat segera pasien baik, ini terbukti pada saat pasien pasien disuruh untuk mengulang 5 nama kota yang telah disebutkan oleh dokter. Daya pikir abstrak pasien juga masih baik karena pasien dapat mengetahui arti dari panjang tangan yaitu pencuri. Daya nilai sosial pasien masih baik dan terbukti pada saat pasien diberikan pertanyaan apabila pasien menemukan nenek-nenek dijalan yang hendak menyebrang, apa yang akan dilakukan olehnya, pasien mengatakan bahwa dirinya akan membantu menyebrangkan nenek tersebut.

Orientasi tempat, waktu, dan situasi pasien juga baik karena pasien dapat mengetahui bahwa dirinya sedang konsultasi dengan dokter di RSUP Persahabatan pada siang hari. Pasien mengetahui dirinya sakit namun pasien masih bingung apa yang menyebabkan pasien sakit dan apakah bisa sembuh. Saat ini pasien mengatakan bahwa yang sedang dirasakan saat ini adalah perasaan cemas dan gelisah. Pada saat pasien ditanya tentang harapan pasien saat ini, pasien hanya ingin dapat pekerjaan yang layak dan pasien ingin keluar dari rumah adik iparnya karena pasien merasa tidak enak bergantung dengan adik iparnya terus. Selama wawancara berlangsung pasien cenderung terbuka terhadap semua pertanyaan dan secara aktif menjelaskan keluhan yang dirasakan saat ini.c. Riwayat Gangguan Sebelumnya

1. Riwayat Gangguan Psikiatri

Tidak ada riwayat gangguan psikiatri sebelumnya

2. Riwayat Gangguan Medik

Pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi3. Riwayat Penggunaan NAPZATidak ada riwayat gangguan karena penggunaan NAPZA.d. Riwayat Kehidupan Pribadi

1. Riwayat PerinatalPasien lahir normal dan lupa berapa berat lahirnya namun pasien tidak terdapat kelainan.2. Riwayat Masa Kanak-Kanak

Pasien tumbuh normal dan dapat bergaul dengan siapa saja hingga saat ini.

3. Riwayat Pendidikan

Pasien bersekolah sampai STM.4. Riwayat Pekerjaan

Pasien saat ini tidak bekerja.5. Riwayat Agama

Pasien menganut agama islam.6. Riwayat Pernikahan

Pasien belum menikah karena pasien merasa akan menambah masalah jika pasien menikah.

7. Hubungan Dengan Keluarga

Saat ini pasien tinggal di rumah adik iparnya. Namun hubungan pasien dengan adik iparnya kurang harmonis karena pasien merasa adik iparnya terbebani dengan adanya dirinya di rumah tersebut.8. Aktivitas Sosial

Pasien tidak memiliki masalah dalam bergaul,namun akhir-akhir ini pasien lebih senang menyendiri dikamar.e. Riwayat Keluarga

Di keluarga pasien mengaku bahwa tidak ada keluarga pasien yang mengalami hal yang sama seperti pasien.f. Riwayat Situasi Sosial Sekarang

Pasien saat ini berumur 42 tahun. Pasien anak pertama dari tiga bersaudara. Saat ini pasien tinggal serumah dengan adik iparnya. Hubungan pasien dengan adik iparnya kurang harmonis karena pasien merasa adik iparnya terbebani dengan dirinya karena pasien tidak bekerja dan kehidupan sehari-hari dibiayai oleh adik iparnya. Bila pasien berobat pasien juga menggunakan biaya pribadi pasien melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi, makan dll tanpa bantuan orang lain. Pasien lebih sering mengurung diri