Naskah lihat lebih dekat

download Naskah   lihat lebih dekat

of 18

  • date post

    22-Oct-2014
  • Category

    Education

  • view

    538
  • download

    4

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Naskah lihat lebih dekat

Rani adalah remaja berusia 17 tahun, ia bisa dikatakan sebagai remaja yang sangat sempurna, ia pintar, ceria, mandiri, jago lari dan dikelilingi oleh teman dan sahabat yang sangat sayang padanya. Dalam keluarganya, ia hidup bersama Ibu, dan adik semata wayangnya, Syifa. Sudah setahun ini, Rani dan Syifa menjadi anak yatim, karena sang ayah meninggal dalam kecelakaan maut. Semenjak kejadian itu, Syifa berubah seratus delapan puluh derajat. Ia berubah menjadi gadis yang sangat sensitif, ketus dan susah mengontrol emosi. Syifa memang tidak seberuntung Rani, Syifa tidak sepintar Rani. Ia sangat benci jika ada seseorang yang membandingkannya dengan kakak-nya itu.

Rani dan Syifa selalu berangkat sekolah bersama karena mereka bersekolah ditempat yang sama. Hanya saja, Rani sudah duduk di kelas XI SMA sementara Syifa masih duduk di bangku IX SMP. Tak terkecuali pagi ini, mereka berangkat sekolah bersama, tapi Syifa selalu saja memperlakukan Rani seperti musuhnya sendiri.

Rani: Syifa, hati-hati ya...

Syifa: ih apaan si, berlebihan banget deh (jawab Rani dengan ketus dan langsung pergi meninggalkan Rani dengan wajah kesal)

Rani: (tersenyum sambil memandangi punggung Syifa yang semakin menjauh. Langsung masuk ke kelas)

Tak terasa jam istirahat sudah berbunyi...

Lia: (menghampiri Rani) Ran, kantin yuk!

Tia: (menyusul Lia menghampiri Rani) pliss..jangan kantin dong

Rani: loh emang di kantin ada apa? (bingung)

Lia: tau lo..tumben amat gak mau ke kantin. Biasanya paling sigap kalo diajak ke kantin

Rina: iya, Ti.kok tumben si?

Tia: ehmm...hmmm ini.... (sambil menatap lantai dan menggoyang-goyangkan kaki secara perlahan)

Rani dan Lia: apa?

Tia: Ha?! Gausah ngaggetin gitu juga kali. Gue tu mau diet, jadi kalian harus membantu gue agar tujuan gue tercapai. Gimana?

Rani dan Lia: diet? Gak salah?

Rani: hahaha..hmm selama lo diet, lo gak makan gitu?

Tia: nggak laaaah....

Lia: diet lo itu salah! Kalo kaya gitu adanya nanti lo bukannya kurus malah mati. Hahahaha

Rani: iya, Ti..cara diet yang lo pake itu salah. Kalo mau ngurangin berat badan itu bukan dengan cara nggak makan. Tapi dengan berolah raga rutin dan pola makan teratur

Tia: ah tapi gue bingung mau olahraga apa. orang kalo di sekolah gak ada pelajaran olahraga mungkin seumur hidup gue gak akan pernah olah raga.

Rani: gimana kalo nanti sore kita lari di tempat jogging biasa? Yaa itung-itung selain menyalurkan hobby gue, lo juga bisa membakar lemak yang ada di dalem tubuh lo itu...

Lia: ah ide bagus, gue setuju. Gimana Ti, mau ikut nggak?

Tia: (berfikir sejenak) oke gue ikut!

Lia: jadi, kita ke kantin aja yuk

Rani dan Tia: ayuk!

Tia dan Lia langsung melesat menuju kantin, karena merasa ditinggal oleh sahabatnya, Rani buru-buru menyusul. Tapi tiba-tiba Rani kehilangan keseimbangannya dan ia terjatuh. Melihat sahabatnya terjatuh, Tia dan Lia langsung menolong Rani.

Rani : aaaaaaaaa (Jatuh tersungkur)

Tia dan Lia: Raniiiii....(berlari menghampir Rani)

Rani: ehhh...

Lia : aduh lo kenapa? Kok gak hati- hati si? (sambil membantu Rani berdiri)

Tia: iya ni, lo kenapa kali lo.. (membantu Rani berdiri)

Rani: aduh maaf ya gue jadi ngerepotin kalian deh..

Tia: udah nggak apa-apa. ayo bangun

Waktu semakin berlalu, tak teras hari sudah semakin siang dan kini waktunya Rani dan teman-temannya pulang sekolah. Seluruh murid di kelas Rani sudah pulang, dan dikelas hanya ada Rani, Tia dan Lia.

Lia: Ran, Ti..pulang yuk!

Rani: iya, ini mau pulang. Kalian duluan aja, nanti sore kita ketemu di tempat jogging biasa ya?

Tia: yaudah deh berhubung rumah gue agak jauh, gue pulang duluan ya...daaahh

Lia: eh gue ikut dong...Ran, sorry ya gue pulang duluan (lari menyusul Tia)

Rani: oke..hati-hati di jalan yaaa

Tia dan Lia: (teriak dari luar) iyaaaaaaaaa

Karena kedua sahabatnya sudah pulang duluan, Rani pun pulang juga. Namun,belum sampai ia di gerbang sekolah, Rani bertemu dengan Syifa yang sedang menunggu Rani di pos satpam.

Rani: (bingung) loh, Fa..kamu ngapain disini? Bukannya kamu harusnya udah pulang dari tadi ya? Kok masih disini?

Syifa: ya nungguin kakak lah, ngapain lagi coba? (jawabnya dengan suara ketus)

Rani: ha? Yang bener? Aduh kakak jadi nggak enak ni. Kalo tau kamu nunggu...

Syifa: (memotong pembicaan Rani) ah udah panas ni..

Rani: oh iyaa..ayo kita pulang

Rani dan Syifa pun pulang, tapi Syifa jalan sangat cepat dan mendahului Rani. Namun baru beberapa langkah berjalan, Rani merasa pusing dan hampir terjatuh lagi.

Rani: (memegangi kepala dan sedikit terombang-ambing)

Syifa: (menegok ke belakang) kakaaak....kenapa kak?

Rani: ah nggak kok kakak nggak kenapa-kenapa..ayo pulang

Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, Rani dan Syifa pun sampai dirumah. Sampai di rumah mereka bertemu dengan Ibu Yunita, ibu dari Rani dan Syifa. Semenjak ditinggal suaminya, Ibu Yunita bekerja sebagai guru disebuah Taman Kanak-Kanak, dan membuka bisnis butik online.

Syifa: assalamualaikum, Ibu (mencium tangan ibunya)

Ibu Yunita: waalaikumsalam..eh kalian udah pulang

Rani: ibu.. (mencium tangan Ibunya)

Ibu Yunita: eh iya! Ibu udah masak Ayam bakar kesukaan kamu,Ran. Makan yuk. Ayo Fa. Kita makan siang bareng

Syifa: ha? Ayo,Bu (jawabnya dengan nada ketus)

Meraka pun masuk kedalam rumah, Rani dan Syifa segera measuk ke kamar untuk menaruh tas dan membuka sepataunya. Namun ketika sampai di depan pintu kamar, tiba-tiba Syifa dengan sengaja mendorong Rani dengan bahunya. Dan Rani pun hanya bisa tersenyum dan menganggap Sifa tidak sengaja menyenggol bahunya.

Setelah selesai berganti baju, mereka berdua segera menuju meja makan untuk makan siang bersama.

Rani: sini, Bu Rani bantuin. (sambil menganbil mangkok yang berisi sayur)

Ibu Yunita: ah Rani, kamu memang anak yang baik. Ibu bangga punya anak seperti kamu (tersenyum bahagia)

Rani: ah Ibu berlebihan..Rani begini karena Ibu juga orang yang baik

Syifa: ih apaan sih (berbicara dengan pelan)

Ibu Yunita: ayo dimakan...

Setelah berdoa yang dipimpin oleh Ibu Yunita, akhirnya mereka mulai makan.

Ibu Yunita: Ran. Tolong ambilkan ibu saus yang ada didekat kamu itu..

Rani: iya bu..

Setelah disuruh ibunya. Rani langsung mengambil saus yang berada di depannya. Namun, entah mengapa Rani agak kesusahan untuk mengambil saus itu, berulang kali ia berusaha untuk mengambil saus itu, tapi seakan tangannya tidak mau bergerak. Syifa dan Ibu Yunita memperhatikan Rani dengan wajah bingung. Setelah bebeapa kali berusaha, akhirnya Rani berhasil mengambil botol saus itu.

Rani: ini, Bu. Hehehe (sambil memberikan botol saus)

Ibu Yunita: ah iya..(sambil tersenyum)

Setelah makan siang, Rani pergi keluar untuk menyapu halaman rumah. Namun, belum juga ia sampai, saat di depan gerbang rumahnya. Rani terjatuh lagi. Ibu Yunita yang saat itu berada di teras rumah, melihat Rani terjatuh ia langsung panik dan segera membantu Rani berdiri.

Ibu Yunita: Rani, kamu nggak apa-apa? kok kamu bisa jatuh si? (sambil membantu Rani berdiri)

Rani: ah Ibu, nggak apa-apa kok. Tadi kayanya aku kepeleset deh. Hehe

Ibu Yunita: yaudah ayo masuk aja, nanti Ibu aja yang terusin

Rani: iya,Bu..

Segeralah Ibu Yunita membawa Rani masuk kedalam rumah. Dan didalam rumah ada Syifa yang sedang menonton TV.

Syifa: ih kakak..jatoh mulu si. Kaya orang gak punya keseimbangan tubuh deh (memasang wajah ketus)

Ibu Yunita: heh Syifa kamu ngomong apaan si? Kamu nggak boleh ngomong kaya gitu sama kakak kamu sendiri.

Syifa: emang bener ibu..kakak tuh....

Rani: (memotong pembicaraan Syifa) Ah nggak kok, bu. Aku nggak apa-apa.

Ibu Yunita: yaudah kamu ke kamar aja ya, Ran..

Rani: iya..Bu

Syifa: ih manja benget! (langsung meninggalkan temapt duduknya dan pergi keluar)

Karena kesal dengan ibunya yang menurutnya pilih kasih Syifa langsung pergi keluar, dan di luar ia bertemu dengan sahabat kakaknya, Lia dan Tia di depan rumahnya.

Tia: eh Syifa...kak Rani ada?

Syifa: ada di dalam, lagi di sayang-sayang sama ibu

Lia: oh iya..makasih ya Syif, ayo Ti kita masuk

Tia: ayo

Tia dan Lia pun langsung masuk ke rumah Rani dan mereka bertemu dengan Ibu Yunita.

Ibu Yunita: eh ada Tia sam Lia...tunben kesini sore-sore, ada apa?

Tia: (mencium tangan Ibu Yunita) iya Tante, kita udah ada janji sama Rani mau jogging bareng

Lia: iya tante, Rani ada?

Ibu Yunita: aduh..maaf ya Rani lagi istirahat. Kayanya Rani kecapean deh tadi aja Rani jatuh di depan rumah

Tia dan Lia: jatuh? (saling bertatapan)

Ibu Yunita: iya..oiya, ayo duduk dulu. Sekalian ada yang mau tante tanyai sama kalian

Tia dan Lia masuk ke ruang tamu bersama Ibu Yunita.

Ibu Yunita: ayo silahkan duduk..

Lia: iya makasih Tante

Ibu Yunita: hmm..tante mau tanya sama kalian tentang Rani..apa akhir-akhir ini Rani terlihat agak berbeda dari biasanya?

Tia: berbeda gimana tante?

Ibu Yunita: maksud tante, berbeda kaya sering jatuh, atau yang lainnya.

Lia : ah iya tante! Rani kayanya kurang darah ya tante, soalnya dia sering jatuh.

Tia : iya Tante, tadi pas disekolah Rani sempet tiba-tiba jatuh gitu Tante..saya juga gak tau kenapa di bisa jatuh gitu

Ibu Yunita : yang bener? (memasang wajah kaget bercampur bingung)

Lia : iya tante..kita gak bohong

Ibu Yunita: (mulai bingung)

Tia: tante.. kita pulang dulu ya, soalnya udah terlalu sore

Lia: iya tante kita pulang ya..

Ibu Yunit