Nasionalisme Gol III

download Nasionalisme Gol III

If you can't read please download the document

  • date post

    16-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    11

Embed Size (px)

description

Materi

Transcript of Nasionalisme Gol III

  • NASIONALISMEDifasilitasi oleh :Disajikan untuk:

    DIKLAT PRAJABATANGolongan III

    Rabu, 25 Februari 2015

  • KOMPETENSI DASAR MATA DIKLAT NASIONALISME

  • Hasil Belajar :Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu mengaktualisasikan Pancasila sebagai nilai-nilai dasar nasionalisme dalam pelaksanaan tugas jabatannya.

  • Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta dapat :Memahami peranan Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN; Memahami fungsi dan peran ASN sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan publik; Memahami peran ASN sebagai pelayan publik; danMemahami fungsi ASN sebagai pemersatu bangsa.

  • NASIONALISME?

  • NASIONALISMESecara etimologis, kata nasionalisme berasal dari kata nationalism dan nation dalam bahasa Inggris, yang dalam studi semantik kata nation tersebut berasal dari kata Latin natio yang berakar pada kata nascor yang bermakna saya lahir, atau dari kata natus sum, yang berarti saya dilahirkan.

  • NASIONALISMEDalam perkembangannya kata nation merujuk pada bangsa atau kelompok manusia yang menjadi penduduk resmi suatu negara.

  • NASIONALISMEHans Kohn, memberikan terminologi yang sampai saat ini masih tetap digunakan secara relevan yakni: nationalism is a state of mind in which the supreme loyalty of individual is felt to be due the nation state. Bahwa nasionalisme merupakan suatu faham yang memandang bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan.

  • NASIONALISMENasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.Nasionalisme dalam arti luas adalah pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

  • NASIONALISME PANCASILANasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

  • TUMBUHKAN RASA NASIONALISMECARANYA???

  • SEJARAH INDONESIA

  • Secara etimologi wawasan berarti hasil mewawas; tinjauan; pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang.

    Wawasan adalah kemampuan untuk memahami cara memandang suatu konsep tertentu yang direfleksikan dalam prilaku tertentu sesuai dengan konsep atau pokok pikiran yang terkandung didalamnyakebangsaan yang berasal dari kata bangsa dapat mengandung arti ciri-ciri yg menandai golongan bangsa tertentu dan dapat pula mengandung arti kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara.Kebangsaan adalah sikap dan kesadaran yang memandang dirinya sebagai bagian dari suatu kelompok/bangsa yang sama dengan keterikatan sosial yang disepakati bersamaWawasan kebangsaan adalah suatu cara pandang seseorang atau kelompok orang untuk memahami keberadaan jati dirinya dan bertingkah laku yang mementingkan kesepakatan, kesejahtraan, kelemahan, dan keamanan bangsa sebagai titik tolak dalam berfalsafah, berencana dan bertindak untuk mencapai tujuan bersama

  • Nilai-nilai dasar wawasan kabangsaan

    Penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang maha kuasaKesetiakawanan sosialTekad untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan bersatuMasyarakat adil makmurDemokrasi dan berkedaulatan rakyatCinta akan tanah air dan bangsa

  • WAWASAN NUSANTARAWawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya.

  • WILAYAH NEGARANegara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang (Pasal 25A) **BATAS ZEEBATAS WILAYAH

  • Berkaitan dengan wilayah negara Indonesia, pada 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengeluarkan Deklarasi Djuanda. Deklarasi itu menyatakan:Bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia. Penentuan batas laut 12 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang.

  • Sebelumnya, pengakuan masyarakat internasional mengenai batas laut teritorial hanya sepanjang 3 mil laut terhitung dari garis pantai pasang surut terendah. Deklarasi Juanda menegaskan bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah Nusantara. Laut bukan lagi sebagai pemisah, tetapi sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Prinsip ini kemudian ditegaskan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia.

  • Berdasarkan Deklarasi Juanda tersebut, Indonesia menganut konsep negara kepulauan yang berciri Nusantara (archipelagic state). Konsep itu kemudian diakui dalam Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS 1982 = United Nations Convention on the Law of the Sea) yang ditandatangani di Montego Bay, Jamaika, tahun 1982. Indonesia kemudian meratifikasi UNCLOS 1982 tersebut dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985. Sejak itu dunia internasional mengakui Indonesia sebagai negara kepulauan.

  • Nilai PANCASILA Dalam Menumbuhkan NASIONALISME

  • PANCASILA

  • SILA PANCASILAKETUHANAN YANG MAHA ESAKEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADABPERSATUAN INDONESIAKERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILANKEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

  • INSTRUKSIKERJADISKUSIPANCASILA12MASING-MASING KELOMPOK MENDISKUSIKAN IMPLEMENTASI DARI NILAI-NILAI PANCASILA, SILA 1 5, SELAMA 15 MENITMASING-MASING KELOMPOK MEMPRESENTASIKAN HASIL DISKUSINYAKELOMPOK YANG LAIN DAPAT MEMBERIKAN KOMENTAR/TANGGAPAN/SARAN KEPADA KELOMPOK PENYAJI3

  • KETUHANAN YANG MAHA ESAPercaya dan Takwa kepada Tuhan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

  • Penjabaran Sila 1Mengandung arti adanya kausa prima yaitu Tuhan Yang Maha Esa.Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing.Tidak memaksa warga negara.Bertoleransi dalam beragama.Pemerintah memberi fasilisator bagi tumbuh kembangnya agama.

  • KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADABMengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.Saling mencintai sesama manusia.Mengembangkan sikap tenggang rasa.Tidak semena-mena terhadap orang lain.Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.Berani membela kebenaran dan keadilan.Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

  • Penjabaran Sila 2Menempatkan manusia sesuai dengan hakekat bagi makluk TuhanMenjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa Mewujudkan keadilan dan peradaban yang kuat

  • PERSATUAN INDONESIAMenempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.Cinta Tanah Air dan Bangsa.Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan ber-Tanah Air Indonesia.Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

  • Penjabaran Sila 3NasionalimeCinta bangsa dan tanah airMenggalang persatuan dan kesatuan bangsaMenumbuhkan rasa senasib sepenanggungan

  • KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILANMengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.Utamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.Musyawarah untuk mufakat dalam semangat kekeluargaan.Iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.Musyawarah dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.Keputusan harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai kebenaran dan keadilan.

  • Penjabaran Sila 4Hakekat ini adalah demokrasi. Dalam artian umum yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyatPermusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama.Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.

  • KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIAPerbuatan yang cerminkan sikap kekeluargaan/gotong-royong.Bersikap adil.Keseimbangan antara hak dan kewajiban.Menghormati hak-hak orang lain.Suka memberi pertolongan kepada orang lain.Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.Tidak boros.dan bergaya hidup mewah.Tidak merugikan kepentingan umum.Suka bekerja keras.Menghargai hasil karya orang lain.Mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

  • Penjabaran Sila 5

    Kemakmuran bagi rakyat dalam arti dinamis dan meningkatSeluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi kebahagiaan bersama menurut potensi masing - masingMelindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat bekerja sesuai dengan bidangnya

  • BENTUK SUSUNAN PANCASILA( Hierarkis Piramidal )Sila 1 menjiwai sila 2,3,4,&5Sila 2 dijiwai sila 1 d