Nasionalisme gol iii-part i

Click here to load reader

  • date post

    09-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    135
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Nasionalisme gol iii-part i

  1. 1. NASIONALISME Disampaikan pada : Diklat Prajabatan Golongan III Pusdiklat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
  2. 2. 1. Memiliki jiwa nasionalisme Pancasila yang kuat dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara 2. Menjalankan nilai-nilai Pancasila dan mengaktualisasikannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. TUJUAN PEMBELAJARAN
  3. 3. ASN yang mampu mengaktualisasikan wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme dalam menjalankan profesinya sebagai pelayan publik yang berintegritas ASN sebagai pelaksana kebijakan publik ASN sebagai pelayan publik ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa Sila 1 Sila 2 Sila 3 Sila 5Sila 4 ASN yang memiliki nasionalisme kuat ASN yang memahami dan memiliki kesadaran mengimplemantasikan nilai nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugasnya
  4. 4. ARTI NASIONALISME (1) paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri; sifat kenasionalan: nasionalisme makin menjiwai bangsa Indonesia; (2) kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu; semangat kebangsaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
  5. 5. NASIONALISME SEMPIT (CHAUVINISME) Sikap yang mengagung - agungkan bangsanya sendiri secara membabi buta dan sekaligus menindas bangsa lain Hitler Mussolini Sharon Milocevic
  6. 6. NASIONALISME PANCASILA Nasionalisme pada umumnya adalah rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
  7. 7. PRINSIP PRINSIP NASIONALISME PANCASILA - Dilandasi nilai-nilai Pancasila - Menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan - Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara - Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air - Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa - Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.
  8. 8. Rasa kebangsaan atau kesadaran berbangsa adalah rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini. Dinamisasi rasa kebangsaan berkembang menjadi wawasan kebangsaan
  9. 9. WAWASAN KEBANGSAAN Cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungan nusantara itu. -Wadah (organisasi) -Isi -Tata laku -Unsur unsurnya :
  10. 10. Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau citacita nasionalnya Wawa san Nusan tara WAWASAN NUSANTARA
  11. 11. Nilai-nilai Nasionalisme Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara (Sila 1 dan Sila 2)
  12. 12. INDIKATOR HASIL BELAJAR 1. Peserta dapat memahami dan mengimplementasikan Nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya. 2. Peserta dapat memahami dan mengimplementasikan Nilai-Nilai Kemanusiaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya.
  13. 13. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya 1. Sejarah Ketuhanan dalam Masyarakat Indonesia 2. Ketuhanan dalam Perumusan Pancasila 3. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Bernegara 4. Implementasi Nilai-nilai Ketuhanan dalam kehidupan Sehari-hari
  14. 14. Sejarah Ketuhanan dalam Masyarakat Indonesia Kepercayaan yang dianut oleh manusia prasejarah di Indonesia adalah dinamisme dan animisme Dinamisme Kepercayaan terhadap benda benda mati yang dipercaya mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan upaya yang dilakukan manusia Animisme Kepercayaan terhadap roh halus atau jiwa yang mendiami setiap benda sehingga harus dihormati
  15. 15. Pengaruh India (agama Hindu dan Budhha) dimulai sejak abad ke-5. Pengaruh Islam mulai dirasakan kuat pada abad ke-13 dengan munculnya kerajaan-kerajaan Islam seperti Samudera Pasai di Aceh. Pengaruh Cina mulai masuk pada abad ke-14. Sedangkan pengaruh Barat mulai terasa sejak masuknya Portugis pada abad ke-16.
  16. 16. Hindu Dibawa dari India pada awal awal masehi. Kerajaan Hindu pertama adalah Kutai (350 M). Kerajaan Hindu seperti Tarumanegara, Mataram Hindu, Medang, Kediri, Majapahit. Budha Dibawa oleh para biksu dari India dan China. Kerajaan Budha terkenal adalah Sriwijaya, Syailendra, Kalingga dan Singasari. Majapahit juga mendapat pengaruh Budha
  17. 17. Islam Berasal dari jazirah Arab yang dibawa langsung oleh para pedagang Arab, China atau dari tempat lain. Kerajaan Islam pertama adalah kerajaan Pasai pada tahun 10 M. Kemudian menyebar ke sebagian besar Nusantara. Kristen Dibawa oleh para pemuka agama Kristen dari Eropa. Peyebaran agama Kristen terbanyak ke arah Timur yaitu Sulawesi, Maluku, Papua, NTT. Selain itu pusat agama Kristen dijumpai di Sumatera Utara, Kalimantan dan beberapa tempat di Jawa.
  18. 18. PERAN NILAI NILAI AGAMA DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN Para pahlawan nasional berjuang dengan berbagai latar belakang agama yang berbeda demi terwujudnya Indonesia merdeka
  19. 19. PERAN ORGANISASI KEAGAMAAN DALAM PERGERAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA -Sarikat Dagang Islam (1905) oleh H. Samanhudi -Sarikat Islam (1911) oleh HOS Tjokroaminoto -Partai Kaum Masehi Indonesia (1930) -Persatuan Politik Katolik Indonesia (1938) -Muhammadiyah (1912) oleh KHA Dahlan -Nahdhatul Ulama (1926) oleh KH Hasyim Asyari
  20. 20. Ketuhanan dalam Perumusan Pancasila Terdapat 2 kubu dalam penentuan dasar negara yaitu golongan Isalam dan Nasionalis. Golongan Islam menginginkan penyatuan negara dan agama. Sedangkan golongan Nasionalis memandang perlunya pemisahan negara dan agama. Pidato Sukarno tanggal 1 Juni 1945 pada sidang BPUPKI memasukkan prinsip ketuhanan sebagai salah satu sila dari lima filosofi dasar negara yang disebut Pancasila
  21. 21. Usulan golongan Islam menambahkan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya yang dikenal dengan rumusan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) Hasil kerja Panitia 9 mempertemukan 2 golongan menghasilkan rumusan Pancasila. Pada tanggal 18 Agustus 1945 disahkan UUD 1945. Pancasila dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945
  22. 22. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Ketuhanan dalam Kehidupan Bernegara Konsep toleransi kembar (twin tolerantions) Konsep diferensiasi Konsep Civil Society dan Political Society
  23. 23. Toleransi Kembar (Twin Tolerantions) Institusi negara harus bebas dalam membuat kebijakan sesuai amanat konstitusi yang disepakati. Institusi agama tidak boleh memaksakan kebijakan publik kepada pemerintah yang telah dipilih secara demokratis. Toleransi kembar adalah situasi ketika institusi agama dan negara menyadari batas otoritasnya lalu mengembangkan toleransi sesuai fungsinya masing- masing.
  24. 24. Konsep Diferensiasi Diferensiasi ini dimaknai sebagai pembedaan, bukan pemisahan antara agama dan negara. Otoritas agama dan negara masing-masing mempunyai ranah kehidupan yang berbeda. Adanya diferensiasi ini membuat agama dan negara bisa mengembangkan peran publiknya masing-masing tanpa saling memaksa karena masing-maisng berada dalam konteksnya yang tepat.
  25. 25. Civil Society dan Political Society Agama berperan dalam membangun civil society dan political society sejauh bisa memelihara toleransi antara otoritas agama dan otoritas negara. Ajaran agama memberi inspirasi dalam political society untuk mengedepankan rasionalitas (bukan doktrin) dan imparsialitas (mempertimbangkan kepentingan semua pihak).
  26. 26. Nilai-nilai keagamaan yang terbuka (inklusif) Sumber motivasi bagi masyarakat Menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara Implementasi Nilai-nilai Ketuhanan dalam kehidupan Sehari-hari
  27. 27. Kekuasaan (jabatan) adalah amanat manusia dan amanat Tuhan, oleh karena itu harus dijalankan dengan transparan dan akuntabel Munculnya kesadaran untuk membentuk persatuan, kemanusiaan, permusyawaratan, dan keadilan sosial. Melahirkan etos kerja yang positif, dan memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan kekayaan alam yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran masyarakat.
  28. 28. Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai Kemanusiaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya 1. Sejarah Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Masyarakat Indonesia 2. Kemanusiaan dalam Perumusan Pancasila 3. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Berbangsa 4. Implementasi Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Sehari-hari
  29. 29. Sejarah Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Masyarakat Indonesia Bangsa Indonesia sudah sejak lama dipengaruhi dan mempengaruhi kehidupan global Sejarah interaksi nenek moyang bangsa Indonesia dengan berbagai bangsa dan peradaban dunia memberi andil dalam menumbuhkan nilai kekeluargaan antar bangsa atau yang disebut dengan perikemanusiaan
  30. 30. Pengaruh dari bangsa lain terhadap pergerakan bangsa : Pergantian pemerintahan di Belanda memunculkan Politik Etis yang memprioritaskan program pendidikan, irigasi dan transmigrasi Gerakan pan Islamisme mempengaruhi gerakan modernisasi pendidikan Gerakan nasionalisme Tiongkok membangkitkan semangat kebangkitan para perantau Tiongkok untuk maju di bidang ekonomi dan pendidikan
  31. 31. Kemanusiaan dalam Perumusan Pancasila Radjiman Wediodiningrat, Ketua BPUPKI menyampaikan pentingnya nilai kegotongroyongan baik sesama bangsa Indonesia maupun antarbangsa. Pidato Soekarno pada sidang BPUPK 1 Juni 1945 bahwa prinsip kemanusiaan adalah salah satu dasar negara Indonesia merdeka yang kemudian dituangkan dalam Sila ke 2 Pancasila Kebangsaan atau nasionalisme dan kemanusiaan atau internasionalisme saling melengkapi satu sama lain
  32. 32. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Berbangsa Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 menginspirasi negara- negara Asia dan Afrika untuk memerdekakan diri. Kemerdekaan bangsa bangsa didukung oleh PBB yang melakukan sidang pada 10 Desember 1948 dan melahirkan piagam yang dikenal dengan Universal Declaration of Human Rights, berupa 30 pasal berisi jaminan HAM di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya
  33. 33. PERANG DINGIN Uni Sovyet Amerika Serikat
  34. 34. Gerakan Non Blok yang diawali oleh KAA tahun 1955 di Bandung menyatakan netral dan berprinsip bahwa kedaulatan semua bangsa harus dihormati dan segala perselisihan internasional diselesaikan secara damai. GERAKAN NON BLOK
  35. 35. Universalisme Partikularisme HAM adalah hak semua orang yang bersifat universal, tanpa memandang di mana orang itu berada HAM itu harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat di mana orang itu berada
  36. 36. GLOBALISASI Efek negatif dari globalisasi : - Munculnya ideologi neoliberalisme - Kesenjangan pembangunan semakin melebar - Isu Hak Asasi Manusia menyulitkan dunia ketiga Perlu adanya keseimbangan antara agenda kebangsaan dan agenda internasional.
  37. 37. Implementasi Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Sehari-hari Menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia serta menjalankn politik luar negeri bebas aktif Berupaya menghapuskan masalah kekerasan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial Keselarasan antara kepentingan nasional dan kemaslahatan global
  38. 38. Nilai-nilai Nasionalisme Pancasila Bagi Aparatur Sipil Negara (Sila 3, 4 dan Sila 5)
  39. 39. INDIKATOR HASIL BELAJAR 1. Peserta Diklat dapat memahami dan mengimplementasikan Nilai-Nilai Sila Persatuan Indonesia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya. 2. Peserta Diklat dapat memahami dan mengimplementasikan Nilai-nilai Kerakyatan Dalam Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalankan Tugasnya. 3. Peserta Diklat dapat memahami dan mengimplementasikan Nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya.
  40. 40. Pemahaman dan Implementasi Sila Persatuan Indonesia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Menjalankan Tugasnya 1. Pendekatan Historis 2. Tumbuhnya Kesadaran Nasionalisme Purba dan Nasionalisme Tua 3. Nasionalisme Indonesia: Perspektif Teoritis 4. Implementasi Nilai Persatuan Indonesia Dalam Membangun Semangat Nasionalisme
  41. 41. Indonesia terdiri dari 18.108 pulau dan 6000 diantaranya berpenduduk (Data UNEP 2003). Dari 7,9 juta km luas total luas wilayah Indonesia, 3,2 juta km km2 merupakan wilayah laut territorial dan 2,9 juta km2 lainnya masuk dalam perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan sisanya sebanyak 1,8 juta km2 adalah wilayah daratan
  42. 42. Masa Purba Masa Prasejarah Nusantara Masa Sejarah Nusantara TINJAUAN FASE SEJARAH INDONESIA
  43. 43. Manusia Purba Di Indonesia Manusia Purba hidup di Indonesia 500.000 SM yaitu Pithecanthropus Erectus kemudian berevolusi menjadi Homo Wajakensis yang hidup50.000 tahun lalu Jenis manusia purba lain Neanderthal hidup di Afrika Timur 160.000 SM. Gelombang imigrasi kedua terjadi pada 85.000 SM ke semenanjung Arab lalu menyebar ke Srilangka, India hingga Dataran Sunda. Jenis manusia ini berkembang menjadi Homo Sapiens di wilayah Nusantara
  44. 44. Manusia Prasejarah Di Indonesia Dataran Sunda sebagai tempat berkembangnya manusia jenis Homo Sapiens karena kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, iklim yang moderat dan tempat perlintasan manusia purba. Sebelum berakhirnya zaman es dataran sunda merupakan pusat kehidupan dunia. Pelopor pertanian, peternakan, pengembangan bahasa, termasuk kemampuan untuk membuat perahu. Ketika es di kutub mencair, dan secara perlahan menenggelamkan dataran sunda, manusia dikawasan ini menyebar ke berbagai belahan dunia
  45. 45. Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia Selain kelompok manusia di Dataran Sunda, kelompok lain datang dari Yunan pada 2000 500 SM. Gelom-bang pertama yaitu Melayu Tua melewa-ti jalur Taiwan, Filipina, Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur. Gelombang kedua yaitu Melayu Muda ke Malaysia, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara
  46. 46. Percampuran kelompok manusia prasejarah menyebabkan Indonesia mempunyai beragam suku, etnis, dengan keragaman yang sangat banyak. Manusia prasejarah Indonesia telah mengembangkan pertanian, peternakan dan melalukan penyebaran kebudayaan dan perdagangan maritim mulai dari Madagaskar di Samudera Hindia hingga sebagian besar pulau kecil di Pasifik.
  47. 47. Situs Gunung Padang diperkirakan berumur 5.000 SM Bila benar terbukti akan menjadi peradaban tertua di dunia. Sejarah akan mencatat.....
  48. 48. NENEK MOYANG BANGSA BAHARI Para penjelajah laut Nusantara sudah menjejakkan kaki di Benua Afrika melalui Madagaskar. Kehebatan kapal Jung sebagai penguasa laut Asia Tenggara (5- 7 M) adalah seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.
  49. 49. KERAJAAN KERAJAAN KUNO INDONESIA 1. Kerajaan Kutai di Kutai, Kaltim. Raja terkenal adalah Mulawarman. 2. Kerajaan Tarumanegara di Pakuan, Bogor. Raja terkenal adalah Purnawarman. Membangun saluran irigasi 3. Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah. Peninggalan terkenal adalah Candi Prambanan 4. Kerajaan Syailendra di Jawa Tengah. Peninggalan terkenal adalah Candi Borobudur 5. Kerajaan Kediri di Jawa Timur 6. Kerajaan Singasari di Jawa Timur. Ekspedisi Pamalayu oleh Raja Kertanegara merintis penyatuan Nusantara
  50. 50. PENINGGALAN KERAJAAN KUNO
  51. 51. KERAJAAN SRIWIJAYA (671 1025) KERAJAAN MAJAPAHIT (1293 1500)
  52. 52. Nasionalisme Purba (Archaic Nationalism) Bentuk kesadaran bersifat sederhana dan lokalitas Hubungan interkoneksi melalui jaringan perdagangan, jaringan kekuasaan dan jaringan keagamaan antar pulau karena saat itu masih belum muncul asosiasi/lembaga politik. Perlawanan komunitas agama, seperti Perang Diponegoro di Jawa Tengah (1825-1830), Perang Paderi di Sumatera Barat (1821-1838), Perang Aceh (1873-1903) dan lain - lain
  53. 53. PERANG MELAWAN KOLONIAL VOC (1600 1799) Hasanuddin Sultan Agung Untung Surapati S. Iskandar Muda
  54. 54. PAHLAWAN NASIONAL MELAWAN KERAJAAN BELANDA (1800 1900) Diponegoro Imam Bonjol Sisingamangaraja Pattimura Cut Nyak Dien Antasari Raden Inten
  55. 55. Nasionalisme Tua (Proto Nationalism) Meskipun heterogen tetapi terdapat titik temu yaitu : Adanya agenda bersama yang berpusat pada isu kemajuan, kesejahteraan umum dan pentingnya persatuan nasional. Adanya afiliasi (keanggotaan) ganda yang berfungsi sebagai jembatan diantara perhimpunan perhimpunan. Contoh : SI (Syarikat Islam), SDI (Syarikat Dagang Islam), Muhamadiyah oleh KH Ahmad Dahlan, ISDV, Boedi Oetomo, Sumpah Pemuda dan lainnya.
  56. 56. PAHLAWAN PERGERAKAN NASIONAL HOS Cokroaminoto MHThamrin Wahidin Sudirohusodo Sutomo Douwes Dekker Ki Hajar Dewantara Oto Iskandar Dinata
  57. 57. PERLAWANAN MELAWAN PENJAJAHAN JEPANG (1942 1945) KHZ Mustofa Supriadi
  58. 58. Bangsa dan Negara Bangsa merupakan konsep budaya tentang suatu komunitas politis karena adanya kesamaan historis, geografi, budaya, ekonomi hak hak legal, dan kewajiban lainnya. Negara merupakan konsepsi politik tentang sebuah kesatuan politik yang berdaulat yang tumbuh berdasarkan kesepakatan dan kontrak sosial yang meletakkan individu kedalam kerangka kewarganegaraan (citizenship). Prinsip kedekatan dan keakraban Prinsip kesamaan dan kesetaraan didepan hukum dan keadilan
  59. 59. Unsur unsur negara berdasarkan Konvensi Montevideo (1933) Penduduk yang tetap Wilayah teritorial yang utuh Pemerin- tah Pengakuan dari negara lain
  60. 60. Ciri ciri suatu bangsa adalah : Karakter yang sama Sejarah hidup bersama Cita cita bersama Adat, budaya, kebiasaan
  61. 61. Negara Bangsa (Nation State) Nation-state adalah terbentuknya sebuah negara yang didahului dengan adanya bangsa atau suatu negara yang didiami oleh suatu bangsa. Contoh : Indonesia. Sebelum proklamasi didahului dengan pengakuan sebuah bangsa tahun 1908 pada peristiwa Budi Utomo dan peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928. Jerman, Inggirs, Perancis, dan umumnya negara negara Eropa
  62. 62. Bangsa-Negara (State Nation ) State-nation merupakan terbentuknya satu-kesatuan bangsa setelah adanya pengakuan kedaulatan suatu wilayah sebagai negara merdeka (berdaulat) dan merupakan Negara yang bisa digabung atau di pecah. Contoh : Amerika Serikat. Berbagai macam etnis yang ada di wilayah Amerika Serikat akhirnya dapat mengakui sebagai satu-kesatuan setelah adanya pernyataan terbentuknya negara Amerika Serikat. Chekoslovakia, Yugoslavia Rusia (termasuk dahulu Uni Sovyet), RRC, Australia, Kaanada
  63. 63. Nasionalisme Indonesia: Perspektif Teoritis Indonesia menganut : Political Nationalism yaitu Negara menjadi unsur pemersatu Cultural Nationalism, yaitu adanya semangat untuk mempertahankan kemajemukan budaya, etnis, agama Otonomi daerah berupa kemandirian dalam mengatur daerah sendiri
  64. 64. Ada tiga aliran besar dalam memandang masalah kebangsaan kebangsaan, yaitu aliran modernis, aliran primordialis dan aliran perenialis. Bangsa merupakan hasil dari modernisasi dan rasionalisasi Perspektif modernis Bangsa merupakan sebuah pemberian historis, yang terus hadir dalam sejarah manusia Perspektif primordialis Bangsa bisa ditemukan di pelbagai zaman sebelum periode modern Perspektif perennialis
  65. 65. Perspektif Modernis Aspek utama dalam formasi kebangsaan modernis; Unit politik sekuler, independen dan universal. Teritori yang terkonsolidasikan oleh birokrasi, ekonomi pasar dan jaringan komunikasi. Secara etnis lebih homogen dengan kebijakan sentralisasi, bahasa resmi Negara, pengajaran patriotik. Unit budaya tertinggi berlandaskan pada standarisasi budaya baca tulis dan kapitalisme percetakan. Munculnya kelas menengah baru yang mudah berpindah (mobile) Para ahli perspektif modernis menolak keterkaitan antara komunitas etno-religious dan tradisi masa lalu, serta menekankan semangat kebaruan (novelty) dari bangsa
  66. 66. Perspektif etnosimbolis Aliran ini menggabung ketiga pendekatan dengan melihat bahwa kelahiran bangsa merupakan sebuah proses pembentukan yang harus dimengerti dalam jangka panjang. Kebangsaan Indonesia berupaya untuk mencari persatuan dalam perbedaan. Persatuan menghadirkan loyalitas baru dan kebaruan dalam bayangan komunitas politik, kode kode solidaritas, dan institusi sosial politik. Bentuknya adalah konstitusi dan perundang undangan, ideology pancasila, kesamaan warga di depan hukum, dan bahasa persatuan.
  67. 67. Implementasi Nilai Persatuan Indonesia Dalam Membangun Semangat Nasionalisme Keberadaan bangsa Indonesia adalah berkat semangat Gotong Royong yang mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Mengakui keanekaragaman Memperkaya khazanah budaya dan pengetahuanKedalam Menjunjung perdamaian Menjunjung keadilan antar umat manusiaKeluar TujuanNasionalisme BerdasarkanGotogRoyong
  68. 68. Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai Kerakyatan Dalam Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan Tugasnya 1. Sejarah Nilai-nilai Permusyawaratan dalam Masyarakat Indonesia 2. Permusyawaratan dalam Perumusan Pancasila 3. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Permusyawaratan dalam Kehidupan Berbangsa 4. Implementasi Nilai-nilai Permusyawaratan dalam Kehidupan Sehari-hari
  69. 69. Sejarah Nilai Nilai Permusyawaratan dalam Masyarakat Indonesia Tradisi demokrasi di pemerintahan desa Ajaran agama tentang di persaudaraan dan kesamaan Paham demokrasi para pemimpin pergerakan nasional Contoh : -Desa di Jawa -Nagari di Sumbar -Banjar di Bali Keteladanan Nabi tokoh tokoh agama
  70. 70. Demokrasi di desa : Pemanfaatan tanah harus persetujuan masyarakat Kebiasaan musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan umum Hak protes kepada raja apabila ada keputusan yang tidak adil Hak menyingkir dari daerah kekuasaan raja
  71. 71. Nilai nilai demokrasi bersumber dari nilai nilai ketuhanan : - Semua manusia mempunyai derajat yang sama (egaliter) di hadapan Tuhan - Tidak ada pemaksaan kehendak dalam pergaulan manusia - Pembangunan masyarakat madani yang demokratis
  72. 72. Gagasan humanisme dan demokrasi Barat mempengaruhi kaum terdidik di Hindia Belanda. Muncul berbagai organisasi nasionalisme Nasionalisme di negara-negara Eropa hingga abad 18 identik dengan kolonialisme perdagangan. Mulai abad 18 nasionalisme bergeser ke imperialisme wilayah dan pasar.
  73. 73. Permusyawaratan dalam Perumusan Pancasila Prinsip permusyawaratan adalah syarat mutlak kuatnya negara. Demokrasi permusyawaratan : - Ajang memperjuangkan aspirasi berbagai golongan - Semangat permusyawaratan menguatkan negara persatuan Pidato Ir. Sukarno tanggal 1 Juni 1945 memasukkan prinsip mufakat atau demokrasi. Sidang BPUPKI tanggal 22 Juni 1945 menjadikan prinsip musyawarah dalam sila ke-4,
  74. 74. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Permusyawaratan dalam Kehidupan Berbangsa Prasyarat dalam pemerintahan yang demokratis : 1. Kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah 2. Kekuasaan harus dibatasi 3. Pemeirntah harus berdaulat Demokrasi Pancasila dalam praktek : - Keseimbangan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi melalui demokrasi permusyawaratan - Kemajemukan Indonesia dalam berbagai bidang baik budaya, agama, pendidikan, dan ekonomi memerlukan semangat kekeluargaan dalam menjalankan roda pemerintahan.
  75. 75. Demokrasi Permusyawaratan Model demokrasi permusyawaratan menyerupai model demokrasi deliberatif. Demokrasi deliberatif meletakkan keutamaan diskusi dan musyawarah dengan argumentasi berlandaskan konsensus (hikmah kebijaksanaan) dibanding keputusan berdasarkan voting. Disini suara mayoritas hanya syarat minimum Demokrasi mayoritas (majoritarian democracy) adalah pemegang suara mayoritas harus diikuti
  76. 76. Implementasi Nilai-nilai Permusyawaratan dalam Kehidupan Sehari-hari Sila ke-4 Pancasila mengandung ciri-ciri demokrasi : 1. Kerakyatan (kedaulatan rakyat) 2. Permusyawaratan (kekeluargaan) 3. Hikmat kebijaksanaan. Demokrasi yang berciri kerakyatan berarti adanya penghormat- an terhadap suara rakyat. Rakyat berperan dan berpengaruh besar dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemerintah
  77. 77. Ciri permusyawaratan : 1. Persatuan di atas kepentingan perseorangan dan golongan. 2. Penyelenggaraan pemerintahan didasarkan atas semangat kekeluargaan dan kesamaan derajat Hikmat kebijaksanaan dijalankan dengan : 1. Landasan etis dalam berdemokrasi 2. Landasan sila-sila Pancasila lainnya 3. Wawasan dan pengetahuan yang mendalam tentang pokok bahasan dalam musyawarah atau pengambilan keputusan.
  78. 78. Demokrasi permusyawaratan dijalankan dalam berbagai pilar kehidupan bernegara. Demokrasi dijalankan secara prosedural melalui pembentukan lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif Demokrasi dijalankan dalam bidang ekonomi, sosial, hukum, dan pelayanan publik untuk kesejahteraan pada masyarakat.
  79. 79. Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai Keadilan Sosial bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan Tugasnya 1. Perspektif historis 2. Perspektif teoritis 3. Membumikan keadilan sosial dalam kerangka Pancasila
  80. 80. Perspektif Historis Kekuatan asing yang pernah masuk ke wilayah Indonesia : Tiongkok (Laksmana Cheng Ho), Portugal, Spanyol, Inggirs, Belanda, Perancis, Denmark
  81. 81. ERA KOLONIAL DI INDONESIA Bangsa Spanyol masuk Indonesia pada tahun 1521 di Tidore Bangsa Portugis masuk Indonesia pada tahun 1509 di Ternate Bangsa Belanda dipimpin oleh Cornelis de Houtman masuk Indonesia pada tahun 1596 di Banten.
  82. 82. ERA KOLONIAL DI INDONESIA VOC didirikan tahun 1602 dan melakukan monopoli perdagangan secara paksa. Perlawanan muncul di berbagai daerah tetapi mengalami kegagalan
  83. 83. PENINDASAN PENJAJAH BELANDA Tanam Paksa Pembangunan jalan pos Anyer - Panarukan
  84. 84. Sukarno : Marhaenisme untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan Hatta : Kerja sama tolong menolong dalam suasana kesederajatan, sebagai upaya untuk memperjuangkan keadilan sosial dan kemakmuran bangsa Syahrir : Kebebasan individu di hormati, namun harus kooperatif dengan sikap altruism, asosiasif dan harmonis dengan kehidupan secara kolektif.Selain itu Syahrir memunculkan gagasan Negara Kesejahteraan (welfare state)
  85. 85. Pendekatan Teoritik Dalam Melihat Gagasan Keadilan Sosial Dan Kesejahteraan Rakyat Tantangan keadilan ekonomi terjadi ketika ada ketimpangan dalam sistem produksi dan distribusi dan dilegitimasi oleh sistem sosial politik Keadilan Ekonomi Pra Merkantilis Menekankan pentingnya regulasi Negara atas perdagangan Keadilan Ekonomi Merkantilis Kondisi persaingan yang sempurna (perfect competition) dan negara berperan berperan dalam penyediaan sarana sarana publik, penegakan hukum dan keadilan Keadilan Ekonomi Pasca Merkantilis
  86. 86. Ketimpangan Ekonomi Penyebab ketimpangan ekonomi : 1. Perolehan dijadikan tujuan 2. Proses akumulasi modal dan kekayaan cenderung tidak mengenal batas (tidak pernah puas) 3. Keuntungan sebagian masyarakat diperoleh atas kerugian orang lain.
  87. 87. Aspek Moralitas Untuk mengatasinya : 1. Keadilan komutatif bahwa harga yang adil untuk setiap komoditi sesuai dengan kedudukan sosial berdasarkan profesi dan keahliannya 2. Keadilan distributif, keadilan yang menyangkut pendapatan yang layak bagi setiap orang Pandangan agama menghargai perdagangan dan etos kerja di bidang perdagangan tetapi harus menjaga aspek moralitas dalam memperoleh dan tidak boleh perilaku boros, tamak, serakah, nafsu menimbun dan kesenangan duniawi yang berlebihan
  88. 88. Faktor lingkungan ekonomi internasional yang membentuk pemikiran merkantilisme kontemporer : 1. Ekspansi cepat perdagangan dunia dan eksplorasi seberang laut. Membuka kesempatan berlimpah yang memberikan peluang bagi kelas pedagang untuk mengeksploitasi kekayaan yang menguntungkan baik dirinya maupun Negara 2. Bangkitnya Negara bangsa sebagai entitas politik. Membentuk batas batas politik yang jelas dalam kebijakan perdagangan.
  89. 89. Membumikan Keadilan Sosial dalam Kerangka Pancasila Agar terwujudnya keadilan sosial diperlukan syarat yang oleh Soekarno seringkali disebut dengan istilah Sosio Demokrasi : 1. Emansipasi dan partisipasi bidang politik 2. Emansipasi dan partisipasi bidang ekonomi Keinginan pendiri bangsa menjadikan Indonesia sebagai negara kesejahteraan (welfare state) yaitu bentuk pemerintah- an demokratis yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Dalam Negara kesejahteraan sosial bukan penghapusan hak milik pribadi, tapi fungsi sosial dari hak miliki pribadi.
  90. 90. Peran Negara dalam mewujudkan keadilan sosial melalui : 1. Perwujudan relasi yang adil disemua tingkat sistem kemasyarakatan 2. Pengembangan struktur yang menyediakan kesetaraan kesempatan 3. Proses fasilitasi akses atas informasi, layanan dan sumber daya yang diperlukan 4. Dukungan atas partisipasi bermakna atas pengambilan keputusan bagi semua orang. Tujuan gagasan keadilan : Tujuan ekonomis Pembebasan manusia dari pemberhalaan terhadap benda Pemuliaan martabat kemanusiaan Pemupukan solidaritas kebangsaan Penguatan daulat rakyat.
  91. 91. Kisah Brigadir Royadin dan Sultan HB IX KETELADANAN DAN KESEDERHANAAN
  92. 92. Nasionalisme Otto Iskandar Di Nata Si Jalak Harupat (burung jalak yang berani
  93. 93. Inspired Stories - Baca kisah kisah keteladanan dalam buku Modul, yaitu : 1. Ketika Sri Sultan HB IX terkena tilang di Pekalongan 2. Si Jalak Harupat (Burung Jalak yang Berani) 3. Yap Thiam Hien: Pejuang HAM Yang Menjunjung Kemanusiaan 4. Ibu Hj. Andi Rabiah/Suster Apung 5. Menunjukkan Rasa Memiliki Dan Mencintai Tanah Air 6. Patriotisme Dan Nasionalisme Warga Keturunan 7. Keteladanan Dalam Pengamalan Nilai Kerakyatan 8. Mewujudkan Rasa Keadilan Sosial Sebagai Pejabat Publik - Pilih salah satu kisah di atas. - Buat deskripsi umum tentang kisah yang dipilih dan nilai nilai yang menjadi keteladanan