Naker 3 Hubungan Kerja - Phk

Click here to load reader

  • date post

    05-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    2

Embed Size (px)

description

DATA KETENAGAKERJAAN

Transcript of Naker 3 Hubungan Kerja - Phk

  • HUKUM KETENAGA KERJAAN

    MK Djoko TriyantoF Hukum UNDIP2009

  • Perjanjian Kerja

    Landasan : Psl. 51 63PK: perjj antara pekerja dg pengusaha/pemberi kerja yg memuat syarat kerja, hak & kewajiban para pihak

    Bentuk Perjanjian :- Tertulis, hrs sesuai dg perat per-UU-an- Lisan

  • HUBUNGAN KERJA:A. Landasan Hubungan Kerja:Perjanjian KerjaPeraturan PerusahaanPerjanjian Kerja BersamaPerjanjian Pemborongan Pekerjaan

  • Dasar pembuatan PK : Psl 52Kesepakatan kedua belah pihakKemampuan/kecakapan mlkkn perbuatan hukumAda pkerjaan yg diperjj-kanPekerjaan tdk bertentangan:- ketertiban umum- kesusilaan- perat per-UU-an yg berlaku

  • Syarat PK Tertulis (Psl 54) :Nama,alamat perush & jenis usahaNama,jenis kelamin,umur & alamat pekerjaJabatan, jenis pekerjaanTempat pekerjaanBesar upah &tempat pembayaranHak&kewajiban pengusaha/pekerjaMulai&jangka waktu berlaku perjjTempat&tgl PK dibuatTanda tangan para pihak pembuat PK

  • Macam PK => Psl 56 ayat (1) :PKWT -> dibuat atas jangka waktu /selesainya suatu pekerjaandlm bhs Indonesia & huruf latinPekerjaan :- sekali selesai/sifat sementara - selesai kurang / maks. 3 th- bersifat musiman- produk baru/percobaan/ penjajagan - perpanjangan maks. 1 th

  • UU 13/2003 Kepmenakertras 100/Men/VI/2004:- Syarat PKWT tdk < UU & / PP- Sex selesai, sementara & > 3 thnCuaca /musim tertentuProduk / kegiatan baru, percobaan, penjajaganHarian lepas , maks. 21 hari/blnPencatatan < 7 hari penandatanganDlm Bhs Indonesia & huruf latin, dilanggar PKWTT

  • 2. Perjj kerja waktu tdk tertentu:- Dpt mensyaratkan percobaan- Upah m.percobaan min= UMK

    Berakhirnya PK :Pekerja matiHabis jangka waktu perjjPutusan Pengad/PHI kekuatan hk tetapKejadian tercantum PK/PKB Psl 62 phk sepihak = ganti rugi

  • 2. Peraturan Perusahaan:Psl 108 114 UU 13/2003Perat tertulis dibuat pengusaha : Syarat-syarat kerja Tata tertib perusahaaanMinimum 10 org pekerja wajib, kecuali punya PKBIsi PP :1. hak &kewajiban pengusaha2. - ,,= pekerja3. syarat kerja4. tata tertib perusahaan5. jangka waktu berlaku PP Kepmenaker 48 / 2004: Tata cara pembuatan PP dan PKB dan Pengesahannya

  • 3. Perjanjian Kerja Bersama:Psl 116 133 UU 13/2003Hasil perundingan SP/SB dg pengusaha/gabungan pengusaha => syarat kerja, hak & kewajiban kedua belah pihakSyarat :1. musyawarah2. tertulis, huruf latin, bahasa Indonesia3. Bhs asing disamping bhs Ind

  • Masa berlaku :maks. 2 th perpanjangan 1 thPerundingan pembuatan maks. 3 bl sbelum PKB lama akhirPerundingan tdk tercapai PKB lama berlaku maks 1 th

    Isi PKB :Hak & kewajiban pengusahaHak & kewajiban SP/SBJangka waktu & masa berlakuTanda tangan para pihak

  • Kepmenaker 48 / 2004: Tata cara pembuatan PP dan PKB dan Pengesahannya SP/SB > 1 > 50 % Pekerja Bisa Pengurus SP /SB / Penunjukan Wakil penyusunanPerselisihan penyusunan Disnaker(Mediator) ment UU 2/ 2004

  • 4, Perjj. Pemborongan Pekerjaan:Outsourcing Psl 64 66Psl 1601 b KUH PerdataSyarat :Dlkkn terpisah kgtan utama Perintah langsung/tdk pemberi kerjaKegiatan penunjang perushTdk menghambat proses produksi scr langsungPerush penerima -> badan hukum

  • PP dr Psl. 64 66 UU 13/2003 Kepmenakertrans :1. KEP101/MEN/VI/2004 : Tata cara Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/ Buruh2. KEP 220/MEN/X/2004: Syarat Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Perusahaan Lain

  • SP/SB UU 21/2000 dan PPOrganisasi pengusaha => APPINDOLK Bipartit : Perush > 50 pekerja wajib membentuk, terdiri unsur Pengusaha dan Pekerja demokratisLK Tripartit : Kab./Kota Pekerja, Pengusaha, Pemerintah, memberikan saran/pertimbangan/pendapat pd Pemerintah dlm penyusunan kebijakan dan pemecahan masalah ketenagakerjaan LKT : Kab/Kota , Nasional

  • B. Hubungan IndustrialSarana Pelaksn H Industrial :SP/SBOrganisasi pengusahaLembaga Kerjasama BipartitLembaga Kerjasama TripartitPeraturan PerusahaanPerjanjian Kerja BersamaPeraturan per-UU-anLembaga Penyelesaian Perselisihan Industrial UU 2/2004

  • Lembaga Penyel Perselisihan Hubungan Industrial dilakukan sesuai UU No. 2 Tahun 2004 ttg Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Penyel Di LUar dan Pengadilan Hubungan Industrial (di PN)

  • C. Perselisihan Hubungan IndustrialPerselisihan Karena PHK -,, - karena Hak -,, - Kepentingan -,, - antar SP/ SB dalam satu PerusahaanPerselisihan Ind tsb diatur UU 2 / 2004pada umumnya perselisihan industrial kebanyakan diawali dengan pemogokan pekerja atau penutupan perusahaan oleh pengusaha (Lock Out)

  • Mogok Kerja (UU !3/2003 Ps 137-145)Ps 137: scr sah, tertib dan damaiPs 138: ajakan mogok tdk langgar hk, dpt dipenuhi / tdak Ps. 139: mogok di perush yg layani kepent umum/ di perush yg jenis kgtnnya bahayakan keselamatan jiwa mns diatur sedmk rupa shg tdk mengganggu kepent umum &/ bahayakan keselamatan orang lainPs 140: pemberitahuan scr tertulis, 7 hr sebelum mogok, kpd pengusaha & instansi yg bertgjawab bdg ketenagakerjaan

  • Surat pemberitahuan mogok:Waktu dimulai & diakhiri mogokTempat mogokAlasan & sebab mogokT.tgn ketua & sekretr pngg jwab

    Mogok yg dlkkn brh/pkj yg tdk agt SP/SB di-t,tangani oleh Koordinator lapanganMogok tdk sesuai ayat(1), penyelamatan alat produksi & aset perusahaan dilakukan

  • Dg cara :Melarang mogok di lokasi proses produksi, atauMelarang mogok di lokasi perusahaan (bila dipandang perlu)

    5. Ps 141: srt pemberitahuan hrs dibr tandaterima, sblum & selama mogok hrs diadakan perundingan, kspktan dlm perundingan hrs dibuat PKB, tdk sepakat diselesaikan mlli PHI dan

  • Dan mogok dpt ditruskan / dihentikan sementara waktu / sm sex ( atas dasar perundingan )

    6. Ps 142: Mogok tdk sesuai dg Ps 139 & Ps 140 tidak Sah, Akibat hknya diatur dg Kepmenakertrans

    7. Ps 143: Siapapun Tdk dpt halangi mogok sah - tertib & damai, dilarang adanya penangkapan/ penahanan thd pelaku mogok sah tertib damai

  • 8. Ps 144: Mogok sesuai Ps 140, Pengusaha dilarang: 1. mengganti brh / pekerja; 2. beri sanksi & tindakan balasan

    9. Ps 145: Mogok scr sah dalam menuntut hak normatif, harus tetap diberi upah

  • Penutupan Perush ( Lock Out):Ps 146: Hak Dsr Pengush tuk menolak brh/pkj, thd tuntutan hak normatif tdk boleh melakukan lock out, Lock out hrs sesuai dg ketentuan perat yg berlaku

    Ps 147: L O dilarang dlkkn pd perush yg layani kepent umum & / jenis kgtnnya yg membahayakan keselamatan jiwa manusia

  • 3. Ps 148:Lo hrs diberitahukan scr tertulis:*7 hr sblum Lo* kpd brh/pkj /SP/SB & InstansiNakerIsi surat pemberiitahuan:= waktu dimulai &diakhiri LO, dan= Alasan & sebab2 LOSurat pemberith ditdtangni pimpinan perusahaan

  • 4. Ps 149:Srt pemberith hrs diberi tanda terimaSblum & selama LO hrs diadakan perundinganKspktan perundingan PKBTdk Kspktan, masalah UU 2/2004Tdk Kspktan LO dpt diteruskan Pemberthan dlm Ps 148(1)& (2) tdk : a. mogok tdk sesuai Ps 140b. Brh/Pkj/SP/SB langgar normatif PP,PK,PKB / perat per-UU

  • D.Pemutusan Hubungan KerjaProf Iman Soepomo SH :PHK Pengusaha kepada PekerjaPutus demi hukum / Masa berlaku perjj kerja habisPutusan pengadilanPHK pekerja kepada pengusaha

    PHK : Perseorangan & PHK Massal

  • D.1. PHK PerseoranganSyarat penetapan LPPHI (PHI) Ps 151 (1)Alasan Tertentu1.Kesalahan Berat (Ps 158 dideponir MK)=>Penetapan PN U penggantian Hak = Ps 156 (4)2. Kesalahan Ringan Ps 161(1) - langgar PK,PP,PKB & SP 1,2,3 - SP maks 6 bl Hak Pesangon,1x UPMK, U Pengganti an Hak Ps 156(1), (3), (4)3. Prosedur Tertentu

  • 3. Prosedur Tertentu Ps 14 Kepmenakertrans 150.2000: Permohonan PHK penuhi identitas kedua pihak

    PHK tanpa ijin PHI batal demi hukum Ps 155 (1)Blm ptsn PHI 2 pihak mlksnkn kewajiban 155 (2) - Penyimpangan dg skorsing ttp berikan hak pkj Ps 155 (3)

  • PHK Dilarang Ps 153 (1):Sakit SK dr 12 bl trs mnrus;Jalankan kewajiban neg UUIbadah agamanyaPkj kawinHamil, lahir, gugur kandungan, menyusuiPertalian darah/perkawinan dlm 1 perushPengurus, dirikan, anggota SP Pkj lpor Pengsh mlkkn t pidanaBeda agama, paham, gol, kelaminSakit, cacat akibat kec kerja

  • PHK krn alsan tsb Batal demi Hk, hrs dikembalikan pss semula Ps 153(2)

    PHK tanpa ijin LPPHI (PHI) Ps 154:Dlm masa percobaanMengundurkan diriPensiun Kontrak kerja habisPkj Meninggal dunia

  • Uang Pesangon Ps 154 (4):

    Ms kj >3bl < 1 th 1 bl upah1 th < 2 th.. 2 bl upah2 th < 3 th . 3 bl upah3 th .< 4 th 4 bl upah4 th < 5 th 5 bl upah5 th . < 6 th .. 6 bl upah6 th < 7 th .. 7 bl upah7 th . < 8 th . 8 bl upah8 th strs .. 9 bl upah

  • Uang Pnghargaan Ms Kerja Ps 156 (3):

    3 th 6 th .. 2 bl upah6 th 9 th .. 3 bl upah9 th 12 th .. 4 bl upah12 th 15 th 5 bl upah15 th 18 th 6 bl upah18 th 21 th 7 bl upah21 th 24 th ... 8 bl upah24 th atau lebih 9 bl upah

  • Uang Penggantian Hak Ps 156 (4):

    Cuti thnan yg blm diambilBiaya pulang & kembali Rumah PKj & klgnya tempat kerjaPenggantian, pengobatan 15 % upah Pesangon , Upmk bila mnuhi syaratHal lain sesuai PK,PP, PKB

  • Komponen Upah :Upah pokokSgl mcm tunjangan ttp tuk Pkj & klgHarga jatah / catu yg diberikan scr cuma2 (Ps 157 (1))Harian Upah 1 bl= 30 x upah /hari Ps 157 (2)Borongan/satuan hasil/potongan, /hari = pndptan rata2/hari selama 12 hr terakhir (Tdk boleh157(3)Cuaca rata2 bln terakhir Ps 157 (4)

  • PHK ment UU 13/2003 dpt terjadi jg :Ps 162, Mengundurkan diri Penggantian Hak, dg Syarat2 :- mengajukan pengunduran diri tertulis selambatnya 30 hr- Tdk terikat ikatan dinas- Tetap bekerja s.d pengunduran - Tanpa ijin LPPHI (PHI)2. Ps 163 Perubahan Status Perush, penggabungan/peleburan, kepemilikan & Pkj tdk mau lanjut

  • Pkj berhak= 1x Pesangon, UPMK, Uang penggantian hak,sebaliknya Perush tdk mau, Pkj berhak : 2x Pesangon UPMK, Penggantian Hak3. Ps 164 Perush tutup kerugian trsmnrs slm 2 th/keadaan memaksa Pkj U Pesangon, UPMK, U Penggantian hakEffisiensi Pkj Pesangon 2x, UPMK, U Penggantian hak4. Ps 165 Perush Pailit Pkj berhak U Pesangon,UPMK, U Penggantian hak

  • 5. Ps 166 Pkj Mati, A Waris berhak 2x U Pesangon, UPMK, U Penggantian Hak6. Ps 167 Pensiun & diikutkan program pensiun iuran dibayar Pengusaha Pkj tdk berhak U Pesangon, UPMK, U Penggantian hak < program pensiun, sebaliknya > maka selisihnya dibayarkan Persh7. Ps 168 Pkj Mangkir 5hr berturut tanpa ket tertulis & dipanggil 2x scr tertulis = mengundurkan diri Uang Penggantian hak

  • 8. Ps 169 PHK Pkj thd Perush :menganiaya,menghina, mengancamMembujuk Pkj mlkkn Pbtn >< UUTdk bayar Upah 3 bl berturut-Perintah Pkj diluar PKBeri pkjan bahayakan jiwa, K3,susila diluar PKPkj berhak 2x U Pesangon, UPMK, U Penggantian hak 9. Ps 171 Pkj sakit berkepanjangan (>12bl), cacat akibat kec ajukan PHK 2x UPesangon, UPMK, U Penggantian Hak

  • D.2. PHK Massalpemutusan hubungan kerja massal yang semula di atur dalam Instruksi Menteri Tenaga Kerja Nomor 2/Instruksi/1987 tentang Larangan Pemberhentian Tenaga Kerja Secara Massal Oleh Perusahaan-perusahaan Negara Tanpa Konsultasi DenganDepartemen Tenaga Kerja dan Surat Menteri tenaga Kerja Nomor 268 / M/IV/ 1985 tentang Penanganan Penyelesaian Masalah Pemutusan Hubungan Kerja Massal Terhadap Pekerjanya, dan terakhir setelah keluarnya Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, pada tanggal 28 Oktober 2004 Menteri Tenaga Kerja dan

  • Transmigrasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE-907/MEN/PHI/X/2004 Tentang Pencegahan Pemutusan Hubunggan Kerja Massal yang ditujukan kepada Pimpinan Perusahaan di seluruh Indonesia, yang isinya sebagai berikut: Pekerja / buruh di dalam proses produksi barang dan jassa, tidak saja sumber daya tapi juga sekaligus asset yang dapat dari upaya untuk kelangsungan usaha. Oleh karena itu hubungan kerja yang telah terjadi perlu dipelihara secara berkelanjutan dalam suasana hubungan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat;

  • Apabila perusahaan mengalami kesulitan yang dapat membaawa pengaruh terhadap ketenagakerjaan, maka pemutusan hubungan kerja haruslah merupakan upaya terakhir, setelah dilakukan upaya sebagai berikut :

    mengurangi upah dan fasilitas pekerja tingkat atas, misalnya : tingkat manajer dan direktur;mengurangi shift;membatasi / menghapuskan kerja lembur;mengurangi jam kerja;mengurangi hari kerja;

  • meliburkan atau merumahkan pekerja / buruh secara bergilir untuk sementara waktu;tidak atau memperpanjang kontrak bagi pekerja yang sudah habis masa kontraknya;memberikan pensiun bagi yang sudah memenuhi syarat;.

    Pemilihan alternatif dari hal-hal sebagaimana tersebut di atas perlu dibahas terlebih dahulu dengan serikat pekerja / serikat buruh atau dengan wakil pekerja / buruh dalam hal di perusahaan tersebut tidak ada serikat pekerja / serikat buruh untuk mendapatkan kesepakatan secara bipartit sehingga dapat dicegah kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja.

  • Please your contemplase all material in the time !

    Your must try exploor the material

    Please your make comperative study with the reallity ! Ok.

    And

    Please, if your have many question abouit it