Nabi daud, Nabi Musa, Nabi Sulaiman

Click here to load reader

  • date post

    21-Jan-2018
  • Category

    Education

  • view

    676
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Nabi daud, Nabi Musa, Nabi Sulaiman

  1. 1. 1 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN Dengan ini kami menyatakan bahwa Makalah yang kami susun adalah otentik keasliannya, kecuali pada bagian bagian tertentu yang disertakan dengan catatan kaki. Makalah ini juga disusun atas kerjasama kelompok dengan pembagian tugas sebagaimana berikut : 1. Meilina Firdayati : Dakwah Nabi Musa AS 2. Ratih Nur Aini : Dakwah Nabi Daud As 3. Cipta Taqwa Alam Nur : Dakwah Nabi Sulaiman As Yogyakarta, Februari 2014 Kelompok 6
  2. 2. 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul DAKWAH NABI MUSA, NABI DAUD DAN NABI SULAIMAN. Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian, penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan makalah ini meskipun tersusun sangat sederhana. Kami menyadari tanpa kerja sama antara guru pembimbing dan penulis serta beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya makalah ini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan makalah ini. Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun. Sleman, Maret 2014 Penulis
  3. 3. 3 DAFTAR ISI Cover .................................................................................................................................. Pernyataan Keaslian Tulisan ........................................................................................... 1 Kata Pengantar ................................................................................................................ 2 Daftar Isi ......................................................................................................................... 3 BAB PENDAHULUAN Latar Belakang ............................................................................................................ 4-5 BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 1. Dakwah Nabi Musa ....................................................................................... 6-14 2. Dakwah Nabi Daud ..................................................................................... 15-21 3. Dakwah Nabi Sulaiman .............................................................................. 22-25 BAB III PENUTUP Kesimpulan ............................................................................................................. 26-27 Penutup .......................................................................................................................... 27 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 28 Lampiran ................................................................................................................. 29-41
  4. 4. 4 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penulisan Allah telah menerangkan dalam kitab-Nya berbagai kisah yang menarik dari sejarah para nabi-Nya. Allah mensifatkan kisah-kisah itu sebaik-baik kisah. Dan tentu penilaian yang berasal dari Allah Yang Maha Agung ini menunjukkan bahwa ia adalah sifat yang sebenarnya, paling sempurna dan paling bermanfaat bagi hamba-hambaNya. Diantara manfaat yang paling penting adalah, dengan memperhatikan kisah ini akan semakin lengkap dan sempurna keimanan seseorang terhadap para nabi-Nya. Meskipun kita sudah beriman kepada seluruh nabi secara umum, namun beriman kepada mereka secara terperinci dapat kita ambil dari kisah-kisah mereka. Sifat-sifat yang Allah berikan kepada mereka sebagai orang yang jujur dan benar adalah sifat yang paling utama. Juga berbagai keutamaan dan kebaikan mereka terhadap segenap lapisan manusia. Bahkan kebaikan para nabi itu dapat dirasakan oleh segenap makhluk hidup, dimana mereka telah menunjukkan kepada setiap orang yang menerima tanggung jawab melaksanakan syariat tentang perhatian dan menunaikan hak-hak mereka. Inilah keimanan secara terperinci kepada para nabi itu, dimana hal ini akan mendorong seorang hamba mendapatkan keimanan yang sempurna. Ini menjadi salah satu unsur yang mendorong bertambahnya iman. Di antara faedah dari kisah itu adalah bahwa di dalamnya ditegaskan keimanan kepada Allah, keEsaanNya, mengikhlaskan seluruh amalan hanya untuk- Nya. Ditegaskan pula dalam kisah-kisah itu betapa keji dan buruknya syirik, bahwa syirik yang menyebabkan hancurnya kehidupan dunia dan akhirat. Di dalam kisah- kisah itu juga di dapatkan pelajaran berharga bagi orang orang yang beriman agar meneladani para nabi dalam setiap sendi ajaran Islam. Dalam masalah tauhid, pelaksanaan ibadah, dakwah, kesabaran dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan yang menyesakkan dada. Dan bagaimana mereka menghadapi semua itu dengan ketenangan dan keteguhan yang sempurna. Juga dalam hal kejujuran dan keikhlasan para nabi dan rasul kepada Allah dalam semua gerak- gerik, diam dan harapan mereka untuk memperoleh balasan dan pahala hanya
  5. 5. 5 dari sisi Allah SWT. Mereka tidak menuntut balasan sedikitpun dari sesama makhluk Allah, bahkan tidak pula mengharapkan upah dan terimakasih dari makhluk- makhluk itu kecuali perkara- perkara yang bermanfaat bagi makhluk itu sendiri. Kebanyakan dari kisah- kisah para nabi selalu diulang oleh Allah dalam al- quran.Dalam kisah- kisah itu terdapat berbagai pelajaran karena kesesuain para nabi diatas ajaran yang sama, prinsip dasar yang satu satu serta seruan yang sama. Diantaranya menuju akhlak yang mulia, amalan shalih dan perbaikan, sekaligus memperingatkan umat dari semua hal yang bertolak belakang dengan hal ini. Di dalam kisah ini kita dapatkan berbagai faedah ilmu fikih. Didalamnya terdapat nasihat, peringatan, dorongn untuk menyukai dan peringatan agar menjauhi sesuatu. Disebutkan ada kelapangan setelah keadaan demikian sulit, serta kemudahan setelah adanya kesulitan. Dan di tampakkan betapa indahnya kesudahan orang yang beriman yang dapat di saksikan di dunia ini, serta indahnya pujian dan kecintaan di hati setiap makhluk Allah sehingga menambahkan kegembiraan orang- orang yang bertaqwa, hiburan bagi mereka yang berduka cita serta nasihat bagi kaum muslimin.
  6. 6. 6 BAB II PEMBAHASAN NABI MUSA As A. Biografi singkat Dia adalah Musa bin Imran bin Qahits bin Azir bin Lawi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim As, As-Suhaili berkata, bahwa nama ibu Musa adalah Ayarukha. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ia bernama Ayadzikhat. Dan ibu angkatnya adalah Asiyah ( istri Firaun ), dan ayah angkatnya adalah Firaun. Walaupun Firaun tidak menyukai nabi Musa dan ingin membunuhnya tetapi istri Firaun yaitu Asiyah melarangnya membunuh nabi Musa, dan Firaun pun tidak jadi membunuh nabi Musa.1Para penafsir sendiri mencatat bahwa, menurut daftar silsilah yang paling panjang Musa hanya memiliki empat kakek moyang selama kaum Ibrani berdiam di Mesir, secara berurutan dari bawah ke atas: Amram, Qehath ( Kehat ), Lewi, dan Yakub.2 B. Kisah Nabi Musa As Nabi Musa adalah Nabi yang paling utama di kalangan Bani Israil, begitu pula syariat dan kitabnya, Taurat. Beliau adalah sumber rujukan para nabi Bani Israil dan para ulama mereka. Pengikut beliau termasuk umat yang terbanyak di samping umat nabi Muhammad. Nabi Musa memiliki kekuatan dannghirah ( kecemburuan ) yang besar dalam menegakkan agam Allah dan mendakwahkannya, yang tidak dimiliki oleh orang lain. Beliau dilahirkan pada masa semakin kuat penindasan Firaun terhadap Bani Israil, dimana ia menyembelih 1 Ibnu Katsir,Qishashul Anbiya(kisah paranabi),April:2008,cetke-1, hlm 469-477 2 Dr. MauriceBucaille,Firaun dalamBibel dan al- quran,Februari:2007,cet ke-1, hlm76
  7. 7. 7 setiap bayi laki- laki dari kalangan Bani Israil dan membiarkan hidup perempuan mereka sebagaipelayan sekaligus cobaan. Ketika ibunya melahirkan nabi Musa, timbullah rasa takut yang begitu hebat. Karena Firaun telah mengirim mata- mata yang mengawasi siapa yang sedang hamil dan akan melahirkan. Pada waktu itu rumah ibunya berada di tepi sungai Nil. Lalu Allah ilhamkan kepada ibunya agar meletakkan Nabi Musa di dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke air. Firman Allah Janganlah kamu khawatir dan jangan pula bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang dari para rasul. (QS. Al- Qashash:7) Dengan izin Allah peti itu jatuh ke tangan salah seorang keluarga atau pengikut Firaun. Akhirnya nabi Musa dibawa ke istri Firaun bernama Asiah . Begitu melihatnya , segera tumbuh rasa cinta yang begitu besar terhadap nabi Musa. Berita itu segera terdengar oleh Firaun dan dia memintanya untuk dibunuh. Istri Firaun berkata: Jangan membunuhnya. Dia adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Mudah- mudahan ia bermafaat bagi kita atau kita ambil ia menjadi anak. Maka selamatlah Nabi Musa dari kekejian mereka. Ini memberikan pengaruh dan juga pengantar yang baik sebagai usaha yang perlu disyukuri di sisi Allah. Dan ia ini termasuk salah satu sebab bagi istri Firaun mendapat petunjuk dan beriman kepada nabi Musa sesudah itu. Adapun ibu nabi Musa, betapa terkejutnya dia dan menjadi kosonglah hatinya. Hampir saja kesabarannya goyah dan dia membocorkan rahasia tentang Musa, seandainya Allah tidak meneguhkan hatinya supaya dia termasuk orang yang beriman (kepada janji Allah). Dia pun berkata kepada saudara nabi Musa yang perempuan, iutilah dan awasilah dia. Pada waktu itu istri Firaun sudah berkali- kali menawarkan siapa yang mau menyusui nabi Musa, namun beliau tidak mau menerima susu dari wanita manapun. Akhirnya belia
  8. 8. 8 kehausan sampai melingkar karena laparnya. Mereka membawa nabi Musa jalan- jalan, barangkali Allah akan memudahkan menerima susu dari seorang wanita. Saudaranya yang perempuan memperhatikan dari tempat yang tersembunyi dan merasa iba.3 Setelah mengetahui bahwa mereka mencari orang yang bisa menyusui nabi Musa, dia pun berkata kepada mereka. Sebagaimana firman Allah: .....Maukah kalian aku tunjukkan ahlul bait yang akan memeliharanya untuk kalian dan mereka dapat berlaku baik kepadanya? Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita. (QS. Al- Qashash: 12-13) C. Pelajaran dari Kisah nabi Musa 1) Allah kalau menghendaki sesuatu, niscaya Dia mempersiapkan sebab- sebab dan memunculkan satu per satu secara berangsur- angsur, tidak sekaligus. 2) Bangsa manapun juga, selama dia berada dalam keadaan terhina dan tertindas, tidak mungkin dapat menuntut hak- hak mereka. Bahkan tidak tegak urusan agama mereka, sebagaimana halnya urusan dunia. 3) Rasa takut yang bersifat naluriah pada seseorang tidaklah melenyapkan keimanannya, sebagaimana yang dialami ibu nabi Musa terhadap anaknya. 4) Iman itu dapat bertambah dan berkurang, sebagaimana firman Allah 3 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi,Ringkasan tafsirAs-Sadi,Agustus:2009 cet ke-2, hlm 356-374
  9. 9. 9 Agar dia termasuk orang- orang yang beriman (QS. Al- Qashash: 10) Yang dimaksud dengan kata al-iman disini adalah pertambahannya dan bertambahnya ketenangan. 5) Diizinkan mengambil upah dalam menjaga dan menyusukan anak, sebagaimana yang dilakukan oleh ibunda nabi Musa. Syariat ummat sebelum kita adalah juga syariat bagi kita selama tidak ada yang menghapusnya dalam syarat kita. 6) Seorang hamba apabila dia mengetahui bahwa qada dan qadar adalah haq (psti), dan janji Allah pasti terjadi, niscaya dia tidak akan menyia- nyiakan kesempatan untuk melakukan sebab- sebab yang bermanfaat. Karena sesungguhnya suatu sebab dan upaya menjalankannya termasuk bagian dari takdir Allah. Dan Allah telah berjanji kepada ibu nabi Musa untuk mengembalikan puteranya. Namun ketika dipungut oleh Firaun, dia segera menjalankan sebab dan mengutus saudara perempuan nabi Musa untuk mengintai dan menjalankan pula sebab- sebab yang terikat dengan keadaan pada waktu itu. 7) Hidup dan imbalan atas suatu kebaikan sudah merupakan tradisi atau kebiasaan orang- orang yang shalih sejak dulu 8) Apabila suatu ketika mau tidak mau seseorang diharapkan kepada dua mafsadah (kerusakan), maka jelas baginya untuk mengambil yang paling ringan dan lebih selamat dan menolak mafsadah yang lebih berat dan berbahaya. Disini ketika nabi Musa berada diantara dua pilihan: tetap tinggal di Mesir tapi ditangkap dan dibunuh, atau melarikan diri ke negara lain yang sama sekali belum diketahui arahnya. Dan beliau tidak mempunyai penunjuk jalan kecuali hanya mengharapkan 9) bimbingan Rabbnya. Dan sebagaimana diketahui hal ini lebih dekat dengan keselamatan, maka beliau memilih yang kedua. 10) Termasuk akhlak mulia adalah memperbaiki sikap atau prilaku dengan semua yang berhubungan dengan kita. Apakah dia seorang pelayan, buruh, istri, anak atau relasi atau yang lainya. Dimana seseorang memberikan keringan bagi seorang yang bekerja pada kita.
  10. 10. 10 Berdasarkan firman Allah: Aku tidak ingin memberatkan kamu. Insyaalah engkau akan mendapatiku termasuk orang- orang yang shalih. (QS. Al-Qashash: 27) Dalam kisah ini, diterangkan bolehnya memberikan semangat kepada relasi atau pegawai dengan imbalan dan upah denagn menerangkan keadaan dirinya sebagai orang yang baik dalam bermuamalah. Akan tetapi tentunya dengan syarat dia jujur dalam menyebutkan hal itu. 11) Sesungguhnya sunnatullah pada semua makhluk yang sudah terjadi ataupun yang akan terjadi itu terbagi dua: a. Yang merupakan perkara yang baru ( apa yang berhubungan dengan makhluk), kejadian alam, ketetapan hukum syariat atau kodrati, atau yang berkaitan dengan pembalasan, tidaklah akan berubah dan berganti dari semua yang telah diketahui manusia sebab- sebabnya. Bagian ini juga berada di bawah qadha dan qadar Allah. Dari sini kita mengetahui betapa sempurnanya hikmah Allah pada ciptaan dan hukum-hukum syariat-Nya. Dan siapa saja yang menempuh semua sebab akibat dengan cara yang benar, niscaya tidak akan memperoleh hasil sebagaimana yang telah ditetapkan pada amalan itu menurut kodrat dan syarat. Ini mendorong manusia agar bersungguh-sungguh dalam menjalankan sebab-sebab yang berkaitan dalam masalah agama dan dunia yang berguna bagi mereka, dengan diiringi doa memohon pertolongan kepada Allah dan memuji-Nya agar memudahkan sebab- sebab itu dan semua perangkatnya. b. Kejadian yang berasal dari mukjizat para nabi yang berita kejadiannya dinukil oleh setiap generasi, juga kemuliaan yang Allah berikan kepada para hamba-
  11. 11. 11 Nya dengan dikabulkannya doa mereka, dilepaskannya mereka dari kesulitan, memperoleh apa yang diharapkannya dan dijauhkannya semua kemudharatan yang dia tidak mampu melenyapkannya. Tidak ada jalan bagi seorang hamba di dunia ini untuk memahami hakekat keadaan atau sifat Yaumil Amir (Hari Akhir) bahkan apa dan bagaimana hakekat surga serta neraka. Bahwa hamba- hamba Allah itu mengetahui sebagian keadaan hari kiamat itu adalah dengan melalui apa yang telah diterangkan oleh para Rasul dan yang terdapat dalam kitab-kitab Allah. Tidak ada jalan lagi bagi penduduk umi ini untuk sampai ke alam langit, dan tidak ada jalan bagi mereka untuk menghidupkan yang sudah mati, menciptakan ruh pada benda-benda padat. Begitu pula halnya bagian terbesar dari kejadian ini. a. Orang- orang zindiq (orang-orang kafir yang masih bisa dilindungi tetapi dengan syarat bahwa ia harus membayar pajak, apabila ia tidak membayar pajak maka orang tersebut harus diperangi) masa kini yang mengingkari keberadaan (wujud) Allah Yang Maha Pencipta, juga mengingkari semua perkara gaibyang di bawa oleh para rasul. Mereka menolak ilmu- ilmu itu kecuali yang dapat ditangkap oleh panca indera dan teori-teori dari percibaan mereka yang dangkal terhadap sebagian kejadian alam ini. Mereka megingkari yang selain itu yakni, mengingkari semua yang tidak dapat dibuktikan secara eksperimental. Mereka menganggap bahwa alam ini dan gejala-gejala (hukum- hukum) alam yang ada di dalamnya, tidak mungkin dapat diubah atau mengubah suatu sebab. Menurut mereka juga bahwa alam ini denagn semua perangkatnya terjadi secara tiba- tiba bukan karena adanya yang menciptakan. Alam ini berjalan dengan sendirinya, tidak yang mengatur, pencipta atau Rabb (Pemilik atau Penguasa). Padahal semua penganut agama yang ada mengakui betapa sombong dan angkuhnya mereka. Orang-orang zindiq (atheis) ini, di samping mengingkari ajaran agama, juga sesungguhnya telah kehilangan akalnya. Hal ini karena mereka telah menentang hakekat yang paling nyata dan jelas, bahkan bukti dan tanda kekuasaan Allah yang paling besar.Mereka tersesat dengan akal mereka yang
  12. 12. 12 sempit dan pemikiran mereka rusak. Urusan mereka sebetulnya sudah sangat jelas. b. Sebagian ulama masa kini yang terlihat seakan-akan membela Islam, masuk bersama orang-orang zindiq ini dalam suatu perdebatan tentang masalah ini. Harapan mereka, bahwa dengan ijtihad (bersungguh-sungguh dalam mencari kebaikan) mereka atau ketertipuan mereka dapat menyesuaikan sunnah- sunnah ilahiyah ke dalam permasalahan akhirat agar dapat dipahami manusia dengan panca indera dan teori-teori hasil eksperimen (percobaan) mereka. Melalui cara ini, mereka mencoba membelokkan pengertian mukjizat, menolak ayat-ayat sangat jelas. Namun mereka tidak mendapat manfaat sedikitpun kecuali mudarat yang akan menimpa diri mereka sendiri dan orang- orang yang membaca buku-buku mereka dalam masalah ini. Dan karena kelemahan iman mereka kepada Allah yang ditunjukkan dengan menolak adanya mukjizat para nabi ini, keingkaran bahwa semua itu adalah merupakan qadha dan qadar Allah. Lemahnya iman mereka yang membaca buku para tokoh filsafat (zindiq) ini, dan tidak adanya ilmu dan pengetahuan agama mereka untuk menolak bagian ini. Dan ternya mereka juga sama sekali tidak berhasil menarik orang-orangatheis materialis itu kembali kembali hidayah dan ajaran Islam. 12) Hukuman terbesar yang dialami seorang manusia adalah jika dia menjadi imam atau pemimpin suatu kejahatan dan juru dakwah yang mengajak kepada kejahatan tersebut. Sebagaimana dikatakan bahwa nikmat terbesar yang Allah berikan kepada seorang manusia adalah menjadikannya sebagai imam atau pelopor (pemimpin) dalam kebaikan, sebagai pemberi petunjuk sekaligus bimbingan. Allah berfirman tentang Firaun dan orang-orang yang seperti dia: Dan kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.( QS. Al- Qashash: 41)
  13. 13. 13 Di zaman sekarang banyak sekali pemimpin yang mengajak kepada keburukan atau kesesatan misalnya saja seperti kasus di bawah ini: Nabi Palsu di Karanganyar, Sebar Ajaran Sesat ke Pelajar MUI Karanganyar khawatir ajaran nabi palsu menyebar ke kalangan pelajar Edupost, Karanganyar- Kasus nabi palsu yang muncul di Karanganyar, Jawa Tengah, diduga adalah Sutarmin yang merupakan guru agama sekolah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar khawatir pelajar atau siswanya akan menjadi korban ajaran sesat yang dibawanya. "Sutarmin itu guru agama di sekolah. Bisa saja ia memasukkan ajaran sesatnya tersebut saat menyampaikan pelajaran agama di sekolah," terang Kepala MUI Karanganyar, M. Zaenudin, dilansir dari Merdeka. Zaenudin menambahkan, Sutarmin yang mengaku sebagai nabi, dapat dengan mudah memanfaatkan pengaruhnya sebagai guru agama sehingga banyak pelajar yang terlibat aliran sesat yang disebarnya. Ajaran sesat Rochmad yang saat ini diteruskan Sutarmin, lanjut Zaenudin, menyebarkan ajaran syariat secara tertutup.
  14. 14. 14 Zaenudin menyampaikan, pihaknya sudah melaporkan kasus munculnya nabi palsu ke MUI pusat dan Badan Litbang Kementerian Agama di Jakarta. Kantor Kementerian Agama Karanganyar, Kasi Penerangan Masyarakat, Nurhadi menyebutkan, sudah lama menelusuri kasus orang yang mengaku sebagai nabi di Karanganyar. Namun, belum pernah mendengar orang yang mengaku sebagai nabi tersebut, secara resmi memproklamirkan diri. "Kita taunya dari beberapa orang yang pernah mengikuti pengajian di Matesih. Mereka bilang ada perbedaan syahadat," ucapnya. Nurhadi mengharapkan, persoalan nabi palsu ini tidak melebar dan memancing munculnya konflik. Menurutnya, kepolisian harus segera menyelesaikan maslah ini, bisa juga melalui Forum Komunikasi Kewaspadaan.4 (Edupost) Jadi kita harus berhati-hati apabila ada orang yang mengajarka suatu ajaran baru, apalagi yang menyangkut tentag agama islam, kita harus meneliti dan bertanya terlebih dahulu kepada oarang yang sudah terbukti memiliki ilmu pengetahuan tentang agama islam atau, orang yang sudah biasa kita percaya sebagai seorang ustad, supaya kita tidak menjadi orang yang sesat. 4 http://www.edupostjogja.com/edupost-jogja/berita-nasional/nabi-palsu-di-karanganyar-sebar-ajaran-sesat-ke-pelajar
  15. 15. 15 NABI DAUD As Nabi Daud bin Ibsya bin Uwaid bin Abir bin Salmun bin Nahsyun bin Uwainadab bin Irmi bin Hashrun bin Faridh bin Yahudza bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim al Khalil adalah seorang hamba Allah, Nabi-Nya dan khalifah-Nya di Baitul Maqdis5. Nabi Daud sebelum menjadi raja Nabi Daud adalah seorang prajurit dalam pasukan Thalut yang telah dipilih oleh salah seorang Nabi dari Bani Israil seagai raja mereka6. Dan dengan keberaniannya Nabi Daud membunuh Jalut yang terjadi di istana Ummu Hakim, dan karena Bani Israil menyukainya dan mendukungnya maka mereka menyerahkan kekuasaan kepadanya. Maka berlalulah kekuasaan Jalut, dan Allah SWT mengangkat Daud menjadi nabi dan memberinya hikmah serta kerajaan yang kuat. Hal ini sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 251 dan QS. Shad: 20 Artinya: Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. (QS. Al-Baqarah ayat 251) Artinya: Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalah. (QS. Shad: 20) Allah SWT telah memberikan kekuatan dalam beribadah dan ilmu pengetahuan kepada Nabi Daud. Seperti dalam QS. Shad: 17 5 Katsir,al-HafizIbnu.Kisah Para Nabi & Rasul. Jakarta : Pustaka as-Sunnah.2010.Cet-4. hal 693. 6 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi,Ringkasan tafsirAs-Sadi,Agustus:2009 cet ke-2, hal 378
  16. 16. 16 Artinya: Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan. Sesungguhnya dia seorang yang awwab. (QS. Shad: 17) Disini Allah sifatkan beliau sebagai seorang yang memiliki kekuatan besar dalam melaksanakan perintah Allah7. Beliau juga mendapatkan anugerah dari Allah SWT yaitu Allah memberikan pertolongan kepada Nabi Daud dalam hal pembuatan baju perang dari besi untuk melindungi seorang prajurit dari (serangan) musuh Allah dan mengilhamkan kepadanya tentang tata cara pembuatan baju tersebut8. Beliaulah orang pertama yang membuat semua alat tersebut9. Seperti dalam firman Allah SWT dalam QS. as Saba': 10-11 Artinya: Dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): Hai gunung-gunung dan burng-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud, dan kami telah melunakan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah ayamannya dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. as Saba': 10-11) Serta dalam QS. Al Anbiya': 79-80 97. 80. Artinya: Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). (QS. Al Anbiya': 79-80) 7 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi,Ringkasan tafsirAs-Sadi,Agustus:2009 cet ke-2, hal 379. 8 Katsir,al-HafizIbnu.Kisah Para Nabi & Rasul. Jakarta : Pustaka as-Sunnah.2010.Cet-4. hal 695. 9 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi,Ringkasan tafsirAs-Sadi,Agustus:2009 cet ke-2, hal 379.
  17. 17. 17 Selain karunia Allah kepada Nabi Daud untuk bisa membuat baju dari besi, Allah juga telah memberikannya suara yang bagus yang belum pernah diberikannya kepada yang lain. Yaitu sekiranya beliau bersuara dengan bacaan kitabnya, maka burung-burung akan berhenti di udara seraya mengucapkan istirja (yaitu: inna lillahi wa inna ilaihi rajiun) karena tarji'nya (Daud) dan akan bertasbih karena tasbihnya, begitu juga gunung-gunung akan menjawab dan bertasbih bersamanya setiap pagi dan sore10. Dalam hal beribadah kepada Allah SWT, Nabi Daud mempunyai ketaatan di dalam beribadah dan beramal shalih kepada Allah SWT. Yaitu Nabi Daud biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiganya, lalu tidur lagi seperenamnya. Di siang hari beliau berpuasa sehari dan sehari berbuka11. Seperti dalam QS Shaad 17-20: 17. 18. 19. 20. Artinya: Dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan (Kami tundukkan pula) burung- burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (QS Shaad 17-20) Karena tak satupun jam terlewatkan baik malam maupun siang kecuali seluruh anggota keluarga Nabi Daud mengerjakan ibadah12. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT dalam QS. Saba': 13 10 Katsir,al-HafizIbnu.Kisah Para Nabi & Rasul. Jakarta : Pustaka as-Sunnah.2010.Cet-4. hal 696. 11 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi,Ringkasan tafsirAs-Sadi,Agustus:2009 cet ke-2, hal 379. 12 Katsir,al-HafizIbnu.Kisah Para Nabi & Rasul. Jakarta : Pustaka as-Sunnah.2010.Cet-4. hal 705.
  18. 18. 18 Artinya: Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih. (QS. Saba': 13) Jika Nabi Daud mempunyai ketaatan kepada Allah SWT, hal ini sangatlah terbalik dengan realita zaman saat ini. Yakni banyak diantara manusia, yang lalai untuk beribadah kepada Allah. Dan cinta utama yang manusia miliki, bukanlah cinta yang ditujukkan kepada Allah SWT, melainkan kepada hal lain yang ada di dunia, sehingga inilah yang membuat mereka lalai diri. Contohnya saja seorang manusia yang cinta akan harta bendanya (al- mahabbah al-wustha) yakni ia akan menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan dirinya saja13 dan mencari kepuasaan/hasrat mereka masing-masing. Kita lihat saja bagaimana seorang Anas yang mempunyai harta kekayaan yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp2.236.936.452 dan USD2.300. Jumlah ini mengubah jumlah harta kekayaan sebelumnya, Rp 1.173.539.962 dan USD2.30014. Karena sejatinya manusia tidak merasa puas dengan apa yang ia miliki, begitu juga dengan Anas yang selalu merasa kurang dengan harta yang sebelumnya ia miliki. Tetapi jika manusia di dunia ini selalu mengingat Allah serta mencintai Allah sebagai cinta yang utama, pasti seorang manusia dapat selalu berfikir dalam berbuat, karena ia akan merasa bahwa Allah selalu mengawasinya dan Allah selalu berada di dekatnya. Selain beribadah taat kepada Allah SWT, Nabi Daud yang menjabat sebagai raja mempunyai sifat yang adil dalam memutuskan sebuah perkara. Seperti firman Allah SWT dalam QS. Shaad: 26 Artinya: Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akn mendapatkan azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (QS. Shaad: 26) 13 Ilyas,Yunahar,Kuliah Akhlaq,Yogyakarta : LPPI UMY, 2002,hal 26. 14 berita kasus Anas ada di lampiran
  19. 19. 19 Pada suatu hari, ada 2 orang laki-laki yang tiba-tiba muncul dengan memanjat dan sampailah 2 orang tersebut di hadapan kamar Nabi Nuh. Dua orang laki-laki tersebut adalah 2 orang bersaudara yang bertentangan satu sama lain, ingin mempersoalkan suatu perkara. Mereka meminta kepada Nabi Daud untuk memberikan hukuman yang benar, atas pertentangan dan perselisihan mereka, tetapi jangan dihukum dengan cara yang tidak adil15. Nabi Daudpun tidak menolak perkara yang sudah ada dihadapannya itu, sekalipun hari itu bukan harinya perkara. Tetapi dia bersiap untuk menjatuhkan putusan hukum terhadap dua orang yang berselisih itu. Nabi Daudpun meminta mereka berdua untuk menjelaskan perkaranya. Akhirnya seorang di antara kedua orang itu berkata kepada Nabi Daud : Saudara saya ini mempunyai 99 ekor kambing. Tetapi saudara saya ini menuntut kepada saya untuk mengambil kepada saya itu, agar kambingnya genap menjadi 100 ekor, sedang jika saya menyerahkan kambing tersebut maka saya akan tidak mempunyai kambing. Tuntutan ini sudah beberapa kali saya tolak, tetapi dia membantah dengan kata-kata yang fasih, sehingga saya kalah tentang kefasihannya itu. Nabi Daudpun menjawab: Sesungguhnya dia telah berbuat lalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang berbuat amal sholeh; dan amatlah sedikitlah orang ini! (cerita Nabi Nuh tersebut terdapat dalam QS. Shaad: 21-23). Akhirnya Nabi Daud mengetahui bahwa Dialah yang dimaksud dalam kasus tersebut, beliaupun sadar16. Allah telah menegur kelalaian Nabi Daud melalui dua orang malaikat yang datang menemui Nabi Daud tersebut. Allah berfirman dalam QS Shaad: 24-25 Artinya: Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka diapun meminta ampun kepada Rabbnya, menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami memberikan ampunan atas kesalahannya dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat di sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (QS Shaad: 24-25) Jika kita bandingkan dengan realita saat ini, memang sama dengan zaman dahulu yakni beberapa manusia yang berbuat lalim kepada sesama. Contohnya saja: meminta sumbangan untuk anak yatim, akan tetapi sumbangan yang seharusnya disalurkan kepada anak yatim justru untuk kebutuhan diriya. mecuri dan menjual anak orang lain, wanita untuk dijadikan psk, dsb 15 Arifin,Bey. 1971. Rangkaian Cerita dalam Al Quran. Surabaya.Pt Almaarif.Cetakan ke-7. hal 210. 16 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi,Ringkasan tafsirAs-Sadi,Agustus:2009 cet ke-2, hal 380.
  20. 20. 20 Akan tetapi, pemimpin yang adil seperti Nabi Nuh juga tidak banyak di negeri ini. Contohnya hakim yang mendapatkan uang sebesar 150 juta, untuk membebaskan tersangka yang merupakan saudaranya sendiri. Padahal sang tersangka tersebut merupakan tersangka korupsi perawatan mobil dinas DPRD Grobogan, Jawa Tengah senilai Rp 1,9 miliar.17 Hakim tersebut sangatlah tidak adil dan tidak amanah dalam menjalankna tugasnya tersebut. Karena ia membebaskan orang yamg seharusnya diadili/bersalah. Begitu juga dengan kasus anak Ahmad Dhani yang mendapatkan perlakuan khusus dalam proses pengadilan, mangkir begitu sajja dengan sidang, dan jikapun bersalah akan dihukum penjara selama 3 tahun18. Sedangkan diluar sana ada bocah miskin yang berusia 15 tahun yang harus mendapatkan perlakuan hukum, berupa pukulan saat di introgasi oleh pihak kepolisian dan dihukum penjara selama 5 tahun karena dituduh mencuri sandal seharga 30 ribu, milik tetangganya yang notabenenya seorang polisi19. Jika kita bandingkan hakim yang menangani kasus pencurian sandal dengan perkara Doel yang telah merenggut nyawa orang lain. Hakim tersebut sangat tidak adil, karena mereka mendapatkan perlakuan yang berbeda padahal mereka masih sama-sama anak-anak. Walaupun hakim yang menangani kedua pekara tersebut adalah orang yang berbeda. Lantas jika dilihat dari segi berat perbuatan yang dilakukan oleh kedua kasus tersebut, jelas kasus Doel lebih berat. Tapi mengapa Doel hanya ditahan 3 tahun jika ia bersalah, dan seorang pencuri sendal harus ditahan 5 tahun. Apakah jika Doel bukanlah anak seorang musisi terkenal di Indonesia, akankah Doel mendapatkan perlakuan yang sama seperti apa yang didapatkannya sekarang. Sungguh sangat miris, para petinggi di tanah air tercinta kita. Seharusnya sebagai manusia, manusia dapat menjadi khalifah yang baik dan benar. Karena kelak, akan di mintai pertanggung jawaban di hari akhir. PELAJARAN DARI KISAH NABI DAUD As o membangkitkan keinginan manusia untuk berlomba dengan Nabi Daud dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT o bersabar atas semua kaumnya o senantiasa taat kepada Allah dan seantiasa kembali kepada Allah lahir dan batin, yakni dengan mencintai Allah sebagaimana cinta yang utama 17 berita kasus tersebut, terdapat di lampiran. 18 kasus berita ada di lampiran. 19 kasus berita pencurian sandal terdapatdi lampiran.
  21. 21. 21 o ketika tergelincir mendapatkan ujian, maka kita harus bertobat o memfaatkan waktu yang ada untuk selalu mengingat Allah (beribadah) o sebagai seorang hakim, tidak boleh menolak mengadili sesuatu meskipun orang-orang yang menemuinya jelek adab sopan santunnya o saat diberi nasihat, maka kita wajib menerimanya. Walaupun kedudukan orang yang memberikan masukan lebih rendah atau sebaliknya
  22. 22. 22 Nabi Sulaiman As Nabi Sulaiman bin Dawud, Allah telah memberinya nuibuwah (kenabian), mewarisi ilmu, nubuwah dan kerajaan ayahnya, nabi Dawud. Bahkan Allah memberikan tambahan baginya kerajaan yang besar yang belum pernah dimiliki siapapun sebelum ataupun sesudahnya. Allah juga menundukkan kepadanya pasukan dari manusia, jin dan burung-burung lalu mereka diatur dengan tata tertib yang mengagumkan. Allah mengajarkan kepada Nabi Sulaiman ilmu tentang bahasa burung dan seluruh hewan yang ada. Dan mereka kadang mengajak Nabi Sulaiman berbicara dan beliau pun memahami pembicaraan mereka. Oleh sebab itu beliau dapat berdialog dengan Hud Hud dan menanyaianya. Beliau juga mengerti ucapan seekor semut ketika mengingatkan semut-semut lainnya. Allah berfirman (yang artinya), Hai semut-semut. Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya. (An-Naml: 18) Salah satu bentuk kebaikan dan ketelitian pengaturan nabi sulaiman adalah beliau sendiri secara langsung yang turun tangan memeriksa pasukannya. Padahal sudah ada masing-masing yang menjadi pengawas mereka. mereka diatur dengan tertib dalam barisan (An-Naml: 17) Dalam kesempatan yang demikian singkat ini, Hud Hud datang membawa berita besar. Disampaikannya kepada Nabi Sulaiman tentang penguasa negeri yaman, seorang
  23. 23. 23 ratu. Dan ratu itu dianugrahi segala yang dibutuhkan oleh seorang penguasa, bahkan mempunyai singgasana yang besar. Mereka adalah orang-orang musyrik, menyembah matahari. Hud Hud dengan tegas mengingkari kesyirikan yang mereka lakukan. Hal ini menunjukan bahwa hewan-hewan itu sesungguhnya mengenal Rabb (Yang menciptakan, memberi dan mengatur rizki) mereka, di mana meraka juga bertasbih memuji dan mentauhidkan-Nya. Mereka mempunyai rasa cinta kepada orang-orang yang beriman dan mereka juga taat kepada Rabbnya. Mereka juga membenci orang-orang kafir dan yang mendustakan ajaran Allah dan Rasul-Nya, mereka tunduk kepada Allah dengan sikap ini. Nabi Sulaiman menjelasakan kepada para utusan itu bukan dunia yang menjadi tujuan dan cita-citanya. Tujuan dan cita-citanya tidak lain adalah menegakan agama ini dan masuknya hamba-hamba Allah ke dalam islam. Setelah itu beliau berpesan secara langsung kepada para utusan itu, tidak membutuhkan tulisan. Nabi Sulaiman tahu mereka tentu akan takluk dan menyerah, Kemudian beliau berkata kepada para pembesarnya, sebagaimana diceritakan Allah dalam firman-Nya: siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang menyerah kepadaku? Ifrit dari kalangan jin berkata, Aku akan membawanya kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat dan terpecaya. (An-Naml: 39) Menurut sebagian mufassir, laki-laki itu adalah orang yang shalih yang telah diberi Ismul Azham (salah satu dari nama Allah Yang Maha Agung), yang apabila seseorang berdoa kepada Allah dengan menyebut nama ini maka pasti Allah mengabulkannya. Dan dia pun memohon kepada Allah. Tiba-tiba munculah singgasana itu sebelum Nabi Sulaiman mengedipkan matanya. Bagaimanapun juga, ini adalah kekuasaan yang besar yang dengan sekejap mata telah mendatangkan singgasana yang besar milik Ratu Saba itu. Oleh karna itulah ketika melihat singgasana itu muncul di hadapannya, beliau segera memuji Allah sebagai rasa syukur. Sebelumnya beliau menguji kecerdasan pikiran ratu tersebut. Beliau ingin agar
  24. 24. 24 ratu itu menyadari hakekat yang sebenarnya. Setelah ratu itu tiba, beliau bertanya kepadanya, (sebagaimana Allah ceritakan): serupa inikah singgasanamu? Beliau tunjukan singgasana itu kepadanya. Tatkala melihat singgasana itu, ratu segera mengenalnya, tapi ragu-ragu karena terdapat beberapa perubahan di sana sini. Namaun ia tetap menjawab, seakan-akan inilah dia. Ia tidak berani memastikan itulah singgasananya, karena sudah mengalami beberapa perubahan, namun juga tidak mengingkari itu adalah singgasananya karena memang dia mengenalnya. Nabi Sulaiman semakin mengenal kecerdasan ratu tersebut. Sesungguhnya kami telah diberitahu tentang kecerdasan ratu ini dan kami tahu sebelum kejadian ini, lalu terbuktilah apa yang kami yakini setelah kami mengujinya, Ucapan dari ratu Saba ialah kami telah diberi tahu sebelumnya tentang Raja Sulaiman, di mana sesungguhnya kekuasaannya adalah kerajaan nubuwah dan risalah serta kekuatan yang sangat hebat sebelum kejadiaan ini. Seakan-akan dapat dikatakan dengan akal yang cerdas dan pemikiran yang jernih, bagaimana mungkin terjerumus sehingga beribadah kepada selain Allah, dan bagaimana mungkin akal yang sehat seperti ini bergabung dengan pribadatan kepada selain Allah yang sama sekali tidak member manfaat apalagi mudarat. Dan tidak lain hanya mencelakakan orang-orang yang menyembahnya. (An-Naml: 43) Dan apa yang disembahnya selama Ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), Karena Sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. Pelajaran dari Kisah Nabi Sulaiman Pertama: Martabat hukum di tengah-tengah manusia adalah martabat diniyah (berkaitan dengan agama). Ini adalah tugas dan wewenang para rasul Alla dan hamba-hamban-Nya yang istimewa. Yang berlaku adalah penetapan hokum berdasarkan Al-Haq dan tidak mengikuti
  25. 25. 25 hawa nafsu. Member keputusan berdasarkan kebenaran berarti mengharuskan seseorang yang akan menanganinya mempunyai ilmu-ilmu yang dengan permasalahan syariat dan ilmu tentang gambaran kasus yang sebenarnya. Serta bagaimana memasukannya ke dalam ketetapan-ketetapan syariat secara umum. Sedangkan orang yang jahil (bodoh) dan tidak memiliki ilmu tentang salah satu dari kedua hal ini, maka tidak halal baginya maju memberi keputusan di antara manusia. Kedua: Diterangkan pula dalam kisah ini bahwa Nabi Sulaiman lebih mementingkan rasa cintanya kepada Allah di atas cintanya terhadap apa pun juga. Beliau lebih suka membunuh kuda-kuda kesayangannya yang telah membuatnya lupa berdikir mengingat Allah sampai matahari tenggelam. Ketiga: Di dalam kisah ini menunjukan bahwa semua yang menyibukan seseorang (sehingga lupa) untuk taat kepada Allah adalah tercela. Maka hendaklah dia meninggalkan kesibukannya itu dan segera berpaling kepada sesuatu yang jelas lebih bermanfaat. Keempat: Disebutkanya dalam kisah ini bahwa Sulaiman adalah seorang nabi sekaligus raja, dan diizinkan pula berbuat sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi terdorong oleh kemuliaan yang ada pada diri beliau, maka tidak ada keinginan beliau yang lain kecuali kebaikan dan keadilan. Berbeda halnya dengan nabi yang hanya seorang hamba Allah yang biasa. Dimana dia tidak mempunyai keinginan yang bebas. Kehendak ataupun keinginannya senantiasa mengikuti apa yang diinginkan oleh Allah dari dirinya. Dia tidak mengerjakan ataupun meninggalkan sesuatu melainkan karena mengikuti perintah. Seperti keadaan Nabi kita Muhammad. Kelima: Diajarkan pula dalam kisah ini, hendaknya para pemimpin dan raja itu menanyakan keadaan para penguasa atau pemimpin dan tokoh-tokoh yang mempunyai keistimewaan dalam sejarah hidupnya. Dan tidak hanya sekedar bertanya, tetapi juga mempelajari dan menguji bagaimana perhatian dan pemahaman mereka terhadap suatu permasalahan. Sebagaimana dilakukan oleh Nabi Sulaiman. Hal ini sangat besar manfaatnya, di mana mereka jelas amat membutuhkan.
  26. 26. 26 Apalagi suatu kerajaan akan semakin sempurna apabila di sekitarnya ada orang-orang yang mempunyai pemikiran sempurna. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Nabi Musa: Dia adalah Musa bin Imran bin Qahits bin Azir bin Lawi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim As, As-Suhaili berkata, bahwa nama ibu Musa adalah Ayarukha. Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ia bernama Ayadzikhat. Dan ibu angkatnya adalah Asiyah ( istri Firaun ), dan ayah angkatnya adalah Firaun. Walaupun Firaun tidak menyukai nabi Musa dan ingin membunuhnya tetapi istri Firaun yaitu Asiyah melarangnya membunuh nabi Musa, dan Firaun pun tidak jadi membunuh nabi Musa. Para penafsir sendiri mencatat bahwa, menurut daftar silsilah yang paling panjang Musa hanya memiliki empat kakek moyang selama kaum Ibrani berdiam di Mesir, secara berurutan dari bawah ke atas: Amram, Qehath ( Kehat ), Lewi, dan Yakub. Nabi Daud: Nabi adalah seorang hamba Allah, Nabi-Nya dan khalifah-Nya di Baitul Maqdis, dan seorang raja yang sebelumnya telah membunuh Jalut yang terjadi di istana Ummu Hakim. Allah SWT memberikan pertolongan kepada Nabi Daud dalam hal pembuatan baju perang dari besi untuk melindungi seorang prajurit dari (serangan) musuh Allah dan mengilhamkan kepadanya tentang tata cara pembuatan baju tersebut. Allah memberikan Nabi Daud suara yang bagus dengan bacaan kitabnya, maka burung- burung akan berhenti di udara seraya mengucapkan istirja (yaitu: inna lillahi wa inna ilaihi rajiun) karena tarji'nya (Daud) dan akan bertasbih karena tasbihnya, begitu juga gunung- gunung akan menjawab dan bertasbih bersamanya setiap pagi dan sore. Tak satupun jam terlewatkan baik malam maupun siang kecuali seluruh anggota keluarga Nabi Daud mengerjakan ibadah.
  27. 27. 27 Selain beribadah taat kepada Allah SWT, Nabi Daud yang menjabat sebagai raja mempunyai sifat yang adil dalam memutuskan sebuah perkara. Nabi Sulaiman: Nabi Sulaiman bin Dawud, Allah telah memberinya nuibuwah (kenabian), mewarisi ilmu, nubuwah dan kerajaan ayahnya, nabi Dawud. Bahkan Allah memberikan tambahan baginya kerajaan yang besar yang belum pernah dimiliki siapapun sebelum ataupun sesudahnya. Allah juga menundukkan kepadanya pasukan dari manusia, jin dan burung-burung lalu mereka diatur dengan tata tertib yang mengagumkan. Allah mengajarkan kepada Nabi Sulaiman ilmu tentang bahasa burung dan seluruh hewan yang ada. Dan mereka kadang mengajak Nabi Sulaiman berbicara dan beliau pun memahami pembicaraan mereka. Oleh sebab itu beliau dapat berdialog dengan Hud Hud dan menanyaianya. Beliau juga mengerti ucapan seekor semut ketika mengingatkan semut-semut lainnya PENUTUP Alhamdulillahirobbilalamin kami panjatkan syukur kehadirat ALLAH S.W.T atas berkat rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik sebagai salah satu syarat tugas mata kuliah sejarah dakwah tahun pelajaran 2014/2015. Dan tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak-pihak yang telah membantu memberikan petunjuk dan bimbingan dalam menyusun makalah ini tanpa ada rintangan dan hambatan. Kami juga menyadari bahwa sesungguhnya makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini, Semoga makalah yang sederhana ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya. Amin.
  28. 28. 28 DAFTAR PUSTAKA Katsir, Ibnu. Qishashul Anbiya (Kisah Para Nabi). 2008. Surabaya: Amelia. Bucaille, Maurice. Firaun Dalam Bibel Dan Al-quran. 2009. Bandung: Mizania Abdurrahman, Syaikh bin Nashir As-Sadi. Ringkasan Tafsir As-Sadi. 2007. Pekalongan: Pustaka Sumayyah http://www.edupostjogja.com/edupost-jogja/berita-nasional/nabi-palsu-di- karanganyar-sebar-ajaran-sesat-ke-pelajar Katsir, al-Hafiz Ibnu. Kisah Para Nabi & Rasul. Jakarta : Pustaka as-Sunnah. 2010. Cet-4 1 Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sadi, Ringkasan tafsir As-Sadi, Agustus: 2009 cet ke-2 Ilyas, Yunahar, Kuliah Akhlaq, Yogyakarta : LPPI UMY, 2002 Arifin, Bey. 1971. Rangkaian Cerita dalam Al Quran. Surabaya. Pt Almaarif. Cetakan ke-7 http://news.okezone.com/read/2013/02/26/339/767786/inilah-harta-kekayaan-anas- urbaningrum http://www.tempo.co/read/news/2012/08/17/063424250/Hakim-Tipikor-Semarang- Disuap-Rp-150-Juta http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/25/0845511/Dul.Diharapkan.Tidak.Ma ngkir.Sidang.Lagi http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/19/1438364/Tiga.Dakwaan.untuk.Dul.Huku man.Maksimal.3.Tahun.Penjara http://www.tubasmedia.com/berita/pencuri-sandal-jepit-5-tahun-penjara-koruptor-15- tahun/
  29. 29. 29 LAMPIRAN Berita korupsi dan kekayaan Anas Inilah Harta Kekayaan Anas Urbaningrum Selasa, 26 Februari 2013 14:03 wib | Mustholih - Okezone Anas Urbaningrum (Foto: Okezone) JAKARTA- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningum, diketahui pernah membuat Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 28 Desember 2007. Laporan kekayaan yang dibuat itu menyebutkan bahwa sang istri, Athiyyah Laila, memiliki harta kekayaan Rp2,2 miliar. Laporan ini merevisi jumlah harta kekayaan Anas yang pernah dibuat pada 10 Mei 2005, yang menyatakan punya harta kekayaan senilai Rp1,1 miliar. Namun, Anas juga diketahui punya kekayaan dalam bentuk mata uang asing, yakni USD2.300. Uang dolar Amerika ini
  30. 30. 30 tidak berubah dari LHKPN pertama. Total harta kekayaan Anas terakhir yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp2.236.936.452 dan USD2.300. Jumlah ini mengubah jumlah harta kekayaan sebelumnya, Rp 1.173.539.962 dan USD2.300. Kekayaan Anas meliputi dari harta tidak bergerak yang berupa tanah dan bangunan. Adapun harta bergerak, meliputi a) alat transportasi mesin dan lainnya, b) peternakan, perikanan, perkebunan pertanian, kehutanan, pertambangan, dan usaha lainnya, dan c) harta bergerak lainnya yang terdiri dari logam mulia, batu mulia, hingga barang antik. Berikut perincian harta kekayaan Anas Urbaningrum. A. Harta tidak bergerak (Tanah dan Bangunan) 1. Bangunan seluas 275 m2 di Jakarta Timur, berasal dari hasil sendiri 2001. 2005 : Rp 155.000.000 2007 : Rp 155.000.000 2. Tanah seluas 1.550 m2 di Depok berasal dari hasil sendiri 2005 2005 : Rp 127.100.000 2007 : Rp 127.100.000 3. Tanah dan Bangunan seluas 539 m2 dan 237 m2 di Jakarta Timur berasal dari perolehan sendiri 2001 2005 : Rp 615.346.000 2007 : Rp 615.346.000 4. Tanah seluas 11.412 m2 di Karawang berasal dari hasil sendiri tahun 2007 2005 : - 2007 : Rp 57.060.000 5. Tanah seluas 1.620 m2 di Karawang berasal dari perolehan sendiri 2007 2005 : - 2007 : Rp 11.000.000 6. Tanah seluas 210 m2 di Bekasi berasal dari perolehan sendiri 2004 (penghapusan data karena dijual) 2005 : Rp 118.140.000 2007 : - B. Harta bergerak
  31. 31. 31 a) alat transportasi mesin dan lainnya 1. Mobil merek Kia Carens tahun pembuatan 2000, berasal dari perolehan sendiri, 200 2005 : Rp 110.000.000 2007 : idem 2. Motor merek Honda tahun pembuatan 2002, hasil perolehan sendiri 2002 2005 : Rp 8.000.000 2007 : idem 3. Mobil merek Nissan Serena tahun pembuatan 2004, berasal dari hibah, perolehan tahun 2004 (perubahan atas nama yang dilaporkan sebelumnya) 2005 : - 2007 : Rp 155.000.000 4. Mobil merek Toyota Kijang Innova tahun pembuatan 2007 yang berasal dari sendiri, perolehan tahun - (penambahan data baru) 2005 : - 2007 : 155.000.000 C. Harta bergerak lainnya. 1. Logam mulia, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 1999. 2005 : Rp 3.381.000 2007 : idem 2. Batu mulia, yang berasal dari Hasil sendiri, perolehan Tahun 1999 2005 : Rp 2.700.000 2007 : idem 3. Barang-barang seni dan antik, berasal dari perolehan sendiri, tahun 2002. 2005 : Rp 81.250.000 2007 : idem 4. Benda bergerak lainnya, yang berasal dari hasil sendiri, perolehan tahun 2005 2005 : Rp 81.250.000 2007 : idem C. Surat berharga Total 2005 : - Total 2007 : - D. Giro dan setara kas lainnya
  32. 32. 32 1. Yang berasal dari hasil sendiri (penambahan harta kekayaan perubahan data karena penambahan/pengurangan) 2005 : Rp197.122.962 dan USD 2.300 2007 : Rp795.599.452 dan USD 2.300 E. Piutang Total 2005 : 0 Total 2007 : 0 Total Harta (II) 2005 : Rp 1.623.539.962 dan USD 2.300 2007 : Rp 2.236.936.452 dan USD 2.300 F. Utang 1. Utang dalam bentuk pinjaman uang (penghapusan atas data dilaporkan sebelumnya karena lunas) 2005 : Rp 450.000.000 2007 : - G. Total harta kekayaan Total 2005 : Rp 1.173.539.962 dan USD 2.300 Total 2007 : Rp 2.236.936.452 dan USD 2.300 (sus) sumber: http://news.okezone.com/read/2013/02/26/339/767786/inilah-harta-kekayaan-anas- urbaningrum. Diambil pada 02 April 2014. Jam 18:00 WIB.
  33. 33. 33 Lampiran berita hakim yang disuap Hakim Tipikor Semarang Disuap Rp 150 Juta Kartini Marpaung. dok. KP2KKN Jawa Tengah. TEMPO.CO, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 150 juta ketika menggrebek transaksi suap yang melibatkan Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kartini Marpaung. KPK juga menangkap satu hakim lain, Heru Kusbandono, yang ternyata bertugas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pontianak, Kalimantan Barat. Tersangka pemberi suap adalah seorang perempuan bernama Sri Dartuti. Diduga, Sri adalah kerabat dari terdakwa kasus korupsi yang sedang diadili Kartini di Pengadilan Tipikor Semarang. Sumber Tempo di KPK menyebut Sri Dartuti sebagai adik dari Ketua DPRD Grobogan, Jawa Tengah, Muhammad Yaeni. Dia sedang diadili dalam kasus korupsi perawatan mobil dinas DPRD Grobogan, Jawa Tengah senilai Rp 1,9 miliar. Yaeni, politikus PDI Perjuangan di Grobogan, sebelumnya sudah mendapat banyak keistimewaan selama menjalani sidang. Hakim Kartini Marpaung sempat meloloskan
  34. 34. 34 permintaannya untuk tidak ditahan selama sidang. Walhasil, Yaeni pun hanya menjadi tahanan rumah. Jika kasus suap ini tak terungkap, Yaeni seharusnya divonis 27 Agustus 2012 depan. Dia dituntut hukuman penjara 2,5 tahun. Pelaku korupsi yang mengulangi perbuatannya terancam hukuman mati. sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/08/17/063424250/Hakim-Tipikor-Semarang- Disuap-Rp-150-Juta. Diambil pada 02 April 2014. Jam 18:00 WIB
  35. 35. 35 Lampiran kasus Doel, yang mendapat perlakuan istimewa Dul Diharapkan Tidak Mangkir Sidang Lagi Selasa, 25 Februari 2014 | 08:45 WIB Kompas.com/Robertus Belarminus Musisi Ahmad Dhani menemani putranya AQJ alias Dul dalam proses pelimpahan berkas kasus kecelakaan yang melibatkan putranya itu. Rabu (15/1/2014). JAKARTA, KOMPAS.com - Putra musisi Ahmad Dhani berinisial AQJ alias Dul (13) dijadwalkan kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (25/2/2014). Sidang menjadwalkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dul diharapkan kehadirannya pada persidangan pagi ini, setelah pada Rabu (19/2/2014) lalu, dia tidak hadir tanpa memberikan penjelasan. Humas PN Jaktim, Djaniko Girsang, menyatakan, apabila mangkir lagi dalam persidangan, Dul dapat dipanggil paksa. Hal itu sesuai dengan undang-undang di mana seorang terdakwa diwajibkan untuk hadir dalam persidangan. "Kita lihat nanti. Kita pakai instrument hukum acara pidana, termasuk panggilan paksa karena masuk instrumen itu," kata Djaniko, di PN Jaktim, Rabu lalu.
  36. 36. 36 Sebelumnya, Ahmad Dhani menjelaskan bahwa ketidakhadiran putranya karena Lydia Wongsonegoro yang ditunjuk sebagai kuasa hukum tidak dapat hadir. Lydia, menurut dia, harus mengurus orangtua yang sedang sakit di Singapura. Dul menjadi tersangka penyebab kecelakaan setelah mobil Mitsubisi Lancer B 80 SAL yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan dan masuk di jalur berlawanan. Setelah itu, mobil yang dikemudikan putera bungsu Ahmad Dhani itu menabrak dua kendaraan lain dari jalur berlawanan. Hasil tes kecepatan kendaraan Dul, beberapa detik sebelum kehilangan kendali kecepatannya mencapai 176 km/jam. Mobil Dul yang menabrak dua kendaraan di jalur berlawanan itu menyebabkan 7 orang meninggal dunia. Enam orang meninggal saat kecelakaan satu lainnya setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/25/0845511/Dul.Diharapkan.Tidak.Mangkir.Si dang.Lagi. Diambil pada 02 April 2014. Jam 18:00 WIB
  37. 37. 37 Tiga Dakwaan untuk Dul, Hukuman Maksimal 3 Tahun Penjara Rabu, 19 Februari 2014 | 14:38 WIB KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUS Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Djaniko Girsang JAKARTA, KOMPAS.com Putra musisi Ahmad Dhani, AQJ alias Dul, didakwa tiga dakwaan dalam satu pasal lalu lintas atas kasus kecelakaan di Tol Jagorawi. Dul terancam hukuman paling sedikit selama enam bulan atau maksimal tiga tahun penjara. "Dakwaannya ada tiga dalam satu pasal, yaitu Pasal 310 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Untuk dakwaan satu, Pasal 310 Ayat 4, dakwaan dua Pasal 310 Ayat 2 dan 3, dakwaan tiga Pasal 310 Ayat 1," kata Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Djaniko Girsang saat ditemui di kantornya, Rabu (19/2/2014). Djaniko mengatakan, jika merujuk pada pasal itu, terpidana yang terbukti bersalah dapat dihukum satu hingga enam tahun penjara. Namun, karena Dul masih di bawah umur, ancaman hukumannya separuh masa hukuman orang dewasa sesuai dengan putusan hakim di persidangan.
  38. 38. 38 "Jadi, kalau enam tahun, tidak boleh lebih dari tiga tahun atau sesuai dengan putusannya nanti. Tetapi, itu kalau terbukti (bersalah), kalau tidak terbukti, ya, bebas," ujar Djaniko. Menurut Djaniko, jika persidangan hari ini dapat dihadiri oleh Dul, akan dilakukan pembacaan dakwaan. Namun, karena Dul tidak dapat hadir tanpa keterangan, pembacaan dakwaan tidak dapat dilangsungkan. Persidangan ditunda dan dilanjutkan pada Selasa (25/2/2014) pekan depan. Dul menjadi tersangka kasus kecelakaan di Kilometer 8+200 Tol Jagorawi, Jakarta Timur, Minggu (8/9/2013), sekitar pukul 00.45 WIB. Mobil Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan Dul kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan lalu menghantam dua kendaraan lainnya, yakni Toyota Avanza B 1882 UZJ dan Daihatsu Gran Max B 1349 TFM. Akibat kejadian tersebut, enam orang tewas di lokasi kejadian, sementara seorang lain meninggal di rumah sakit. Sembilan korban lain mengalami luka-luka. Dul juga mengalami patah tulang kaki dan menjalani perawatan di RS Pondok Indah. sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2014/02/19/1438364/Tiga.Dakwaan.untuk.Dul.Hukuma n.Maksimal.3.Tahun.Penjara. Diambil pada 02 April 2014. Jam 18:00 WIB.
  39. 39. 39 Lampiran pencuri sandal PENCURI SANDAL JEPIT 5 TAHUN PENJARA, KORUPTOR 1,5 TAHUN Terbit 9 Januari 2012 - 09:30 WIB | Dibaca : 7145 kali Oleh : Sabar Hutasoit Ilustrasi IRONIS memang, bahkan sangat menyayat hati. Penegakan hukum di negeri kita tercinta ini amat pincang, berat sebelah. Faktanya, para pendekar hukum kita lebih berani, lebih ganas dan lebih tegas hanya kepada pihak-pihak yang lemah yang tidak punya kekuatan apapun. Tidak ada niat membela siapa-pun dan memojokkan siapapun. Akan tetapi, fakta- fakta di persidangan menunjukkan kalau penegakan hukum itu tidak diberlakukan secara merata artinya tidak berlaku untuk semua pihak. Padahal, katanya, justice for all. Tegasnya, golok para penegak hukum lebih tajam kepada piohak-pihak tertentu tapi tumpul bagi pihak-pihak tertentu pula. Artinya, not for all. Maka tidak salah kalau ada orang bijak mengartikan hukum itu bagaikan sebuah pisau dimana bagian
  40. 40. 40 yang tajamnya mengarah kepada orang lain tapi bagian yang tumpul (punggung pisau) mengarah kepada pemegang pisau itu sendiri. Adalah pencurian sendal jepit dengan terdakwa berinisial AAL (15) seorang siswa SMKN 3 Palu Selatan, Sulawesi Tengah yang sampai ke persidangan, merupakan satu dari sejumlah kasus sepele yang menarik perhatian publik. Pasalnya, persoalan curi mencuri sendal jepit adalah hal kecil dan melibatkan keluarga tak mampu secara ekonomi. Tidak ada niat membenarkan tindakannya. Akan tetapi karena yang dicuri adalah sendal jepit milik Brigadir (Pol) Satu, Ahmad Rusdi Harahap, AAL harus menghadapi jerat pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal tuntutan 5 tahun penjara. Tanggal 21 Desember 2011, AAL disidang dan mendengarkan tuntutan tersebut. Disaksikan kedua orang tuanya, AAL di persidangan bukan saja hanya membantah telah mencuri, tapi juga mengaku mendapatkan tekanan dan penganiayaan saat pemeriksaan oleh seorang anggota polisi agar mengaku sebagai pelaku pencurian Kasus pencurian sandal jepit warna putih kusam merek Ando seharga Rp 30 ribu itu terjadi November 2010. Penegakan hukum memang tetap perlu. Tapi unsur edukasinya perlu dipertimbangkan. Proses hukum kepada pihak yang lemah jangan sampai terkesan lebay dan over acting serta tidak manusiawi dan tidak berhati nurani. Kasus pencurian sandal jepit yang dilakukan bocah 15 tahun ini rasanya tak sebanding dengan ancaman hukuman lima tahun penjara sementara banyak koruptor yang dihukum hanya 1,5 tahun bahkan banyak pula yang masih berkeliaran malah tampil jadi pemimpin di negeri tercinta ini dan tidak malu-malu pula memberi nasehat kepada negeri ini. Ini merupakan cermin atau gambaran buram sistem hukum dan peradilan di negeri ini sebab sangat memprihatinkan bahkan menyayat dan mengiris hati. Hanya karena mencuri sendal jepit, harus berhadapan dengan pengadilan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
  41. 41. 41 Andaikata seluruh pendekar hukum itu seganas dan segarang menangkap dan mengadili pencuri sendal, pencuri pisang, pencuri kakao dan pencuri semangka, rasanya Presiden SBY tidak perlu membentuk sebegitu banyak lembaga untuk memberantas korupsi. Intinya, mau dan beranikah pendekar hukum itu bertindak kepada orang kuat seperti tindakan kepada yang lemah ? Semoga dan kita tunggu gebrakannya di tahun 2012. Selamat bertindak.*** Sumber: http://www.tubasmedia.com/berita/pencuri-sandal-jepit-5-tahun-penjara- koruptor-15-tahun/. Diambil pada 02 April 2014. Jam 18:00 WIB