Na. Kesejahteraan

download Na. Kesejahteraan

of 42

  • date post

    10-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    0

Embed Size (px)

description

naskah akademik fh unsur

Transcript of Na. Kesejahteraan

  • 1NASKAH AKADEMIK RAPERDA KABUPATEN CIANJUR

    RAPERDA TENTANGRANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG KESEJAHTERAAN

    SOSIAL DI KAB. CIANJUR

    FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SURYAKANCANA CIANJURTAHUN 2013

    JL. Pasir Gede Raya Telp. (0263) 262773 Fax. (0263) 262773 Cianjur 43216

  • 2BAB IPENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Penelitian.Di dalam setiap konstitusi atau Undang-Undang Dasar, peran negara yang

    utama adalah mewujudkan cita-cita bangsa itu sendiri, dan cita-cita bangsa Indonesiatercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar konstitusi NegaraRepublik Indonesia, baik sebelum maupun sesudah diamandemen, memilikisemangat yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh warga negaraIndonesia serta membentuk negara kesejahteraan.

    Konsep negara kesejahteraan menurut Bagir Manan adalah negara ataupemerintah tidak semata-mata sebagai penjaga keamanan atau ketertiban masyarakat,tetapi memikul tanggung jawab utama untuk mewujudkan keadilan sosial,kesejahteraan umum, dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.1 Sejalan denganpendapat Bagir Manan, menurut Sjahran Basah, berkaitan dengan negarakesejahteraan tersebut, maka tujuan pemerintah tidak semata-mata di bidangpemerintahan saja, melainkan harus melaksanakan kesejahteraan sosial dalam rangkamencapai tujuan negara melalui pembangunan nasional.2

    Negara Indonesia menunjukkan keinginan untuk membentuk negarakesejahteraan tersebut sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-UndangDasar 1945, yaitu: Membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungisegenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan untukmemajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikutmelaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadidan keadilan sosial.3

    1 Bagir Manan, Politik Perundang-undangan Dalam Rangka Mengantisipasi LiberalisasiPerekonomian, Fakultas Hukum UNILA, Lampung, 1996, hlm. 16.

    2 Sjahran Basah, Eksistensi Dan Tolok Ukur Badan Peradilan Administrasi Di Indonesia, Alumni,Bandung, 1986, hlm. 3.

    3 C.F.G. Sunaryati Hartono, Politik Hukum Menuju Satu Sistem Hukum Nasional, Alumni, Bandung,1991, hlm. 2.

  • 3Dalam mencapai tujuan yang diamanatkan Pembukaan Undang-Undang Dasar1945 tersebut, maka dilakukanlah pembangunan nasional di dalam segala bidangkehidupan baik fisik maupun pembangunan non fisik. Dalam rangka penyelenggaraanpemerintahan negara dan pembangunan nasional untuk mencapai masyarakat adil,makmur, dan merata berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, makaPasal 1 UUD 1945 menetapkan bahwa : Negara Indonesia adalah negara kesatuan

    yang berbentuk Republik.Di Indonesia, pembangunan ekonomi seringkali mengalami distorsi yang cukup

    serius, sehingga pertumbuhan yang dicapai tidak mampu meningkatkan kesejahteraanrakyat secara luas dan merata. Pembangunan yang terdistorsi telah menyebabkantimbulnya masalah sosial yang demikian serius, seperti kemiskinan, pengangguran,kerawanan sosial ekonomi, kriminalitas, disharmoni keluarga, tindak kekerasan,ketidakadilan terhadap perempuan, perlakuan salah terhadap anak, penelantaranorang lanjut usia, perdagangan manusia dan seterusnya. Masalah-masalah sosialtersebut telah melahirkan dehumanisasi dan melemahkan nilai-nilai serta hubunganantar manusia. Lebih lanjut, semua masalah sosial tersebut menjadi hambatan utamabagi pembangunan manusia Indonesia yang dicita-citakan dan diamanatkan olehundang-undang.

    Perubahan tatanan dunia dan perkembangan komitmen global dalam berbagaikonvensi internasional memberi pesan yang sangat jelas bahwa pembangunanekonomi sangat perlu bagi peningkatan kualitas hidup suatu bangsa. Namun,pembangunan ekonomi hendaknya dilakukan secara berkeadilan, sehingga,kemakmuran dan kesejahteraan dapat dicapai dan dirasakansecara merata danberkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat dan segenap anak bangsa.

    Oleh karena itu, visi pembangunan nasional dewasa ini semakin dituntut untukuntuk menempatkan manusia sebagai pusat perhatian. Pembangunan ekonomi harusdilaksanakan sejalan dengan pembangunan kesejahteraan sosial. Sehinggapertumbuhan ekonomi dapat menyumbang langsung terhadap peningkatan kualitashidup manusia; dan sebaliknya, pembangunan manusia dapat mendorong laju

  • 4pembangunan ekonomi. Pembangunan nasional yang terpadu ini dijalankan tanpamemarjinalkan penduduk miskin, rentan dan telantar. Melainkan mampumeningkatkan keterpaduan sosial dan ekonomi yang didasari oleh prinsip hak asasimanusia dan perlindungan sosial terutama bagi mereka yang kurang beruntung.

    UndangUndang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial selamaini telah menjadi landasan yuridis formal dalam pelaksanaan pembangunankesejahteraan sosial. Seiring dengan perkembangan sistem ketatanegaraan dalam eraotonomi daerah dan memperhatikan perkembangan masalah sosial sertaperkembangan komitmen global, keberadaan undang-undang tersebut dipandangsudah sesuai dengan keadaan dan arah kecenderungan perubahan sosial. UU tersebutdirasa dapat memadai untuk menjawab permasalahan sosial yang ada saat ini maupundi masa depan. Selain itu, UU tersebut juga semakin sejalan dengan produk hukumlainnya yang sesuai dengan perkembangan paradigma pembangunan nasional. Untukitu dengan adanya Undang-Undang Tentang Kesejahteraan Sosial yang secara jelasini dapat merinci kewajiban negara (state obligation) dan tanggung jawab sosialmasyarakat (sosial responsibility) dalam pembangunan kesejahteraan sosial. UU iniakan dapat memberikan kepastian hukum dalam menjalankan pembangunankesejahteraan sosial, termasuk di dalamnya penyelenggaraan perlindungan sosial danpelayanan sosial bagi warga negara yang mengalami masalah sosial.

    B. Identifikasi Masalah.Berdasarkan uraian sebagaimana disebutkan di atas, maka diidentifikasikan

    beberapa permasalahan, yaitu sebagai berikut :1. Apakah yang menjadi latar belakang dibentuknya Peraturan Daerah yang

    mengatur Penyelenggaraan Penanganan Kesejahteraan Sosial KabupatenCianjur. ?

    2. Apakah yang menjadi landasan filosofis, sosiologis, dan landasan yuridis, dariPeraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Penanganan Masalah KesejahteraanSosial?

  • 53. Bagaimanakah substansi Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur mengenaiPenyelenggaraan Penanganan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Cianjur ?

    C. Tujuan Dan Kegunaan Naskah Akademik1. Tujuan Penyusunan Naskah Akademik.

    Adapun tujuan penyusunan naskah akademik, adalah utuk mengkaji sertamenganalisis tentang :

    a. Perlunya Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur dalamDalam Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial Kabupaten Cianjur.

    b. Landasan filosofis, sosiologis, dan landasan yuridis, dari pembentukanPeraturan Daerah Kabupaten Cianjur tentang Penanganan MasalahKesejahteraan Sosial.

    c. Substansi Peraturan Daerah Kabupaten Cianjur tentangPenyelenggaraan Penanganan Masalah Kesejahteraan SosialKabupaten Cianjur.

    2. Kegunaan Penyusunan Naskah Akademik.Naskah akademik merupakan naskah hasil penelitian atau pengkajian hukum terhadapsuatu masalah tertentu dalam hal ini adalah penanganan masalah kesejahteraan sosialyang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah yang dikaji dalam suatu PeraturanDaerah sebagai solusi terhadap permasalahan dan kebutuhan hukum masyarakat. Selainitu, kegunaan penyusunan nasakah akademik ini sebagai acuan atau referensipenyusunan dan pembahasanRancangan Peraturan Daerah.

    D. Metode Penelitian.Mengingat penyusunan naskah akademik pada dasarnya merupakan suatu kegiatan

    penelitian, maka dalam melakukan penyusunan naskah akademik ini digunakan metodepenyusunan naskah akademik yang berbasiskan metode penelitian hukum. Adapun metodepenyusunan naskah akademik Penyelenggaraan Penanganan Kesejahteraan Sosial ini, yaitu sebagaiberikut :

  • 61. Metode Pendekatan.Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan naskah

    akademik ini adalah yuridis normatif, yaitu mempelajari dan mengkaji asas-asas hukum khususnya kaidah-kaidah hukum positif yang berasal dari bahan-bahan kepustakaan yang ada dari peraturan perundang-undangan, sertaketentuan-ketentuan terutama yang berkaitan dengan penyertaan modal daerahpada perusahaan daerah. Dalam penyusunan naskah akdemik ini jugameliputi usaha untuk menemukan hukum yang in concreto yang tujuannyauntuk menemukan hukum yang sesuai dan yang akan diterapkan dalam suatupermasalahan terutama di dalam penelitian tersebut.4

    2. Spesifikasi Penelitian.Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif analisis, yaitu

    memberikan gambaran umum yang menyeluruh dan sistematis mengenai penyertaanmodal daerah pada perusahaan daerah. Gambaran umum tersebut dianalisis denganbertitik tolak pada peraturan perundang-undangan, pendapat para ahli, serta praktikpelaksanaan penyertaan modal yang dilakukan daerah pada perusahaan daerah, yangbertujuan untuk mencari dan mendapatkan jawaban atas pokok masalah yang akandibahas lebih lanjut.3. Jenis dan Sumber Data.

    Guna memperoleh data yang mendukung penyusunan naskah akademik ini,maka jenis dan sumber data diperoleh melalui :

    a. Bahan Hukum Primer yang berkaitan dengan penelitian ini, antara lainmeliputi :

    1) Undang-Undang Dasar 1945.2) Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial

    Nasional;

    3) Undang-Undang No. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial;4 Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum Dan Jurimetri, Ghalia Indonesia, Jakarta,

    1990, hlm. 22.

  • 74) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan PenyelenggaraJaminan Sosial;

    5) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan FakirMiskin

    6) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2012 TentangPenyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

    7) Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No.184 Tahun 2011 TentangLembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

    8) Peraturan Da