Mohamad Dion Ada Reagen Dikit

download Mohamad Dion Ada Reagen Dikit

of 22

  • date post

    16-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    156
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Mohamad Dion Ada Reagen Dikit

Mohamad Dion's AreaBerandaCatatanBlogFotoVideoMusikKalender Dec 9, '09 6:47 PM untuk semuanya

Kimia Analitik...HANYA UNTUK PERKEMBANGAN ILMU TANAH...Judul Tanggal Praktikum Nama Asisten : : Pengenalan Kembali Alat Laboratorium : Jumat, 24 November 2006 Emma Trinurani Sofyan, ST., MS Oviyanti Mulyani, SP Prinsip Percobaan

Nama : Mohamad. Dion.T NIM : E1B050013 Fakultas : Pertanian

Pada dasarnya percobaan mengenai pengenalan alat ini adalah melakukan penimbangan misalnya pada kristal asam oksalat. Selain itu penggunaan labu takar serta pipet. Selanjutnya latihan titrasi yang perlu diperhatikan. Prinsip percobaan yang lebih mendasar adalah titrimetri itu sendiri merupakan salah satu bagian dari Analisis Volumetri. Analit direaksikan dengan bahan yang telah diketahui konsentrasi dan jumlah molnya, sehingga membentuk suatu larutan yang disebut dengan larutan primer. Syaratnya adalah pada reaksi harus berlangsung secara cepat, kuantitatif serta tidak mengalami reaksi samping. Pelaksanaan titrasi dilakukan dengan menambahkan titran (larutan dalam buret) secara perlahan sampai mencapai titik ekivalen. Sementara titik ekivalen tersebut dalam hal pengertiannya adalah volume pada jumlah reagen yang ditambahkan tepat sama dengan yang diperlukan untuk bereaksi sempurna oleh zat yang dianalisis. Untuk mengetahui konsentrasi larutan yang belum diketahui, sehingga titrasi dilakukan sampai terjadi titik akhir titrasi dengan dicirikan oleh adanya perubahan warna pada indikator tersebut (yang diuji). Alat & Bahan a. Menimbang : a.1. alat : - timbangan analitik a.2. bahan : - Kristal asam oksalat, NaOH b. Labu Takar, Pipet : b.1 alat : - Labu Takar - Pipet b.2 bahan :

- Larutan HCl dan Padatan NaCl c. Latihan Titrasi : c.1 alat : - Pipet - Erlenmeyer 125 mL c.2 bahan : - Larutan indikator - Buret Langkah Kerja a. Menimbang - Timbang kristal asam oksalat dengan bobot untuk 10mmol atau 1.3 gram (dari hasil perhitungan/penimbangan) - Timbang NaOH padat sebanyak 0.4 gram (dari hasil perhitungan/penimbangan) b. Labu Takar, pipet b.1 Asam Oksalat Larutkan kristal asam oksalat (hasil a) dalam 100mL, kedalam labu takar : - Pipet aquades sampai bagian labu takar - Masukkan kristal asam oksalat tersebut dengan bantuan corong agar kristal asam oksalat tidak tumpah serta meluber, kocok sampai rata - Tambahkan sisa aquades sampai larutan menjadi 100 mL b.2 NaOH Larutkan NaOH 0.1M padat kedalam aquades 100ml, kedalam labu takar : - Masukkan NaOH sebanyak 0.4 gram kedalam labu takar - Tambahkan aquades sampai larutan menjadi 100ml c. Latihan Titrasi c.1 Standarisasi titran - Pipet 10 ml larutan baku primer (asam oksalat & padatan NaOH) kedalam erlenmeyer 125ml - Tambahkan indikator yang cocok (misal yang dipakai : fenolftalein 3 tetes) - Titrasi dengan titran yang tepat dari b.2 (yang dipakai : NaOH) - Lihat dan catat volume titran yang terpakai dan warna larutan - Lakukan duplo c.2 Penetuan konsentrasi HCl atau NaOH - Untuk titran pergunakan larutan yang sama dengan titran yang distandarisasi seperti c.1 - Pipet 10ml larutan HCl atau NaOH (b2), masukkan ke dalam erlenmeyer 125ml - Tambahkan indikator fenolftalein, jingga metil, atau bromtimol biru - Titrasi dengan titran sampai terjadi perubahan warna

- Catat volume titran yang terpakai serta warna larutan - Titrasi lakukan duplo untuk setiap jenis indikator yang digunakan - Hitung konsentrasi HCl atau NaOH Hasil Pengamatan a. Menimbang Asam oksalat (H2C2O4.2H2O) yang telah ditimbang pada timbangan analitik dengan ketelitian sampai 4 angka dibelakang desimal. Sementara pada saat penimbangan diletakkan kertas saring terlebih dulu dalam timbangan sebelumnya dengan mengeset nilai/angka yang tertera pada timbangan menjadi nol gram. Sehingga pada saat dilakukan penimbangan asam oksalat tidak tepat 0.63 gram, akan tetapi 0.6495 gram. b. Labu Takar, pipet Pelarutan asam oksalat dengan aquades dilakukan dengan melarutkan terlebih dahulu aquades + asam oksalat yang ada dalam labu takar agar larutan tercampur dengan mudah, kemudian ditambahkan dengan sisa aquades (yang ada dalam gelas ukur) sehingga volume larutan mencapai 100ml. Pelarutan dilakukan didalam dalam labu takar karena tingkat ketelitiannya lebih tinggi dari gelas ukur. Pada pelarutan NaOH dengan aquades membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dari asam oksalat karena berbentuk padatan. Setelah tercampur rata, selanjutnya larutan ditambah aquades 100ml . c. Latihan Titrasi Standarisasi titran larutan NaOH terhadap larutan baku primer (kristal asam oksalat) dilakukan dengan cara titrasi, dimana NaOH sebagai titran (dalam buret) dan asam oksalat sebagai larytan baku (primer dalam erlenmeyer) yang telah ditetesi oleh indikator (mis:fenolftalein, dsb) sampai mengalami perubahan warna hasilnya merah/merah jambu. Ini semua menunjukan bahwa titrasi yang dilakukan telah mencapai titik akhir titrasi.Percobaan 1 Volume NaOH 0.1 Volume NaOH yang terpakai 14.2

5. Reaksi & Perhitungan a. Menimbang Asam Oksalat (C2H2O4.2H2O) 1mmol = 0.01mol gr = mol x mr = 0.01 x 126 = 1.26 gr

= 1.3 gr jadi berat asam oksalat yang harus ditimbang dalam 100ml = 1.3 gr Normalitas yang didapat adalah N = gr eKiv L = gr/BE L = 1.3 x 1 126 1 = 0.0103 (dalam 1L) NaOH 0.1M; mr NaOH = 40; volume = 100ml Gram NaOH : M = gr/mr x 1000/volume 0.1= gr/40 x 1000/100 berat= 0.4 gr Jadi berat NaOH 0.4 gr b. Pelarutan Melarutkan 1.3 gram asam oksalat dalam aquades 100ml H2C2O4 + H2O NaOH + H2O c. Latihan Titrasi - Standarisasi titrasi Titrasi NaOH dengan Asam Oksalat : 1.3 gram H2C2O4.2H2O dalam 100ml 0.4 gram NaOH dalam 100ml Reaksi : H2C2O4.2H2O + NaOH Normalitas NaOH : Asam Oksalat dititrasi dengan NaOH dimana warna awal merah muda menghasilkan warna akhir orange dengan volume NaOH yang terpakai yaitu 14.2 mL. Untuk Perhitungan Volume HCl N1.V1=N2.V2 1. V1=0.1 . 100mL V1=10mL Pembahasan Penentuan volume serta konsentrasi larutan yang akan dititrasi ditentukan terlebih dahulu sebelum melakukan penimbangan serta melakukan aktivitas percobaan lainnya. Penentuan volume dilakukan Na2C2O4 + 4H2O H2C2O4+2H2O NaOH + 2H2O Melarutkan 0.4 gram NaOH dalam aquades 100ml

dengan penimbangan bahan sesuai dengan yang dibutuhkan berdasarkan hasil perhitungan. Penimbangan dilakukan dengan ketelitian empat angka dibelakan koma dengan menggunakan timbangan analitik secara digital. Perlakuan ini dilakukan karena standarisasi guna mendapatkan volume dan konsentrasi larutan yang tepat (tingkat ketelitian tinggi), sehingga kesalahan yang berlebih dapat dihindari. Pelarutan antara kristal asam oksalat dan NaOH dilakukan dengan cara memasukkan larutan yang konsentrasinya lebih pekat kepada konsentrasi yang kurang pekat. Tingkat ketelitian dalam labu takar lebih tinggi daripada gelas ukur. Pelarutan dalam labu takar, pemberian aquades tidak diberikan secara langsung 100ml akan tetapi bagian saja yang dicampurkan. Selanjutnya ditambahkan sisa aquades sampai mencapai volume 100ml. Penggunaan larutan Asam Oksalat dan NaOH dalam titrasi ini. Pembuatan asam oksalat menjadi larutan baku primer sebelumnya harus menentukan dulu konsentrasi larutan asam oksalat tersebut sehingga dapat dilakukan standarisasi dari pada larutan NaOH. Sifat NaOH yang higroskopis menyebabkan penarikan uap air dari udara serta mudah bereaksi dengan CO2 dalam udara. Sehingga keadaan NaOH tidak murni lagi dikarenakan sulitnya mengetahui kandungan NaOH murni dikarenakan jumlah H2O dan CO2 yang ditarik oleh NaOH tidak dapat ditentukan. Sehingga dibutuhkan standarisasi NaOH. Kesimpulan - Penimbangan dilakukan dengan ketelitian yang kuat karena dalam pembuatan larutan baku (asam oksalat) serta standarisasi diperlukan volume serta konsentrasi larutan yang tepat - Tingkat ketelitian labu takar lebih tinggi daripada gelas ukur - Larutan yang distandarisasi adalah NaOH yang distandarisasi dengan larutan baku primer (asam oksalat) yang telah diketahui konsentrasinya, sehingga dapat memudahkan menentukan besarnya konsentrasi NaOH.

Judul Tanggal Praktikum Nama Asisten

: Kalibrasi Alat Ukur Volume : Jumat, 24 November 2006 : Emma Trinurani Sofyan, ST., MS Oviyanti Mulyani, SP Prinsip Percobaan

Nama : Mohamad. Dion.T NIM : E1B050013 Fakultas : Pertanian

Kalibrasi dilakukan dengan cara menimbang sejumlah volume air tertentu yang dikeluarkan dari buret ataupun pipet. Berdasarkan bobot air dan perbandingan dengan bobot jenis air pada suhu pengukuran maka volume alat dikoreksi. Alat & Bahan a. Kalibrasi Buret - Buret - Erlenmeyer b. Kalibrasi Pipet Mohr - Buret - Erlenmeyer - Pipet Mohr c. Kalibrasi Pipet Volumetri - Buret - Erlenmeyer - Pipet Volumetrik d. Kalibrasi Labu Takar - Labu Takar

- Oven (pemanas) - Eksikator (pendingin) Langkah Kerja a. Kalibrasi Buret - Isi buret dengan air destilasi sampai meniskusnya mencapai 0.00 ataupun pada daerah berskala - Timbang erlenmeyer kosong yang telah bersih dan kering dengan tutupnya - Keluarkan 10.00ml dari buret, tampung dalam erlenmeyer yang telah ditimbang, tutup kemudian timbang kembali - Lakukan setiap tahap ke-3 tetapi dengan jumlah air 0-20, 0-30, 0-40, 0-50ml - Untuk tiap data, perhitungkanlah volume untuk 1gr air pada berbagai suhu (tabel 1) - Lakukan penentuan duplo. b. Kalibrasi Pipet Mohr - Isi pipet Mohr yang telah disediakan (kapasitas tampung 5.00 ml) dengan air destilasi (aquades) sampai miniskusnya mencapai 0.00 ataupun pada daerah berskala. - Timbang erlenmeyer kosong yang telah bersih dan kering pada neraca analitik. - Keluarkan 5.00 ml air destilasi (aquades) dari pipet Mohr ke dalam erlenmeyer yang telah ditimbang, kemudian ditimbang kembali. - Lakukan setiap tahap ke-3 tetapi dengan jumlah air 0-10, 0-15, 0-20, 0-25 ml. - Untuk setiap data, perhitungkanlah volume untuk 1 gr air pada berbagai suhu (lihat tabel ). - Penentuan dilakukan duplo. c. Kalibrasi Pipet Volumetrik - Isi pipet Volumetri yang telah disediakan (kapasitas tampung 25.00 ml) dengan air destilasi (aquade