Modul Phbs

Click here to load reader

download Modul Phbs

of 32

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    20
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Modul Phbs

Transcript of Modul Phbs

  • PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT (PHBS)

    Modul Field Lab Semester V

    KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    Jl. Ir. Sutami no. 36 A Kentingan, Jebres Surakarta 57126

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    Telp : 0271 - 664178 Fax. 637400

    Bagian Field Lab

    Fakultas Kedokteran UNS

    2013

  • MODUL FIELD LAB

    EDISI REVISI II

    KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI

    PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

    SEMESTER V

    Disusun oleh :

    TIM FIELD LAB FK UNS

    FIELD LAB

    FAKULTAS KEDOKTERAN

    UNIVERSITAS SEBELAS MARET

    2013

  • TIM PENYUSUN

    Tim Penyusun Revisi II : Ketua : Yulia Astuti, dr. Anggota : 1. Sumardiyono, SKM, M.Kes 2. H. Limawan Budi Wibowo, dr., M.Kes 3. Haris Hermawan Ucapan terima kasih kepada : 1. Endang Puji Astuti, SKM., MM 2. Kadariyah

    ii

  • KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkah dan karunia-

    Nya buku pedoman KIE PHBS ini telah direvisi. Buku pedoman ini disusun sebagai

    panduan dalam melaksanakan ketrampilan laboratorium lapangan topik KIE PHBS.

    Mahasiswa Kedokteran nantinya akan banyak dihadapkan dengan masalah

    kesehatan masyarakat yang bersumber dari aspek perilaku. Oleh karena itu mahasiswa

    kedokteran FK UNS dengan bekal pengetahuan tentang PHBS mampu merubah perilaku

    masyarakat yang kurang sehat sesuai dengan kritaria PHBS.

    Pedoman ini akan selalu dikoreksi tiap tahun secara periodik, maka kami mohon

    kritik dan saran untuk perbaikan pelaksanaan laboratorium lapangan pada topik KIE

    PHBS. Topik ini untuk memenuhi kelengkapan Blok 19 yaitu Kulit. Semoga pedoman ini

    bermanfaat bagi mahasiswa FK UNS khususnya pada Semester V dalam meningkatkan

    kompetensinya.

    Penyusun

    iii

  • DAFTAR ISI

    BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

    BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................. 3

    BAB III. METODE DAN PROSEDUR KERJA ....................................................... 18

    BAB IV. STRATEGI PEMBELAJARAN ................................................................ 22

    BAB V. FORMAT PENILAIAN LAPANGAN ...................................................... 25

    DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 26

    iv

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 2,2 juta orang di negara-negara

    berkembang terutama anak-anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang

    disebabkan oleh kurangya air minum yang aman, sanitasi dan hygiene yang buruk.

    Selain itu, terdapat bukti bahwa pelayanan sanitasi yang memadai, persediaan air yang

    aman, sistem pembuangan sampah serta pendidikan hygiene dapat menekan angka

    kematian akibat diare sampai 65%, serta penyakit-penyakit lainnya sebanyak 26%.

    Bersamaan dengan masuknya milenium baru, Departemen Kesehatan telah

    mencanangkan Gerakan Pembangunan Berwawasan Kesehatan, yang dilandasi

    paradigma sehat. Paradigma sehat adalah cara pandang, pola pikir atau model

    pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, melihat masalah kesehatan yang

    dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat lintas sektor, dan upayanya lebih

    diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan dan perlindungan kesehatan.

    Berdasarkan paradigma sehat ditetapkan visi Indonesia Sehat 2010, dimana ada

    3 pilar yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat

    serta pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata. Untuk perilaku sehat

    bentuk kongkritnya yaitu perilaku proaktif memelihara dan meningkatkan kesehatan.

    mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta

    berpartisipasi aktif dalam upaya kesehatan. Mengingat dampak dari perilaku terhadap

    derajat kesehatan cukup besar (30-35% terhadap derajat kesehatan), maka diperlukan

    berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat. Salah

    satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010 atau PHBS 2010 adalah keadaan

    dimana individu- individu dalam rumah tangga (keluarga) masyarakat Indonesia telah

    melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rangka :

    1. Mencegah timbulnya penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain

    2. Menanggulangi penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain, dalam rangka

    meningkatkan derajat kesehatan

    3. Memanfaatkan pelayanan kesehatan

    1

  • 4. Mengembangkan dan menyelenggarakan upaya kesehatan bersumber

    masyarakat

    Namun, secara nasional penduduk yang telah memenuhi kriteria PHBS baik

    pada tahun 2011 hanya 55% dan diharapkan mencapai 70% pada tahun 2014.

    B. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran ini, diharapkan mahasiswa mampu melakukan

    KIE PHBS. Adapun learning outcome pembelajaran ini adalah diharapkan mahasiswa:

    1. Mampu menjelaskan tentang dasar pelaksanaan KIE PHBS di masing-masing

    wilayah kerja Puskesmas masing-masing kelompok mahasiswa.

    2. Mampu menjelaskan indikator penilaian PHBS dalam tatanan rumah tangga,

    sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan, dan tempat umum.

    3. Mampu merinci manajemen program dan prosedur KIE PHBS keluarga yang

    memiliki bayi dan balita.

    4. Mampu merinci manajemen program dan prosedur KIE PHBS keluarga yang tidak

    memiliki bayi dan balita di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.

    2

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    A. Pengertian PHBS Beberapa pengertian kaitannya dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    (PHBS) adalah :

    1. Perilaku Sehat, adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk

    memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman

    penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat.

    2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), adalah wujud pemberdayaan

    masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada

    5 program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, dan Dana

    Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM.

    3. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), adalah upaya untuk

    memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan,

    keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi,

    memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan,

    sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social

    Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian

    masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam

    tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat

    dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Dinkes, 2006).

    4. Tatanan, adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup, bekerja, bermain,

    berinteraksi dan lain-lain. Dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS yaitu Rumah Tangga,

    Sekolah, Tempat Kerja, Sarana Kesehatan dan Tempat Tempat Umum.

    5. Kabupaten Sehat/Kota Sehat, adalah kesatuan wilayah administrasi pemerintah

    terdiri dari desa-desa, kelurahan, kecamatan yang secara terus menerus berupaya

    meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dengan prasarana wilayah

    yang memadai, dukungan kehidupan sosial, serta perubahan perilaku menuju

    masyarakat aman, nyaman dan sehat secara mandiri.

    3

  • 6. Manajemen PHBS, adalah pengelolaan PHBS yang dilaksanakan melalui 4 tahap

    kegiatan. yaitu

    1) Pengkajian

    2) Perencanaan

    3) Penggerakkan pelaksanaan

    4) Pemantauan dan penilaian.

    Tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan

    kemauan masyarakat agar hidup sehat, serta meningkatkan peran aktif masyarakat

    termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang

    optimal (Dinkes,2006). Ada 5 tatanan PHBS yaitu Rumah Tangga, Sekolah, Tempat

    Kerja, Sarana Kesehatan dan Tempat Tempat Umum. Tatanan adalah tempat dimana

    sekumpulan orang hidup, bekerja, bermain, berinteraksi dan lain-lain. Untuk

    mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan diperlukan

    pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan,

    penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian.

    Sebagai contoh, setiap jam 2 orang meninggal atau lebih dari 17.000 ibu

    meninggal setiap tahun. Sekitar 4 juta ibu hamil dan ibu menyusui menderita

    gangguan Anemia karena kekurangan zat besi. Lebih dari 1,5 juta balita yang

    terancam gizi buruk diseluruh pelosok tanah air. Setiap jam 10 dari sekitar 520 bayi

    yang di Indonesia meninggal dunia. Sehingga diharapkan dengan adanya program

    PHBS di tatanan rumah tangga khususnya, angka kejadiaan tersebut bisa ditekan.

    B. Manajemen Program PHBS Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan;

    diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian,

    perencanaan, penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan

    penilaian. Selanjutnya kembali lagi ke proses semula. Untuk lebih jelasnya

    digambarkan dalam bagan berikut ini :

    Penggerakan Pelaksanaan

    Pemantauan Penilaian Perencanaan

    Pengkajian