Modul Pelatihan Pemilihan Pilkada

download Modul Pelatihan Pemilihan Pilkada

of 159

  • date post

    30-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    99
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Modul Pelatihan Pemilihan Pilkada

  • 1

    BAB I

    DEMOKRASI DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH LANGSUNG

    Deskripsi Singkat Topik :

    Pokok Bahasan : Demokrasi Dalam Pemilihan Kepala Daerah Langsung

    W a k t u : 2 (dua) kali tatap muka pelatihan (selama 180 menit)

    T u j u a n : Setelah mempelajari model ini, Praja diharapkan

    Mampu menjelaskan demokrasi dalam pemilihan

    Kepala Daerah langsung

    M e t o d e : Praktek (mempraktekkan, diskusi dan tugas

    terstruktur)

  • 2

    A. Pendahuluan

    Pilihan demokratisasi menjadi pilihan wajib bagi kegiatan

    pemerintahan. Demokratisasi pemerintahan lokal, yaitu terbentuknya

    ruang bagi lahirnya kepala pemerintahan daerah yang dipilih secara

    langsung. Demokratisasi, juga berarti proses perubahan dan struktur

    tatanan yang desentralistik melalui pembagian kekuasaan dan

    kewenangan yang jelas antara pusat dan daerah, antara eksekutif dan

    legislative.

    Dalam konteks Indonesia, gerakan demokratisasi politik

    menuntut pembaharuan mulai tampak pada era 1980-an. Ini ditandai

    dengan tampilnya kekuatan masyarakat sipil dan kaum intelektual

    melalui gerakan demokrasi sejak akhir era 1990-an. Gelombang

    demokratisasi dalam nuansa demokrasi, tidak saja mempengaruhi

    pemerintahan orde baru, tetapi juga masuk sampai ke dalam sendi-

    sendi kehidupan masyarakat.

    Kondisi ini memacu dinamika politik berdemokrasi yang

    menuntut dilaksanakannya reformasi di segala bidang. Sejak saat itu

    proses pembaharuan di berbagai bidang kehidupan bangsa bergerak

    maju dengan beragam tuntutan perubahan.

    Di bidang politik, masyarakat menuntut adanya pemerintah baru yang

    lebih demokratis. Oleh sebab itu, agenda prioritas yang ditempuh

    pemerintahan transisi pasca Orde baru adalah melaksanakan Pemilu

  • 3

    sesegera mungkin. Proses reformasi politik mulai berjalan yang

    ditandai dengan keluarnya beberapa kebijakan politik antara lain,

    Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik, Undang-

    Undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum, Undang-

    Undang Nomor 4 Tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR-

    DPR-DPRD ( saat ini telah mengalami perubahan ). Semua ketentuan

    tersebut diimplementasikan pada Pemilihan Umum 1999 dan

    Pemilihan Umum 2004 yang dalam rangka kontinuitas telah

    menghasilkan pemerintahan baru. Pada tataran lokal, reformasi politik

    pemerintahan juga terus dilakukan dan otonomi daerah melalui

    Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan daerah,

    yang saat ini telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 32

    tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

    Kondisi baru yang mewarnai nuansa praktek politik

    ketatanegaraan Indonesia, yaitu dilaksanakannya Pemilihan Presiden

    Langsung dan pemilihan Kepala Daerah langsung. Pemilihan langsung

    merupakan respons dari semakin meluasnya harapan seluruh

    komponen bangsa untuk mengembalikan kedaulatan rakyat secara

    demokratis. Hal ini untuk menjamin terciptanya mekanisme Check

    and balances antara lembaga-lembaga pemerintahan.

    Kekuasaan atau mandat yang diperoleh Presiden maupun Kepala

    Daerah dari rakyat yang memilihnya dalam konteks kedaulatan rakyat

  • 4

    harus diimplementasikan dengan modus kekuasaan untuk melayani

    rakyat dan bukan mendominasi rakyat. Ketika rakyat memberikan

    mandat kekuasaan kepada Kepala daerah, maka hal itu dimaksudkan

    untuk dikonversikan menjadi kesejahteraan rakyat.

    Berbagai proses demokratisasi yang mulai tampak dalam

    kehidupan politik sebagai akibat berbagai perubahan dalam sistem

    Pemilu maupun Undang-Undang Politik yang mendasari aturan main

    dalam proses politik masa kini, akan berpengaruh banyak dalam

    proses pemerintahan di daerah. Tingkat kehidupan bermasyarakat

    yang makin baik akan meningkatkan apresiasinya terhadap politik

    sehingga membuatnya lebih kritis dalam menyikapi setiap phenomena

    kenegaraan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari perubahan itu

    adalah pemerintahan daerah akan semakin demokratis. Di pihak lain,

    masyarakat akan mengenal lebih dekat dengan pemimpinnya karena

    masyarakat dapat menentukan secara langsung siapa yang akan

    menjadi pemimpin di daerah tersebut.

    B. Makna Demokrasi.

    B.1. Materi

    Dalam Ilmu Politik, demokrasi difahami dari dua aspek, yaitu

    demokrasi normative ( substantive democracy ) dan demokrasi empirik

    ( procedural democracy ). Secara normative menurut Gaffar (1998),

  • 5

    demokrasi merupakan sesuatu yang secara ideal hendak dilakukan dan

    dijalankan oleh sebuah negara, seperti pernyataan pemerintahan

    dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (demokrasi klasik) yang

    biasanya dituangkan dalam konstitusi masing=masing Negara. Perlu

    difahami, bahwa apa yang normative belum tentu dapat dilihat dalam

    konteks kehidupan politik praktis sehari-hari suatu Negara. Oleh sebab

    itu, demokrasi perlu difahami dari aspek empirik, yakni demokrasi

    yang terwujud dalam kehidupan politik praktis.

    Menurut Linz Greenstein dan Polsby ( 1975 ), demokrasi

    secara empiris memperlihatkan adanya ruang gerak yang cukup tinggi

    bagi masyarakat dalam suatu sistem politik Pemerintah untuk

    berpartisipasi guna memformulasikan preferensi politik mereka

    melalui organisasi politik yang ada, dan sejauh mana kompetisi antara

    pemimpin dilakukan secara teratur ( regular basis ) untuk mengisi

    jabatan politik.

    Samuel P. Huntington ( 1997 ) dalam Gelombang

    Demokratisasi Ketiga ( Third Wave of Democratization )

    mengemukakan bahwa prosedur utama demokrasi adalah pemilihan

    para pemimpin secara kompetitif oleh rakyat. Huntington

    mendefinisikan bahwa sistem politik yang demokratis adalah sejauh

    mana para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sistem

    itu dipilih melalui pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala, bahwa

  • 6

    para calon secara bebas bersaing untuk memperoleh dukungan suara

    pemilih dan hampir semua penduduk dewasa berhak memberikan

    suara.

    Demokrasi memiliki keunggulan dalam 10 hal disbanding

    alternative manapun yang ada ( Robert Dahl, 1999 ) :

    1. Menghindari tirani

    2. Menjamin hak azasi

    3. Menjamin kebebasan umum

    4. Menentukan nasib sendiri

    5. Otonomi moral

    6. Menjamin perkembangan manusia

    7. Menjaga kepentingan pribadi yang utama

    8. Persamaan politik

    9. Mendorong kemakmuran

    10. Menjaga perdamaian

    Gaffar ( 1999 ), menyimpulkan 5 ( lima ) prasyarat untuk

    mengamati apakah sebuah political order merupakan sistem

    pemerintahan yang demokratis atau tidak, yaitu :

    1. Akuntabilitas, bahwa setiap pemegang jabatan yang dipilih

    rakyat harus mempertanggungjawabkan ucapan, perilaku dan

    kebijakan yang ditempuhnya.

  • 7

    2. Rotasi kekuasaan, bahwa peluang terjadinya rotasi kekuasaan

    harus ada dan dilakukan secara teratur dan damai.

    3. Rekruitmen politik yang terbuka, untuk memungkinkan

    terjadinya rotasi kekuasaan ; artinya, setiap orang yang

    memenuhi syarat untuk mengisi suatu jabatan politik yang

    dipilih oleh rakyat mempunyai peluang yang sama dalam

    melakukan kompetisi untuk mengisi jabatan tersebut.

    4. Pemilihan umum, bahwa setiap warga Negara yang sudah

    dewasa mempunyai hak untuk memilih dan dipilih serta bebas

    menggunakan haknya sesuai kehendak hati nuraninya dan

    dilaksanakan secara teratur.

    5. Menikmati hak-hak dasar, bahwa setiap warga Negara bebas

    menikmati hak-hak dasar mereka, termasuk didalamnya hak

    untuk menyatakan pendapat, hak untuk berkumpul dan

    berserikat dan hak untuk menikmati pers yang bebas.

    Dengan demikian, esensi demokrasi adalah terwujudnya

    kebebasan politik rakyat dalam mengekspresikan preferensi dan hak-

    hak politiknya, adanya rekruitmen politik terbuka dan pemilihan

    umum yang langsung, bebas dan fair dalam mengisi jabatan-jabatan

    poilitik dan pemerintahan. Yang penting dari esensi demokrasi adalah

    adanya kebebasan yang bertanggungjawab.

    B.2. Praktek/Latihan

  • 8

    1. Jelaskan pengertian demokrasi dari aspek normatif

    dari aspek empirik

    2. Jelaskan keunggulan sistem demokrasi dibandingkan

    dengan alternatif lainnya

    3. Jelaskan beberapa prasyarat yang harus dimiliki suatu

    pemerintahan yang demokratis

    4. Jelaskan esensi daripada demokrasi

    C. Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah

    C. 1. Materi

    Sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai

    dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

    Daerah dilaksanakan berdasarkan atas asas desentralisasi dengan

    menggunakan prinsip otonomi seluas-luasnya, nyata dan

    bertanggungjawab.

    Prinsip otonomi yang seluas-luasnya adalah kepada daerah diberikan

    tugas, wewenang, hak dan kewajiban utnuk menangani urusan

    pemerintah yang tidak ditangani oleh pemerintah sendiri. Artinya,

    urusan pe