Modul kontrol

of 54/54
MONTIR KONTROL LISTRIK PENGONTROLAN MOTOR A. Arti Pengontrolan Arti pengontrolan adalah segala usaha yang dilakukan untuk membimbing suatu proses dalam mencapai suatu tujuan . Jadi yang dimaksud dengan pengontrolan motor diantaranya meliputi pengaturan dan pengendalian motor dari start sampai motor itu berhenti. Menurut fungsinya pengontrolan motor dapat dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu : a. Pengontrolan pada waktu start. b. Pengontrolan pada waktu motor dalam keadaan jalan, yaitu pengaturan kecepatan, pembalikkan arah putaran dll. c.Pengontrolan pada waktu menghentikan motor ( pengereman ) Sedangkan sistem pengontrolan itu sendiri terdiri dari 3 bagian 1. Pengontrolan dengan tangan ( Manual control ) Artinya motor dikontrok secara langsung dengan tangan . maksudnya adalah menjalankan dan menghentikan motor tersebut hanya memakai saklar start dan stop saja. Dan alat pengontrolanya ditempatkan pada operalatan mesin tersebut dan motor tersebut hanya dilindungi oleh pengaman beban lebih. Seperti pada gambar Jala - jala BADAN SERTIFIKASI KETRAMPILAN_BSK-BLPT SEMARANG
  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

description

motor-motor

Transcript of Modul kontrol

PENGONTROLAN MOTOR

MONTIR KONTROL LISTRIK

PENGONTROLAN MOTOR

A. Arti Pengontrolan

Arti pengontrolan adalah segala usaha yang dilakukan untuk membimbing suatu proses dalam mencapai suatu tujuan .

Jadi yang dimaksud dengan pengontrolan motor diantaranya meliputi pengaturan dan pengendalian motor dari start sampai motor itu berhenti.

Menurut fungsinya pengontrolan motor dapat dikategorikan menjadi tiga bagian yaitu :

a. Pengontrolan pada waktu start.

b. Pengontrolan pada waktu motor dalam keadaan jalan, yaitu

pengaturan kecepatan, pembalikkan arah putaran dll.

c.Pengontrolan pada waktu menghentikan motor ( pengereman )Sedangkan sistem pengontrolan itu sendiri terdiri dari 3 bagian 1. Pengontrolan dengan tangan ( Manual control )

Artinya motor dikontrok secara langsung dengan tangan . maksudnya adalah menjalankan dan menghentikan motor tersebut hanya memakai saklar start dan stop saja. Dan alat pengontrolanya ditempatkan pada operalatan mesin tersebut dan motor tersebut hanya dilindungi oleh pengaman beban lebih. Seperti pada gambar

Jala - jala

2. Pengontrolan Semi Otomatis ( Semi Automatic Control ) Sistem pengontrolan ini menggunakan kontaktor magnet dan tombol tekan yang dilengkapi dengan kontrol perlindungan ( protektion )

Pada sistem ini start dan stop dilakukan dengan tangan dan pelayanan atau penyaluran tenaga ke motor dihubungkan malalui kontaktor magnit seperti bagan dibawah ini

3. Pengontrolan Otomatis ( Automatik Control ) Sistem pengontrolan otomatis adalah motor dikontrol oleh satu atau lebih alat pengontrol otomatis, start atau stop dapat dilakukan secara manual atau secara otomatis dengan alat bantu kontrol misal : Saklar batas, saklar penunda waktu, saklar thermis dsb. Sebagai contoh pemakaian pengontrol otomatis pada motor pompa sistem pengontrolan dapat dilengkapi dengan saklar pengapung, saklar pengapung akan menutup rangkaian kontrol bila air didalam tangki mencapai tingkat terendah dan motor bekerja. Bila air telah penuh saklar pengapung akan membuka rangkaian kontrol dan motor berhenti. Gambar bagan seperti dibawah ini.

Limit switch

Tombol Tekan

FloatSwitch

B. Komponen Komponen Pengontrolan.

Fungsi dari komponen komponen pengontrolan adalah untuk mengoperasikan suatu mesin sesuai dengan fungsinya oleh sebab itu didalam memilih komponen kontrol harus disesuaikan dengan peralatan / mesin yang dilayaninya.

Peralatan yang banyak dipakai berfungsi sebagai saklar yaitu untuk memutuskan dan menghubungkan suatu rangkaian kontrol. Menurut kerjanya saklar dapat dibedakan menjadi dua bagian , yaitu : 1. Saklar yang dioperasikan dengan tangan ( Manual Switch )

- Saklar Togel ( toggel Switch ) : mis : SPST, SPDT- Saklar tekan ( push button )

- Saklar putar ( cam switch )

2. Saklar otomatis ( outomatic switch )

- Saklar batas

- Saklar apung

- Saklar tekan arus

- Saklar temperatureC. Pengontrolan dengan Kontaktor

Didalam pengontrolan dengan kontaktor diperlukan komponen komponen lain selain kontaktor, antara lain :1. Relay beban lebih ( over load protection / TOL )

TOL berfungsi untuk mengamankan atau memberikan perlindungan terhadap motor dari kerusakkan akibat pembebanan lebih.

Beban lebih terjadi diakibatkan oleh :

- Terlalu besarnya beban mekanik dari motor.

- Arus start yang terlalu besar atau motor berhenti mendadak

- Terjadinya hubung singkat.

- Terbukanya salah satu fasa dari motor tiga fasa. Arus yang terlalu besar yang timbul pada belitan motor akan menyebabkan kerusakan dan terbakarnya belitan motor. Untuk menghindari hal hal tersebut diatas dapat dipasang alat perlindungan ( protekction relay ) pada alat pengontrol.

Relay thermal banyak sekali digunakan untuk perlindungan motor motor arus searah atau arus bolak balik dari ukuran kecil sampai menengah. Relay ini bekerja berdasarkan panas ( temperatur ) yang ditimbulkan oleh arus yang mengalir melalui elemen elemen pemanas bimetal. Dari sifat pelengkungan bimetal akibat panas yang ditimbulkan, bimetel ini akan menggerakkan kontak kontak mekanis pemutus rangkaian listrik. Bentuk konstruksi dan simbol dari relay dapat dilihat pada gambar dibawah.

Perlengkapan lain dari relay thermal yaitu : reset mekanis fungsinya untuk mengembalikan kedudukan kontak pada posisi semula, pengaturan batas arus trip bila terjadi beban lebih. 2. Kontaktor Magnit.

Kontaktor ini adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnitan. Sebuah kontaktor harus tahan dan mampu dalam mengalirkan dan memutuskan arus dalam keadaan normal. Arus kerja normal adalah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi.

Sebuah kontaktor kumparan magnitnya dapat direncanakan untuk arus searah atau arus bolak balik. Kontaktor arus bolak balik pada inti magnitnya dipasang cincin hubung singkat gunanya adalah untuk menjaga arus kemagnitan yang kontinyu sehingga kontaktor tersebut dapat bekerja normal. Pada gambar dibawah diperlihatkan bagian pokok dari kontaktor serta simbol kontak yang ada pada kontaktor. Ukuran dari kontaktor ditentukan oleh batas kemampuan tegangan arusnya. Pada kontaktor terdapat beberapa kontak kontrol normal membuka ( NO ) dan normal menutup ( NC ). Fungsi kontak kontak dibuat untuk kontak utama dan kontak bantu Bila kontaktor bekerja, kontak utama dan kontak bantu (kontrol) normal terbuka ( NO ) akan menutup pada waktu yang sama. Kontak normal menutup dapat membuka sesaat sebelum kontak utama menutup. Kontak kontak biasanya diberi nomor seperti diatas dan untuk kumparan magnit diberi tanda huruf A1-A23. Relay Penunda Waktu Relay penunda waktu fungsinya untuk memindahkan kerja dari rangkaian pengontrol dalam waktu tertentu yang bekerja secara otomatis

Relay penunda waktu berdasarkan induksi motor (ferraris). Relay ini bekerja atas dasar pengaturan waktu putaran motor. Seperti gambar dibawah

Bila motor diberi sumber arus bolak balik maka rotornya akan berputar dan akan memuterkan piringan dengan perantara roda gigi. Roda piringan itu diberi sustu tuas yang dapat menekan micro switch sehingga kontak kontak dari micro switch akan membuka atau menutup. Bila daya yang diberikan terputus, maka pegas akan menarik kembali piringan itu pada kedudukan semula dan kontak kontak micro switch akan kembali pada kedudukan semula o

o o o o o o o

o NO Simbol dan posisi kontak relay penunda waktuC. Pengontrolan Motor Arus Searah.1. Menjalankan motor arus searah Untuk menjalankan motor arus searah haruslah dipenuhi syarat-syarat berikut : Kopel yang terjadi haruslah maksimum, kopel yang besar diperlukan waktu start mula karena motor tidak berbeban. Arus yang berlebihan malalui jangkar harus dicegah pada permulaan menjalankan motor. Karena pada saat start permulaan putaran adalah nol ( n = 0 ), E = 0 karena U = Ea + Ia.Ra

= 0 + Ia.Ra

U = Ia.Ra

Karena Ra sangat kecil maka arus jangkar ( Ia ) akan besar sekali dan hal ini harus dicegah. Adapun cara menjalankan / pengontrolan motor DC ada beberapa cara antara lain a. Menjalankan motor secara langsung Menjalankan motor secara langsung artinya motor dihubungkan langsung kejala-jala dan hanya dilengkapi pengaman beban lebih atau sekering. Menjalankan motor secara langsung biasanya disebut system DOL ( Direct On Line ). Pengontrolan secara manual dapat dilakukan dengan menggunakan saklar sebagai fungsi ON dan OFF. Seperti gambar rangkaian control berikut

Pengontrolan secara langsung motor seri dari satu tempatb. Membalik arah putaran motor arus searah.

Membalik arah putaran motor secara manual dapat dilakukan dengan mengubah arah arus yang menuju kejangkar dari rangkaian motor. Pengontrolan secara manual dapat menggunakan saklar dua kutub dengan dua arah gerakan ( double pole double throw / DPDT ), seperti gambar berikut

` Pada saat saklar diposisi 1 (keatas) jalanya arus adalah dari sumber + masuk keangker melalui sikat B kembali ke negatip lewat sikat A, putaran motor adalah ke kiri. Bila saklar dipindah ke posisi II (kebawah) arus dari sumber + akan masuk ke angker melalui sikat A kembali ke melaluiC. Pengaturan kecepatan pada motor DC Syarat syarat yang diperlukan untuk permulaan jalannya motor dc dapat dipenuhi dengan pemakaian pengasutan listrik ( Tahanan geser )

Tahanan geser ini dilengkapi dengan kumparan penahan ( holding coil ) yang dihubungkan seri dengan kumparan medan shunt ( Shunt field ). Bila kontak geser telah mencapai akhir dari terminal kontak, motor telah dihubungkan langsung kesumber tegangan dan motor berputar pada kecepatan penuh. Pada saat ini kumparan penahan menarik handel geser tujuannya untuk membebaskan motor dari beban nol.

Berikut ini adalah ini adalah rangkaian control untuk pengaturan kecepatan pada motor dc dengan pembatas arus

D. Menjalankan Motor AC

1. Menjalankan motor AC secara langsung.

Pengontrolan motor secara langsung maksudnya adalah menjalankan motor menggunakan saklar sebagai ON dan OFF, misalnya saklar TPDT, TPST, DPST, Came switch dll. Seperti ditunjukkan gambar kontrol motor dibawah ini

Pada pengontrolan ini besar arus awal yang masuk kemotor tidak dapat diatur, dan arah putaran motor hanya satu arah saja. Motor akan berhenti jika handel saklar diletakkan pada posisi 0 atau ditengah. 2. Pengontrolan dari beberapa tempat.

Dua atau tiga motor dapat diatur / dikontrol dari beberapa tempat dan juga dapat dilengkapi dengan alat-alat pengaman yang ditempatkan pada tempat tertentuyang dianggap berbahaya, baik terhadap yang melayani mesin ataupun terhadap mesin itu sendiri. Pemakaian sistem ini misalnya pada mesin alavator, mesin conveyer dsb. Pengontrolan dapat dihubungkan secara paralel , berurutan atau kombinasi. Pada gambar dibawah diperlihatkan salah satu rangkaian pengontrolan motor 3 phasa yang dilengkapi dengan beberapa tombol stop dan start dengan menggunakan kontaktor magnit.

3. Pengoperasian secara Running Inching

Instalasi ini banyak digunakan pada pabrik-pabrik yaitu untuk pengontrolan running belt ( ban berjalan ) untuk memindahkan benda terutama pada pabrik perakitan dimana salah satu unit diselesaikan , kemudian harus disatukan dengan unit yang lain diruang berikutnya . Untuk memindahkan benda-benda yang berat agar tidak memerlukan tempat yang luas, untuk itu perlu menjalankan motor yang sesaat dan pada saat lain motor bekerja untuk membawa benda ketempat lain. Tombol jogging ini untuk mengerjakan motor yang bekerjanya sesaat. Pada tombol jogging terdapat 2 Kontak-kontak , satu selalu terhubung dan kontak lainnya selalu terbuka yang disebut dengan tombol double push botton ( tombol jogging )

Salah satu rangkaian yang menggunakan tombol jogging 4. Pengontrolan secara bergantian ( Interlocking )

Didalam mengoperasikan 2 buah motor yang bergantian adalah sewaktu motor pertama bekerja motor kedua tidak bisa dioperasikan. untuk mengoperasikan motor keduas, syaratnya motor pertama harus mati/berhenti dahulu baru motor ke 2, begitu seterusnya. Instalasi semacam ini biasanya digunakan dipabrik-oabrik yang besar. Karena kerja motor tidak diizinkan kerja terus menerus padahal produksi tidak boleh terlambat atau berhenti. Dengan pengonterolan secara ini maka kerja mesin bisa diatur dengan demikian maka umur mesin akan lebih lama serta produksi tidak akan berhenti. Dibawah ini diperlihatkan rangkaian kontrol secara bergantian.

5. Pengotrolan dua buah motor secara berurutan.

Dalam pengontrolan /pengoperasian 2 buah motor yang bekerja secara berurutan adalah motor pertama bekerja terlebih dahulu, kemudian baru motor kedua bekerja. Jadi motor kedua tidak akan bisa dioperasikan sebelum motor pertama operasi. Tetapi dalam menghentikan pengontrolan yang harus berhenti dahulu adalah motor ke 2, motor pertama tidak akan / tidak bisa ber berhenti sebelum motor ke 2 dimatikan dahulu

6. Pengontrolan motor untuk dua arah putaran 6a. Motor 1 phasa

Untuk membalik arah putaran motor satu pasha dapat dilakukan dengan membalik salah satu arah arus yang mengalir pada kumparan bantu ( start )

6b. Menjalankan motor 3 pasha untuk dua arah putaran Pembalikkan arah putaran motor 3pasha banyak dibutuhkan pada mesin-mesin bubut, frais, conveyor, mesin pengangkat dan mesin otomatis lainnya yang ada diindustri. Untuk membalik arah putaran motor induksi tiga fasa, dapat kita lakukan dengan menukar arah arus ke motor antara dua fasa dari 3 fasa sumber tegangan, pengontrol dapat dilakukan dengan saklar TPDT atau menggunakan dua buah kontaktor , satu kontaktor untuk arah maju ( forward ) dan kontaktor lainnya untuk arah mundur ( riverse )

7. Menjalankam motor secara segitiga bintang. Menjalankan motor dengan saklar bintang segitiga adalah cara yang biasa dipakai untuk mengurangi arus start. Secara teoritis dengan dihubungkan bintang tegangan fasa motor itu berkisar 58% dari tegangan jala-jala motor dan arus startnya adalah sepertiga kali arus start bila motor tersebut dihubung langsung ( Direct on line ) Hubungan bintang segitiga dapat dilakukan secara manual yaitu dengan saklar bintang segitiga yang digerakkan oleh tangan ( Cam Switch ), dapat juga dilakukan dengan menggunakan kontaktor magnit yang dilengkapi dengan penunda waktu. Adapun rangkaian daya dan kontrol untuk hubungan bintang segitiga adalah sbb.

8. Pengontrolan Dua Kecepatan Motor Tiga fasa Kecepatan motor tiga fasa dapat diatur dengan merubah jumlah kutub dari belitan stator motor. Starter manual dan otomatis dapat dilakukan untuk mengubah kecepatan motor dalam hal ini secara bergantian berurutan sesuai dengan kebutuhan pemakaian dari mesin itu sendiri. Dari hubungan belitan stator motor, pemakaian motor dua kecepatan dapat dibedakan menjadi tiga tipe 1.konstan HP 2.konstan torsi

3. Variable torsi

Dibawah ini menunjukkan sambungan dari belitan stator untuk hubunga-hubungan diatas. 1. Hubungan konstan torsi ( CT ) a. kecepatan lambat : T1, T2, T3 dihubungkan keline

T4, T5, T6 rangkaian terbuka

b. kecepatan tinggi ; T4. T5, T6 dihubungkan keline

T1, T2, T3 dikopel jadi satu

2. Hubungan konstan HP( CH ) a. kecepatan lambat : T1, T2, T3 dihubungkan keline

T4, T5, T6 dikopel jadi satu

b. kecepatan tinggi : T4, T5, T6 dihubungkan keline

T1, T2, T3 rangkaian terbuka Seperti gambar dibawah

3. Hubungan variable Torsi (VT) a. kecepatan rendah : T1, T2, T3 dihubungkan ke line

T4, T5, T6 rangkaian terbuka

b. kecepatan tinggi : T4, T5, T6 dihungkan ke line

T1, T2, T3 dikopel jadi satu

Dibawah ini gambar rangkaian kontrol dan daya dari pengontrolan kecepatan rendah ke kecepatan tinggi dengan menggunakan tombol jogging.

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLERI. PENGENALAN PLCPLC (Progammable Logic Control) yaitu kendali logika terprogram merupakan suatu piranti elektronik, yang dirancang untuk dapat beroperasi secara digital dengan menggunakan memori sebagai media penyimpanan instruksi instruksi internal untuk menjalankan fungsi fungsi logika, seperti fungsi pencacah, fungsi urutan proses, fungsi pewaktu, fungsi aritmatika, dan fungsi lainya dengan cara memprogramnya. Program program dibuat kemudian dimasukan dalam PLC melalui programmer/monitor.Pembuatan program dapat menggunakan komputer sehingga dapat mempercepat hasil pekerjaan. Fungsi lain pada PLC dapat digunakan untuk memonitor jalanya proses pengendalian yang sedang berlangsung sehingga dapat dengan mudah dikenal urutan kerja proses pengendalian yang terjadi pada saat itu. Pabrik pembuat PLC mendesain sedemikian rupa sehingga pengguna dapat dengan mudah dikenal urutan kerja proses pengendalian yang terjadi pada saat itu. Pabrik pembuat PLC mendesain sedemikian rupa sehingga pengguna dapat dengan saja mudah menguasai fungsi fungsi logika logika hanya dalam beberapa jam saja.

Seperti halnya computer, PLC juga mempunyai kelengkapan yaitu CPU (Central Processing Unit), memori (RAM dan ROM), programmer/monitor, dan modul I/0 (input/output). Untuk lebih jelasnya lihat gambar 1 dan 2 berikut ini.

Gambar .1. Omron SYSMAC CPM 2A

Gambar . 2 Omron SYSMAC CPM 1AII. KOMPONEN KOMPONEN PLC

Dalam sistem PLC ini dibagi menjadi 4 komponen bagian utama, keempat komponen bagian utama tersebut adalah :

1. Central Processing Unit (CPU), merupakan otak dari PLC dari 3 bagian yaitu :

a Mikroprosesor merupakan otak dari PLC yang difungsikan untuk operasi matematika dan operasi logika.

b Memori, merupakan daerah CPU yang digunakan untuk melakukan proses penyimpanan dan pengiriman data pada PLC.

c Catu daya yang berfungsi untuk mengubah sumber masukan tegangan bolak balik menjadi tegangan rendah.

2. Programer / monitor

3. Input /output modules

4. Rak dan chasis.

Secara blok diagram, hubungan bagian utama dari PLC dapat terlihat pada gambar.3 dan gambar .4 .

Gambar.3 Komponen PLC dengan Consule sebagai programmer

Gambar.4 Komponen PLC dengan PC sebagai programmer

III. CENTRAL PROCESSING UNIT (CPU)

Sesuai dengan namanya unit ini merupakan tempat/alat digunakan sebagai pusat pemrosesan semua instruksi-instruksi atau perintah perintah yang diberikan ke PLC. Untuk menyingkat penyebutannya kadang kadang alat ini hanya disebut dengan nama prosesor. Pada unit ini terdiri rangkaian rangkaian elektronik yang rumit dan kompleks.

Saat suatu perintah diberikan ke unit, maka perintah itu akan diterima, diterjemahkan, kemudian dipecahkan dengan kode kodenya dan diteruskan ke unit unit lain sebagai perintah untuk melaksanakan tugas yang diterimanya.

Unit pusat pemrosesan ini terbuat dari lempeng yang kecil yang disebut VLSI (Very Lang Scale Intregrated Circuit), karena bentuknya sangat kecil dan terintregrasi serta keberadaanya adalah suatu chip jadi kita biasa menyebutnya mikroprosesor.

Mikroprosesor merupakan otak dari CPU, selain itu dalam CPU terdapat memori yang merupakan daerah dari CPU yang digunakan untuk melakukan proses penyimpanan dan pengiriman data dan juga catu daya yang berfungsi untuk memberikan sumber tegangan pada CPU dengan cara mengubah tegangan bolak- balik (AC) menjadi tegangan searah (DC).

Sistem operasi dasar disimpan secara permanen dalam ROM (Read Only Memory/memori hanya baca). Disebut memori hanya baca karena chip ini dirancang sehingga Byte-byte yang tersimpan tidak diubah secara apapun.

Kegunaan utama ROM dalam CPU adalah untuk menyediakan suatu program yang disebut memori atau bug, sedangkan untuk pemakaian pembuatan program perlu disimpan dalam memori yang dapat diubah-ubah yang disebut RAM (Random Acces Memory), dan disimpan secara tidak permanen. Jika sumber masukan hilang maka program juga hilang.

Selain ROM dan RAM ada beberapa memori yang sering digunakan pada CPU PLC antara lain :

1. PROM (Programmable Read Only Memory) pada dasarnya sama dengan ROM, kecuali pada PROM dapat diprogram oleh programmer hanya untuk satu kali.

2. EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory) adalah PROM yang dapat dihapus dengan menyinari sinar ultraviolet (UV) untuk beberapa menit, memori ini juga sering disebut UVROM.

3. EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory). Mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan EPROM, karena EEPROM dengan sangat cepat mudah dapat direset dan dihapus.

4. NOVRAM (Nonviotile Random Acces Memory), merupakan jenis memori yang juga sering digunakan pada CPU PLC. NOVRAM ini merupakan memori kombinasi antara EEPROM dan RAM. Ketika catu dayanya berkurang maka memori pada RAM dapat disimpan pada EEPROM sebelum hilang dan dapat dibaca pada RAM lagi setelah catu dayanya kembali normal.

IV. PROGRAMER/ MONITOR

Programmer/monitor merupakan suatu alat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan PLC, alat tersebut sering disebut Hand Held Programming Consule selain itu dapat juga menggunakan PC (Personal Computer) . Dengan menggunakan Hand Held Programming Consule ini dapat memasukan program kedalam PLC dan juga dapat memonitor proses yang dilakukan oleh PLC. Hand Held Programming Consule dapat diset ke posisi PRORAM, MONITOR, atau RUN. Fungsi dari set pada Hand Held Programming Consule yaitu :

a Program digunakan untuk membuat program atau memuat modifikasi atau perbaikan program yang sudah ada.

b Monitor untuk mengetahui suatu proses yang terjadi dan juga untuk mengubah nilai setting dari counter dan timer ketika PLC sedang beroperasi.

c Run, difungsikan untuk mengendalikan suatu proses pada saat program dalam kondisi aktif.V. INPUT DAN OUTPUT MODULES

a. JALUR INPUT

Berbagai macam sensor, saklar, atau komponen komponen lain yang dapat digunakan untuk mengubah status bit dari status masukan PLC.

Spesifikasi input CPU

Jenis Spsifikasi

Tegangan input24 VDC

Impedansi inputIN00000 sampai IN00002: 2 kW; input lainnya 4.7 kW

Arus inputIN00000 sampai IN00002: 12 mA ; input lainnya: 5 mA

Tegangan ON14.4 VDC min.

Tegangan OFF5.0 VDC max.

ON Delay1 sampai max 128 ms.

OFF Delay1 sampai max 128 ms.

Konfigurasi rangkaian

b. JALUR OUTPUT

Output dari CPU PLC yang digunakan lebih baik menggunakan output berupa relai. Karena untuk menghubungkan dengan piranti eksternal akan lebih mudah

Spesifikasi output CPUJenis Spsifikasi

Tipe outputSemua outptut adalah output relay

Kapasitas switching max2 A 250 V AC ( cos = 1)

2 A 24 V DC ( 4 A/common )

Kapasitas switching min10 mA 5 V DC

Relay G6R 1A

Waktu hidup relayElektrikal :150.000 operasi (beban resistif, 24 VDC) 100.000 operasi (beban induktif, 220 VAC, cos = 0,4)

Mekanikal untuk sebelum unit V1 : 10.000.000 operasi

Mekanikal untuk unit V1 : 20.000.000 operasi

ON Delay1 sampai max 128 ms.

OFF Delay1 sampai max 128 ms.

Konfigurasi rangkaian

JUMLAH TERMINAL I/OINPUTOUTPUTCATU DAYANOMOR MODEL

106 POIN4 POINACCPM1/CPM2A-10CDR-A

DCCPM1/CPM2A-10CDR-D

2012 POIN8 POINACCPM1/CPM2A-20CDR-A

DCCPM1CPM2A-20CDR-D

3018 POIN12 POINACCPM1CPM2A-30CDR-A

DCCPM1/CPM2A-30CDR-D

c. SIMBOL SIMBOL PADA PLC

1. LOAD (LD) dan LOAD NOT (LD NOT)

InstruksiOperand

LD00000

InstruksiOperand

LD NOT00000

2. AND dan AND NOT

InstruksiOperand

LD00000

AND NOT00001

InstruksiOperand

LD00000

AND00001

3. OR dan OR NOT

InstruksiOperand

LD NOT00000

OR NOT00001

InstruksiOperand

LD NOT00000

OR 00001

4. OUT dan OUT NOT

InstruksiOperand

LD 00000

OUT01000

InstruksiOperand

LD 00001

OUT NOT01001

5. AND LOAD (AND LD) dan OR LOAD (OR LD)

InstruksiOperand

LD 00000

OR00001

LD00002

OR NOT00003

AND LD----------

InstruksiOperand

LD 00000

AND NOT00001

LD00002

AND00003

OR LD----------

d. SISTEM PENGKABELAN PADA PLCGambar .5 Sistem.Pengakbelan PLC

Gambar .5 Sistem.Pengakbelan PLC

VI. SISTEM PEMROGRAMAN PLC

A. Pemrograman dengan menggunakan Consule1. Pengenalan Consule

Gambar .6. HAND HELD PROGRAMMING CONSULE 2. Setting Awal

Programmer dapat di set ke posisi PROGRAM, MONITOR atau RUN :

Gambar.7. Mode setting Consule

PROGRAM : Digunakan untuk membuat program atau membuat modifikasi

serta program serta perbaikan ke program yang sudah ada.

MONITOR : Digunakan ketika mengubah nilai setting dari counter dan timer ketika PLC sedang beroperasi.

RUN

: Digunakan untuk mengoperasikan program tanpa dapat

mengubah nilai setting yang dapat diubah pada posisi monitor

3. Input PasswordPLC mempunyai sebuah password control untuk mencegah akses yang tidak diautorisasi ke programnya. PLC selalu memprompt untuk memasukkan password ketika daya pertama dihubungkan atau setelah programming consule dipasang saat PLC beroperasi. Untuk memasukan password, tekan tombol CLR dan MONITOR.

4. Menghapus Program Menghapus program dapat dilakukan dengan CLEAR ALL, yang akan menghapus seluruh program yang terdapat pada HR, CNT, dan DM ataupun sebagian dari program/mulai dari alamat tertentu, ataupun HR/CNT/DM ada yang dipertahankan.

Operasi ALL CLEAR dilakukan dengan switch seleksi Mode di-set ke Program.

CLEAR ALL

Diagram Ladder

Mnemonik

ALAMATINSTRUKSIDATA

00000LD00000

00001OR01000

00002AND NOT00001

00003OUT01000

00004END(01)

5. Prosedur memasukkan programAturlah swtich mode selector ke program mode, tekan clear jika dibutuhkan sampai tampilan 00000 tampil pada layar

1.

2.

3.

4.

5.

Catatan Penting : enam instruksi dasar yang ditampilakan di atas ini selalu digunakan hampir di setiap program. Semua di wakili oleh tombol tertentu pada keypad, yang mana ditekan untuk memasukan instruksi tersebut. END yang diprogram dengan menekan FUN yang diikuti dengan 0 dan 1.a. ntuk memonitor Langkah program, gunakan PANAH ATAS ataupun BAWAH.

b. Menjalankan ProgramUntuk menjalankan program yang disimpan dalam PLC, set switch seleksi mode ke mode RUN atau MONITORc. Memanggil kembali program.Untuk mencari dan mengecek suatu baris program, sebagai contoh mencari baris yang ada OUT 01000 nya, gunakan prosedur berikut.

Ini memperlihatkan OUT 10000 sudah dimasukan ke memori pada alamat 0003.

Catatan : Jika operasi dilakukan saat MONITOR atau RUN, kondisi ON/OFF dan alamat tersebut dapat dimonitor.

6. Menyisipkan dan Menghapus Baris Instruksi Pada mode PROGRAM, statu instruksi yang sedang ditampikan dapat dihapus ataupun disisipkan, masukan baris instruksi seperti menginput program sebagaimana mestinya, kemudian tekan tombol INS dan DOWN

Untuk menghapus statu instruksi, tampikan instruksi yang akan dihapus dan tekan tombol DEL dan UP.

Perhatian : hati hati untuk tidak menghapus instruksi dengan kurang hati hati tidak ada cara untuk mengembalikan tanpa memasukan instruksi lagi.

VII. MENGINSTAL INPUT DAN OUTPUT PLC.

Langkah langkah menginstal input/output ( I / O ) kedalam PLC adalah :a. Indentifikasi banyaknya input dan output pada PLC.

b. Indentifikasi alamat input luar dan alamat output luar PLC.

c. Indentifikasi jenis input dan output PLC.

d. Indentifikasi kemampuan arus output PLC beban tidak boleh sama atau melebihi kemampuan arus output.

e. Gunakan ON/OFF komponen secara manual, indikator INPUT harus mengikuti ON/OFF dari komponen tersebut.

f. Gunakan prosedur FORCE SET/ESET dari PLC < output untuk memastikan alamat output yang kita inginkan.

Alamat inputKeterangan

Alamat outputKeterangan

Didalam penerapan dilapangan sering kita jumpai bermacam-macam sensor yang terpasang terhadap silinder pneumatik atau terhadap bagian bagian mesin lainnya dan untuk pemasangan output sensor ke input PLC harus diperhatika jenis input PLC dan jenis output sensor karena kita ketahui ada dua jenis type sensor PNP atau NPN untuk mengetahui cara pemasangannya perhatikan gambar 7,8,9 dan 10 dibawah ini.

Gambar 7. Cara Pemasangan Input Positif dengan Sensor PNP dan Reed switch

Gambar. 8 Cara pemasangan input negatif dengan sensor NPN dan Reed Switch

Gambar 9 Cara pemasangan output coil dapat kita gubakan tegangan AC atau DC

Gambar. 10 Cara pemasangan output positif jenis transistor

VIII. KETENTUAN UMUM PERALATAN DAN PEMASANGAN1. Ketentuan Peralatana. Perlengkapan listrik harus tidak berbahaya dan harus tahan terhadap kerusakan mekanik, termis dan kimiawi.

b. Selungkup dan rangka logam harus dilengkapi dengan sekrup dan Terminal untuk pembumian.

c. Pada setiap peralatan listrik harus tercantum dengan jelas penandaan sesuai dengan ketentuan SNI.

2. Ketentuan Pemasangan

Perlengkapan listrik harus dipasang secara baik sehingga pelayanan pemeriksaan dan pemeliharaan mudah dan aman.

a. Perlengkapan listrik harus dipasang, dihubungkan dan diamankan sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan bahan mudah terbakar/menala.

b. Selungkup dan rangka logam perlengkapan harus dibumikan secara baik dan tepat.

c. Gagang pelayanan dan logam atau sejenisnya sama sekali tidak boleh bertegangan dan oleh karenanya harus dihubungkan dengan selungkup dan rangka itu secara baik dan tepat.

d. Pelayanan dan pengendalian peranti harus dilakukan dengan pertolongan sakelar, oleh karenanya harus dihubungkan dan diputuskan dengan sakelar tersebut, kecuali untuk lampu, piranti kecil atau kumpulan dari padanya bersama mempunyai daya tidak lebih dari 1,5 Kw.

e. Perlengkapan untuk melayanai sakelat motor dan mesin lain yang digerakkan dengan listrik harus dipasang sedekat mungkin dengan mesin yang bersangkutan.IX. KETENTUAN UMUM KABEL DAN PEMASANGANNYAA. Ketentuan Umum kabel Instalasi.

Semua kabel yang digunakan harus dibuat dari bahan yang memenuhi syarat sesuai dengan tujuan penggunaanya serta telah diperiksa dan diuji.

B. Kabel yang diilih dan dipasang haruslah dengan penggunaanya sebagaimana disebut dalam rancangan instalasi dan harus memenuhi persyaratan PUIL 2000 yaitu :

i Memiliki tanda Standard atau tanda sertifikasi (SIN atau standard lain yang diberlakukan) dan tanda pengenal lain dipermukaannya sepanjang kabel tersebut sesuai dengan ketentuan Standard.

ii Tidak CACAT dan tidak rusakC. Jenis kabel yang dipilih dan dipasang haruslah sesuai dengan penggunaanya sebagaimana disebut dalam rancangan instalasi dan harus memenuhi persyaratan PUIL 2000 yaitu :

i Kabel instalasi dalam gedung memiliki warna selubung puti / abu abu.

ii Kabel tanah tegangan pengenal 600 sampai 1000 volt, memiliki delubung hitam.

iii Kabel udara tegangan pengenal 6000 sampai 1000 Volt, memiliki warna selubung hitam.D. Kabel yang dipilih dan dipasang harus dipilih usuran memenuhipersyaratan sesuai dengan rancangan instalasi.

E. Kabel dipasang harus dipilih sdemikian sehingga jumlah dan warna instinya sesuai dengan rancangan instalasi dan persyaratan PUIL 2000 yaitu :

i Warna biru untuk penghantar netral

ii Warna Lorena untuk penghantar pembumian / ground

iii Warna merah untuk penghantar Fasa R

iv Warna kuning untuk penghantar Fasa S

v Warna hitam untuk penghantar Fasa TX. LOKASI DAN PENCAPAIAN PHBA. Lokasi PHB

A.1 Umum

PHB harus :

i Dipasang pada lolasi yang cocok, yang kering dan memiliki ventilasi cukuip, kecuali bila PHB dilindungi terhadap lembab.

ii Ditempatkan sedemikian rupa sehingga PHB dan pencapaiannya tidak terhalang oleh bagian dan isi gedung atau bagian lanilla dalam geding.

iii Keitnggian PHB 1,2 meter diatas tanah atau lantai

A.2 Lokasi-lokasi yang dilarang dan yang dibatasi

Lokasi lokasi yang dilarang adalah sebagai berikut :

i Pada ketinggian kudang dari 1,2 meter diatas tanah /lantai

ii Pada instalasi rumah dan instalasi ganda dengan ketinggian 0,9 meter

iii Di dekat tandon air dan dapur listrik

iv Di dekat pancoran air

v Di dekat kolam renang, spa atau sauna

vi Di dekat tangga yang terisolasi dari kebakaran atau lorong.

vii Didekat gulungan selang kebakaran

viii Di dekat springler kebakaran otomatisXI. PHB dengan bagian bertegangan terbuka harus dipasang dalam daerah yang dapat dimasuki hanya oleh petugas yang berwenang dan dilengkapi dengan fasilitas penguncian.XII. Pencapaian PHB.Di sekeliling PHB harus disediakan ruangan yang cukup disegala sisinya supaa orang dapat lewat, untuk mengoperasilan dan menyetel semua perlengkapan dengan aman dan dapat degera keluar dari lingkungan PHB dalam keadaan darurat.XIII. PERAKITAN RANGKAIAN KONTROL DENGAN PERLENGKAPAN PLC

GAMBAR. 13 Tata Letak Komponen

GAMBAR 13.2 Lay Out Pintu Panel

Panel tenaga

Starter manual

Motor

Panel Tenaga

Kontaktor Magnet

Motor

Panel Tenaga

Saklar Otomatis

Motor

K

(

Seri

_

K

START

STOP

+

M

L1 +

K.B

M

L2 -

B

M

3 paaaaaaappasha

Start2

1

Stop1 2

K

Start 1

Stop2

T5

T

S

R

Stop 1

Stop 2

Start 1

Start 2

OL

K

K1

K1

H

M

K1

ON

Jogging

OFF

K1

K2

K2

K1

ON1

ON2

1

2

Off1

Off2

2

ON2

ON1

1

Off2

Off1

K2

K1

1

2

Jog1 & K1 = kecp. Lambat

Jog2 & K3 = kecp. Tinggi

K3 = Kontr. Tinggi

K1 = kontr.lambat,

K2 = kontr.bintang

K2

2

Arah arus dapat dibalik dengan

enggunakkan saklar manual atau menggunakan kontaktor magnit serta alat bantu kontrol lainnya . Gambar disamping menunjukkan rangkaian menjalankan motor satu pasha untuk dua arah putaran dengan saklar TPDT

Untuk gambar dibawah adalah rangkaian menggunakan kontaktor. Untuk ramgkaian control menggunakan rangkaian bergantian

R S T

K2

ON1

K3

Off1

K332

K1

Shunt

Seri

Stop

Start

K1

K2

K3

R1

R1

R3

Tb

Tc

K1

K2

K3

Ta

Ta

Tb

Tc

K4

K1

K2

K3

K4

M

A

Jala - jala

Tombol tekan

Jala - jala

Rangkaian kontrol secara bergantian

T3

K1

Z

Y

Z

Y

X

W

U

U

X

W

V

U

K1

K.B

K.U

C

S

M

3(

U

V

W

Z

X

Y

K1

K2

K3

R S T

T2

T4

T!

T6

T6

T1

T2

T3

T5

T4

KU

C

S

T6

T3

T2

T1

T4

T6

K1

N

L

1

2

K3

M

K3

TDR

R

N

T4

T3

T5

T2

T1

T6

K3

K2

K1

R S T

M

3 (

Off

Jog2

Jog1

K3

K2

K1

K3

K2

K1

K3

K1

PASSWORD

K2

PROGRAM

Motor

T

S

R

Z

Y

X

W

Shunt

V

U

K2

T1

T2

T3

T6

T4

T1

T2

T3

T5

T4

Pengontrolan motor 3 phasa dari 3 tempat dengan menggunakan kontaktor

Start 3

Menjalankan motor 1 phasa Menjalankan motor 3 phasa

Secara langsung dengan aklar TPDT secara langsung dengan sakla

BADAN SERTIFIKASI KETRAMPILAN_BSK-BLPT SEMARANG