Modul III Voip

download Modul III Voip

of 15

  • date post

    17-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    105
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Modul III Voip

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

MODUL III VoIP SIP

Tujuan Praktikum : Meemberikan pengenalan tentang teknologi Voice over IP Mengetahui Teknologi VoIP SIP Mengetahui langkah-langkah pembuatan jaringan VoIP HSIP Mengetahui cara pengukuran kualitas pada VoIP SIP

Alat-alat Praktikum : PC Client Software Asterisk Software Wireshark Webcam Headset PC server

A. Dasar Teori 1. VoIP a. Overview Secara sederhana, VoIP merupakan suatu metoda transmisi sinyal suara dengan mengubahnya ke dalam bentuk digital, dan dikelompokkan menjadi paket paket data yang dikirim dengan menggunakan platform IP (Internet Protocol). Saat ini, VoIP tidak hanya digunakan untuk komunikasi suara antar komputer yang terhubung pada jaringan IP, namun juga diintegrasikan dengan Public Switched Telephone Network (PSTN). VoIP yang diimplementasikan di kehidupan nyata adalah sebagai berikut :

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

1. Dari PC ke PC melewati jaringan internet

Gambar 1.1 Hubungan PC ke PC

2. Dari PC ke Phone dan sebaliknya Hubungan ini memerlukan sebuah gateway yang berfungsi untuk melakukan penyesuaian standard antar media termasuk penyesuaian kanal kontrol dan kontrol pensinyalan antar media. Gateway ini bisa berupa PC atau router.

Gambar 1.2 Hubungan dari PC ke Phone

3. Dari Phone ke Phone melewati jaringan internet

Gambar 1.3 Hubungan antar phone dengan menggunakan jaringan internet

Pada hubungan ini, protokol yang sama digunakan antar interface masing-masing terminal, namun pada link digunakan protokol yang berbeda, sehingga keberadaan gateway tetap dibutuhkan. Standar komunikasi VoIP yang umum digunakan pada saat ini adalah H.323 yang dikeluarkan oleh ITU pada bulan Mei 1996 dan SIP yang dikeluarkan oleh IETF pada bulan Maret tahun 1999 melalui RFC 2543 dan diperbaharui kembali pada

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

bulan juni 2002 dengan RFC 3261 oleh Multiparty Multimedia Session Control (MMUSIC), salah satu kelompok kerja IETF.

b. Format Paket VoIP Tiap paket VoIP terdiri atas dua bagian, yakni header dan payload (beban). Header terdiri atas IP header, Real-time Transport Protocol (RTP) header, User Datagram Protocol (UDP) header, dan Ethernet header.

Format Paket VoIP Ethernet HeaderX Bytes

IP Header20 Bytes

UDP Header8 Bytes

RTP Header12 Bytes

Voice PayloadX Bytes

Gambar 1.4 Format VoIP Packet

2. Protokol SIP (Session Initiation Protocol) a. Overview SIP adalah peer-to-peer signaling protokol, dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), yang mengijinkan endpoint-nya untuk memulai dan mengakhiri sessions komunikasi. Protokol ini didefinisikan pada RFC 2543 dan menyertakan elemen protokol lain yang dikembangkan IETF, mencakup Hypertext Transfer Protokol (HTTP) yang diuraikan pada RFC 2068, Simple Mail Transfer Protokol (SMTP) yang diuraikan pada RFC 2821, dan Session Description Protokol (SDP) yang diuraikan pada RFC 2327. b. Arsitektur SIP Arsitektur dari SIP terdiri dari dua komponen yaitu user agents dan servers. User agent merupakan endpoint dari sistem dan memuat dua subsistem yaitu user agent client (UAC) yang membangkitkan requests, dan user agent server (UAS) yang merespon requests. Dua elemen ini dapat dilihat pada gambar 2.5.

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

SIP SERVERPROXY

REDIRECT

REGISTRAR

LOCATION (1)

Signaling Messages Between User Agent And ServerUAC UAC

UAS

UAS

SIP USER AGENT

SIP USER AGENT

Keterangan : (1) Fungsi server tidak harus berada pada satu komputer UAC : User Agent Client UAS : User Agent Server@2005 STT Telkom

Gambar 2.1 Komunikasi antara SIP Agent dan SIP Server

c. Protokol yang Terlibat dalam SIP SIP menggabungkan beberapa macam protokol baik itu dari standar yang dikeluarkan oleh IETF sendiri maupun oleh ITU-T. IETF Session Description Protocol (SDP) IETF Session Announcement Protocol (SAP) IETF Real-Time Transport Protocol (RTP) and Real-Time Control Protocol (RTCP) ITU-T algoritma pengkodean yang direkomendasikan, seperti G.723.1, G711, G.728, dan G.729 untuk audio, atau H.261 atau H.263 untuk video. Demikian juga dengan Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP) juga digunakan dalam mendukung protokol ini.Audio / Video Aplication

Coding G. XXX H. 26X

SDP

SIP

RTP

RTCP

SAP

TCP

UDP

IP

Network Interface Layer Protocol

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

Gambar 2.2 Protokol yang terlibat dalam SIP

3. Komponen Penting dalam Jaringan VoIP Secara umum, penghematan bandwidth dan biaya percakapan yang murah diusahakan masih dapat memenuhi standar Quality of service (QoS). Performansi mengacu ke tingkat kecepatan dan keandalan penyampaian berbagai jenis beban data di dalam suatu komunikasi. Performansi merupakan kumpulan dari beberapa parameter besaran teknis, yaitu : Availability, yaitu persentase hidupnya sistem atau subsistem telekomunikasi. Idealnya, availability harus mencapai 100 %. Nilai availability yang diakui cukup baik adalah 99,9999 % (six nines), yang menunjukkan tingkat kerusakan sebesar 2,6 detik per bulan. Throughput, yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps. Header dalam paket DATA mengurangi nilai ini. Packet Loss, adalah jumlah paket hilang. Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi kongesti yang cukup lama, buffer akan penuh, dan data baru tidak akan diterima. Delay (latency), adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Sumber delay yang terdapat dalam jaringan SIP adalah : Tabel 2.1 Komponen delay Jenis Delay Algorithmic delay Keterangan Delay ini disebabkan oleh standar codec yang digunakan. Contohnya, Algorithmic delay untuk G.711 adalah 0 ms Delay yang disebabkan oleh peng-akumulasian bit voice sample ke frame. Contohnya, standar G.711 untuk payload 160 bytes memakan waktu 20 ms

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

Serialization delay Propagation delay

Delay karena adanya waktu yang dibutuhkan untuk pentransmisian paket IP dari sisi originating. Delay karena perambatan atau perjalanan. Paket IP di media transmisi ke alamat tujuan. Contohnya, delay propagasi di dalam kabel akan memakan waktu 4 sampai 6 s per kilometernya.

Coder (Processing) Delay

Waktu yang diperlukan oleh Digital Signal Processing (DSP) untuk mengkompres sebuah block PCM, nilainya bervariasi bergantung dari codec dan kecepatan prosessor

Jitter, atau variasi kedatangan paket, hal ini diakibatkan oleh variasi-variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan jitter.

Tabel 2.2 Rekomendasi ITU-T G.114 untuk delay Range in Milisecon 0 150 msec 150 400 msec Acceptable for most user application Acceptable provided that administrators are aware of the transmission time and its impact on transmission quality of user application > 400 msec Unacceptable for general network Description

planning purpose, it is recognized that

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

in some exceptional cases this limit will be exceeded.

B. Langkah-langkah Praktikum :

Client 1

Switch Server VoIP

Client 2

Gambar Konfigurasi VoIP SIP pada Laboratorium Jaringan Akses

1. SIP pada Asterisk Asterisk merupakan salah satu softswitch yang digunakan untuk melakukan VoIP SIP pada praktikum kali ini.Sebelum mengkonfigurasi voip sip, ada baiknya kita menginstalasi terlebih dahulu OS Server yang akan digunakan. Misalnya Slackware atau Ubuntu. Dalam hal ini OS server yg digunakan adalah Ubuntu Langkah-langkah dalam konfigurasi SIP a. Install OS Ubuntu b. Instalasi Asterisk System >> Administration >> Synaptic Package Manager

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

c. lakukan konfigurasi pada extensions.conf, sip.conf, dan iax.conf

d. Konfigurasi Extensions.conf

Lebih jelas nya seperti di bawah ini :

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

[default] include => test [test] ;panggilan local sip exten => _9X.,1,Ringing exten => _9X.,n,Wait,2 exten => _9X.,n,Dial(SIP/${Exten}|30) exten => _9X.,n,Hangup e. Konfigurasi sip.conf

Untuk lebih jelasnya seperti dibawah ini: [general] context=default bindport=5060 bindaddr=0.0.0.0 disallow=all allow=ulaw allow=alaw allow=gsm allow=h264 videosupport=yes allowexternalinvites=yes

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

[9090] context=default type=friend username=9090 secret=9090 host=dynamic dtmfmode=rfc2833 [9191] context=default type=friend username=9191 secret=9191 host=dynamic dtmfmode=frc2833

[9292] context=default type=friend username=9292 secret=9292 host=dynamic dtmfmode=frc2833

[9393] context=default type=friend username=9393 secret=9393 host=dynamic

Bengkel Jaringan dan Multimedia Laboratorium Jaringan Akses(E101,E102) Institut Teknologi Telkom 2011

dtmfmode=frc2833

f. Konfigurasi Client SIP User yang kita