Modul Fisika Emie 2015

download Modul Fisika Emie 2015

of 43

  • date post

    13-Apr-2016
  • Category

    Documents

  • view

    55
  • download

    15

Embed Size (px)

description

Fisika

Transcript of Modul Fisika Emie 2015

LABORATORIUM FISIKA

MODUL

PRATIKUM FISIKA

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

2015TATA TERTIB PRAKTIKUM

KEWAJIBAN PRAKTIKAN:

1. Setiap praktikan datang 5 menit sebelum pelaksanaan praktikum

2. Praktikan dibariskan untuk pengecekan kehadiran dan kelengkapan pakaian praktikum.3. Memakai pakaian rapi, jas lab dan safety shoes pada saat praktikum 4. Sebelum praktikum, praktikan mengumpulkan tugas pendahuluan untuk percobaan yang akan dilakukan.5. Setiap praktikan sebelum memulai praktikum harus menyerahkan laporan resmi percobaan minggu sebelumnya.6. Setiap praktikan mengumpulkan laporan sementara setelah melakukan praktikum untuk mendapatkan persetujuan dari pembimbing praktikum

7. Setiap praktikan merapikan dan menyerahkan peralatan yang selesai dipinjam pada petugas laboratorium.8. Sebelum meninggalkan ruangan Lab, kelompok yang bertugas (piket) menyapu/ membersihkan Lab.SANKSI PELANGGARAN:

1. Prakikan yang terlambat harus melapor pada dosen pembimbing untuk mendapat ijin praktikum

2. Praktikan yang berhalangan hadir harus memberikan surat ijin tidak masuk

3. Praktikan yang tidak mengumpulkan tugas pendahuluan tidak diperkenankan mengikuti praktikum.

4. Praktikan yang merusakkan peralatan wajib mengganti sesuai alat yang dirusak.

5. Praktikan yang tidak dapat mengikuti praktikum secara keseluruhan dinyatakan tidak lulus praktikum fisika.

Surabaya, 13 Pebruari 2015Penyusun

Catatan:

Tugas pendahuluan dan laporan ditulis tangan pada kertas A4 dengan margin kiri 4cm, atas, kanan dan bawah masing-masing 3cm.GERAK BENDA PADA BIDANG MIRINGM1I. TIU

Praktikan diharapkan dapat membaca dan menggunakan stopwatch dengan benar, mampu menerapkan hukum gerak jatuh bebas dan menentukan koefisien gaya gesek pada bidang miring baik permukaan kasar atau licin.

II. TIK

Praktikan dapat memahami tentang gerak pada bidang miring dan dapat menghitung koefisien gesekan atara benda dengan bidang miring.

III. TEORI

Dinamika Partikel adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang gaya yang yang menyebabkan sebuah benda bergerak. Pada modul ini, benda masih dianggap sebagai partikel, artinya benda hanya dilihat sebagai satu titik pusat massa saja. Untuk itu gerak translasi saja yang akan diperhatikan. Dengan demikian massa katrol diabaikan, karena katrol bergerak melingkar. Karena massa katrol diabaikan, maka memen inersia katrol juga diabaikan, sehingga katrol mengalami kesetimbangan momen. Tegangan tali sebelum dan sedudah lewat katrol sama.

Dasar untuk menyelesaikan persoalan dinamika partikel diatas adalah Hukum Newton I, II dan III. Yaitu:

Hukum Newton I : F = 0

Hukum Newton II : F = m.a

Hukum Newton III : F aksi = - F reaksi

Ada beberapa gaya yang harus dikenali di bab ini, antara lain gaya normal (N), gaya gesek (f), tegangan tali (T), gaya berat (w= mg) dll. Bila suatu benda bergerak pada suatu bidang, dimana bidang tersebut tidak licin, maka akan timbul gaya gesek. Gaya gesek timbul karena permukaan dua bidang yang bersentuhan. Arah gaya gesekan pada benda berlawanan dengan arah gerak benda. Besar gaya gesek dipengaruhi oleh benda dan koefisien gesek. Gaya gesekan terdiri dari :

1. Gaya gesekan statis (fs) yaitu gaya gesekan yang terjadi pada benda diam.

fs = . N2. Gaya gesekan kinetis (fk), yaitu gaya gesekan yang terjadi pada benda bergerak.fk =k. N

m2 T

m2 g T

m1 m1 g Gambar 1. Sudut 0o

(1)

N T T

m2g sin

f m2g cos m1 m2g m1gGambar 2. Sudut

(2) dimana :

fs = gaya gesek statis (N)

fk = gaya gesek kinetis (N)

= koefisien gesek statis

k = koefisien gesek kinetis

N = gaya normal

g = percepatan grafitasi = 9,81 m/s2

a = percepatan gerak benda (m/s2 )

Untuk persamaan geraknya yaitu : (3)Dimana :s = jarak tempuh (m)

v0 = kecepatan awal (m/s)

t = waktu menempuh jarak s (secon)

IV. PERALATAN

1. Satu set peralatan gerak pada bidang

2. Stop watch

3. Satu set beban

4. PenggarisV. LANGKAH PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian percobaan seperti pada Gb 1 dengan sudut 002. Catatlah panjang lintasan m2 dan catat waktu yang diperlukan untuk menempuh panjang lintasan tersebut

3. Gantilah m2 dengan benda yang berbeda

4. Catatlah panjang lintasan m2 dan catat waktu yang diperlukan untuk menempuh panjang lintasan tersebut

5. Ulangi langkah (1) sampai dengan (4) untuk sudut kemiringan 300 (seperti Gb 2)

VI. TUGAS PENDAHULUAN1. Dapatkan rumus (1) dan (2) dari Hukum Newton II2. Sebuah balok yang bermassa m1 = 2 kg, terletak pada bidang miring dengan =0,2 seperti pada gambar dibawah. Balok ini dihubungkan oleh seutas tali melalui katrol kecil tanpa gesekan dengan balok kedua yang bermassa m2 = 3 kg tergantung vertikal. Tentukan :a. Percepatan masing-masing bendab. Tegangan tali

N T T

60o m2g sin

f m2g cos m1 m2g m1gVII. TUGAS UNTUK LAPORAN RESMI1. Hitung koefisien gesekan antara bidang dengan benda yang berbeda untuk setiap sudut dengan kemiringan yaitu sudut 00 dan 3002. Buat analisa dan kesimpulan tentang percobaan yang telah dilakukan

LABORATORIUM FISIKA

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYALAPORAN SEMENTARANomor percobaan: M 1

Nama percobaan: Gerak pada Bidang datar

Kelompok

:NoNamaNRPTanda TanganSurabaya,

1Mengetahui

2

3

4(.)

5

m1 = Sudut 00NoAluminium

m2 = Kayu

m2 =

.. cm.. cm.. cm.. cm.. cm.. cm

1

2

3

Rata-rata

Sudut 300NoAluminium

m2 = Kayu

m2 =

.. cm.. cm.. cm.. cm.. cm.. cm

1

2

3

Rata-rata

GAYA SENTRIFUGAL

M2I. TIU

Praktikan diharapkan dapat mendefinisikan tentang gaya sentrifugal serta dapat membaca dan menggunakan alat ukur.II. TIK

Praktikan dapat memahami tentang gaya sentrifugal dan prinsip kerjanya. Praktikan juga diharapkan mampu membandingkan frekuensi perhitungan dengan percobaan serta mampu memberikan kesimpulan.

III. TEORI

Benda berotasi mempunyai percepatan yang arahnya ke pusat yang disebut percepatan sentripetal (as) yang besarnya :

(1)

Dan sesuai hukum Newton II, percepatan ini menyebabkan gaya sentripetal yang arahnya ke pusat. Besarnya :

(2)

Dimana : v = kecepatan linier (m/s )

R = radius rotasi (m)

kecepatan sudut (rad/s)

m = massa benda (kg)

g = percepatan grafitasi bumi (m/s2)

Menurut hukum Newton III, setiap benda yang mendapat gaya, maka benda tersebut akan memberikan gaya rekasi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. Gaya reaksi dari gaya sentripetal ini dinamakan gaya sentrifugal. Pada percobaan ini benda akan berputar dengan besar kecepatan yang konstan, menimbulkan gaya sentrifugal sehingga mampu mengangkat massa beban (M) yang berada di tengah/pusat.

M

m1 m2

r1 r2Gb 1 Peralatan SentrifugalBesar frekuensi yang diperlukan untuk mengangkat beban M.g ( Newton ) adalah :

(3)IV. PERALATAN

1. Satu set peralatan gaya sentrifugal2. Tachometer

V. LANGKAH PERCOBAAN

1. Jalankan peralat