Modul Blok Blok 20

download Modul Blok Blok 20

of 34

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    63
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Traumatologi

Transcript of Modul Blok Blok 20

BLOK 20EMERGENCY TRAUMATOLOGY

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTERUNIVERSITAS JAMBI2012/2013

I. PENDAHULUAN

Blok 20, Emergency Traumatology, membahas tentang berbagai kondisi kegawatdaruratan yang mengancam jiwa (emergency) yang secara khusus disebabkan oleh trauma.Dalam Blok 20 ini proses perkuliahan akan berjalan selama 7 minggu, dimana minggu pertama sampai minggu keenam adalah minggu kegiatan belajar mengajar. Sedangkan mingu ketujuh adalah minggu penilaian untuk memutuskan kelulusan mahasiswa.Sebagaimana yang telah dilakukan dalam blok-blok sebelumnya kegiatan Blok 20 ini meliputi:1. PerkuliahanMateri perkuliahan yang diberikan pada blok ini mengacu pada kompetensi yang harus dikuasai oleh Dokter Umum yang telah ditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia.2. TutorialSelama diskusi mahasiswa diwajibkan untuk mencari sumber bacaan sebagai referensi tutorial . Tutorial atau diskusi kelompok dilakukan dua kali seminggu menggunakan metode Seven-Jump, yaitu:a) Klarifikasi istilah kata-kata sulit yang ada dalam skenariob) Identifikasi masalah yang ada dalam skenarioc) Analisis masalah. Mahasiswa menentukan pokok bahasan dari permasalahan yang sudah diidentifikasi, dimulai dengan membuat sebanyak mungkin pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahan tersebut (5W dan 1H)d) Merumuskan hipotesis. Mahasiswa mendiskusikan semua pokok bahasan yang telah ditentukan dalam suatu curah pendapat. Semua mahasiswa hendaknya berpartisipasi menyumbangkan pikiran dan pengetahuannya (menggunakan prior knowledgenya) untuk menjelaskan atau memecahkan permasalahan yang sudah dirinci, meskipun pada tahap ini uraian tersebut belum sempurna. Hasil diskusi akan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.e) Merumuskan keterbatasan pengetahuan dan learning issuesf) Belajar mandiri. Mahasiswa belajar mandiri untuk mencari informasi yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran.g) Sintesis dan rangkuman hasil belajar mandiri3. Belajar MandiriMahasiswa belajar mandiri sesuai dengan Learning Objective skenario dengan sumber belajar atau literatur baik dari buku ataupun didapatkan dari internet.4. Skills Laboratory dan Praktikum5. PlenoSetelah mengikuti blok ini, mahasiswa diharapkan akan memiliki pengetahuan dasar traumatology serta mampu memahami prinsip penanggulangan Gawat Darurat pada penderita trauma.

Dengan disusunnya modul ini sebagai pedoman belajar, mahasiswa diharapkan belajar aktif secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

II. DAFTAR ORGANISASI BLOK

Koordinator: dr. Apriyanto, SpBSSekretaris: dr. Mirna IskandarPengampu:1. dr. Charles AS, SpOT (KSpine), M.Pd2. dr. Humaryanto, SpOT, M.Kes3. dr. Budi Justitia, SpOT, M.Kes4. dr. Apriyanto, SpBS, M.Kes5. dr. Abdul Azis, SpB(KBD)6. dr. Denison, SpB7. dr. Ade Susanti, SpAn8. dr. Isrun Masari, SpAn9. dr. Ade Permana, SpOG10. dr. Umi Rahayu, SpTHT11. dr. Kuswaya Waslan, SpM12. dr. Ali Imran, SpRad13. Arie Budiharti, SH, M.Hum14. dr. Bernhard, AIFO M.Kes Tim Blok:1. dr. Hanina Yamani2. dr. Siska Nurlaela3. dr. Boby Suryawan

III. STANDAR KOMPETENSI DOKTER

AREA KOMPETENSI1. Komunikasi efektif (area kompetensi 1)2. Komunikasi klinis (area kompetensi 2)3. Landasan ilmiah ilmu kedokteran (area kompetensi 3)4. Pengelolaan informasi (area kompetensi 4)

Kompetensi yang akan dicapai pada Blok 20 sesuai dengan yang tercantum pada Buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia dari KKI. Daftar kompetensi tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Central and peripheral neural system

Loss of Consciousness

Brain death123A3B4

Cardio Vascular Disease

Intracerebral hematoma123A3B4

Subarachnoid hemmorhage123A3B4

Trauma CNS

Epidural Hematom (EH)123A3B4

Subdural Hematom (SDH)123A3B4

Sub Arachnoid Hemorrhage (SAH)123A3B4

Trauma Medula Spinalis123A3B4

Injury of plexus and peripheral nerves123A3B4

Ear, nose and throat

Ear, hearing and equilibrium

Acute acoustic trauma123A3B4

Ear, other trauma123A3B4

Noses and sinuses

Foreign body in nose123A3B4

Trachea

Foreign bodies123A3B4

Eye

Conjuctiva

Conjunctiva, foreign body123A3B4

Subconjunctival haemorrhage123A3B4

Cornea

Cornea, foreign body123A3B4

Burn123A3B4

Anterior chamber

Hyphaema123A3B4

Hypopyon123A3B4

Vitreous fluid

Vitreous haemorrhage123A3B4

Musculoskeletal system

Localozed Disorders of The Musculoskeletal System

Trauma of joint cartilage123A3B4

Trauma of joint capsule123A3B4

Spine

Fractures and dislocations of spine123A3B4

Peripheral nerves

Injury of peripheral nerves123A3B4

Pelvic and Lower Extremities

Fractures of pelvis123A3B4

Fractures of hip123A3B4

Dislocation of hip123A3B4

Fractures of femur123A3B4

Fractures, capsule, tendon and ligament lesions of knee123A3B4

Lesion of meniscus, medial and lateral123A3B4

Rupture of achilles tendon123A3B4

Injury of plexus and peripheral nerves123A3B4

Traumatology

Birth Trauma

Caput succedaneum123A3B4

Brachial plexus injury123A3B4

Fracture (clavicle, humerus, rib)123A3B4

Trauma (Tergantung ringan sampai berat)

Drowning123A3B4

Head injury123A3B4

Burning123A3B4

Poisoning123A3B4

Suffocation123A3B4

Bleeding123A3B4

Hypovolemic shock123A3B4

Dislocation of jaw 123A3B4

Fracture of jaw 123A3B4

Dislocation of knee123A3B4

Dislocation of patella123A3B4

Prepatellar bursitis123A3B4

Fractures of tibia123A3B4

Rib fractures/contusion123A3B4

Injury caused by rib fractures123A3B4

Sternal fractures123A3B4

Fractures of toes123A3B4

Crush injury to the heel (in children)123A3B4

Fractures of fibula123A3B4

Whiplash123A3B4

Fractures, capsule, tendon and ligament lesions of ankle123A3B4

Pneumothorax123A3B4

Hemothorax123A3B4

Injury to specific internal organs, such as liver, kidney, lung, etc123A3B4

Peripheral nerves

Injury of peripheral nerves123A3B4

Neck, shoulder girdle and upper extremities

Fractures of shoulder123A3B4

Dislocation of shoulder123A3B4

Ligamentous lesions of shoulder123A3B4

Instability of shoulder123A3B4

Frozen shoulder123A3B4

Fracture of clavicle123A3B4

Fracture of humerus123A3B4

Fracture of radius/ulna123A3B4

Fractures, capsule, tendon, ligament lesions of elbow123A3B4

Fractures, capsule, tendon, ligament lesions of wrist123A3B4

Fractures, capsule, tendon, ligament lesions of fingers and thumb123A3B4

Lateral epicondylitis (tennis elbow)123A3B4

Dislocation of distal radius123A3B4

Dislocation of wrist123A3B4

Progressive inflammation of finger following injury123A3B4

Olecranon bursitis123A3B4

Carpal tunnel syndrome123A3B4

Injury to finger tendon, e.g. Boutonniere-deformity123A3B4

Mallet finger123A3B4

Dupuytren's contracture123A3B4

Nail loss123A3B4

Subungual hematome123A3B4

Traumatic vessel injury123A3B4

Accidents and emergency neurology

Head injuries123A3B4

Diffuse brain damage123A3B4

Cerebral concussion and contusion123A3B4

Brain death123A3B4

Extradural hemorrhage123A3B4

Subdural hemorrhage123A3B4

Basilar fracture scalp123A3B4

Acute traumatic spinal transaction123A3B4

Injury of plexus and peripheral nerves123A3B4

Keterangan :

Kompetensi 1 : Dapat mengenali dan menempatkan gambaran- gambaran klinik sesuai penyakit ini ketika membaca literatur. Dalam korespondensi, ia dapat mengenali gambaran klinik ini dan tahu bagaimana mendapatkan informasi lebih lanjut. Level ini mengindikasikan overview level. Bila menghadapi pasien dengan gambaran klinik ini dan menduga penyakitnya, dokter segera merujuk

Kompetensi 2 : Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan- pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter misalnya ; pemeriksaan laboratorium sederhana atau X ray). Dokter mampu merujuk pasien secepatnya ke spesialis yang relevan dan mampu menindaklanjuti sesudahnya

Kompetensi 3A : Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan lab sederhana atau x ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (bukan kasus gawat darurat)

Kompetensi 3B : Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan lab sederhana atau x ray). Dokter dapat memutuskan dan memberi terapi pendahuluan, serta merujuk ke spesialis yang relevan (kasus gawat darurat)

Kompetensi 4 : Mampu membuat diagnosis klinik berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan yang diminta oleh dokter (misalnya : pemeriksaan lab sederhana atau x ray). Dokter dapat memutuskan dan mampu menangani problem itu secara mandiri hingga tuntas

Kompetensi keterampilan klinis dapat dilihat pada bagan berikut (berdasarkan standar KKI)

Keterampilan KlinisKompetensi

SURGERY: SKILL LIST

Accident and Emergency

First aid1234

Assessment of consciousness by means of Glasgow coma scale1234

External cardiac massage1234

Mouth-to-mouth/nose resuscitation1234

Mask ventilation1234

Intubation1234

Assessment and care external injuries (wounds, bleeding, burns, distortion, dislocation, fractures)1234

Stop bleeding (direct pressure, pressu