Modul Anat Blok Digestive

download Modul Anat Blok Digestive

of 56

  • date post

    12-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    642
  • download

    49

Embed Size (px)

Transcript of Modul Anat Blok Digestive

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    1/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 1

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    2/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 2

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    3/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 3

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

    Buku Panduan Praktikum Anatomi

    Blok Digestive SystemCopyright 2015

    Laboratorium Anatomi FK UNSOED

    Tim PenyusunAsisten Anatomi 2007

    Melan Mulyana - Agus Hariyanto - Muhammad Ikbal - Supak Silawani - Nessyah

    Fatahan - Manggala Sariputri - Aprianti Nur Hasanah - Elok Nurfaiqoh - Qonita

    Wachidah-Aristi Intan Soraya

    Asisten Anatomi 2008

    Asisten Anatomi 2009

    Asisten Anatomi 2010

    Asisten Anatomi 2011

    R Bagas Wicaksono (Koordinator) - Prakoso Jati Prasetyo - Fitria Nurlaely -

    Annisa Farah Fadhilah - Alvita Mega Kumala - Aqmarina Rachmawati - Rian

    Ainunnahqi - Lutfi Maulana - Teofilus Kristianto - Yolanda Shinta P - RizkaKhairiza -Halimah Chairunnisa

    Asisten Anatomi 2012

    Tomi Nugraha (Koordinator)Ahmad Agus Faisal Azka Rizki HidayatDzicky

    Rifqi Fuady Rizqi Husni Mudzakkir Tauhid Yuda Putra Agustin Nurul

    FatmawatiIndri Puspasari Hardina Bawatri Gabriella Cereira Angelina

    Ratna ErnitaYudith Anindita

    Editor Asisten

    Dzicky Rifqi Fuady

    Rizqi Husni Mudzakkir

    DesignRizqi Husni Mudzakkir

    Editor

    dr. Fitranto Aryadi, M.Kes

    Di larang mengutip, memperbanyak, dan menerjemahkan sebagian atau selu ruh isi

    buku ini tanpa izin tertul is dari penyusun.

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    4/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 4

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

    PENDAHULUAN

    Anatomi merupakan ilmu yang mempelajari struktur tubuh dan hubungannya

    dengan bagian tubuh lain manusia secara makroskopis. Ilmu anatomi akan menunjang

    ilmu kesehatan lainnya hubungannya dengan manusia sebagai subjek kegiatan ilmu

    kesehatan. Dalam menjalankan kegiatan rutinnya yang berkaitan dengan tindakanterhadap pasien, seorang dokter, perawat, dan paramedis lainnya butuh penguasaan dan

    pengetahuan dalam identifikasi struktur tubuh manusia. Sehingga demikian, kesalahan

    dalam pelaksanaan kegiatan kemedisan saat melaksanakan tindakan dapat

    diminimalisasi bahkan dihindari.

    Anatomi merupakan ilmu kedokteran yang memiliki karakteristik penggunaan

    bahasa latin dalam istilah-istilah organ dan struktur organ baik istilah posisi maupun

    nama organnya. Tujuan penggunaan bahasa latin ini untuk menyamakan persepsi

    anggota tim medis dalam mengidentifikasi struktur tubuh yang dimaksud sehingga

    setiap anggota tim medis dapat mengerti dan menghindari kesalahan persepsi terutama

    saat pencatatan dan dokumentasi tindakan medis. Selain itu, tim medis lain dapat

    mengerti persepsi yang sama jika catatan harus dipindah tangankan ke anggota timmedis lainnya dalam rujukan.

    Peranan anatomi yang penting dalam kegiatan medis inilah yang

    melatarbelakangi pembuatan modul anatomi oleh Laboratorium Anatomi. Modul ini

    diharapkan dapat mempermudah kegiatan pembelajaran anatomi di laboratorium

    sehingga praktikan dapat mengefisiensikan waktu praktikum. Selain memudahkan

    praktikan, hal ini juga mempermudah asisten laboratorium anatomi.

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    5/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 5

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

    TATA TERTIB PRAKTIKUM

    A. Ketentuan umum bagi seluruh peserta praktikum adalah sebagai berikut:1. Harus sudah hadir di Laboratorium Anatomi 5 menit sebelum waktu praktikum.

    Terlambat lebihdari 10 menit dilarang mengikuti praktikum, kecuali dengan izin

    khusus.2. Wajib memakai jas praktikum, dilengkapi dengan tanda pengenal. Memakai dan

    melepaskan jas praktikum harus di luar ruangan.

    3. Wajib memakai sepatu selama praktikum, berpakaian rapi seperti perkuliahan.4. Dilarang berkuku panjang.5. Rambut untuk pria tidak panjang dan disisir rapi, untuk wanita yang berambut

    panjang diikat ke belakang.

    6. Peserta praktikum harus membawa perlengkapan yang dibutuhkan seperti alattulis, handschoon dan masker (sesuai kebutuhan).

    7. Peserta praktikum harus sudah mengerti tentang rencana yang akan dikerjakanselama praktikum dan telah siap dengan teori dan gambar yang diperlukan

    selama praktikum.8. Peserta Praktikum wajib membawa buku panduan praktikum ketika praktikum

    berlangsung.

    B. Ketentuan selama praktikum:1. Tiap kelompok menghadapi 1 meja preparat (kadaver atau preparat lepas).2. Tiap kelompok bergiliran mempelajari kadaver/ preparat lepas dari satu meja ke

    meja secara bersama-sama dengan alokasi waktu yang telah disepakati.

    3. Peserta praktikum mendapatkan bimbingan dari asisten mahasiswa yangbertugas pada 1 meja preparat yang bersangkutan.

    4. Kadaver sebagai guru diam mahasiswa, harus diperlakukan selayaknya.5. Peserta praktikum dilarang mengambil gambar menggunakan HP atau alat yang

    lainnya di laboratorium anatomi.

    6. Peserta praktikum dilarang diharapkan menonaktifkan bunyi HP.7. Tiap kelompok bertanggungjawab penuh atas kerusakan kadaver/ preparat

    selama praktikum.

    8. Peserta praktikum tidak diperkenankan mengambil sendiri atau meminjam alat/bahan/ sarana praktikum kecuali atas seijin dosen pengampu.

    9. Peserta praktikum wajib menjaga ketertiban, ketenangan dan kebersihan ruanglaboratorium selama praktikum.

    10. Peserta praktikum dilarang merokok.

    C. Ketentuan Lain1. Peserta praktikum wajib mematuhi peraturan yang berlaku yang dibuat

    Laboratorium Anatomi PPD UNSOED

    2. Peserta praktikum yang melanggar ketentuan tersebut tidak diperbolehkanmengikuti praktikum

    3. Tiap kelompok mendapatkan 1 dosen pembimbing untuk berkonsultasi jikaterdapat kesulitan dalam pembelajaran

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    6/56

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    7/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 7

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

    ORGANONDIGESTIVUS

    A.Mulut(Oris)

    Gambar 1. Oris1. Struktur oris

    a. Labium orisStruktur:

    1)Labia superior et inferior2)Gumun atau philtrum (struktur lekukan di area tengah-tengah antara

    hidung dan bagian atas bibir)

    3)Vermilion borders (batas tegas yang normal antara bagian bibir yangberwarna merah dengan bagian kulit di sekitarnya)

    4)Comissura orisb. Musculus:

    1)M. Orbicularis oris2)M. Buccinator

    c. Musculus masticator:1) M. Masseter2) M. Pterygoideus lateral3) M. Pterygoideus medial4) Temporalis

    d. Cavum OrisBagian mulut :

    1) Vestibulum oris/ cavum buccalis

    2) Cavum oris

    3) Palatum durum

    4) Palatum molle

    5) Diafragma oris

    6) Caruncula sublingualis

    7) Arcus palatoglossus

    8) Arcus palatopharingeus

    9) Tonsilla palatina

    10)Tonsilla lingualis

    11)Vallecula epiglotica

    12)Fauces

    13)Uvula

    14)Ostium glandula parotis

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    8/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 8

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

    2. VaskularisasiLabia superior oleh a. labialis superior (cabang dari a. fascialis) dan a.

    infraorbitalis. Labia inferior oleh a. labialis inferior (cabang dari a. fascialis)

    dan a. mentalis. Arteri labialis superior et inferior beranastomosis membentuk

    cincin arteri.

    3. Aliran limfeLabia superior dan bagian lateral labia inferior bermuara ke nnll.

    Submandibular. Bagian lateral labia inferior bermuara di nnll. Submental.

    4. Inervasi

    Labia superior oleh N. infraorbitalis, r. labii superior (cabang dari nervus

    cranialis/ CN V[2] ). Labia inferior oleh N. mentalis, r. labii inferior (cabang

    dari CN V[3] ).

    5. Aplikasi klinisa. Labioschisis dan labiopalatoschisis

    Merupakan kelainan kongenital. Terjadi pada 1/1000 kelahiran, 60-80%

    pada bayi laki-laki. Labioschisis dapat berupa notchpada zona transisional

    dan vermillion border, maupun sampai ke dalam bibir dan hidung. Padabeberapa kasus berat, dapat lebih dalam lagi sampai palatum yang disebut

    labiopalatoschisis. Unilateral maupun bilateral.

    b. SianosisBibir memiliki aliran darah dari arteri superfisial yang melimpah, sama

    seperti jari. Sehingga relatif sensitif terjadi disproporsi jumlah panas tubuh

    apabila terpapar suhu lingkungan yang dingiN. Sianosis ini merupakan

    kondisi perubahan warna menjadi biru keabuan atau keunguan akibat

    menurunnya pasokan oksigen dari aliran darah.

    B.Lingua

    Gambar 2. Lingua

  • 7/21/2019 Modul Anat Blok Digestive

    9/56

    Departemen Anatomi Jurusan Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman 9

    BLOK DIGESTIVE SYSTEM

    1. Struktur linguaa. Bagian-bagian lingua

    Apex lingua

    Corpus lingua

    Dorsum lingua

    Radix linguab. Struktur-struktur pada lingua

    Septum fibrosum mediana

    Sulcus mediana lingua

    Sulcus terminalis lingua

    Foramen caecum

    Frenulum lingua

    Caruncula lingualisc. Papilla lingualis

    Papila fungiformis

    Papilla viliformis Papilla corniculata

    Papilla circumvalata

    Papila foliatad. Otot-otot pada lingua

    a.Otot-otot intrinsik

    M. longitudinalis lingua superior

    M. longitudinalis lingua inferior

    M. tranversalis lingua

    M. verticalis lingua

    b.Otot-otot ekstrinsik M. genioglossus

    M