Mod 6 Survai Jembatan 2012

of 74

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    12

Embed Size (px)

description

perencanaan jembatan

Transcript of Mod 6 Survai Jembatan 2012

  • SURVEY PENDAHULUAN & DETAIL JEMBATAN

  • Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)Setelah selesai mengikuti pembelajaran mata diklat ini diharapkan peserta mampu menjelaskan dasar-dasar melakukan survey pendahuluan jembatan dan survai detail jembatan sesuai NSPM yang berlaku.

  • TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS (TPK)Setelah mengikuti pembelajaran mata diklat ini peserta mampu :Menjelaskan survey pendahuluan untuk perencanaan jembatanMenjelaskan survey detail untuk perencanaan jembatan.

  • Survey PendahuluanTujuan Jenis KegiatanSurvey DetailInventarisasi JembatanSurvey TopografiSurvei BathymetriSurvei GeoteknikSurvei GeologiSurvei Lau LintasSurvei Teknik JembatanSurvei Hidrologi dan Hidrolika

  • INVENTARISASI JEMBATANTujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data secara umum mengenai kondisi jembatan yang ditinjau (jika untuk perencanaan jembatan yang telah ada).

  • SURVAI TOPOGRAFIa.Jenis kegiatanPekerjaan pengukuran topografi untuk perencanaan jembatan secara umum terdiri dari 4 bagian pekerjaan :Pekerjaan pengukuran lapanganPengolahan dataPenggambaranPelaporanTujuan pekerjaan pengukuran topografi ini adalah mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah sepanjang rencana trase jalan dan jembatan di dalam koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta topografi dengan skala 1 : 1000 yang akan digunakan untuk perencanaan geometri, serta 1 : 500 untuk perencanaan jembatan

  • Ketentuan pengukuran penampang melintang.

    KondisiLebar koridor *)(m)Interval (m)Jembatan / longsoran

    Datar, landai, dan lurus75 + 7525Pegunungan75 + 7525Tikungan50 (luar) + 100 (dalam)25

  • SURVAI BATHYMETRI / PENGUKURAN KEDALAMAN DASAR SUNGAI (LAUT)

    Jenis kegiatanPekerjaan pengukuran dan pemetaan ini meliputi lingkup sebagai berikut :a).Pengukuran kedalaman dasar sungai (laut) / bathymetri pada daerah yang telah ditentukan.b).Pengamatan pasang surut yang dilakukan pada masa pengukuran.Hasil pengukuran disampaikan dalam bentuk peta bathymetri (peta kedalaman dasar sungai/laut) yang dibuat dengan skala 1 : 1000.

  • SURVAI GEOTEKNIK

    Jenis kegiatanPenyelidikan tanah ini dapat dibagi dua yaitu :Pengujian lapangan :Bor dangkal (hand boring)Bor dalam (menggunakan mesin bor)SPT (Standard Penetration Test)Sondir (Dutch Cone Penetration Test)Pengujian laboratoriumUji identifikasi umum (general identification test)Uji sifat mekanik tanah (engineering property test).

  • SURVAI GEOLOGI

    Penyelidikan meliputi pemetaan geologi permukaan secara detail dengan peta dasar topografi skala 1 : 250.000 s/d skala 1 : 100.000. Pencatatan kondisi geoteknik di sepanjang rencana trase jalan untuk setiap jarak 500 - 1000 meter dan pada lokasi jembatan.

  • SURVAI LALU-LINTAS

    Survai lalu-lintas bertujuan untuk mengetahui kondisi lalu-lintas, kecepatan kendaraan rata-rata, menginventarisasi jenis / golongan kendaraan yang ada, serta menginventarisasi jumlah setiap jenis kendaraan yang melewati jembatan tertentu dalam satuan waktu, sehingga dapat dihitung lalu-lintas harian rata-rata sebagai dasar perencanaan jembatan, khususnya survai ini untuk penentuan jumlah lajur lalu-lintas pada jembatan.

  • SURVAI TEKNIK JEMBATAN

    Survai teknik jembatan ini bertujuan untuk mengetahui data struktural jembatan yang ada, meliputi lendutan konstruksi jembatan, pemeriksaan kekuatan struktur, pemeriksaan mutu bahan, pemeriksaan daya dukung tanah.

  • SURVAI HIDROLOGI DAN HIDROLIKA

    Tujuan survai hidrologi dan hidrolika yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini adalah untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter / perilaku aliran air pada bangunan air yang ada (sekitar jembatan maupun jalan), guna keperluan analisa hidrologi, penentuan debit banjir rencana (elevasi muka air banjir), pemeriksaan terhadap gerusan, pengarah arus yang diperlukan.

  • SURVAI PENDAHULUANPENENTUAN LOKASI JEMBATANKetentuan lokasi jembatan sbb :jembatan tegak lurus pada aliran sungaiBentangan jembatan sependek mungkin, karena makin panjang, mahal biayanyaKepala jembatan harus aman terhadap gerusan horizontal maupun vertikal

  • Posisi Pilar jangan mengganggu jalannya aliran air sungai, karena dengan terganggunya aliran sungai, maka akan terjadi erosi pada dasar sungaipanjang bentang jembatan sebaiknya standar bangunan atas yang sudah tersedia, sehingga tidak perlu membuat perencanaan yang khusustinggi timbunan jalan pendekat tidak terlalu tinggi / lebih kecil dari tinggi kritis,

  • PENENTUAN AREA SURVAI TOPOGRAFIsurvai topografi dilakukan pada lokasi yang telah ditentukan oleh perencana berdasarkan survai lapangan. Area yang harus disurvai topografi pada umumnya :200 meter arah jalan masuk dan 200 meter arah jalan keluar jembatan. Juga pada daerah sungai sendiri sekitar 50 meter ke hulu dan 50 meter ke hilir untuk sungai yang lurus,tetapi untuk sungai yang berkelok paling sedikit 2 kelokan arah hulu sungai dan 1 kelokan ke arah hilir sungai.

  • PENGAMATAN PERILAKU (MORFOLOGI) SUNGAIMorfologi sungai perlu diamati, karena sangat berpengaruh terhadap perilaku gerusan sungai.yaitu :Frekuensi banjir besar yang terjadi, untuk kemudian dibandingkan dengan banjir 50 tahunan atau 20 tahunanDebit banjir yang akan terjadi dan banjir tahunan yang pernah terjadi untuk memperkirakan gerusanLamanya curah hujan yang pernah terjadiKecepatan aliran air rata-rata

  • DATA CURAH HUJANUntuk perhitungan banjir rencana 50 tahunan dalam perhitungan hidrologi dg menggunakan statistik, sehingga didapat besaran MAB rencana 50 tahunan untuk jembatan permanen dan 20 tahunan untuk jembatan semi permanen. Data ini digabungkan dg daerah tangkapan air hujan (catchment area) dg memperhitungkan kondisi lingkungan lokasi tsb, apakah sudah terjadi penggundulan hutan/tidak, karena hal tersebut berpengaruh pada besarnya banjir rencana yang akan terjadi. Juga intensitas serta kemiringan daerah aliran sungai perlu diperhitungkan.

  • Kedalaman sungai pada aliran sungai utamaBenda hanyutanDiameter batuan dasar sungaiKohesiKondisi dasar sungaiBangunan yang ada pada aliran sungai tersebut, beserta jarak terdekat dan pengaruh terhadap bangunan bawah jembatan yang akan direncanakanUsulan jenis bangunan pengaman yang diperlukan sesuai dengan kondisi sungai

  • PENYELIDIKAN HIDROLIKAUntuk memprediksi gerusan pada daerah aliran sungai tertentu yang mungkin akan terjadi digunakan untuk:

    Kedalaman fundasi jembatanJenis bangunan pengaman

  • PENYELIDIKAN TANAH (PT)PT yg harus dilaksanakan :PT untuk Pondasi jembatanPT untuk Jalan pendekat jembatan (bridge approach/oprit)PT untuk Stabilitas tebing sungai

    Lingkup PT dan Pengujian :Penyelidikan lapanganPengujian laboratorium

  • PEMILIHAN JENIS PENYELIDIKAN TANAHBentang < 20 meter, dilakukan dengan jenis penyelidikan tanah sondir (Dutch Cone) yaitu untuk mengetahui kedalaman dan daya dukung tanah keras yang berada di bawah tanah. Bentangan > 20 meter akan lebih baik dilakukan penyelidikan tanah dengan jenis bor, SPT. Disini akan diketahui jenis dan kedalaman lapisan tanah serta daya dukung untuk masing-masing lapiran tanah.

  • Ringkasan Informasi yang Diperlukan Dalam Pengujian Geoteknik

    Issu GeoteknikEvaluasi TeknisKebutuhan Informasi untuk AnalisisPengujian LapanganPengujian LaboratoriumPondasi Dangkal- Kapasitas daya dukung.- Penurunan- Shrink/swell pondasi tanah (tanah asli atau timbunan)- Kesesuaian kimia tanah dan beton- Gerusan (jembatan)- Beban extrim- Profil bawah permukaan- Parameter kuat geser-Parameter kompresibilitas- Sejarah tegangan- Komposisi kimia tanah- Perubahan kadar air- Berat isi- Peta geologi orientasi batuan- Vane shear test- SPT (granular)- CPT- Dilatometer- Bor batuan- Kepadatan nuklir- Plate loading- Geophisical test- 1-D Oedometer test- Direct shesr test- Triaxial test- Analisa saringan- Atterberg limit- pH, reisisivity test- kadar air- Berat isi- kadar organik- swell potensial-rock niaxial compression

  • Issu GeoteknikEvaluasi TeknisKebutuhan Informasi untuk AnalisisPengujian LapanganPengujian LaboratoriumPondasi tiang- pile-end bearing- pile skin friction- penurunan- down-drag pada tiang- tekanan tanah lateral- kompaktibiliti kimia tanah dan tiang- kemempuan dipancang- adanya bouder/lapisan keras- gerusan- vibrasi/kerusakan desakan struktur sekitar- beban extrim- profil bawah permukaan (tanah, aiar tanah, batuan)- parameter kuat geser- koefisien tekanan tanah horizontal- parameter interface friction (tanah dan tiang)- parameter kompresibiliti- komposisi kimia tanah/batuan- Berat isi- hadirnya shrink/swell- pete geologi termasuk karakteristik orientasi- SPT- test pancang- CPT- vane shear test- dilatometer- piezometer- pengeboran batuan- pengujian geophisikal- triaxial test- interface friction test- analisis saringan- 1-D oedometer test- pH, resistivity test- Atterberg Limit- kadar organis- kadar air- berat isi- collapse/swell potensil test- slake durability- rock uniaxial compression test- point load strength test

  • SONDIRKeuntungansangat cepat-khusus bila digunakan dg peralatan pendataan elektronik untuk merekam tekanan ujung dan atau tahanan sisi.Cara mengijinkan rekaman tahanan sampai menerus dalam lapis yang ditinjau.Sangat berguna dalam tanah sangat lembek dimana pengambilan contoh tidak terganggu akan sangat sulit.Mengijinkan sejumlah korelasi antara tahanan konus dan besaran teknik yang diperlukan.

    Kerugiancara ini hanya untuk tanah berbutir halus (lempung, lanau, pasir halus) dimana bahan tidak mempunyai tahan-an masif terhadap penetrasi konus.interpretasi jenis tanah berdasarkan tahanan konus memerlukan cukup pengalaman, atau pengambilan contoh untuk tes korelasi.

  • SPTKeuntungansangat ekonomis dalam ukuran biaya persatuan keterangan yang diperolehmengijinkan dilakukan pengujian penetras