Mobile Client Application (MoCA) : alternatif baru mengelola data fitur sistem informasi...

download Mobile Client Application (MoCA) : alternatif baru mengelola data fitur sistem informasi perpustakaan berbasis smartphone (Artikel)

of 19

  • date post

    07-Jan-2017
  • Category

    Mobile

  • view

    108
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Mobile Client Application (MoCA) : alternatif baru mengelola data fitur sistem informasi...

  • MOBILE CLIENT APPLICATION (MOCA): ALTERNATIF BARU MENGELOLA DATA FITUR SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN

    BERBASIS SMARTPHONE

    Dwi Fajar Saputra1*, Waris Agung Widodo2

    1Perpustakaan Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta2Perpustakaan Fakultas Kedokteran UI

    *Korespondensi: dfsptra@gmail.com

    ABSTRAKPerangkat digital makin melekat pada pengembangan sistem informasi perpustakaan saat ini. Smartphonemerupakan salah satu perangkat digital yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan tersebut. Kesadaran akan pentingnya sistem informasi perpustakaan ini berbuah manis dengan banyaknya istilah seperti e-library dan digital library, semuanya menitikberatkan pada luas dan kemudahan akses informasi yang dapat diperoleh pemustaka. Namun dari sisi pustakawan sebagai administrator dalam mengelola data fitur sistem informasi perpustakaan masih terdapat kesulitan jika mengharuskan seorang pustakawan tidak berada didepan komputer. Oleh sebab itu diperlukan suatu alternatif baru yang dapat memfasilitasi keadaan seperti itu agar layanan tetap dapat berjalan secara prima. Tulisan ini mencoba memberikan penjelasan mengenai merancang mobile client application disingkat MoCA. MoCA merupakan aplikasi mobile clientyang diujicoba untuk software senayan library management system (SLiMS) versi cendana. Selain itu tulisan ini juga mencoba menggali permasalahan dan tantangan yang dapat ditemukan perpustakaan ketika mengimplementasikan MoCA. Kajian ini memperlihatkan bahwa MoCA dapat dirancang menggunakan apache cordova framework dan ionic framework. Apache cordova merupakan sebuah framework open sourceyang digunakan untuk membangun aplikasi mobile multiplatform. Dengan menggunakan framework ini, sebuah aplikasi mobile dapat dibangun hanya menggunakan HTML, CSS, dan javascript. Sedangkan ionicframework merupakan framework front-end untuk mengelola antarmuka dan menggunakan angularJS sebagai back-end logic-nya. Aplikasi ini memungkinkan bagi pustakawan yang bertugas sebagai administrator SLiMS agar dapat mengakses halaman administrator secara realtime yang berkaitan dengan fitur bibliografi, sirkulasi dan keanggotaan dengan menggunakan smartphone. Kenyataan lain permasalahannya adalah membutuhkan bandwidth yang cukup besar (contoh jaringan 3G) agar prosesnya stabil dan dari segi tantangan MoCA baru dibangun untuk platform Android, jadi bagi pengguna selain itu seperti IOS atau Microsoft Windows Phone belum dapat memanfaatkannya.

    Keywords: Mobile Client Application (MoCA); Smartphone; SliMS; Apache Cordova; Ionic Framework, Android Platform

    1. PENDAHULUANPengguna smartphone di masyarakat Indonesia tergolong tinggi. Dikutip dari data

    eMarketer Bulan Desember 2014 menunjukkan bahwa pengguna smartphone di Indonesia padakisaran tahun 2013 sampai 2015 mengalami peningkatan secara signifikan, bahkan diprediksikan tahun 2018 pengguna smartphone di Indonesia mencapai lebih dari 100 juta.

    Tabel 1. Peringkat penggunaan smartphone tahun 2013 2018

    Sumber : eMarketer, 2014

  • Sedangkan dari segi penggunaan smartphone secara global menurut data dari Cisco Visual Networking Index diprediksikan smartphone akan menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan lalu lintas mobile secara global dan mengalahkan konsistensi perangkat digital lainnya di tahun 2019.

    Gambar 1. Grafik Prediksi Pertumbuhan lalu lintas perangkat mobile skala global tahun 2014 2019 (Sumber: Cisco VNI Mobile, 2015)

    Bagi kalangan perpustakaan, momentum ini disambut baik dengan telah tersedianya sistem informasi perpustakaan yang dapat diakses melalui internet atau yang kita kenal istilah web based library system, e-library dan digital library. Sampai akhirnya tahun 2014 muncul aplikasi mobile library yang dapat dimanfaatkan dengan menggunakan smartphone. Beberapa aplikasi mobile library yang telah dapat dimanfaatkan pada Google Play Store seperti mLibrary UGM, perpusdikbud Mobile, Katalog Online Perpustakaan UMMI. Aplikasiaplikasi tersebut memberikan layanan kepada pemustaka meliputi penelusuran katalog koleksi, notifikasi waktu pengembalian koleksi, memesan buku yang akan dipinjam, dan lain sebagainya. Istilah e-library,digital library dan mobile library menitikberatkan pada luas dan kemudahan akses informasiyang dapat diperoleh pemustaka sehingga pemustaka semacam dimanjakan oleh pengelola perpustakaan.

    Lalu bagaimana keadaan dari pustakawan sebagai pengelola perpustakaan itu sendiri, apakah telah sama capaiannya dengan inovasi yang diperuntukkan bagi pemustaka? khusus masalah mobilitas, pustakawan masih diharuskan selalu berada didepan komputer atau laptop ketika melayani pemustakanya, belum ada suatu alternatif baru yang dapat memfasilitasi keadaan tersebut. Makalah dalam tulisan ini mencoba untuk memberikan suatu alternatif baru bagi pustakawan sebagai pengelola perpustakaan ketika mengelola data fitur sistem informasi perpustakaan melalui sebuah mobile client application sehingga memungkinkan bagi pustakawan mengelola data fitur sistem informasi perpustakaan secara realtime dengan menggunakan smartphone agar mobilitas pustakawan ketika mengelola sistem informasi perpustakaan tidak hanya terfokus pada rutinitas di depan komputer atau laptop saja.

    2. TINJAUAN PUSTAKA2.1 Konsep MoCA

    Konsep mobile client application disingkat MoCA awal mulanya dengan melihat dari fenomena tingginya penggunaan smartphone yang dimiliki seseorang dilingkungan sekitar dalam menjalani rutinitas keseharian. Dengan fenomena tersebut, seorang pustakawan pun seharusnya dapat memanfaatkan dirutinitas kesehariannya seperti proses input koleksi buku terbaru, proses transaksi peminjaman dan pengembalian koleksi serta menambah daftar keanggotaan. Beranjak dari itulah muncul keinginan untuk membuat sebuah konsep mobile client application. Secara garis besar konsep ini menjadikan smartphone sebagai perangkat

  • digital dalam menunjang rutinitas pekerjaan pustakawan ketika melayani pemustaka berdasarkan dari sistem informasi perpustakaan yang digunakan di perpustakaan tersebut.

    Gambar 2. Konsep mobile client application secara garis besar

    Berbeda dengan konsep M-Libraries yaitu sebuah cara yang dilakukan untuk menyediakan layanan perpustakaan agar terjangkau oleh pengguna mobile phones atau smartphoneskapanpun dan dimanapun berada (Needham dalam Surachman, 2012). Penjelasaan pada gambar 2, mobile client application lebih memberikan fasilitas bagi pustakawan sebagai pengelola perpustakaan. Dimana ketika sistem informasi yang dipakai telah online dan terhubung dengan internet atau access point (Wifi), pustakawan dapat menggunakan smartphone ketika melakukan proses entri data/ kelola data fitur sistem informasi perpustakaan namun tidak menyimpan hasil proses entri data tersebut ke smartphone,smartphone difungsikan sebagai client. Hasil proses entri data tetap berada di server.

    Metode yang digunakan untuk merancang MoCA yaitu dengan perencanaan, desain, pemrograman dan pengujian menyadur pada proses model waterfall karya Roger S. Pressman. Didapat dari situs academia.edu bahwa penjelasan dari model waterfall Pressman mencakup antara lain perencanaan dilakukan dengan menentukan apakah terjadi masalah dan untuk itu adakah peluang suatu sistem dikembangkan. Desain bertujuan menentukan spesifikasi detil dari komponen yang akan dikembangkan. Pemrograman merupakan tahapan untuk mengembangkan software. Pengujian adalah tahapan menguji kapasitas software apakah berjalan baik atau tidak (Academia, 2015).

    2.2 Persiapan Perancangan Mobile Client Application (MoCA) 2.2.1 Mobile Operating System

    Didapat dari Situs Wikipedia definisi mobile operating system (mobile OS) adalah suatu sistem operasi yang mengontrol sistem dan kinerja pada barang elektronik yang mobile,sama dengan fungsi windows/linux pada desktop PC/laptop tetapi lebih sederhana (Wikipedia : 2015). Contoh mobile OS seperti Android, iOS, Windows Phone, BlackBerry atau Symbian. Lalu berdasarkan data grafik statistik dari IDC mengenai Smartphone OS market share, Q1 2015 menunjukkan bahwa Android menjadi pilihan utama sampai awal tahun 2015 untuk mobile operating system yang digunakan oleh masyarakat luas.

    Server Sistem Informasi Perpustakaan Smartphone

    Sumber Foto : Google.com

    Pustakawan

    Sumber : IDC, 2015

  • Gambar 3. Grafik Pangsa pasar penjualan OS smartphone di dunia, quarter 1, 2015

    Atas dasar tersebut MoCA diujicobakan di Android, ditambah dengan kemudahan dalam pengembangan aplikasi di OS Android menjadi pilihan untuk dijadikan mobile OS yang akan diujicobakan di MoCA.

    2.2.2 Mobile Application FrameworkPeran mobile application framework adalah menyediakan kelas-kelas yang digunakan

    untuk membuat aplikasi mobile (Meier dalam Utama, Liesarsa dan Utomo, 2013). Beberapa macam framework untuk merancang aplikasi mobile telah disediakan oleh para developernamun untuk mendukung MoCA dibutuhkan suatu framework aplikasi yang dapat mendukung beragam platform mobile diantaranya adalah Android & iOS hal itu dimaksudkan agar dapat dikembangkan diberagam mobile OS. Oleh karena itu, yang sesuai dengan kebutuhan tersebut adalah apache cordova. Dikutip dari situs resminya apache cordova adalah framework yang dapat dikembangkan untuk membangun aplikasi mobile dari beragam platform (ApacheCordova, 2015). Apache cordova juga dapat didefinisikan sebagai satu set API (application programming interface) yaitu dapat dikombinasikan dengan kerangka UI (user interface)sehingga memungkinkan sebuah aplikasi smartphone di kembangkan oleh developer dengan hanya menggunakan HTML, CSS dan Javascript. Bila menggunakan API Cordova sebuah aplikasi dapat dibangun tanpa kode asli (native) dari pengembang namun sebaliknya teknologi web yang telah diterapkan dapat di host/remote dari aplikasi itu sendiri secara lokal.

    2.2.3 Mobile UI FrameworkDalam pemilihan mobile UI