Mm Fisiologi Kehamilan

download Mm Fisiologi Kehamilan

of 69

  • date post

    16-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    51
  • download

    6

Embed Size (px)

description

fisiologi kehamilan

Transcript of Mm Fisiologi Kehamilan

1. Mm fisiologi kehamilanHormonFungsiDi produksi oleh

hCGmempertahankan korpus luteum untuk tetap memproduksi progesteron dan estrogen.mencegah menstruasi dan mempertahankan kehamilan.mempengaruhi toleransi imunitas pada kehamilan.kadar tinggi menyebabkan morning sicknessEmbrio pasca fertilisasi hingga minggu ke 16 kehamilan.

HPL produksi ASImerangsang pertumbuhan dan pembesaran payudaramembuat rasa ngilu dan sakit bila puting bila disentuh.menyebabkan perubahan dalam metabolisme karbohidrat dan lemakKadar rendah menandakan ggn fungsi plasenta.Plasenta

Estrogenmenghambat aksi prolaktinvasodilatasi menyebabkan edema kaki, varises dan hipotensi.pertumbuhan kelenjar mammaememperkuat dinding rahimmengontrol pelepasan LH dan FSHmerelaksasikan serviks, vagina dan vulvaFolikel ovum yang sedang tumbuh, Korpus luteum, plasenta

Progesteronmencegah kontraksi uterusmenghambat peristaltik saluran cerna sehingga ibu mudah kembung dan konstipasimembangun lapisan dinding rahim untuk menyangga plasenta.mempengaruhi emosi ibu, meningkatkan suhu tubuh dan pernafasan ibumenurunkan libido selama kehamilanKorpus Luteum pada ovarium, plasenta

MSHmendeposit pigmen melanin pada jaringan kulit menyebabkan hiperpigmentasi, terutama di pipi (cloasma gravidarum), linea midabdominalis (linea nigra), areola papilla mamae dan striae gravidarum.Hipofisis anterior

Relaxinmelembutkan leher rahimmerelaksasikan sendi dan ligamen panggul.korpus luteum, plasenta

1.1 proses fertilisasi, nidasi, dan plasentasiMekanisme fertilisasiFertilisasi adalah proses peleburan sperma dengan ovum untuk kemudian membentuk zigot. Sebelum proses ini terjadi, terlebih dahulu akan dibahas tentang mekanisme postovulasi dan perjalanan sperma ke tuba fallopii :

OvulasiOvum yang dikeluarkan dari folikel de graaf akan ditangkap oleh fimbriae dan masuk ke ostium abdominalis kemudian bergerak menuju ke ampulla tuba. Ovum akan terus di ampulla hingga kirakira 24 jam setelah ovulasi.

Perjalanan sperma ke tuba fallopiiSaat ejakulasi, jutaan sperma dipancarkan ke vagina dan mulut rahim (portio seviks). Selanjutnya sperma akan bergerak menuju ke ampulla dengan ekornya. Perjalanan sperma dari vagina menuju ampulla tuba dipenuhi banyak hambatan, diantaranya :a. Suasana pH vagina yang asam cukup mematikan sperma (bersifat basa)b. sekret dari serviks yang kental dan melapisi mukosa uterusc. kontraksi miometrium akan mengadukaduk spermad. gerakan silia di epitel tuba berlawanan dengan gerakan spermaSperma dengan kualitas yang bagus akan tahan didalam rahim selama 3 hari. Dalam perjalanannya menuju ampulla, banyak sperma yang mati sehingga yang sampai ke ampulla hanya ratusanribuan saja. Sesampainya di ampulla, sperma harus menembus korona radiata dan zona pelusida yang membarrier ovum. Untuk keperluan tersebut, sperma memiliki akrosom di anterior kepalanya. Akrosom tersebut berisi enzimenzim protease seperti hialuronidase, akrosin dan CPE (Corona Penetrating Enzyme) yang fungsinya merusak barrier ovum, kemudian kepala sperma berfusi dengan membran ovum dan memicu suatu perubahan kimiawi pada membran yang menyebabkan lapisan ini tidak dapat ditembus sperma lain (Fenomena Black To Polyspermy).Selanjutnya sperma memasukkan kepalanya ke sitoplasma ovum, yang memicu pembelahan meiosis akhir oosit sekunder. Kromosom pada kepala sperma akan menyatu dengan kromosom ovum sehingga terbentuk kromosom yang diploid (2n). Proses penyatuan inilah yang disebut FERTILISASI.

Mekanisme ImplantasiSetelah fertilisasi, ovum mulai membelah secara mitosis membentuk zigot lalu menjadi morula dalam 34 hari dan bergerak menuju cavum uteri. Selanjutnya morula tumbuh dan berdiferensiasi menjadi blastokista (terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar/trofoblas dan inner cell mass). Ketika blastokista terbentuk, endometrium sedang dalam fase sekresi dimana vaskularisasinya meningkat dan kelenjar dipenuhi glikogen karena pengaruh progesteron.Pada hari ke 59, blastokista terbenam di endometrium melalui kerja enzimenzim proteolitik yang diproduksi lapisan luar blastokista (sinsitiotrofoblas). Enzim ini menyebabkan apoptosis epitel endometrium sehingga sinsitiotrofoblas dapat menembus membran basal epitel dan masuk ke stroma endometrium yang kaya glikogen dan vaskularisasi. Tujuannya adalah untuk nutrisi dan oksigenasi zigot.

Mekanisme PlasentasiVilli terdapat di seluruh permukaan blastosis. Dengan semakin besarnya ukuran blastosis, desidua superfisial (desidua kapsularis) akan tertekan sehingga janin akan semakin mengembang ke arah dalam cavum uteri. Perkembangan desidua kapsularis secara bertahap memangkas sirkulasi yang melaluinya. Hal ini akan menyebabkan atrofi dan hilangnya villi yang bersangkutan. Permukaan blastosis menjadi halus dan bagian korion ini disebut Chorion Laeve. Pada sisi yang berlawanan, villi mengalami pertumbuhan dan pembesaran dan disebut sebagai Chorion Frondusum. Dengan semakin luasnya ekspansi blastosis, desidua kapsularis menempel dengan desidua vera dan cavum uteri menjadi obliterasi.Trofoblas primitif chorion frondusum melakukan invasi ke desidua. Pada proses ini, kelenjar dan stroma akan rusak dan pembuluh darah maternal yang kecil akan mengalami dilatasi membentuk sinusoid. Trofoblas mengembangkan lapisan seluler yang disebut sitotrofoblas dan lapisan sinsitium yang disebut sinsitiotrofoblas. Struktur yang disebut villi chorialis ini terendam dalam darah ibu. Dengan kehamilan yang semakin lanjut, struktur viili chorialis menjadi semakin komplek dan viili membelah dengan cepat untuk membentuk percabanganpercabangan dimana cabang vasa umbilkalis membentuk percabangan yang berhubungan erat dengan permukaan epitel trofoblas. Sebagian besar cabang villi chorialis yang disebut sebagai villi terminalis mengapung dengan bebas dalam darah ibu sehingga memungkinkan terjadinya tarnsfer nutrien dan produk sisa metabolisme. Sejumlah villi melekat pada jaringan maternal dan disebut sebagai anchoring villi . Struktur dan hubungan villi terminalis dapat dipelajari dengan melihat gambar penampangnya. Dengan semakin lajutnya kehamilan, hubungan antara vaskularisasi trofoblas dan maternal menjadi semakin erat. Trofoblas mengalami migrasi kedalam arteri spiralis maternal yang berasal dari ruang intervillous . Perubahan fisiologi yang berakibat dilatasi arteri maternal 1/3 bagian dalam miometrium. Perubahan ini berakibat konversi pasokan darah uteroplasenta kedalam vaskularisasi yang bersifat low resistance high flow vascular bed yang diperlukan untuk tumbuh kembang janin intra uterin.Dengan semakin lanjutnya kehamilan maka transfer nutrien sisa metabolisme hormon dan CO serta O2 plasenta akan semakin meningkat dimana struktur pemisah antara sirkulasi ibu dan anak menjadi semakin tipis. Tidak ada hubungan langsung antara kedua jenis sirkulasi dan placental barrier pada akhir kehamilan terletak di microvilli sinsitiotrofoblas yang memperluas permukaan transfer nutrien dan lain lain. Selanjutnya, sinsitiotrofoblas dan mesoderm janin akan semakin tipis dan vas dalam villus mengalami dilatasi. Plasenta yang sudah terbentuk sempurna berbentuk cakram yang berwarna merah dengan tebal 2 3 cm pada daerah insersi talipusat. Berat saat aterm 500 gramTalipusat berisi dua arteri dan satu vena dan diantaranya terdapat Wharton Jellyyang bertindak sebagai pelindung arteri dan vena sehingga talipusat tidak mudah tertekan atau terlipat, umumnya berinsersi di bagian parasentral plasenta.Perubahan fisiologis pada ibu selama kehamilanUterus :a. Ukurannya membesar akibat hipertrofi dan hiperplasia otot polos rahim 30x25x20cm dan kapasitasnya > 4000 cc.b. Berat : dari 30 gr menjadi 1000 gr pada akhir kehamilan.c. Bulan pertama kehamilan seperti buah alpukat, bulan ke4 bulat, dan akhir kehamilan seperti bujur telur.d. Konsistensi lunak akibat hipertrofi ismus tanda hegare. Perubahan fundus uteri:1. minggu ke16 setengah jarak umbilikus ke simfisis2. minggu ke20 dipinggir bawah umbilikus3. minggu ke24 tepat dipinggir atas umbilikus4. minggu ke28 3 jari diatas umbilikus (sepertiga jarak umbilikus ke proc. Xifodeus)5. minggu ke39 setengah jarak umbilikus ke proc. Xifodeus6. minggu ke36 1 jari dibawah prosessus xifodeus7. minggu ke40 fundus uteri turun kembali, letak 3 jari dibawah prosessus xifodeus. Hal ini disebabkan kepala janin turun dan masuk ke dalam rongga panggul.

Posisi Rahim : letak anteflexi / retroflexi, pada awal kehamilan posisi rahim masih di rongga pelvis dan mulai bulan ke4 sampai di rongga perut sampai batas hati.Serviks Uteri : Vaskularisasi meningkat dan lunak yg disebut tanda goodell , dan warna menjadi livid yg disebut tanda Chadwick.Ovarium : Plasenta mulai terbentuk dan mengeluarkan estrogen dan progesteron.Vagina dan vulva : lebih merah akibat peningkatan vaskularisasi sehingga warna selaput lendirnya membiru (tanda Chadwick), kekenyalan meningkat sehingga daya renggang bertambah sebagai persiapan persalinan.Dinding perut : Timbul strie gravidarum yaitu robeknya serabut elastin akibat meregangnya dinding perut.Sirkulasi darah : a. Volume darah dan plasma darah meningkat akibat hemodilusib. Albumin menurun pada awal kehamilan dan meningkat pada akhir kehamilan. Dan fibrinogen meningkat terusmenerusc. Hematokrit menurun, eritrosit meningkat , Hb menurun.

Sistem pernafasan : Sesak nafas karena paru terdorong oleh desakan diafrgma, disebabkan dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu.Tulang : Persendian panggul terasa lebih longgar akibat ligamenligamen yang melunak .Payudara : Peningkatan Berat, Ketegangan, Pembesaran, Hiperpigmentasi pada puting.Kulit : mengalami hiperpigmentasi oleh karena deposit pigmen melanin yang dipengaruhi Melanosit Stimulating Hormon, terutama pada striae gravidarum, linea alba (menjadi linea nigra), areolla papilla mamae, pada pipi (disebut cloasma gravidarum)Saluran pencernaan : Kadar estrogen yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi asam lambung