Mkalah Pbl Complete

download Mkalah Pbl Complete

of 29

  • date post

    29-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    31
  • download

    4

Embed Size (px)

description

hfvhgdcg

Transcript of Mkalah Pbl Complete

MAKALAH PBLMetabolik Endokrin - 1BLOK 11

Yovinus deny10.2010.119A - 4

Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana, JakartaJln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510.Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) 563-1731De2n_reii@ymail.comMetabolik Endokrin - 1Yovinus DenyFakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta1. PendahuluanSistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.Sistem Endokrin juga mengatur konsentrasi kadar gula darah. Hormon regulator kadar gula darah terutama disekresikan oleh bagian endokrin organ pankreas, yaitu insulin dan glucagon. Insulin bekerja untuk meningkatkan glukosa ke dalam sel untuk dikatabolisme menjadi energi serta meningkatkan penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen, sedangkan glucagon bekerja antogonis terhadap insulin.Defisiensi terhadap sekresi insulin dapat menyebabkan penyakit yang disebut diabetes melitus, yaitu tingginya kadar gula darah akibat adanya gangguan terhadap kerja insulin. Dengan penulisan makalah ini, penulis ingin memberikan informasi tentang struktur makroskopik dan mikroskopik pankreas sebagai organ penghasil hormon regulator gula darah; faal hormon regulator kadar gula darah yang dihasilkan pancreas dan organ endokrin lainnya dalam meregulasi kadar gula darah; serta metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak yang juga dipengaruhi oleh hormon tersebut. 11. Isi1. SkenarioSeorang perempuan berusia 45 tahun, badannya gemuk datang ke puskesmas dengan keluhan akhir-akhir ini sering kencing terutama pada malam hari sehingga tidurnya terganggu. Oleh dokter dianjurkan untuk memeriksa kadar gula darah dan urin. Hasilnya adalah peningkatan kadar gula darah diatas normal dan terdapat glukosa dalam urin, oleh dokter dianjurkan untuk mengurangi berat badan dengan mengurangi makan karbohidrat. Pasien bertanya apa hubungan gemuk dengan gula dalam darah yang naik?

1. HipotesisKegemukan disertai dengan kadar gula darah diatas normal dan terdapat glukosa dalam urin disebabkan oleh gangguan metabolisme (karbohidrat,protein, dan lemak) serta pola makan.1. PembahasanOtak harus terus menerus mendapat glukosa, bahkan di antara waktu makan ketika tidak ada penyerapan zat gizi baru dari saluran pencernaan. Pada tingkat superficial, metabolisme bahan bakar tampaknya relatif sederhana: jumlah nutrien dalam makanan harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan energi dan sintesis sel. Namun, hubungan sederhana ini diperumit oleh dua pertimbangan penting. 2Pertama, asupan bahan bakar melalui makanan bersifat intermiten, tidak kontinu. Akibatnya, sewaktu makan terjadi kelebihan energi yang harus diserap dan disimpan untuk digunakan selama periode puasa di antara waktu makan, saat tidak tersedia sumber bahan bakar metabolik dari makanan. Kelebihan glukosa dalam darah disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot. Karena glikogen merupakan cadangan energi yang relatif kecil, bentuk ini hanya dapat memenuhi kebutuhan energi kurang dari sehari. Setelah gudang glikogen di hati dan otot "terisi penuh", glukosa lain harus diubah menjadi asam lemak dan gliserol, yang digunakan untuk membentuk trigliserida (gliserol dengan tiga asam lemak melekat padanya), terutama di jaringan adiposa (lemak) dan sedikit di otot. Kelebihan asam amino dalam sirkulasi darah yang tidak diperlukan untuk sintesis protein tidak disimpan sebagai protein tambahan tetapi diubah menjadi glukosa dan asam lemak, yang pada akhimya disimpan sebagai trigliserida. Dengan demikian, tempat utama untuk menyimpan kelebihan ketiga kategori zat gizi adalah jaringan adiposa. Dalam keadaan normal, simpanan trigliserida cukup untuk memenuhi kebutuhan energi selama dua bulan, dan lebih lama pada orang yang kegemukan. Katabolisme simpanan trigliserida menyebabkan pembebasan gliserol dan asam lemak. Katabolisme simpanan lemak menghasilkan 90% asam lemak dan 10% gliserol berdasarkan berat. Sebagai cadangan energi ketiga, energi dalam jumlah substansial disimpan dalam bentuk protein struktural, terutama di otot, yaitu massa protein paling banyak di tubuh. Namun, protein bukan sumber pertama yang dipilih untuk dipakai sebagai sumber energi karena protein memiliki fungsi esensial lain, sebaliknya, simpanan glikogen dan trigliserida semata-mata digunakan sebagai simpanan energi.1Faktor kedua yang memperumit metabolisme bahan bakar adalah bahwa otak dalam keadaan normal bergantung pada penyaluran glukosa darah dalam jumlah adekuat sebagai satu-satunya sumber energi. Dengan demikian, konsentrasi glukosa darah harus dipertahankan di atas suatu titik kritis. Konsentrasi glukosa darah biasanya adalah 100 mg glukosa/100 ml plasma dan dalam keadaan normal dipertahankan dalam rentang sempit 70-110 mg/100 ml. Glikogen hati merupakan reservoir penting untuk mempertahankan kadar glukosa darah selama puasa singkat. Namun, glikogen hati relatif cepat habis, sehingga selama puasa yang lebih lama, mekanisme lain harus digunakan untuk memastikan bahwa kebutuhan energi otak yang tergantung glukosa tersebut terpenuhi. Pertama, saat tidak ada glukosa baru yang masuk ke dalam darah dari makanan, jaringan-jaringan yang tidak harus memakai glukosa mengubah perangkat metabolik mereka untuk membakar asam lemak, sehingga glukosa dapat dicadangkan untuk otak. Asam-asam lemak disediakan melalui katabolisme simpanan trigliserida sebagai sumber energi alternatif untuk jaringan yang tidak bergantung pada glukosa. Kedua, asam-asam amino dapat diubah menjadi glukosa melalui glukoneogenesis, sedangan asam lemak tidak. Dengan demikian, jika simpanan glikogen sudah habis walaupun sudah dilakukan penghematan glukosa, otak tetap mendapat pasokan glukosa baru yang dihasilkan dari katabolisme protein tubuh dan perubahan asam amino yang dibebaskan menjadi glukosa. 1,2A. Struktur MikroskopikPankreas adalah kelenjar campuran eksokrin-endokrin yang menghasilkan enzim pencernaan dan hormon. Enzim ditimbun dan dilepaskan oleh sel dari bagian eksokrin, yang tersusun dalam asinus. Hormon disintesis oleh kelompok sel epitel endokrin, yang dikenal sebagai pulau Langerhans. Asinus eksokrin pancreas terdiri atas beberapa sel serosa yang mengelilingi lumen. Sel-sel ini sangat terpolarisasi, dengan inti bulat dan khas untuk sel penghasil protein.4Dengan cara pulasan khusus dapat dibedakan menjadi:1. Sel = penghasil glukagon Terletak di tepi pulau. Mengandung gelembung sekretoris dengan ukuran 250nm.2. Sel = penghasil insulin Terletak di bagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau. Mengandung kristaloid romboid atau poligonal di tengah.3. Sel D = penghasil somatostatin Terletak di bagian mana saja dari pulau, umumnya berdekatan dengan sel A. Mengandung gelembung sekretoris ukuran 300-350 nm dengan granula homogen.4. Sel C Terlihat pucat, umumnya tidak bergranula dan terletak di tengah di antara sel B. Fungsinya tidak diketahui.B. Hormon RegulatorHormon pankreas yang paling penting untuk mengatur metabolisme bahan bakar adalah insulin dan glukagon. Hormon lain yang ikut berperan dalam metabolisme energi adalah epinefrin, cortisol, dan growth hormone.1Insulin mempunyai efek yang penting bagi metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Insulin menurunkan kadar glukosa, asam lemak, dan asam amino dalam darah dan membantu dalam penyimpanan. Saat molekul tersebut masuk ke dalam darah selama masa absorbsi, insulin mengatur penyerapan sel dan perubahan menjadi glikogen, trigliseral, dan protein.Pengaturan keseimbangan gula darah adalah aktifitas penkreas yang penting. Pengaturan konsentrasi glukosa dibagi menjadi beberapa cara: penyerapan glukosa dari GIT, transport glukosa ke sel, produksi glukosa hati, sekresi glukosa di urine. 5Somatostatin berperan sebagai hormon yang menghambat system digestive dalam beberapa cara, antara lain adalah menghambat pencernaan nutrisi dan menghambat penyerapan nutrisi. Somatostatin disekresikan melalui sel D melalui respon langsung dari kenaikan gula darah dan asam amino dalam absorbsi makanan. 6Somatostatin memiliki efek penghambat sebagai berikut :1. Bekerja di dalam pulau langerhans guna menekan sekresi insulin dan glukagon.2. Menurunkan gerakan lambung, duodenum, dan kandung empedu. 3. Mengurangi sekresi dan absorbsi dalam saluran cerna.Peran utama somatostatin adalah untuk meningkatkan waktu asimilasi makanan dari usus ke dalam darah. Pada waktu yang sama, pengaruh somatostatin yang menekan sekresi insulin dan glukagon akan menurunkan penggunaan zat nutrisi yang diabsorbsi oleh jaringan, sehingga mencegah pemakaian makanan yang cepat dan oleh karena itu membuat makanan tersedia untuk waktu yang lebih lama.InsulinInsulin menghasilkan empat efek yang menurunkan kadar gula darah dan penyimpanan karbohidrat:1. Insulin mempermudah masuknya glukosa ke dalam sebagian sel. Molekul glukosa tidak mudah menembus membran sel tanpa adanya insulin. Dengan demikian, sebagian besar jaringan sangat bergantung pada insulin untuk menyerap glukosa dari darah dan menggunakannya. Insulin meningkatkan mekanisme difusi terfasilitasi (dengan perantaraan pembawa) glukosa ke dalam sel sel tergantung insulin tersebut melalui fenomena transporter recruitment. Glukosa dapat masuk ke dalam sel hanya melalui pembawa di membran plasma yang dikenal sebagai glucose transporter (pengangkutan glukosa). Sel sel tergantung insulin memiliki simpanan pengangkut glukosa intrasel. Pengangkut pengangkut tersebut diinsersikan ke dalam membran plasma sebagai respons terhadap peningkatan sekresi insulin sehingga terjadi peningkatan pengangkutan glukosa ke dalam sel. Apabila sekresi insulin berkurang, pengangkut pengangkut tersebut sebagian ditarik dari membran sel dan dikembalikan ke simpanan sel. Beberapa jaringan yang tidak begantung pada insulin untuk menyerap glukosa dalam otak, otot y