mine planning task

download mine planning task

of 64

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    4.076
  • download

    13

Embed Size (px)

description

not perfect text, if you wanna use this, you must edit again

Transcript of mine planning task

BAB I PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang Secara signifikan sumber daya batubara di Kalteng khususnya di Kabupaten Barito Utara dapat diusahakan dengan baik dengan biaya produksi yang relatif murah dan jaminan adanya kuantitas produksi jika telah dibangun jalan menghubungkan sumber cadangan batubara langsung ke pelabuhan yang tidak terpengaruh oleh pasang surut. PT. Mitra Perdana Coal sebagai salah satu perusahaan lokal yang berkiprah disektor batubara mencoba menangkap peluang tersebut dengan merencanakan pembangunan jalan angkut dari tambang terintegrasi dengan pelabuhan di Gunung Rantau yang terletak di pinggir Sungai Barito.Pelabuhan tersebut bebas dari pengaruh pasang surut dan alur yang dangkal, produksi perdana dicanangkan untuk melayani pengapalan batubara dari Tambang PT. Mitra Perdana Coal dengan jarak kurang lebih 45 km dari pelabuhan. Pelayanan jasa jalan dan pelabuhan untuk selanjutnya akan ditujukan kepada perusahaan-perusahaan batubara yang siap berproduksi disekitar PT. Mitra Perdana Coal sementara ini menunggu pembangunan pelabuhan tersebut. Oleh karena itu, untuk melayani kebutuhan pengapalan tersebut direncanakan pelabuhan dan stock pile akan dibangun di areal 30 ha yang dilengkapi 4 Jetty dengan kapasitas sekitar 400.000 MT/bulan atau 4.800.000 MT/tahun. Untuk menunjang pengapalan tersebut maka pelabuhan akan dilengkapi fasilitas 2 unit Load out conveyor dengan kapasitas masingmasing-masing 500 mt/jam dan 2 jetty yang menggunakan sistem trucking dengan kapasitas masing-masing 150 MT/jam. Pembangunan jalan dan pelabuhan tersebut akan menelan biaya konstruksi yang cukup besar, oleh karena itu pihak PT. Mitra Perdana Coal mencari pamer atau penyandang dana untuk bersama-sama membangun infrastruktur yang diperlukan sehingga cadangan batubara ekonomis diwilayah

Tugas Perencanaan Pertambangan 2010

Page 1

tersebut dapat diusahakan dan akan memberikan nilai tambah kepada investor dan kontribusi terhadap daerah. I.2. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan studi kelayakan adalah sebagai berikut : kami menyadari sepenuhnya bahwa aspek finansial mempunyai peran strategis sebagai dasar pengambilan keputusan, disamping aspek yang lain dalam studi kasus kelayakan proyek. Studi kelayakan proyek dibidang keuangan bertujuan melakukan serangkaian analisis dengan perhitungan-perhitungan forecasting secara tepat dan akurat dari suatu investasi modal dengan membandingkan aliran biaya dengan kemanfaatan (benefit) menggunakan beberapa kriteria penilaian investasi. I.3. Profil Perusahaan PT. Mitra Perdana Coal yang dibentuk pada tahun 2005, dengan aktivitas utama pertambangan dan perdagangan batubara, jasa kontraktor penambangan dan infrastruktur & logistik.Cadangan tertambang sekitar 3.984.000 MT, sedangkan target produksi sekitar 780.000 MT/Tahun I.4. Perijinan Perizinan PT. Mitra Perdana Coal dapat dilihat sebagai berikut : UPL UKL AMDAL STUDY KELAYAKAN (FS) SK.KP EKPLORASI SK.KP EKPLOITASI

Tugas Perencanaan Pertambangan 2010

Page 2

BAB II KEADAAN UMUM

II.1. Lokasi dan Luas Wilayah Lokasi berada di desa Pintun Payang Ara dengan kecamatan Karang Gunung Timang berkabupaten di Barito Utara provinsi Kalimantan Tengah, dengan luas keseluruhan adalah 2.182 hektar. II.2. Kesampaian Daerah dan Sarana Penghubung Setempat Wilayah Kuasa Penambangan Eksplorasi tersebut dapat ditempuh dari Banjarmasin dengan menggunakan kendaraan roda empat melalui kota Rantau (Kab. Tapin), Kota Kandangan (Ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan), Pantai Hambawang, Amuntai (Ibu Kota Kabupaten HSU), Ketua, Pasar Panas, Kota Tamiang Layang, Ampah, Patas dan Kandui selama kurang lebih 8 jam melalui jalan beraspal hingga Simpang Kubur, wilayah Kandui, kemudian perjalanan dapat dilanjutkan melalui jalan tanah hingga daerah penelitian sejauh kurang lebih 4 s/d 6 kilometer. Lokasi rencana jalan dari tambang sampai jalan raya kurang lebih 13 km berupa bukti-bukit relatif rendah dan lembah yang dangkal, oleh karena itu konstruksi jalan hanya memerlukan cut and fill sebagai dorong langsung dan sebagian diangkut. Sedangkan dari jalan raya menuju ke pelabuhan berjarak kurang lebih 32 km sudah ada badan jalan (bekas HPH) permukaan jalan relatif datar dan badan jalan tersebut terdiri dari tanah pasir, kondisi saat ini tidak bisa dilewati karena tertutup semak dan belukar. Pekerjaan jalan pada bagian ini relatif ringan yaitu hanya memerlukan Up-grade (Pembersihan semak belukar, pelebaran, penimbunan dibeberapa ruas jalan, pemasangan gorong-gorong, perkerasan, dan perbaikan selokan).

Tugas Perencanaan Pertambangan 2010

Page 3

Gambar 1. Lokasi Kesampaian Daerah II.3. Keadaan Lingkungan Daerah Daerah ini akan melintasi dua Kabupaten yaitu lokasi tambang dan sebagai jalan angkut adalah di Desa Pintun Payang Ara Kecamatan Karang Gunung Timang Kabupaten Barito Utara. Sedangkan pelabuhan dan sebagaian jalan menuju pelabuhan di Gunung Rantau masuk kabupaten Barito Selatan (lihat peta berikut ini) Rencana lahan untuk jalan adalah sebagian adalah milik negara (Eks Jalan HPH) dan sebagian adalah lahan milik masyarakat, pada prinsipnya pemilik lahan bersedia dibebaskan lahannya dengan harga yang dapat dinegosiasi. Dari observasi lapangan dan konsultasi dengan Dinas Kehutanan maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan RTRWP 2003 wilayah penyelidikan ini terdiri dari areal hutan produksi dan kawasan budidaya tanaman.Lahan perkebunan tersebut dikuasai oleh masyarakat dan diserahkan kepada Perusahaan untuk ditambang. Tugas Perencanaan Pertambangan 2010 Page 4

Secara prinsip baik pemerintah maupun masyarakat sekitarnya memberikan respon yang baik dan dukungan sepenuhnya terhadap

pembangunan jalan, pelabuhan dan infrastruktur lainnya.

Gambar 2. Rencana Jalan Angkut dan Lokasi Pelabuhan Batubara Penduduk disekitar areal penyelidikan terdiri dari suku dayak yang mayoritas sekitar 80 % yang bermukim dekat areal tambang dan jalan, hanya sebagian kecil suku Banjar, Bugis dan Jawa yang bermukim disekitar rencana pelabuhan Batubara. Kehidupan keagamaan didominasi oleh masyarakat yang menganut agama Hindu Kaharingan (80 %) sedang penganut agama lainnya (20 %) Adat istiadat dan kehidupan sosial budaya bagi penduduk pendatang telah berasimilasi dengan adat dan budaya Dayak, komunikasi sosial dan interaksi adat dan masing-masing etnis secara umum berlangsung baik dan saling

Tugas Perencanaan Pertambangan 2010

Page 5

pengertian dalam pergaulan sehari-hari maupun dalam wadah organisasi kemasyarakatan. Mata pencaharian penduduknya sebagian besar petani karet, berternak, buruh perkebunan Kelapa Sawit, Buruh perusahaan PT. Dwipa Makmur,

Pegawai Negeri, sebagian karyawan Perusahaan Batubara dan pengumpul hasil hutan. Kegiatan ekonomi terpusat di Kandui karena berada di Pinggir jalan raya dari Banjarmasin ke Muara Teweh dan relatif dekat dari Muara Teweh. Karena sebagian besar fasilitas seperti Bank, Pasar, Kantor Pemerintahan, Rumah Sakit, Toko Sparepart dan Bahan Makanan berada di Muara Teweh. Berdasarkan catatan medic yang ada di Puskesmas Pembantu di Ibukota Kecamatan di Ketahui bahwa penyakit yang dominan yang diderita oleh masyarakat setempat adalah penyakit infeksi kulit, infeksi usus, diare, penyakit sistem otot, penyakit kulit alergi, malaria dan asma. Untuk penderita penyakit yang parah pada umumnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum di Muara Teweh. II.3.1. Morfologi Topografi areal penyelidikan relatif datar sedangkan

morfologinya merupakan perbukitan rendah dan semakin rendah ke arah Sungai Barito.Perbukitan memanjang dari Selatan ke Utara sepanjang kurang lebih 4 km dengan rata-rata ketinggian 50 75 meter diatas permukaan laut.Rata-rata bukit tersebut tidak begitu ekstrim,

kemiringan lereng berkisar dari 15 % hingga 30 %.Pada beberapa lokasi dapat ditemukan pula lereng dengan slope hingga 35 persen.Hal ini ditenggarai terdapatnya beberapa patahan yang melewati disekitar daerah penelitian. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah penelitian atau di daerah sekitar lokasi penelitian adalah sungai kecil ordo 3 hingga ordo 5.Umumnya sungai-sungainya bermuara pada Sungai Barito (DAS Barito).Dibeberapa tempat bahkan kering bila musim kemarau.Sungaisungai ini pada umumnya berbentuk secara alami karena curah hujan pada perbukitan cukup tinggi. II.3.2. Iklim dan Curah Hujan Tugas Perencanaan Pertambangan 2010 Page 6

Iklim di areal tersebut adalah iklim tropis yang mengalami dua musim yaitu musim kemarau pada bulan Mei-Oktober dan musim hujan pada bulan November April. Lokasi daerah penelitian berada pada iklim tropis basah yang bercirikan dua pertukaran angin dan musim seperti umumnya terjadi di wilayah Indonesia, data curah hujan di daerah penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 1. Data Curah Hujan di Daerah Penelitian Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Total Jan 392 180 329 244 271 406 313 363 105 1.822 Feb 221 380 217 242 435 401 297 420 77 1.896 Mar 311 379 594 354 440 320 277 331 233 2.398 Apr 481 366 199 192 239 447 587 260 54 1.924 Mei 317 239 174 224 362 274 399 370 71 1.590 265 Nov 414 499 350 242 330 378 222 219 59 Juni 327 106 252 50 140 196 252 184 104 1.071 1.785 Des 222 433 297 360 576 453 385 485 95

Rata-rata 30.667 316 39.967 32.067 Tahun Juli Agust Sept Okt 2000 424 151 60 253 2001 35 28 312 260 2002 29 78 20 77 2003 199 119 205 279 2004 229 8 165 17 2005 31 141 136 291 2006 28 126 110 87 2007 205 147 128 234 2008 73 73 120 65 Sumber : Stasiun Meteorologi Muara Teweh

Dari data curah hujan diatas nampak pada bulan November sampai Juni Curah Hujan cukup tinggi jadi diperkirakan air sungai akan pasang dan banjir yang cukup besar dan memakai untuk dilewati Tugas Perencanaan Pertambangan 2010 Page 7

Tongkang Batubara yang berukuran besar sekalipun. Sebaliknya pada bulan Juli sampai Oktober ada kemungkinan pengapalan batubara akan menggunakan ton