MIGRASI Oleh :

download MIGRASI Oleh :

of 45

  • date post

    12-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of MIGRASI Oleh :

  • MOBILITAS PENDUDUKPertemuan ke 1,2,3,4

    MIGRASI

    Drs. CHOTIB, M.Sichotib@ldfeui.org

    Kajian Kependudukan dan KetenagakerjaanProgram PascasarjanaUniversitas Indonesia

  • . Konsep dan Definisi Migrasi (1)

    Migrasi salah satu dari tiga komponen dasar dalam demografi. Migrasi bersama dengan dua komponen lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi dinamika kependudukan di suatu wilayahTinjauan migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata

  • Konsep dan Definisi Migrasi (2)

    Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional).Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.

  • Jenis-jenis Migrasi (1)

    migrasi internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainmigrasi internal perpindahan yang terjadi dalam satu negara, misalnya antarpropinsi, antar kota/kabupaten, migrasi perdesaan ke perkotaan atau satuan administratif lainnya yang lebih rendah daripada tingkat kabupaten, seperti kecamatan, kelurahan dan seterusnya. Jenis migrasi yang terjadi antar unit administratif selama masih dalam satu negara

  • Jenis-jenis Migrasi (2)

    Digunakan batasan waktu untuk migran; Artinya seseorang dikatakan migran, jika dia tinggal di tempat yang baru atau berniat tinggal di tempat yang baru itu paling sedikit 6 bulan lamanya.

  • Jenis-jenis Migrasi (3)

    Mobilitas penduduk yang tidak bersifat menetap;a. Migrasi sirkuler atau migrasi musiman, yakni

    migrasi yang terjadi jika seseorang berpindah tempat tetapi tidak bermaksud menetap di tempat tujuan

    b. Migrasi ulang-alik (commuter) yakni orang yang setiap hari meninggalkan tempat tinggalnya pergi ke kota lain untuk bekerja atau berdagang dan sebagainya tetapi pulang pada sore harinya

  • Jenis-jenis Migrasi (4)

    Perhitungan angka migrasi biasanya didasarkan pada tiga kriteria;

    Pertama, life time migration (migrasi seumur hidup) yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai migran bila tempat tinggal waktu survei berbeda dengan tempa tinggal waktu lahirKedua, recent migration yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai migran bila tempat tinggal waktu survei berbeda dengan tempat tinggal lima tahun sebelum survei.

  • Jenis-jenis Migrasi (5)

    Ketiga, total migration (migrasi total), yang menyatakan bahwa seseorang dikatakan sebagai migran bila dia pernah bertempat tinggal di tempat yang berbeda dengan tempat tinggal waktu survei.

    Kriteria migrasi yang digunakan dalam modul adalah angka migasi risen (recent migration), karena lebih mencerminkan dinamika spasial penduduk antara daerah daripada migrasi seumur hidup (life time migration), yang relatif statisSedangkan migrasi total tidak dibahas karena definisinya tidak memasukkan batasan waktu antara tempat tinggal sekarang (waktu pencacahan) dan tempat tinggal terakhir sebelum tempat tinggal sekarang

  • Jenis-jenis Migrasi (6)

    Istilah lain yang berkaitan dengan konsep migrasi adalah;

    Urbanisasi (Urbanization), yaitu bertambahnya proporsi penduduk yang berdiam di daerah perkotaan yang disebabkan oleh pertambahan penduduk alami, perpindahan penduduk ke perkotaan dan/atau akibat dari perluasan daerah perkotaan

  • Jenis-jenis Migrasi (7)

    Transmigrasi (Transmigration) adalah salah satu bagian dari migrasi yang direncanakan oleh pemerintah maupun oleh sekelompok penduduk yang berangkat bermigrasi bersama-sama. Istilah ini memiliki arti yang sama dengan pemukiman kembali (resettlement) dalam literatur.

  • Jenis-jenis Migrasi (8)

    Transmigrasi adalah pemindahan dan/kepindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang ditetapkan di dalam wilayah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan negara atau karena alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan ketentuan yang diatur dalam undang-undang. Transmigrasi diIndonesia diatur dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 1972.

  • Jenis-jenis Migrasi (9)

    Untuk perhitungan angka migrasi, populasi yang dihitung adalah penduduk usia 5 tahun ke atas.Karena itu, dalam perhitungan angka migrasi menurut kelompok umur, penduduk usia 0-4 tahun datanya tidak tersediaUntuk mengatasi hal ini, khusus kelompok umur 0-4 tahun, digunakan data migrasi seumur hidup untuk penduduk berusia 0-4 tahun.

  • Sumber Data (1)

    Sumber data untuk migrasi perdesaan ke perkotaan adalah SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) 1995;

    Life Time Migration (Migrasi Seumur Hidup); Data Supas 1995

    Jenis Kelamin (03)Berapa Umur sekarang ? (05b)Propinsi/Kabupaten tempat tinggal sekarang (PropCode & Kab/Kod Code)Propinsi dan Kabupaten tempat lahir (04. Di Kabupaten/Kotamadya dan propinsi mana dilahirkan ?)P510

  • Sumber Data (2)

    Recent Migration (Migrasi Risen); untuk data Supas 1995

    Jenis Kelamin (03)Bulan dan tahun kelahiran (05)Propinsi/Kabupaten tempat tinggal sekarang (PropCode & Kab/Kod Code)Prop & Kab/Kod tempat tinggal lima tahun yang lalu(09)P514

  • Sumber Data (3)

    Total Migration (Migrasi Total)Modul SP 2000 :Jenis Kelamin (403)Umur (503)Propinsi dan Kabupaten tempat tinggal sekarang (101 & 102)Propinsi dan Kabupaten tempat tinggal terakhir sebelum tinggal di tempat di tempat tinggal sekarang (508prop dan 506kab)P509

  • Sumber Data (4)

    Migrasi Desa-KotaKarakteristik tempat tinggal pada saat pencacahan: P101 (1=kota; 2=desa)

    Karakteristik tempat tinggal lima tahun yang lalu: P514desa (1=kota; 2=kota)

  • Ukuran-Ukuran Migrasi

    1. Angka migrasi masuk (mi), yang menunjukkan banyaknya migran yang masuk per 1000 penduduk di suatu kabupaten/kota tujuan dalam satu tahun.

    2. Angka migrasi keluar (mo), yang menunjukkan banyaknya migran yang keluar dari suatu kabupaten/kota per 1000 penduduk di kabupaten/kota asal dalam satu tahun.

    3. Angka migrasi neto (mn), yaitu selisih banyaknya migran masuk dan keluar ke dan dari suatu kabupaten/kota per 1000 penduduk dalam satu tahun.

  • Kecenderungan dan Pola (1)

    Pada bagian ini disajikan pembahasan migrasi risen lima tahun antar propinsi berdasrkan SP 1980, 1990, dan 2000 serta SUPAS 1995 (Tabel 2). Gambaran pola mobilitas antar propinsi memperlihatkan bahwa pangsa terbesar arus migrasi di Indonesia utamanya didominasi oleh propinsi-propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung.

  • Kecenderungan dan Pola (2)

    Jawa Tengah dan Jawa Timur selalu memperlihatkan pola yang konsisten, yaitu sebagai daerah pengirim migran yang penting di Indonesia.Hal ini ditunjukkan dengan persentase migran risen keluar yang paling tinggi pada periode 1975-1980.

    Jawa Tengah (25,5%) Jawa Timur (16%)

    Pada periode 1985-1995 propinsi Jawa Barat mengalami perkembangan yang sangat signifikan, dimana lebih dari seperempat migran risen masuk menuju ke propinsi ini

  • Kecenderungan dan Pola (3)

    Perkembangan daerah metropolitan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) yang menjadikan Jawa Barat sebagai daerah yang terkena dampak tumpahan (spill-over effect)penduduk dari DKI Jakarta

  • Tabel 2. Distribusi Persentase Migrasi Risen Masuk dan Keluar Antarpropinsi di

    Indonesia: SP 1980, SP 1990, SUPAS 1995, dan SP 2000. SP 1980 SP 1990 SUPAS 1995 SP 2000 Propinsi

    Masuk Keluar Masuk Keluar Masuk Keluar Masuk Keluar NAD 1,37 0,79 1,07 0,96 0,67 1,16 0,19 1,96 Sumatera Utara 2,57 4,98 2,05 5,38 2,42 4,77 1,69 4,35 Sumatera Barat 2,50 4,30 2,46 3,35 3,25 3,47 1,29 2,84 Riau 2,65 1,51 4,67 1,80 3,46 3,03 6,34 1,11 Jambi 2,88 1,02 2,60 1,24 1,34 1,26 1,32 1,01 Sumatera Selatan 5,94 3,71 4,04 3,85 3,00 4,49 1,98 1,84 Bengkulu 1,80 0,45 1,58 0,55 1,55 0,86 0,83 0,43 Lampung 13,63 1,28 4,04 2,63 2,68 3,98 1,81 35,82 Kep. Bangka Belitung -- -- -- -- -- -- 34,46 0,41 DKI Jakarta 20,58 10,73 15,86 19,24 13,95 19,75 8,40 10,31 Jawa Barat 14,82 13,15 25,72 9,60 26,23 10,77 13,28 7,66 Jawa Tengah 4,93 25,50 7,33 22,46 8,26 17,57 4,24 12,34 DI Yogyakarta 2,65 2,05 3,08 2,34 3,88 2,66 2,36 1,57 Jawa Timur 5,46 16,02 6,26 12,54 10,29 9,85 2,16 6,42 Banten -- -- -- -- -- -- 7,52 2,52 Bali 1,00 1,47 1,26 1,09 1,37 1,09 1,03 0,57 Nusa Tenggara Barat 0,70 1,09 0,71 0,71 1,08 0,84 0,68 0,62 Nusa Tenggara Timur 0,70 0,97 0,52 0,88 0,77 1,04 0,33 0,67 Timor Timur 0,00 0,11 0,50 0,26 0,50 0,30 * * Kalimantan Barat 1,06 0,80 0,83 0,87 1,05 0,82 0,59 0,55 Kalimantan Tengah 1,33 0,45 1,50 0,72 0,86 1,03 1,51 0,30 Kalimantan Selatan 1,66 1,29 1,87 1,48 1,62 1,35 1,07 0,76 Kalimantan Timur 3,02 0,57 3,70 1,32 3,25 1,82 1,86 0,52 Sulawesi Utara 1,22 1,07 0,66 0,99 0,51 1,16 0,65 0,47 Sulawesi Tengah 2,24 0,49 1,33 0,54 1,66 0,67 0,91 0,37 Sulawesi Selatan 1,75 4,15 2,27 3,12 3,22 3,58 0,92 2,06 Sulawesi Tenggara 1,37 0,83 1,35 0,71 1,34 0,93 1,30 0,27 Gorontalo -- -- -- -- -- -- 0,11 0,41 Maluku 1,26 0,76 1,31 0,75 0,54 1,10 0,22 1,13 Maluku Utara -- -- -- -- -- -- 0,18 0,35 Papua 0,26 0,45 1,40 0,61 1,25 0,64 0,77 0,37 Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Keterangan : -- Propinsi baru dan * sudah bukan merupakan bagian dari Republik Indonesia.

  • Hukum Migrasi Ravenstein(1)

    Migrasi dan jarak. Tingkat migrasi antara dua titik akanberhubungan terbalik dengan jarak di antara kedua titik tersebut. Migran yang melakukan perjalanan jarak jauh cenderung menujupusat-pusat industri.Migrasi bertahap. Penduduk daerah pedesaan yang langsungberbatasan dengan kota ya