Microsoft Word (Buku)

download Microsoft Word (Buku)

of 75

  • date post

    04-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    232
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Microsoft Word (Buku)

PAGE 74

KECAMATAN GARUNG

0

10

20

30

40

50

60

KETHOPRAKKUDA LUMPINGMUSIKREBANASENI LUKISSENI TARI

JENIS KESENIAN

JUMLAH

LAPORAN KEMAJUAN PENELITIANHIBAH BERSAING TAHUN PERTAMA

MODEL-MODEL PENGEMBANGAN ATRAKSI KESENIAN TRADISIONAL WONOSOBO, SEBAGAI STRATEGI PEMAHAMAN WAWASAN WISATA MASYARAKAT LOKAL

OlehDrs. Suharyo, M.Hum.

Dr. Agus Maladi Irianto, M.A.

Wahyudi, S.Kom.Fakultas Ilmu Budaya

Universitas DiponegoroLEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS DIPONEGORO

Oktober 2010LAPORAN KEMAJUAN PENELITIANHIBAH BERSAING TAHUN PERTAMAKategori : Seni dan BudayaTahun: 2010Universitas : DiponegoroFakultas: FIBNama Peneliti : Drs. Suharyo, M.Hum.

I. KETERANGAN UMUM

1. Judul Penelitian:

MODEL-MODEL PENGEMBANGAN ATRAKSI KESENIAN TRADISIONAL WONOSOBO, SEBAGAI STRATEGI PEMAHAMAN WAWASAN WISATA MASYARAKAT LOKAL2. Ketua Peneliti:

a. Nama Lengkap dan Gelar: Drs. Suharyo, M.Hum.

b. Jenis Kelamin : Laki-laki

c. Golongan/Pangkat/NIP : III-c/Penata/196107101989031003d. Jabatan Fungsional : Lektor

e. Fakultas/Jurusan : Ilmu Budaya / Sastra Indonesia

3. Anggota Peneliti

No.Nama dan GelarBidang KeahlianTugas dalam penelitian

1.Dr. Agus Maladi I., M.Hum.Antropologi Membantu ketua mengolah data dan pembuatan laporan

2.Wahyudi, S.Kom.KomputerMembantu ketua dalam pengolahan data

4. Dibiayai Melalui Proyek : DIKTI Tahun 2010a. Nomor Kontrak

:

b. Tanggal Kontrak

:

5. Jumlah Biaya Penelitian : Rp 40.000.000,-

(Empat puluh lima juta rupiah)6. Jangka Waktu Penelitian : 10 (sepuluh) bulan

a. Dari Tanggal

: Februari 2010

b. Sampai Tanggal

: Nopember 20107. Lokasi Penelitian

1) Kantor Camat GarungJl. Dieng No. 1 Garung

2) Kantor Camat Wadaslintang

Jl. Raya Wadaslintang No. 1 Wadaslintang

3) Kantor Camat Sukoharjo

Jl. Raya Sukoharjo No. 24 Sukoharjo

4) Kantor Camat Sapuran

Jl. Purworejo No. 51 Sapuran

5) Kantor Camat Wonosobo

Jl. A. Yani No. 10 A Wonosobo

6) Kantor Camat Kaliwiro

Jl. Wonosobo-Prembun KM 24 Kaliwiro

7) Kantor Camat Kejajar

Jl. Dieng KM 17 Kejajar

8) Kantor Camat Kalibawang

Jl. Raya Kalibawang Kalibawang9) Kantor Camat Selomerto10) Kantor Camat LeksonoJl. Manggis No. 1 Leksono

11) Kantor Lurah KaliangetJl. Dieng KM 03 Wonosobo

12) Kantor Camat Mojotengah13) Komunitas Air Gunung

II. KETERANGAN KHUSUS

1. Persiapan yang telah dilakukan

a. Mempersiapkan rancangan penelitianb. Mengadakan hubungan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Wonosbo dan Kantor Camat c. Mempersiapkan Instrumen Penelitian

2. Kegiatan Operasional di Lapangan yang telah dilakukana. Penelitian dilaksanakan sesuai dengan proposal. Menurut jangka waktu, maka penelitian sudah berjalan hingga 50%. b. Tahapan analisis belum dilakukan secara menyeluruh. Analisis data dilakukan setelah pengambilan data di lapangan selesai.

3. Permasalahan dan solusiKeterlambatan pencairan dana. Dapat diatasi dengan menanggulangi terlebih dahulu.4. Penilaian umum

a. Secara umum penelitian ini telah berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Permasalahan yang dihadapi bersifat teknis dan dapat diatasi secara mandiri.b. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan 50%.

c. Diharapkan awal November 2010 dapat selesai sesuai dengan rencana.

5. Rencana dan Jadwal kegiatan berikutnyaNama KegiatanBulan

78910

Persiapan

Kajian Pustaka

Penelitian Lapangan(

Analsis Temuan Lapangan((

Desain cover dan layout buku saku pariwisata((

Cetak buku saku pariwisata(

Penulisan dan pengiriman jurnal terakreditasi ((

Pembuatan Laporan((

Semarang, Mengetahui,

Ketua Peneliti,

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,

Prof. Drs. Imam Ghozali, M.Com.,Akt.,Ph.D.Drs. Suharyo, M.Hum.

NIP 195808161986031002NIP. 196107101989031003ABSTRAK

Wonosobo dikenal sebagai daerah pegunungan yang menyimpan aset wisata alam yang sudah cukup dikenal wisatawan, baik di dalam dan luar negeri. Keunggulan objek wisata alam tersebut, idealnya masih harus banyak dikembangkan lagi. Terutama, dukungan masyarakat lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari objek wisata tersebut. Salah satu di antaranya adalah atraksi kesenian tradisonal yang merupakan bagian dari kebutuhan integratif masyarakat setempat. Sebagai kebutuhan integratif, kesenian tradisional bagi masyarakat Wonosobo yang sebagian besar bermatapencaharian di dunia pertanian akan tetap dipertahankan sepanjang kesenian tersebut mampu menampung pandangan, aspirasi, dan gagasan mereka. Kebutuhan akan pengembangan pariwisata di wilayah ini akan sejalan, jika didukung dengan pandangan, aspirasi, dan gagasan masyarakat setempat. Dari sinilah perlu ditemukan model-model pengembangan atraksi kesenian tradisional yang ada di wilayah wonosobo, sebagai strategi pemahaman wawasan wisata masyarakat lokal.

Tujuan penelitian ini secara garis besar diarahkan kepada dua hal. Pertama, memberikan wawasan baru tentang strategi dan pengembangan objek wisata alam yang sejalan dengan asset kesenian yang dimiliki masyarakat lokal, baik menyangkut sistem menejemen maupun penanaman kesadaran tentang potensi yang dimiliki kawasan tersebut. Kedua, menerapkan model-model pendekatan partisipatif bagi masyarakat lokal dalam rangka menyusun kebijakan pembangunan daerah, khususnya pengembangan kawasan wisata.

Untuk mendukung kegiatan tersebut maka langkah kerja (metodologi) yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama diperlukan pengkajian secara komprehensif, baik tentang kognisi, kodisi sosial budaya, serta persepsi dan respons masyarakat lokal tentang dunia kepariwisataan. Untuk mendapatkan data tersebut bisa dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Kedua, tahap berikut secara partisipatif membentuk kelompok relawan yang berasal dari masyarakat lokal untuk menjadi ujung tombak pegembangan paradigma berfikir masyarakat lokal, baik tentang potensi pariwisata yang dimiliki, maupun strategi pegembangan dan sistem menejemen yang efektif. Pembentukan kelompok relawan ini akan direkrut dari para praktisi wisata, tokoh kesenian, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh-tokoh strategis lokal lainnya.

Bab I

PENDAHULUAN

I.A. Latar Belakang

KOTA Wonosobo adalah kota pegunungan yang konon berasal dari kata Bahasa Jawa wana (hutan) dan saba (didatangi). Artinya, kota itu tumbuh dan berkembang lantaran sejumlah orang (luar) yang datang dan menghuni hutan pengunungan tersebut. Kota ini merupakan salah satu kabapaten yang termasuk dalam Karesidenan Kedu dan menjadi bagian Propinsi Jawa Tengah yang terletak di lereng beberapa gunung dan pegunungan, seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Prahu, Bismo, serta pegunungan Telomoyo, Tampomas, serta Songgoriti. Oleh karena letaknya di pegunungan itulah, maka kesuburan tanahnya amat tinggi. Kesuburan tanah itu sangat berpengaruh terhadap potensi pertanian dan perkebunan di Wonosobo, sehingga dunia pertanian dan perkebunan merupakan sumber penghasilan penting bagi Wonosobo.

Di sisi lain Kabupaten Wonosobo mempunyai banyak objek wisata, di antaranya Dataran Tinggi Dieng, Telaga Warna, Telaga Pengilon dan Gua Semar, Kawah Sikendang, Tuk Bimolukar, Agro Wisata Tambi, Telaga Menjer dan berbagai objek wisata lainnya. Selain itu, Wonosobo juga kaya akan kesenian tradisiona, sayangnya hanya sekadar ditampilkan pada acara perayaan khusus seperti HUT kemerdekaan RI, perhelatan warga masyarakat sekitarnya, dan jarang dijadikan pendukung asset wisata setempat.

Keunggulan objek wisata alam tersebut, idealnya masih harus banyak dikembangkan lagi. Terutama, dukungan masyarakat lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari objek wisata tersebut. Salah satu di antaranya adalah atraksi kesenian tradisonal yang merupakan bagian dari kebutuhan integratif masyarakat setempat. Sebagai kebutuhan integratif, kesenian tradisional bagi masyarakat Wonosobo akan tetap dipertahankan sepanjang kesenian tersebut mampu menampung pandangan, aspirasi, dan gagasan mereka. Kebutuhan akan pengembangan pariwisata di wilayah ini akan sejalan, jika didukung dengan pandangan, aspirasi, dan gagasan masyarakat setempat. Dari sinilah perlu ditemukan model-model pengembangan atraksi kesenian tradisional yang ada di wilayah wonosobo, sebagai strategi pemahamanan wawasan wisata masyarakat lokal.

I. B.Tujuan Khusus:a. Memperbaiki paradigma berfikir masyarakat lokal tentang pentingnya pariwisata sebagai bentuk konkrit kegiatan yang sejalan dengan tri darma perguruan tinggi terhadap pengabdian masyarakat.

b. Memberikan wawasan baru tentang strategi dan pengembangan objek wisata alam yang sejalan dengan asset kesenian yang dimiliki masyarakat lokal, baik menyangkut sistem manajemen maupun penanaman kesadaran tentang potensi wisata yang dimiliki kawasan tersebut.

c. Menerapkan model-model pendekatan partisipatif bagi masyarakat lokal dalam rangka menyusun kebijakan pembangunan daerah, khususnya pengembangan atraksi dan wawasan wisata.

I.C. Urgensi Penelitian

Persaingan global menuntut adanya modernisasi di sektor pariwisata. Hal itu perlu dilakukan agar wisatawan bersedia berkunjung dan merasa kerasan di kota yang dikunjunginya. Tak terkecuali dengan Kabupaten Wonosobo yang menyimpan objek wisata yang cukup banyak, misalnya Dataran Tinggi Dieng, Telaga Warna, Telaga Pengilon dan Gua Semar, Kawah Sikendang, Tuk Bimolukar, Agro Wisata Tambi, Telaga Menjer dan berbagai objek wisata lainnya. Permasalahan