METODE PERAKITAN [Autosaved]

download METODE PERAKITAN [Autosaved]

of 9

  • date post

    11-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    69
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of METODE PERAKITAN [Autosaved]

METODE PERAKITAN

Persiapan Perakitan Jembatan Bongkar peti-peti packing dan cocokan isi peti dengan packing list yang terlampir. Periksa semua bahan yang perlu disediakan dilapangan. Siapkan semua alat bantu yang diperlukan Baca buku pedoman secara menyeluruh untuk mendapatkan gambaran cara pemasangan Periksa mur baut sesuai ukurannya masing-masing, dan pisahkan menurut jenisnya.

Langkah Menyiapkan Pondasi Arah jembatan diusahakan tegak lurus dengan aliran sungai Letakkan bangunan bawah blok angkur pada bagian tanah yang sudah stabil. Jarak bangunan bawah dari tepi sungai harus cukup aman terhadap erosi atau tanah longsor dengan jarak +5,00 meter dari bibir sungai.

Pondasi Pondasi Tiang Pancang (Pile Fondation) Pondasi tiang pancang popular dipergunakan di Indonesia karena pelaksanaannya yang relatif mudah dan sesuai dengan kebanyakan kondisi tanah di Indonesia. Demikian juga jenis pondasi tiang pancang ini tahan terhadap penggerusan aliran sungai/aliran air mengingat pemancangan tiang mencapai titik dalam,

Abutmen Pelaksanaan pembuatan pier head/ pile cap dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pembuatan bekisting, pembesian, dan pengecoran. Pengecoran dilakukan dalam dua tahap, yaitu bagian bawah pier dan bagian atas pier. Loading dari dek diterapkan untuk abutment melalui bantalan. Maksimum beban bantalan vertikal diperoleh dari analisis dek. Beban ini, bersamasama dengan jenis pengekangan yang dibutuhkan untuk mendukung geladak, akan menentukan jenis bantalan yang disediakan. Elastomer Bearing Pads / Bantalan adalah karet jembatan yang merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan jembatan, yang berfungsi sebagai alat peredam benturan antara jembatan dengan pondasi utama.

Struktur Pelengkung (Arch) Metode pemasangan struktur pelengkung (arch) dengan cara dibuat per segmen arch, dari ujung jembatan sampai dengan ke puncak arch ditengah. Menggunakan sistem kabel pemasangannya. pelengkung beton dilaksanakan dengan segmen pracetak dalam sistem kantilever terjepit yang menggunakan kabel eksternal sementara untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan selama pelaksanaan.

Kabel (Hangger) Dalam metode kantilever, baik kabel utama dan bantu yang digunakan untuk menjaga stabilitas dan menyeimbangkan selama konstruksi. Kabel ini tinggal dikendalikan oleh mesin kerek.

Box Girder Sesuai untuk kebutuhan bentang panjang, maka dipilihlah metode balance cantilever. Metode pengecoran box girder adalah menggunakan form traveller, yang terdiri dari sistem trust stimuler utama, sistem bottom basket, sistem suspensi, sistem form work, sistem anchoring dan sistem gerak.

Deck Pemasangan segmen deck terdiri dari beberapa segmen yang dipasangkan secara bergantian. Dilaksanakan mulai dari ujung-ujung jembatan sampai ke as dari bentang jembatan arch bridge. Pekerjaan plat lantai jembatan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: tahap persiapan, pembesian lantai, dan pengecoran plat lantai.

Pemeriksaan & Testing Periksa kembali ukuran-ukuran jembatan yang jelas, buat daftar penyimpangan penyimpangan yang terjadi, kemudian dibuat gambar jembatan terpasang (As Built Drawing). Dokumen ini disimpan baikbaik mungkin akan berguna dikemudian hari. Periksa kembali kekencangan baut maupun klem-klem kabel. Periksa kabel utama apakah telah berada pada kedudukan kabel (sadel) dengan tepat dan lumasilah dengan gemuk untuk mengurangi keausan akibat gesekan. Periksa kembali elevasi jembatan dan atur sesuai elevasi yang direncanakan Periksa goyangan jembatan, dengan mengecek kekencangan ikatan angin Cat kembali bagian-bagian yang lecet akibat pelaksanaan pemasangan. Adakan uji pembebanan sederhana dengan uji beban 350 kg/m2.