Mengapa Meninggalkan Aku Eli, Eli, lama sabakhtani

download Mengapa Meninggalkan Aku Eli, Eli, lama sabakhtani

If you can't read please download the document

  • date post

    29-May-2015
  • Category

    Spiritual

  • view

    302
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Mengapa Meninggalkan Aku Eli, Eli, lama sabakhtani

  • 1. Slamet Wiyono

2. Kontras 1: Terang yang Diliputi Kegelapan 3. Kontras 1: Terang yang Diliputi Kegelapan 4. Kontras 1: Terang yang Diliputi Kegelapan 5. Kontras 1: Terang yang Diliputi Kegelapan 6. Kontras 1: Terang yang Diliputi Kegelapan 7. Kontras 1: Terang yang Diliputi Kegelapan 8. Kontras 2: Dikasihi Tapi Ditinggalkan Kontras 2: Dikasihi Tapi Ditinggalkan 9. Kontras 2: Dikasihi Tapi Ditinggalkan 10. Kontras 2: Dikasihi Tapi Ditinggalkan 11. Kontras 2: Dikasihi Tapi Ditinggalkan 12. Kontras 3: Minta Roti Diberi Batu? 13. Kontras 3: Minta Roti Diberi Batu? 14. Kontras 3: Minta Roti Diberi Batu? 15. Kontras 3: Minta Roti Diberi Batu? Allah Bekerja dalam BATU Allah dapat merancang BATU, (hal buruk/kejahatan) manusia menjadi jalan bagi rencana ROTINya. Sulit dipahami! Bagaimana mungkin Allah bisa menggunakan perbuatan jahat manusia BATU sebagai sarana ROTI 16. Kontras 3: Minta Roti Diberi Batu? Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku. Menurut manusia ini adalah ekspresi Ular/batu; tapi bagi Allah itu adalah Roti terbesar, Anugerah yang paling dibutuhkan manusia. Allah setia kepada Rancangan ROTI Nya; meski salah paham mengertinya. 17. Disana Sang Terang, pemilik Terang, rela diselimuti kegelapan demi menjadikan kita penerang di dunia. Disana Anak Tunggal Bapa rela terpisah dengan BapaNya demi menyatukan kita yang berdosa dengan Bapa. Disana dalam ketaatan sempurna Kristus rela mendapat BATU, demi memberikan kita, manusia berdosa ROTI Sejati. Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku. 18. Berbagai pengalaman terlewati setiap hari. Ada pengalaman suka, ada pula pengalaman duka. Tak jarang diantaranya orang merasa Tuhan seperti telah meninggalkan dia. Kita seperti dibiarkan sendiri menjalani persoalan hidup ini. Tapi apapun itu, niscaya kelak kita akan mengerti, bahwa di setiap kesedihan yang dialami, ada harapan menanti. Setiap kesulitan yang dialami adalah bagian dari ROTI yang Tuhan sediakan. Bagian dari cara Tuhan memelihara kita sekalian. Untuk itu Kristus telah memberi teladan! Dia yang mampu menghadirkan sukacita Rela merasai derita. Dia yang punya kuasa, rela menanggung dera, demi kita Manusia Berdosa. Amin.