Menelusuri Orchad Road- Menghitung Kehebatan Singapura

download Menelusuri Orchad Road- Menghitung Kehebatan Singapura

of 181

  • date post

    28-Oct-2014
  • Category

    Education

  • view

    78
  • download

    21

Embed Size (px)

description

Menelusuri Orchad Road- Menghitung Kehebatan Singapura

Transcript of Menelusuri Orchad Road- Menghitung Kehebatan Singapura

  • 1. Menelusuri Orchad Road Menghitung Kehebatan SingapuraOleh: Marjohan. M.Pd (Guru Berprestasi Indonesia)1

2. DAFTAR ISI I. Melintasi Selat Malaka A. Sebuah Kesempatan B. Menyusuri Bumi Malaysia C. Lebih Dekat Dengan Malaysia II. Singapura Sekilas Pandang A. Geografi dan Sejarah Singapura B. Dari Johor Baru Menuju Singapura C. Harga Akomodasi D. Pemandu Wisata Singapura E. Makna Setetes Air III. Menelusuri Singapura A. Menginjak Bumi Singapura B. Lebih Dekat Dengan Singapura C. Apa Guna Pendidikan (?) D. Memaksimalkan Potensi Sekolah E. Sekolah Nyaman Bikin Siswa Pintar F. Posisi Kualitas Pendidikan Singapura G. Naik MRT IV. Mereka Menjadi Hebat A. Pengalaman Menjadi Mahasiswa Singapura B.Profesi Guru Cukup Bergengsi C. Parenting- Orang Tua Sebagai Guru D. Dilarang Membuang Sampah ! E. Learning Centre Yang Mencerdaskan F. Restoran Singapura dan Anti Mubazir Makanan G. Agama Islam di Kota Merlion H. Ikut Pergi Shopping V. Kebiasan Positif Di Singapura A. No Smoking and No Littering B. Suka Kerja Keras C. Budaya Antri D. Budaya Suka Membaca. VI. Good Bye Singapore A. Melaju Ke Luar Singapura B. Menuju Malaka C. Kembali Ke Sumatera2 3. KATA PENGANTAR Singapura adalah kota dan sekaligus sebuah negara yang sangat populer. Luas negara ini sangat kecil, hanya bisa dikelilingi dalam waktu beberapa menit saja. Ukuran yang kecil tidak membuat ia tak berdaya atau lemah. Singapura selalu memacu untuk membangun infrastrukturnya. Kini Singapura merupakan negara yang terhebat dan disegani di dunia. Dan banyak bangsa belajar darinya. Penulis merasa beruntung bisa berkunjung ke negara kecil nan tertib ini. Kunjungan ini dalam rangka pemberian reward bagi penulis dan juga buat warga yang berprestasi oleh Pemda Kab. Tanah Datar dalam bentuk program studi banding ke negara Singapura dan Malaysia. Tentu saja kunjungan tersebut amat berharga dan sebagai seorang guru, penulis tertarik untuk melihat langsung bukti bukti keberhasilannya, negara kota ini memang sangat bersih, rapi dan disiplin. Hasil pengamatan langsung dan informasi dari berbagai sumber (dari orang dan cyber/internet) semua dirangkum ke dalam buku catatan perjalanan. Selanjutnya catatan tersebut diolah menjadi naskah buku dengan judul: Menelusuri Orchad Road- Menghitung Kehebatan Singapura. Buku kecil ini diharapkan bisa memberi motivasi pada generasi muda, pelajar, para guru dan orang tua dan bagi siapa saja. Sebagaimana kata pepatah bahwa tiada gading yang tidak retak. Maka saran dan kritikan yang membangun dari pembaca dapat disampaikan melalui email: marjohanusman@yahoo.com. Atas kebaikan hati pembaca maka kami ucapkan terima kasih. Batusangkar, September, 2013 Marjohan, M.Pd3 4. I. Melintasi Selat Malaka4 5. A. Sebuah Kesempatan 1. Persiapan Dokumen Aku tidak memikirkan kalau aku harus ikut studi banding, suatu hari Bapak H. Rosfairil (Kepala SMA Negeri 3 Batusangkar) memberi sinyal kalau sudah waktu bagiku untuk tahu apakah aku berangkat atau tidak. Maka Bapak H. Rosfairil melakukan kontak telepon ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar. Namun saat itu ada sinyal buatku untuk bergabung, namun belum lagi diumumkan secara resmi, baru sebatas info dari mulut ke mulut (tidak resmi). Kemudian, suatu hari secara tiba-tiba, aku diminta untuk melengkapi bahan yang diperlukan oleh kantor imigrasi seperti kartu nikah, KTP, kartu keluarga, ijazah, akta kelahiran, surat izin dari istri dan juga materai Rp. 6.000 (tiga lembar). Semua bahan dokumen ini diserahkan ke Kantor Dinas Pendidikan di Pagaruyung. Di sana aku juga berjumpa dengan beberapa orang guru yang juga mau berangkat studi banding. Setiap dokumen yang asli harus ada fotocopinya. Aku dan dan juga perlu tahu tentang persyaratan membuat dokumen menuju luar negeri. Setelah melengkapi dan menyerahkan dokumen maka kami harus menunggu proses selanjutnya. Ya terasa cukup lama dan setelah dua atau tiga minggu, ada perintah untuk pengumpulan bahan dokumen- untuk verifikasi. Panitia studi banding mengirim pesan melalui SMS kepada semua peserta. Hingga semua peserta comparative study (studi banding) berkumpul di aula Dinas Pendidikan di Pagaruyung- Batusangkar. Untuk memudahkan manajemen maka panitia studi banding membagi peserta atas 6 kelompok. Aku sendiri berada dalam kelompok 3 dan sekaligus5 6. menjadi guru pembimbing. Saat itu semua peserta mengisi blanko yang diminta oleh Kantor Imigrasi dan dibutuhkan tiga lembar materai untuk di tempel pada dokumen aslinya. Di antara peserta tentu saja sudah mulai bersosialisasi- saling berkenalan. Aku saat itu baru mengenal beberapa orang anggota rombongan. Bersamanya juga ada dua orang siswanya sendiri (dari SMA Negeri 3 Batusangkar) yaitu Fauzi. Ia ikut pergi ke negara jiran sebagai reward- penghargaan atas prestasi sebagai siswa jago Kimia tingkat Sumbar. Kemudian Mayang Berliana, ia juga memperoleh reward atas prestasinya sebagai juara umum di SMAN 3 Batusangkar. Yang lain adalah Fitria Rahmadani juga ikut, namun ia telah memiliki passport.2. Menuju Imigrasi Bukittinggi Suatu hari kami memperoleh SMS bahwa semua peserta grup 3 diminta untuk hadir jam 8.00 wib di Kantor Dinas Pendidikan. Mereka akan berangkat menuju kantor Imigrasi di Bukit Tinggi menggunakan bus Pemda Tanah Datar untuk menggurus penerbitan pass port secara kolektif. Saat itu peserta sudah mulai terlihat jelas siapa saja dan dari mana saja. Mereka adalah siswa yang berasal dari juara umum Kecamatan untuk siswa SD, terus dari MTsN, SMP, SMK, MA dan SMA di Kabupaten Tanah Datar. Juga ada guru berprestasi lainnya, siswa yang masih dibawah umur 17 tahun, musti didampingi oleh orang tua mereka. Setelah satu jam dari Batusangkar, akhirnya bus Pemda tiba di Kantor Imigrasi, Di Belakang Balok Bukittinggi. Gedung kantor imigrasi terlihat biasa-6 7. biasa saja, namun terlihat cukup bersih. Pengunjung yang datang, ada orang-orang desa, mereka datang untuk mengurus pasport buat pergi umrah ke Mekkah, juga ada rombongan anak-anak pramuka dari Pesantren Al-Hira (Padang Panjang) jumlah mereka cukup banyak. Mereka akan mengikuti kegiatan pramuka di Malaysia dan setiap peserta membayar seribu dollar (apakah Dollar Amerika, Australia atau Dollar Singapura). By the way ikut kegiatan pramuka punya manfaat. Rombongan dari Tanah Datar (peserta Comparative study) juga cukup banyak di gedung tersebut. Saat rombongan kami tiba belum banyak aktivitas di kantor tersebut, namun kami datang lebih cepat dan berharap bisa urusan cepat selesai. Pertama kami antrian menunggu panggilan untuk pengambilan dokumen asli, setelah itu membayar biaya pembuatan paspor pada loket kasir. Kami harus menunggu beberapa saat untuk proses selanjutnya. Biaya pembuatan pasport ditanggung oleh Pemda Tanah Datar, masingmasing memperoleh Rp. 270.000, dengan rincian untuk biaya pembuatan pasport Rp. 255.000, dan sisanya buat beli minuman. Satu per satu anggota rombongan kami dipanggil untuk pemotretan dan setelah semua selsai rombongan mencari kuliner untuk mengisi perut yang lapar dan setelah itu kami kembali berangkat menuju Batusangkar. Katanya bahwa urusan passport dan dokumen lainnya sudah selesai. Kami semua kembali ke Batusangkar. Kami kembali berkumpul untuk memperoleh pembekalan pengalaman tentang keimigrasian dan melancong ke luar negeri. Pada umumnya peserta studi banding (guru dan siswa) belum pernah melakukan kunjungan ke Malaysia dan Singapore. Penyelenggara kegiatan ini adalah dari Dinas Pendidikan Tanah Datar7 8. dan dari biro perjalanan JAP (Jalur Angkasa Prima). Mereka merasa perlu untuk memberi pembekalan pengalaman bagaimana dan mengapa dengan negara Malaysia dan Singapura- bagaimana kultur, politik dan budaya mereka. Bapak Mardalius, kepala sub bidang Dinas Pendidikan Tanah Datar, mengatakan bahwa Pemda Tanah Datar menyediakan anggaran sekitar Rp. 500 juta untuk membiaya studi comparative siswa dan guru berprestasi tersebut. Mereka terdiri dari anak-anak juara umum di Kecamatan, dan juara umum di sekolah bagi siswa tingkat SLTP dan SLTA dan juga guru-guru pilihan atau guru berprestasi. Dana yang dianggarkan tersebut merupakan reward bagi warga Tanah Datar dari segi pendidikan, tentu saja penganggaran ini telah disetujui oleh DPRD dan Pemerintah Tanah Datar. Dapat dikatakan bahwa dalam kegiatan tersebut guru-guru juga berfungsi sebagai unsur pembimbing dan mereka perlu memberikan perhatian atas keselamatan dan kesehatan siswa. Oleh karena ini dalam rombongan sekarang (studi banding yang ke 5) juga ikut seorang dokter yang berprestasi (Dr. Susi Julianti, dari Dinas Kesehatan Kecamatan Limo Kaum) untuk tingkat Sumatera Barat.3. Menunggu Waktu Kegiatan studi banding kali ini, pada mulanya direncanakan sebelum lebaran haji yang jatuh tanggal 6 November, namun diundur menjadi tanggal 17 November. Dikatakan bahwa semua pasport sudah selesai dan siap dibagikan. Passport adalah sebagai dokumen atau identitas seseorang yang ingin berpergian ke negara lain dan paspor akan distempel di bahagian keimigrasian di Bandara8 9. Internasional Minangkabau dan bandara kedatangan Malaysia. Atau pasport distempel oleh pihak imigrasi saat keluar dan saat masuk suatu negara. Penanggung jawab kegiatan ini memberi pesan pada kami bahwa selama berada di luar negeri, paspor musti ada pada diri kita. Kalau paspor kita hilang (dokumen penting ini) maka kita tidak bisa meninggalkan suatu negara, kita malah akan ditahan oleh pihak imigrasi dan polisi dan dianggap sebagai warga illegal. Dewasa ini negara Malaysia sudah maju, dan Singapura lebih maju lagi. Orang-orang di negara tersebut lebih teliti dan disiplin. Fenomena teliti tersebut bisa cenderung menjadi karakter pencuriga. Kadang-kadang karakter curiga sering dijumpai pada petugas imigrasi di bandara terhadap orang-orang yang membawa barang/tentengan yang berlebihan. Mereka bisa dicurigai, misalnya memperoleh titipan drug atau narkoba dari seseorang. Untuk itu disarankan agar siapa saja yang berkunjung ke luar negeri dan melewati kantor atau petugas immigrasi agar tidak mudah meneri