Memori Kasasi

download Memori Kasasi

of 36

  • date post

    13-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    459
  • download

    36

Embed Size (px)

Transcript of Memori Kasasi

KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA SELATAN UNTUK KEADILAN

MEMORI KASASI

TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA SELATAN NO.1488/Pid.B/2008/PN.Jkt.Sel TANGGAL 31 DESEMBER 2008

Dokumentasi Perkara Muchdi Pr, KASUM, 2009

1

KEJAKSAAN NEGERI JAKARTA SELATAN Jl.Rambai No.1 Kebayoran Baru JAKARTA Perihal: Memori Kasasi Jaksa Penuntut Umum Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No:1488/Pid.B/2008/ PN.Jkt.Sel atas namaTerdakwa H.MUCHDI PURWOPRANJONO

P- 47

Jakarta, 23 Januari 2009

Kepada Yth : KETUA MAHKAMAH AGUNG RI Melalui : Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Di JAKARTA

Mengingat Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.1488/Pid.B/2008/PN.Jkt.Sel tanggal 31 Desember 2008, atas nama Terdakwa : Nama Tempat Umur/Tanggal Lahir Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat tinggal : H. MUCHDI PURWOPRANJONO : Yogyakarta : 14 April 1949 : Laki-Laki : Indonesia : Jl. Darmawangsa X No. 76, RT/RW 009/008, Cipete Utara Kebayoran Baru-Jakarta Selatan atau Jl. Brawijaya III No. 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan : Islam : Purn TNI-AD/Mantan Deputi V BIN : Akabri

Agama Pekerjaan Pendidikan

Bahwa Terdakwa diajukan ke Persidangan didakwa melakukan tindak pidana dengan dakwaan: Pertama Melanggar Pasal 55 Ayat (1) ke-2 jo Pasal 340 KUHP Atau ; Kedua Melanggar Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 340 KUHP Dengan Amar Putusan sebagai berikut:

Dokumentasi Perkara Muchdi Pr, KASUM, 2009

2

1. 2. 3. 4. 5.

Menyatakan Terdakwa H. MUCHDI PURWOPRANJONO tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan kepadanya ; Membebaskan Terdakwa tersebut oleh karena itu dari semua dakwaan tersebut ; Memulihkan hak Terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya ; Memerintahkan agar Terdakwa dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan ; Menetapkan barang bukti berupa : Buku kas kuarto yang disita dari Budi Santoso dikembalikan kepada BUDI SANTOSO; HP NOKIA yang disita dari Wisnu Dipoyono Budi dikembalikan kepada Wisnu Dipoyono Budi ; Hard Disk staf Deputy V BIN yang disita dari Wild an Sagi dikembalikan kepada Wildan Sagi; Hard Disk kloning yang disita dari Joni Torino dikembalikan kepada Joni Torino; 3 lembar surat dari Hard Disk Deputy V BIN yang disita dari Joni Torino dikembalikan kepada Joni Torino ; Draft proposal tentang penghilangan orang yang disita dari Poengky Indarti dikembalikan kepada Poengky Indarti ; Sedang barang bukti selain dan selebihnya tetap terlampir dalam berkas perkara

6.

Membebankan biaya perkara ini kepada Negara ;

Bahwa dengan mempertimbangkan keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor.M.14-PW 07.03 Tahun 1983 Tanggal 10 Desember 1983 tanggal 10 Desember 1983 tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaa Kitab Undang-Undang Hukum Acaraa Pidana, khususnya butir 19 mengenai putusan bebas dalam hubunganya dengan banding dan kasasi, dinyatakan bahwa putusan bebas tidak dapat dimintakan banding, tetapi berdasarkan situasi dan kondisi, demi hukum, keadilan dan kebenaran terhadap putusan bebas dapat dimintakan kasasi; Bahwa selanjutnya menurut Yurisprudensi yang dianut dalam peradilan di Indonesia sebagaimana ternyata dalam berbagai Putusan Mahkamah Agung RI antara lain putusan No.275K/Pid/1983 tanggal 15 Desember 1982 (dalam perkara atas nama Terdakwa Raden Sonson Natalegawa dan nama Terdakwa Hutmo Mandala Putra alias Tommy bin Soeharto) serta putusan No.1144K/Pid/2006 tanggal 13 September 2007 (dalam Mahkamah Agung RI Nomor 68K/PID.SUS/2008 tanggal 31 Juli 2008 dalam perkara atas nama Mahkamah Agung RI berpendapat selaku badan peradilan tertinggi yang mempunyai tugas untuk membinda dan menjaga agar semua hokum dan undang-undang di seluruh wilayah Negara diterapkan secara tepat dan adil. Mahkamah Agung wajib memeriksa apabila ada pihak yang mengajukan

Dokumentasi Perkara Muchdi Pr, KASUM, 2009

3

permohonan kasasi terhadap putusan pengadilan bawahannya yang membebaskan Terdakwa, yaituguna menentukan sudah tepat dan adilkah putusan pengadilan bawahannya itu. Bahwa sesuai dengan yurisprudendi yang ada, dimana Mahkamah Agung RI, senantiasa berpendapat apabila ternyata putusan pengadilan yang membebaskan terdakwa itu merupakan pembebasan yang sungguh-sungguh murni sifatnya, maka sesuai ketentuan Pasal 244 KUHAP, permohonan kasasi yang seperti itu harus dinyatakan tidak dapat diterima. Bahwa akan tetapi sebaliknya, menurut pendapat Mahkamah Agung RI yang sudah merupakan yurisprudensi, bahwa putusan pembebasan Terdakwa adalah merupakah putusan pembebasan yang tidak murni dapat dikasasi jika dipenuhi hal-hal sebagai berikut: 1. Apabila pembebasan itu didasarkan pada penafsiran yang keliru terhadap sebutan tindak pidana yang disebut dalam surat dakwaan dan bukan didasarkan pada tidak terbuktinya unsure-unsur perbuatan yang didakwakan, atau; 2. Apabila pembebasan itu sebenarnya merupakan putusan lepas dari tuntutan hokum, atau; 3. Apabila dalam menjatuhkan putusan itu pengadilan telah melampaui batas wewenangnya dalam arti bukan saja wewenang yang menyangkut kompetensi absolute dan relative, tetapi juga dalam hal apabila ada unsure-unsur non yuridis yang turut dipertimbangkan dalam putusan pengadilan itu, hal mana dalam melaksanakan wewenang pengawasannya, meskpun hal itu tidak dapat diajukan sebagai keberatan kasasi oleh jaksa penuntut umum, mahkamah agung RI wajib menelitinya. Maka atas dasar pendapatnya, bahwa pembebasan yang demikian bukan merupakan pembebasan yan murni, sehingga Mahkamah Agung harus menerima permohonan kasasi tersebut.. (mohon diperhatikan pertimbangan putusan Mahkamah Agung No.275K/Pid/1983 Tanggal 15 Desember 1983 dalam perkara atas nama Terdakwa Raden Sonson Natalegawa, dan putusan No.1K.Pid/2000 tanggal 22 September 2000 dalam perkara atas nama Terdakwa Hutomo Mandala Putra alias Tommy bin Soeharto, serta putusan No.114K/Pid/2006 tanggal 13 September 2007 dalam perkara atas nama Edward Cornelis William Neloe DKK) dan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 68K/PID.SUS/2008 tanggal 31 Juli 2008 dalam perkara atas nama Terdakwa Adelin Lis). Bahwa dengan memperhatikan dalil-dalil hokum dan yurisprudensi tersebut diatas, maka kami Jaksa Penuntut Umum berkehendak untuk mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan a quo. Bahwa permohonan kasasi Jaksa penuntut umum dalam perkara terdakwa tersebut, telah kami nyatakan kepada Panitera Pidana Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Senin tanggal 12 Januari 2009 (12 hari setelah putusan pengadilan) sehingga dengan demikian permohonan kasasi ini masih dalam tenggang waktu sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang (Pasal 245 Ayat (1) KUHAP). Bahwa selanjutnya memori kasasi ini juga telah kami serahkan kepada Kepaniteraan Pidana Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Jumat tanggal 23 Januari 2009 (11 hari

Dokumentasi Perkara Muchdi Pr, KASUM, 2009

4

setelah pernyataan kasasi) jadi masih dalam tenggang waktu sebagaimana ditentukan oleh Undang-Undang Pasal 248 Ayat (1) KUHAP. Bahwa alasan dan keberatan yang kami sampaikan dalam memori kasasi ini adalah karena Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang telah menjatuhkan putusan yang amarnya sebagaimana telah disebutkan diatas, dalam memeriksa dan mengadili perkara dimaksud, telah melakukan kekeliruan, yakni: 1. Bahwa putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1488/Pid.B/2008/PN/Jkt.Sel tanggal 31 Desember 2008 yang membebaskan terdakwa H.MUCHDI PURWOPRANJONO dari semua dakwaan Jaksa Penuntut Umum adalah bebas tidak murni, karena : 1.1. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang telah menyatakan putusan yang amarnya sebagaimana telah disebutkan diatas, dalam memeriksa dan mengadili perkara a quo, telah salah menerapkan hukum atau menerapkan hokum tidak sebagaimana mestinya, karena putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 1488/Pid.B2008/PN/Jkt.Sel tanggal 31 Desember 2008. yang membebaskan Terdakwa H.MUCHDI PURWOPRANJONO adalah seharusnya merupakan putusan lepas dari tuntutan hokum atau merupakan putusan pembebasan yang tidak murni, hal ini dapat dilihat dari pertimbangan dan fakta - fakta yang diungkapkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebagai berikut: 1.1.1. Pertimbangan Majelis Hakim dalam putusan a quo halaman 65 alinea 2, yaitu : Menimbang, bahwa oleh karena itu Majelis Hakim berpendapat bahwa hasil kloning dari suatu produk komputer sebagaimana surat bukti NO.R-451/VI1/2004 tidak bertanggal Juli 2004, sifat rahasia, hal : rekomendasi personil tim pengamanan internal, yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum ke persidangan ini dapat diterima sebagai suatu alat bukti disamping alat bukti sebagaimana yang ditentukan oleh ketentuan Pasal 184 KUHAP 1.1.2. Pertimbangan Majelis Hakim dalam Putusan a quo Halaman 66 alinea 1, yaitu : Menimbang bahwa disamping pertimbangan di atas setelah Hakim mencermati isi dari surat rekomendasi tersebut adalah rekomendasi terhadap seorang pilot yang bernama Pollycarpus BHP agar dapatnya dimasukan dalam internal security (pengamanan internal), sehiigga hal tersebut bukanlah merupakan tindak pidana ataupun permufakatan jahat yang dilarang undang - undang. 1.1.3. Pertimbangan Majelis Hakim dalam putusan a quo halaman 67 alinea 2, yaitu : Menimbang, bahwa demikian juga halnya dengan call data record pembicaraan telepon dari nomor yang diduga milik terdakwa dengan telepon yang nomornya diduga milik Pollycarpus walaupun terbukti di persidangan ada pembicaraan beberapa kali dalam rentang waktu antara tanggai 1 September 2004 s/d 30 September 2004, tetapi tidak ada data lain yang menunjukkan apakah benar yang mempergunakan telepon - telepon itu untuk komunikasi tersebut adalah

Dokumentasi Perkara Muchdi Pr, KASUM, 2009

5

Terdakwa dengan Pollycarpus serta tidak pula dapat dibuktikan di persidangan tentang apa isi pembicaraan tersebut. 1.1.4. Pertimbangan Ma