Membuka Jendela Buku. Lokakarya. Cera mah. Pengajian. Pame - ran Buku. Resensi. Debat. Menerima Tamu

download Membuka Jendela Buku. Lokakarya. Cera mah. Pengajian. Pame - ran Buku. Resensi. Debat. Menerima Tamu

of 12

  • date post

    03-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Membuka Jendela Buku. Lokakarya. Cera mah. Pengajian. Pame - ran Buku. Resensi. Debat. Menerima Tamu

  • ed isi

    01

    M ar

    et 20

    09

    KITA perlu terbitan berkala FISIP Unair karena kita butuh rekaman tertulis tentang kegiatan-kegiatan di fakultas kita dan tentang kegiatan sivitas akademika fakultas kita. Ham - pir tiap hari ada saja kegiatan yang layak dicatat. Tentang kegiatan di fakultas kita, begitu banyak! Bahkan tidak jarang dalam satu hari ada tiga kegiatan sekaligus. Seminar. Diskusi. Bedah Buku. Lokakarya. Cera mah. Pengajian. Pame - ran Buku. Resensi. Debat. Menerima Tamu. Rapat Pimpinan. Dan sebagainya. Tentang kegiatan yang dilakukan sivitas akademika fakultas kita juga begitu banyak dan beragam.

    Misalnya, melakukan penelitian, pengab dian kepada masyarakat, menja di trainer, menjadi motivator, dan pemakalah atau panelis semi nar.

    Selama ini kita hanya meng - an dalkan ingatan (tak tertulis) untuk mengetahui kegiatan yang pernah berlang sung di fakultas kita ini. Sayang nya ingatan kita sangat terbatas dan tersim pan di

    masing-masing memori indivi dual, sehing ga reka man kegiatan fakultas kita tidak sem pur - na. Ini kita ketahui saat kita membutuhkan, seperti saat kita harus membuat laporan akhir tahun atau evaluasi diri program studi, betapa kita sering atau selalu kelabakan

    sendiri kalau mesti membuat rekapitulasi kegiatan-kegiatan itu dalam tabel-tabel yang sudah diformat baku.

    Terbitnya Jendela ini diharapkan mampu melayani kebutuhan itu. Untuk keperluan perekaman data itulah maka terbitan ini dibuat berkala bulanan. Sedang kan rubrik yang lain disisipkan sebagai gimmick, supaya tiap edisinya enak dibaca dan tidak terlalu membosankan.

    Namanya Jendela? Ini berasal dari banyak pilihan. Warkat Warta. Newsletter. Buletin Fakul tas. Faktum. Langkah. Step. Jendela. Dinamika. Jejak. Rekam. Jendela itu ya jendela [bila dibuka atau terbuka] menjadi sarana orang lain bisa melihat kita atau kita bisa melihat sesama sivitas akade mika berkiprah di luar pagar rumah kita. Atau bisa juga dibaca JeNDela, akronim dari Jejak Nampan Demo - krasi Airlangga. Yang ini memang mengacu pada kittah kita sebagai komunitas [selalu sedang] belajar (a learning community), demo - kra tis, kritis, pluralis, kreatif, ilmiah dan bertang gung jawab. Jendela ini juga diilhami oleh Warkat Warta FIS Unair yang per nah terbit akhir 1970-an dan awal 1980-an.

    Mengapa baru di tahun 2009? Karena justru tahun 2009 ini terjadi perubahan yang mendasar di fakultas kita. Ada block-grant Departemen untuk pengembangan. Ada Hibah Penelitian Soetandyo. Ada Hibah Pengajaran R. Koento. Ada penghi dupan kembali Diskusi Ilmiah Rebo-an. Semuanya membuat fakultas kita lebih dinamis, dan semuanya dalam rangka memelihara kittah kita di tengah-tengah perubahan jaman.

    Kita tentu berharap Jendela ini bisa berfungsi sebagaimana diharapkan. Kare na - nya, kita perlu, bahkan wajib, [bersedia] memberi masukan data dan informasi kepada timnya Pak Yayan Sakti Suryanda ru tentang kegiatan-kegiatan yang jejaknya perlu direkam. Ada kekurangan?! Itu wajar, dan tugas kita semua untuk memperbai kinya.

    (I Basis Susilo)

    Mengapa terbitan ini kita terbitkan? Mengapa baru sekarang? Mengapa terbitan ini berkala bulanan?

    Mengapa terbitan ini kita beri nama Jendela? Di bawah ini jawabannya.

    Membuka Jendela BaruMembuka Jendela Baru

    (I Basis Susilo)

  • 02 jendela edisi 01/Maret 2009

    editorial

    l PENANGGUNG JAWAB: I. Basis Susilo (Dekan FISIP) l PIMPINAN UMUM: V. Dugis (Wakil Dekan III) l PIMPINAN REDAKSI: Yayan Sakti Suryandaru

    l JURNALIS: Debrina Tedjawidjaja (070710012); Intan Fitranisa (070710369); Putri Rizky Pramadhani (070710367); Muhammad Zaki Ath.T (070810463); Arfa Darojati (070517560) l LAY-OUT/PRODUKSi: Irfan Wahyudi, S.Sos

    l Alamat Redaksi: Gedung FISIP Kampus B Universitas Airlangga Jl. Dharmawangsa Dalam Surabaya Telp. (031) 5011744, 5012442, 5017429, 5034015. Fax. (031) 5047754 ll e-mail: fisip@unair.ac.id

    “ Selamat, semoga buletin ini betul-betul menjalankan fungsi ruang publiknya sebagai jembatan antara fakultas dengan masyarakat internal kampus maupun seki- tar kampus…” (Ibu Rachmah Ida, Ketua Dep. Ilmu Komunikasi)

    “Ide yang cukup bagus dan menarik, semoga dapat di- ting katkan secara profesional agar siap terjun ke masyarakat…”

    (Pak Subyakto, Penjual Kantin Nasi Goreng)

    “Moga-moga media ini benar-benar dapat konsisten, terbit secara kontinyu…”

    (Teddy, Menteri Dep.SOSPOL BEM-FISIP)

    “… Semoga tidak hanya sebagai sumber informasi saja, tetapi juga sebagai sarana penyalur aspirasi dan pikiran mahasiswa…”

    (Sundari, Ketua HIMA Dep. Ilmu Komunikasi)

    “Congratz ya! semoga buletin forum ini bisa tetep eksis di kampus kita tercinta…”

    (Ignatius, HI ’08)

    Merekam Langkah Perubahan

    FISIP tengah berbenah diri. Sebuah tuntutan yang merupakan keniscayaan dan harus ditempuh. Apalagi Unair telah mencanangkan kampus ini harus mampu berada di jajaran ‘World Class University”. Sebuah obsesi yang absurd? Tentu saja tidak, jika kita memahami bagaimana cara pencapaiannya. Terutama jika ini sudah menjadi komitmen bersama.

    Untuk menebarkan spirit perubahan inilah, newsletter JENDELA ini dihadirkan ke hadapan Anda. Sudah sekian tahun FISIP tidak memiliki media internal. Segala gerak langkah kampus oranye ini tidak berbekas. Jika ingin mengetahui apa saja yang telah dilakukan FISIP, tentu saja akan kesulitan. Bahkan, ketika tamu berkunjung ke FISIP tidak ada ‘oleh-oleh’ yang bisa kita berikan.

    Orang luar saja perlu (ingin) tahu, apa yang tengah kita lakukan. Apalagi sebagai orang FISIP, tentunya media ini merupakan bagian diri Anda. Merah hitamnya JENDELA ada di tangan Anda. Jika banyak program dan aktivitas yang kita lakukan, media ini akan on terus. Kekritisan mahasiswa bisa terekam dalam JENDELA. Kegairahan meningkatkan potensi diri dosen, juga bisa dipantau lewat lembaran ini. Bahkan, peningkatan layanan staf karyawan bisa terlihat. Pendeknya, bagaimana tampilan wajah FISIP Unair bisa terlihat dari JENDELA. Jadi bantulah kami untuk selalu memperbaiki diri. Kabarkan kepada kami, setiap aktivitas dan ide Anda. Di setiap edisi, kritik dan saran Anda selalu kami nantikan. Wassalam.

    Sang Sakti

    l SURAT PEMBACA

    10 Maret 2009 KULIAH UMUM CSR FREEPORT Ruang Adisukadana (pukul : 14.00-16.30)

    10-12 Maret 2009 COMMUNICATION EXPO dalam rangka HUT ke-21 Departemen Komunikasi FISIP Unair

    Minggu ke-2 Maret 2009 DISKUSI EKONOMI DAN DISKUSI LORONG BEM FISIP Unair

    Minggu ke-3 Maret 2009 DEBAT CALON LEGISLATIF BEM FISIP Unair

    l AGENDA FISIP

  • 03edisi 01/Maret 2009 jendela

    lintas peristiwa

    Usia pemerintahan Susilo BambangYudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK)tinggal menghitung hari. Selama bergandengan tangan lima tahun (2004- 2009), tercatat berbagai kebijakan telah di- ambil. Dari langkah tersebut, tentu ada banyak hal yang dapat dicermati. Kritik dan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan SBY-JK inilah yang dengan cerdas dikupas dalam Seminar Evaluasi Kebijakan Ekonomi Politik Lima Tahun Pemerintahan SBY-JK.

    Seminar yang digelar oleh Badan Ek- sekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga pada 17 Februari 2009 ini meng- hadirkan empat pembicara, yaitu Dr. Sri Adiningsih (staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada), Dr. Imam Sugema (staf peneliti INDEF), Airlangga Pribadi, M.Si (staf pengajar Ilmu Politik FISIP Uni- versitas Airlangga), dan Didik Prasetyono, SE. Msi (mantan anggota KPUD Jatim 2003-2008) dengan moderator Robito Alam Islami (mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2003). Seminar berlangsung di Ruang Adi Sukadana Gedung A FISIP Unair dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari kaum akademisi, aktivis organisasi mahasiswa, hingga wartawan.

    Dalam seminar tersebut, Sri Adiningsih mengritisi kondisi ekonomi Indonesia se- lama lima tahun terakhir. “Kita harus mampu melihat dengan jernih, apakah ada perubahan dalam pemerintahan SBY-JK. Sebab, negara-negara yang lain bisa. Saya tidak percaya Indonesia ditakdirkan untuk menjadi negara miskin,” ungkap Sri me- ngawali sesi seminar. Sepanjang tahun 2004-2009, stabilitas ekonomi makro In- donesia rapuh. Ini dapat dilihat dari

    goncangan nilai tukar (kurs) rupiah ter- hadap dolar AS (Amerika Serikat). Padahal, Indonesia tidak sedang mengalami krisis meskipun ledakan krisis global di tahun 2008 membuat Indonesia rentan terkena imbasnya.

    Ekonom UGM tersebut menuturkan, pertumbuhan ekonomi naik lamban dan kualitasnya cenderung turun. Pertumbuhan GDP (Gross Domestic Product) mengalami pergerakan yang tidak konsisten alias naik- turun. “Dibandingkan Vietnam, Indonesia masih kalah,” jelasnya. Sektor industri pun mengalami penurunan sementara sektor informal justru meningkat. Puncaknya pada tahun 2005, angka kemiskinan meningkat dari 15,9 persen menjadi 17,8 persen. Be- gitu pula dengan angka pengangguran.yang mengalami nasib serupa. Tak pelak, daya saing internasional dan kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi sangat rendah. Human Development Index tahun 2008 menyatakan Indonesia berada pada peringkat 109, turun dua peringkat dari tahun 2005. “Kita berada di bawah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina,” kata Sri Adiningsih, prihatin.

    Menilik ekonomi Indonesia yang tidak mengalami kemajuan dari tahun ke tahun, ekonom UGM yang meraih gelar doctor dari University of Illinois ini menegaskan per- lunya perubahan strategi dalam menge lola ekonomi. Perubahan tersebut anta ra lain dengan mengembangkan ekonomi yang mandiri namun tidak antiasing, memban- gun ekonomi domestik yang kuat, mem- bangun manusia Indonesia yang andal, meningkatkan daya saing internasional, mengembangkan kewirausa haan, swa