Materi tambahan

download Materi tambahan

of 42

  • date post

    25-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    54
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Materi tambahan

Transcript of Materi tambahan

  • Ringkasan TeoriKomunikasi Miller

    Pemaparan teori-teori di bawah ini merupakan deskripsi singkat, dan untuk memahami keberadaan teori yang ingin digunakan dibutuhkan kajian yang

    lebih mendalam tentang teori yang dimaksud.

  • Theories of Symbolic Organization

    Schema Theory (post-positivist)

    Menyatakan bahwa manusia adalah prosesor informasi yang aktif dan pemikiran skematik menyimpulkan berdasarkan kebutuhan untuk mengelola pemikiran sesuai dengan pemahaman kebutuhan ekonomi.

    Melihat bentuk dan struktur yang membantu individu memproses keragaman informasi tentang kehidupan sosial dalam cara yang efisien.

  • Theories of Symbolic Organization

    Attribution Theory (post-positivist)

    Menyatakan bahwa manusia mencari alasan kausalitas yang dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku yang diamati. Manusia berperan sebagai peneliti yang naif.

    Internal attribution menempatkan penyebab perilaku tertentu berasal dari diri seseorang.

    External attribution menempatkannya pada situasi.

  • Theories of Symbolic Organization

    Narrative Theory (interpretive) Walter Fisher

    Individu memandang kehidupan sosialnya dalam bentuk naratif, dan membuat keputusan serta bertingkah laku dalam kerangka pikiran naratif tersebut.

    Manusia sebagai storyteller

  • Theories of Symbolic Organization

    Dramatism (interpretive) Kenneth Burke

    Manusia berperilaku (secara simbolik) seperti sedang berperan dalam sebuah drama

    Lima hal yang perlu dipertimbangkan dalam memahami bagaimana kita berperilaku: The act, apa yang dilakukan seseorang The scene, konteks di sekitar the act The agent, orang yang menampilkan the act The purpose, tujuan eksplisit atau implisit dari the act Agency, cara yang digunakan untuk menampilkan the act

  • Theories of Message Production

    Constructivist (post positivist-interpretive) Jesse Delia

    Menjelaskan bahwa individu menafsir dan bertindak menurut kategori konseptual yang ada dalam pikiran.

    Realitas tidak menghadirkan dirinya dalam bentuk kasar, tetapi harus disaring melalui cara seseorang melihat sesuatu.

    George Kelly memberi sumbangan pemikiran; tentang gagasan pribadi yang menyatakan bahwa manusia mengalami pengalaman dengan berkelompok serta membedakan kejadian menurut kesamaan dan perbedaannya.

  • Theories of Message Production

    Action Assembly Theory (post-positivist) John Greene

    Menguji cara kita mengatur pengetahuan dalam pikiran dan menggunakannya untuk membentuk pesan.

    Manusia membentuk pesan dengan menggunakan kandungan pengetahuan dan pengetahuan prosedural.

    Manusia tahu tentang banyak hal dan tahu bagaimana melakukan hal tersebut.

  • Theories of Message Production

    Planning & Goals (post-positivist) Charles Berger

    Menjelaskan proses yang dilalui individu dalam merencanakan perilaku komunikasi mereka.

    Rencana-rencana dari perilaku komunikasi adalah representasi kognitif hierarki dari rangkaian tindakan mencapai tujuan. Dengan kata lain, rencana-rencana merupakan gambaran mental dari langkah-langkah yang akan diambil seseorang untuk memenuhi sebuah tujuan.

    Perencanaan adalah proses rencana-rencana tindakan.

  • Theories of Message Processing

    Cognitive Dissonance Theory (post-positivist) Leon Festinger

    Menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku, hubungan antara apa dipikirkan oleh seseorang tentang sebuah isu dan bagaimana ia berperilaku berkaitan dengan isu tersebut.

    Perilaku memiliki beragam elemen kognitif, seperti; sikap, persepsi, pengetahuan, dan perilaku. Elemen-elemen tersebut tidak dapat dipisahkan, tetapi saling menghubungkan satu sama lain dalam sebuah sistem.

    Jenis hubungan elemen-elemen tersebut; (1) kosong atau tidak berhubungan, (2) cocok atau sesuai, (3) tidak cocok atau disonansi.

  • Theories of Message Processing

    Theory of Reason Action (post-positivist) Icek Ajzen dan Martin Fishbein

    Menjelaskan bahwa secara spesifik, intensi dari perilaku tertentu ditentukan oleh sikap seseorang terhadap perilaku dan kumpulan keyakinan tentang orang lain ingin ia berperilaku.

    Terdapat hubungan antara sikap dan perilaku, dengan mempertimbangkan keadaan dimana sikap terhadap isu tertentu dapat mempengaruhi perilaku yang relevan dengan isu tersebut.

  • Theories of Message Processing

    Social judgement Theory (post-positivist) Muzafer Sherif dan Carolin Sherif

    Menjelaskan bahwa perubahan sikap dipengaruhi oleh proses penilaian kognitif seseorang yang dibandingkan dengan sistem sikap dan keyakinan yang sudah ada pada orang tersebut.

  • Theories of Message Processing

    Elaboration Likelihood Model (post-positivist) Richard Petty dan John Cacioppo

    ELM merupakan teori persuasi. Teori ini mencoba untuk memprediksi kapan serta bagaimana seseorang akan dan tidak akan terbujuk oleh pesan.

    Terkadang, seseorang mengevaluasi pesan dalam cara yang rumit, menggunakan pemikiran yang kritis, dan terkadang seseorang melakukannya dengan cara yang lebih sederhana dan kurang kritis.

    Pengolahan informasi; sentral (berpikir secara kritis) dan periferal (tidak berpikir secara kritis).

  • Theories of Message Processing

    The Heuristic-Systematic Model (post-positivist) Shelley Chaiken (1987)

    Bersama dengan ELM disebut sebagai dual processing models.

    Dalam persuasi HSM, pemrosesan sistematiknya mirip dengan yang ada pada ELM, dan melibatkan pertimbangan keberadaan konten pesan.

    Yang spesifik adalah HSM melibatkan penggunaan hukum pengambilan keputusan sederhana yang memperbolehkan seseorang untuk mengevaluasi rekomendasi pesan tanpa harus mencermati konten pesan.

  • Theories of Message Processing

    Inoculation Theory (post-positivist) William McGuire(1961)

    Inoculation theory tidak berurusan dengan perubahan sikap tetapi proses dimana seseorang menolak perubahan sikap dalam komunikasi interpersonal atau melalui media massa.

    Ada dua faktor utama dalam proses inoculation, yaitu; ancaman (threat) dan antisipasi ketidaksetujuan (refutational preemption).

  • Theories of Message Processing

    Problematic Integration Theory (interpretive) Austin Babrow (1992)

    Menyatukan ide dari komunikasi dan disiplin ilmu yang berhubungan tentang bagaimana individu menerima, memproses, dan berpikir tentang pesan yang spesifik dan situasi dalam hidup mereka.

    Menjelaskan bahwa kita memiliki dua macam orientasi berkaitan dengan isu dn kejadian dalam hidup; orientasi probabilitas dan orientasi evaluatif.

  • Theories of Discourse & Interaction

    Speech Ach Theory (interpretive) Charles Morris (1938) & John Searle (1969)

    Menjelaskan kondisi saat seseorang menyempurnakan/menyelesaikan permasalahan dengan kata-kata, melakukan tindakan dengan kata-kata.

    Contohnya; saat kita mengatakan, Saya akan membalas Anda, itu berarti kita sudah menyelesaikan beberapa hal; (1) terbentuknya sebuah wacana (aksi terungkap utterance act), (2) menegaskan sesuatu tentang dunia atau melakukan aksi usulan (propositional act), (3) memenuhi sebuah niat yang disebut aksi kehendak (illocutionary act).

  • Theories of Discourse & Interaction

    Coordinated Management of Meaning Theory (interpretive & critical) Vernon Cronen & Barnett Pearce (1970s)

    Menjelaskan pemahaman bagaimana makna diciptakan, dikoordinasikan, dan dikelola dalam kehidupan sosial.

    Ontologi; kehidupan sosial yang kita anggap solid dan pasti ternyata merupakan produk tindakan manusia.

    Epistemologi; teori dapat dipandang sebagai teori penting dimana pengetahuan tidak mengambil bentuk universal dan bebas nilai. Teori digunakan untuk memahami kondisi dimana tindakan manusia dituntun oleh aturan dalam konteks dan hubungan teertentu.

  • Theories of Discourse & Interaction

    Communication Accommodation Theory (post-positivist) Howard Giles (1970s)

    Menjelaskan kondisi dimana para pihak yang berinteraksi saling memberi pengaruh antara satu dengan yang lain.

    Berfokus pada proses psikologikal sosial (cara kita mengenali diri kita dan yang lainnya dalam situasi sosial).

  • Theories of Discourse & Interaction

    Expectancy Violation Theory (post-positivist) Judee Burgoon (1970s)

    Merupakan teori komunikasi perilaku non verbal.

    Menjelaskan bahwa kita semua memiliki harapan (espektasi) mengenai interasi seperti apa dan bagaimana yang akan terjadi.

    Ekspektasi itu meliputi jarak saat berinteraksi, kecepatan berbicara, volume,pandangan mata, sentuhan, dan ramah tamah.

  • Theories of Discourse & Interaction

    Interaction Adaptation Theory (post-positivist) Judee Burgoon (1980s)

    Teori ini meletakkan dasar pengenalan berbagai jenis penyesuaian dan hubungannya,tetapi fenomena ini sebenarnya merupakan bagian dari proses adaptasi dalam interaksi yang kompleks.

    Teori ini menyatakan bahwa pelaku komunikasi memiliki sejenis sinkronisasi interaksional (interactional synchrony) atau pola maju mundur yang teratur.

    Terdapat kombinasi faktor RED; persyaratan (requirements), dugaan (expectation), keinginan (desires).

  • Theories in Developing Relationships

    Social Penetration Theory (post-positivist) Irwin Altman & Dalmas Taylor (1970s)

    Teori ini hadir untuk mengidentifikasikan proses peningkatan pengungkapan dan keintiman dalam sebuah hubungan. Teori ini terfokus pada perilaku dan motivasi individu.

    Terdapat 4 tahap

    dalam pengambangan

    hubungan;

    (1) orientasi

    (2) eksplorasi

    (3) perubahan

    emosional

    (4) keterbukaan

  • Theories of Disco