MATERI PENELITIAN TINDAKAN KELAS MAPEL IPA KELAS VI.docx

download MATERI PENELITIAN TINDAKAN KELAS MAPEL IPA KELAS VI.docx

of 25

  • date post

    11-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of MATERI PENELITIAN TINDAKAN KELAS MAPEL IPA KELAS VI.docx

MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN KELAS VI B MATA PELAJARAN IPA MATERI ROTASI DAN REVOLUSI SEMESTER 2 DI DHAWE DORI KECAMATAN AESESA KABUPATEN NAGEKEO TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB IPENDAHULUAN

A.Latar Belakang 1.Latar Belakang MasalahProses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan keseluruhan dengan guru sebagai pemeran utama. Proses pembelajaran banyak berakar pada barbagai pandangan dan konsep. Perwujudan pembelajaran dapat terjadi dalam bebagai model. Bruce Joyce dan Marchal Weil mengemukakan 22 modal mengajar yang dikelompokan kedalam 4 hal, yaitu: proses informasi, perkembangan pribadi, interaksi sosial, dan modifikasi tingkah laku.Guru memilki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas pengajaran yang dilaksanakan. Oleh sebab itu, guru harus membuat perencanaan secara seksama dalam miningkatkan kesempatan belajar bagi siswa dan memberbaiki kualitas mengajarnya.Untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang baik, guru dan siswa harus bersama-sama aktif, sihingga proses pembelajaran tidak menjenuhkan. Keaktifan siswa meliputi siswa tertarik pada pelajaran yang diajarkan dan bertanya. Dalam hal keaktifan guru, maka guru harus dapat membangkitkan minat dan mendorong semangat siswa untuk bertanya dan mencoba melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan pelajaran yang dihadapi serta suasana kelas terasa lebih hidup karena terjadi komunikasi anatar guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Namun kenyataanya masih banyak siswa yang pasif dalam mengikuti proses pembelajaran, jarang sekali siswa mau bertanya ataupun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru. Rendahnya peran serta siswa dalam proses pembelajaran ini mengakibatkan rendah pula hasil pembelajaran. Untuk itu peran guru dalam membangkitkan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang nantinya juga akan meningkatkan hasil belajar siswa sangat diperlukan dalam hal ini profesionalime guru sangat diperlukan agar bisa membangkitkan motivasi siswa agar dapat aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan metode diskusi dan menggunkan lembar kerja siswa dalam proses pembelajaran IPA.Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Ki Hajar dewantoroIng ngarso sung tulodho, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani yang menjelaskan bahwa proses balajar anak-anak itu melalui inisiatif (peniruan) maka dalam pembelajarannya guru harus dapat menggugah motivasi belajar, mengemukakan tujuan-tujuan pembelajaran, mengarahkan hasrat ingin tau, ingin membuktikan atau mengemukakan, dan ingin mempelajarinya.Dengan demikian harus ada persamaan antara guru dan orang tua untuk memberi suatu penguatan (reinforcement) yang bersifat psikologis bukan kepada materi dan kebudayaan. (Welliam C. Crain, 1980 : 9 ). Sehingga harapan orang tua, guru, dan masyarakat khususnya serta bangsa dan Negara pada umumnya akan terwujud suatu generasi mendatang yang handal.Berdasarkan hasil obsevasi yang dilakukan oleh teman sejawat di kelas VI SD N Dhawe Dori peneliti menemukan rendahnya prestasi belajar siswa dengan ditandai ketidak aktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Dari hasil tes formatif hanya ada 5 siswa dari 10 siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi hanya 50%, rata-rata kelasnya hanya 6,5 Selama proses pembelajaran berlangsung tidak ada siswa yang mengajukan pertanyaan, bahkan ada siswa yang kurang menangggapi materi yang disampaikan, karena metode yang digunakan guru tidak menarik perhatian siswa.

2.Identifikasi MasalahBerdasarkan data yang didapat dari proses hasil pembelajaran IPA tentang materi Rotasi dan Revolusi kelas VI SD Negeri Dhawe Dori Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Ketuntasan belajar perorangan hanya 5 siswa dari 10 siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi hanya 50% dan ketuntasan klasikal hanya 50%. ( data nilai dan analisis terlampir )Melihat kenyataan di atas, perlu kiranya melakukan penelitian TindakanKelas dengan renungan atas kelemahan-kelemahan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.Dari renungan tersebut peneliti malakukan tindakan perbaikan pembelajaran dengan harapan agar tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lebih baik, berkualitas, dan berhasil optimal. Untuk itu sebagai guru dalam menuju profesionalis mengambil tindakan untuk memperbaiki kinerja pembelajarannya dengan melakukan refleksi diri. Dalam merefleksikan diri, peneliti melaksanakan diskusi dengan teman sejawat sehungga dapat mengidetifikasi masalah sebagai berikiut:a. Rendahnya hasil belajar siswa.b. Kurangnya motivasi belajar siswac. Siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaranB.Rumusan MasalahBerdasarkan permasalah yang sudah teridentifikasi, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :Apakah dalam pembelajaran IPA kelas 6 SDN Dhawe Dori materi pokok rotasi dan revolusi dapat meningkatkan efektifitas dan peningkatan prestasi belajar siswa?C.Tujuan PenelitianUntuk memecahkan persoalan yang dialami siswa dalam pembelajaran, maka peneliti melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan:1.Meningkatkan keefektifan siswa dalam proses pembelajaran melalui penggunaan metode demonstrasi dan eksperimen.2.Meningkatkan prestasi belajar IPA kelas VI dan penguasaan materi melalui metode demonstrasi dan eksperimen.3.Menerapakan srategi pembelajaran yang tepat.D. Manfaat PenelitianManfaat yang akan diperoleh dari kegiatan penelitian ini sebagai berikut :1.Bagi guru, dengan dilaksanakannya penelitian tindakan kelas, guru dapat mengetahui strategi pembelajaran yang bervareasi, yang dapat memperbaiki dan meningkatkan system pembelajaran di kelas, sehingga permasalahan-permasalahan yang dihadapi baik oleh guru, siswa, dan materi pembelajaran, dapat diminimalkan. Disamping itu dengan diberikan contoh tentang penelitian tindakan kelas ini, guru akan terbiasa melakukan penelitian kecil yang tentunya sangat bermanfaat.3.Bagi siswa, penelitian ini akan sangat bermanfaat.untuk meningkatkan pemahaman materi pelajaran IPA materi pokok rotasi dan revolusi.4.Bagi sekolah, hasil penelitian ini akan memberikan sumbungan yang baik bagi sekolah itu sendiri dalam rangka perbaikan pembelajaran pada khususnya sekolah lain pada umumnya.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

A.Prestasi Belajar Siswa1.Pengertian Prestasi Belajar SiswaMenurut Sundari (1998: 35 ) Prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor atau nilia yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. Presatasi belajar siswa dapat diketahui dari nilai yang diperoleh dalam mengikuti tes, baik itu tes formatif maupun tes sumatif, nilai raport2.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Prestasi belajar siswa dapat diperoleh melaui proses belajar, selain itu ditentukan oleh siswa sebagai subyek belajar dengan berbagai latar belakang dan juga dipengaruhi oleh factor lain. Menurut Mahfuth Shalahudin ( 1990:57 ) menggolongkan factor yang berpengaruh terhadap individu dibagi menjadi dua :a.Faktor LuarMeliputi : Lingkungan ( alam dan social ) dan intrumen ( kurikulum, pengajar, dan administrasi )b.Faktor DalamMeliputi : Fisiologis ( kondisi fisik, termasuk indra ) dan psikologis, bakat, minat, kecerdasan, motivasi siswa, dan kemampuan kognitif. Jadi factor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah factor dari luar dan factor dari dalam3.Metode DemonstrasiGuru dalam kegiatan pembelajaran sering kali harus menunjukan dan memeragakan ketrampilan ketrampilan fisik atau kegiatan yang lain. Untuk melakukan hal tersebut. Guru dapat memakai metode demonstrasi. Metode demonstrasi merupakan metode yang paling sederhana dan amat bersahaja, karena metode ini adalah metode mengajar pertama kali dilakukan oleh manusia gua, yaitu pada saat mereka menambahkan kayu bakar untuk memperbesar apai unggun, dan sementara anak-anak mereka memperhatikan dan menirukannya ( Staton 1978: 91 ). Metode demonstrasi walaupun merupakan metode yang paling sederhana tetapiuntuk dapat melakukan metode tersebut seorang guru hemdaknya benar-benar memahami sebelum menggunakannya.Cardille ( 1986) mengemukakan bahwa demonstrasi adalah suatu penyajian yang dipersiapkan secara teliti untuk mempertontonkan sebuah tindakan atau prosedur yang digunakan. Metode ini disertai dengan penjelasan, ilustrasi, dan penyajian lisan(oral) dan peragaan (visual) secara tepat dalam Cardille ( 1986:38). Dari pengertian ini nampak bahwa metode ini ditandai dengan adanya kesengajaan untuk mempertunjukan tindakan dan atau penggunaan prosedur yang disertai penjelasan, ilustrasi, atau pernyataan lisan maupun visual.Winarno mengemukakan bahwa metode demonstrasi adalah adanya seorang guru, orang luar yng diminta, atau siswa mempelihatkan suatu proses kepada seluruh kelas ( Winarno, 1980 : 87 ). Batasan yang dikemukakan oleh Winarno memberikan gambaran kepada kita, bahwa untuk mendemonstrasikan atau memperagakan demonstrasi tidak harus dilakukan oleh guru tetapi juga dapat dilakukan oleh siswa dan yang mendemonstrsaikan suatu proses.Dari berbagai tujuan penerapan metode demonstrasi yang dikemukakan oleh Staton, Cardille, dan winarno, dapat didefinisikan tujuan penerapan metode demonstrasi mencakup :1.Mengajar siswa tentang suatu tindakan, proses atau prosedurketrampilan-ketrampilan fisik/motorik.2.Mengembangkan kemampuan pengamatan, pendengaran danpenglihatan siswa secara bersama.3.Mengkongkretkan informasi yang disajikan kepada siswa4.Metode Eksperimena.Pengertian Apabila dalam tujuan pembelajaran yang dirumuskan menuntun kearah pertanyaan-pertanyaan apakah yang akan terjadi? Bagaimanakah yang paling tepat?.Dan pertanyaan pertanyaan yang sejenis, maka metode eksperimen patut digunakan untuk kegiatan belajar mengajar atau pembelajaran. Metode eksperimen, pemakaiannya akan beriringan dengan logika induktif, yaitu suatau penarikan kesimpulan berdasar