MATERI PAI MA - .Mata kuliah ini mengkaji beberapa hal yang berkaitan sistem peradilan yang berlaku

download MATERI PAI MA - .Mata kuliah ini mengkaji beberapa hal yang berkaitan sistem peradilan yang berlaku

of 18

  • date post

    09-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    212
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MATERI PAI MA - .Mata kuliah ini mengkaji beberapa hal yang berkaitan sistem peradilan yang berlaku

Pengantar Kuliah

Its me .

Contact :

E-mail : kinarayn@gmail.comBlog : http://www.kinarayn.wordpress.com

Mata kuliah ini mengkaji beberapa hal yang berkaitan sistem peradilan yang berlaku di

Indonesia, berkaitan dengan wewenang masing-masing peradilan, sejarah, dasar hukum serta

ketentuan pelaksanaan peradilan di Indonesia.ketentuan pelaksanaan peradilan di Indonesia.Sebagai bagian dari sumbangsih pemikiran, mata

kuliah ini diharapkan memberikan ide-ideterkait perkembangan dan sistem peradilan di

Indonesia..

Setelah mengikuti mata kuliah inidiharapkan mahasiswa :

Memahami struktur peradilan diIndonesia

Memahami sejarah peradilan di Indonesia Membedakan sistem peradilan di Membedakan sistem peradilan di

Indonesia Menjelaskan kompetensi/ wewenang

sistem peradilan di Indonesia Menerapkan kompetensi/ wewenang

terhadap sistem peradilan di Indonesia

Materi Perkuliahan ;1. Pengantar2. Sejarah Peradilan di Indonesia3. Mahkamah Agung4. Mahkamah Konstitusi5. Komisi Yudisial5. Komisi Yudisial6. Peradilan Umum7. Peradilan Agama8. Peradilan Tata Usaha Negara9. Peradilan Militer10. Mahkamah Syariyah

Ujian Akhir Semester 40 % Ujian Tengah Semester 20 % Tugas Mandiri 30 % Presensi, Partisipasi 10 % Presensi, Partisipasi 10 % Komposisi Lain (jika ada)

Rumus Nilai Akhir Mata kuliah, NA =(10 P + 20 UTS + 30 T + 40 UAS)

100

Masih Ingat ???Masih Ingat ???

Sistem Pemerintahan di Indonesia

Kekuasaan Kehakiman dan SistemPeradilan (Era Penjajahan)

Sistem ketatanegaraan yang dianutberpedoman kepada teori klasik montesquieu, yaitu kekuasaan negara ditangan eksekutif, legislatif dan yudikatif

Yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi n Pengadilan Negeri Pengadilan Tinggi n Pengadilan Negeri (namun dalam hal ini wewenangnya hanyaterbatas teknis yuridis)

Dalam setiap pengadilan negeri, diatur juga suatu lembaga yang disebut kejaksaanpada pengadilan negeri tersebut

Badan peradilan yang ada saat itu baru pengadilan umum dan pengadilan agama

Kekuasaan Kehakiman(Sebelum Amandemen UUD)

Berdasarkan pada konstitusi dan peraturanperundang-undangan lain yang masih mengaturtentang hierarki lembaga negara (tertinggi, tinggi dan lembaga negara saja).

Menganut teori ketatanegaraan klasik (Montesquieu), dimana kekuasaan negara (Montesquieu), dimana kekuasaan negara dijalankan oleh lembaga eksekutif, lembagayudikatif dan lembaga legislatif

Format lembaga kekuasaan kehakiman masih setengah independen, yaitu hanya dalam halpemikiran, sedangkan dalam hal kedudukan dansarana prasarana operasional lainnya masihberada di bawah kekuasaan lembaga negaralainnya

Sistem Peradilan(Sebelum Satu Atap)

Pembinaan organisasi dan sumber daya manusia dibawah dephukham (kekuasaan eksekutif) danhal-hal yang berkaitan dengan teknis yuridis(manajemen pekara) dibawah wewenang MA

Badan peradilan hanya terdiri dari badan peradilan umum, TUN, agama dan militer yang peradilan umum, TUN, agama dan militer yang masing-masing mempunyai jejang pengadilantingkat pertama, pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat kasasi

Struktur MA sebagai badan peradilan tertinggiterdiri dari satu orang ketua, satu orangwakil ketua, beberapa ketua muda, Beberapa dir, satu orang pansekjen, beberapa orang kepala pusat, beberapa orang kepala bagian danstruktur2 lain di bawahnya

Kekuasaan Kehakiman(Setelah Amandemen UUD)

Didasarkan pada konstitusi baru hasil amandemen yang memuat prinsip checks and balances (tidak adalagi definisi lembaga tertinggi dan tinggi, tapisemuanya disebut lembaga negara)

Disesuaikan juga dengan perkembangan teoriketatanegaraan modern dimana kekuasaan di suatu ketatanegaraan modern dimana kekuasaan di suatu negara dilaksanakan oleh lembaga eksekutif, lembaga legislatif, lembaga yudikatif dan lembaga independen dengan fungsi khusus

Dibentuk suatu lembaga kekuasan kehakiman yang lebih independen (terutama dari pengaruhkekuasaan negara lainnya) dengan apa yang disebutkonsep satu atap dan dibuatnya lembaga kekuasaanbaru yaitu MK

Sistem Peradilan(Setelah Satu Atap)

Pembinaan Organisasi dan Sumber daya manusia serta hal-hal yang berkaitan dengan teknis yuridis diatur MA

Dibentuknya badan-badan peradilan baru (terutama di bawah peradilan umum dan tun) yang berstatus ad-hoc (mis: HAM, Tipikor, Niaga, Perindustrian, Perikanan, Kedokteran, Pajak)Kedokteran, Pajak)

Dilakukannya restrukturisasi di MA (akibat adanya 1 atap ini), terutama dilevel pimpinan dan eselon 1 (mis: wakil ketua MA dibagi atas yudisial dan non yudisial, panitera dan Sekretaris jenderal di pegang oleh 2 orangyang berbeda, adanya direktorat badilumtun yang sebelumnya di dephukham sebagai eselon 1, diubahnyastatus beberapa pusat menjadi badan seperti pusdiklat-dan adanya badan2 baru seperti badan pengawasan-)

Lembaga Negara IndependenMenurut Dasar Hukumnya

Dengan Dasar Hukum UUD ;BI, MK, KY, KPU

Dengan Dasar Hukum UU Dengan Dasar Hukum UUKPK, KPI, Komnas HAM, KKR, KPPU

Dengan Dasar Hukum PerpresKON, Komisi Kejaksaan, Komisi Kepolisian

Maksud Dan Tujuan AdanyaLembaga Negara Independen

Mengoptimalkan kinerja lembaga negara yang ada saat ini dengan mengaplikasikan prinsipcheck n balancescheck n balances

Mempercepat proses reformasi di lembaga-lembaga negara

Meningkatkan partisipasi publik dalampenyelenggaraan kekuasaan negara